SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Amarah tak terkendali



Aditya mengendari mobilnya dengan kecepatan tinggi karena sudah diberi tahu jika Theo berada disebuah taman. Segera dia mengarahkan mobilnya kesana tetapi Aditya masih teringat dengan permintaan istrinya bahwa dia tidak boleh melakukan kekerasan terhadap orang lain semarah apapun dirinya, Aditya akan menahan emosinya dan akan meminta baik-baik pada Theo agar tidak mengganggu Cahya lagi.


Sampailah Aditya disana, taman terlihat lengang lalu dia mulai berkeliling mencari Theo, sampai akhirnya Aditya melihat Theo sedang duduk sendirian dengan tatapan kosong diujung taman yang sepi dan sepertinya Theo sedang mabuk. Aditya kemudiang menghampirinya dan duduk disampingnya. Seketika tatapan tajam Theo mengarah pada Aditya.


" Kenapa kau disini!!!" Theo meneriaki Aditya tepat diwajahnya, bau minuman keras pun langsung tercium oleh Aditya membuatnya memalingkan muka.


" Ada yang ingin aku bicarakan denganmu Theo"


" Anj*ng! Apa yang ingin kau bicarakan denganku!" Theo berdiri dari duduknya dan suaranya meninggi bahkan mengumpat Aditya, tetapi Aditya tetap mencoba tenang dan tidak terbawa emosi dan dia juga ikut berdiri.


" Bisakah kau berhenti untuk tidak mengganggu istriku lagi, dia sangat trauma atas perlakuanmu padanya"


" Istrimu!!! Kau pria brengsek yang merebutnya dariku, kau tahu aku sangat mencintai Cahya begitu juga dengan dia, dia sangat mencintaiku, dia selalu ada didalam hatiku sampai detik ini dan kau malah menikahinya"


" Aku menikahinya setelah hubungan kalian berakhir dan yang ku tahu saat itu kau meninggalkan istriku dengan sangat kejam, bahkan dia mengalami trauma terhadap laki-laki, lalu sekarang kau menyalahkanku karena menikahinya, kenapa kau tidak berpikir bahwa ini semua adalah murni salahmu sendiri"


Mendengar ucapan Aditya, Theo naik pitam dan menarik kerah kaos Aditya, membuat mereka saling bertatapan tajam.


" Apa yang kau tahu?? Walaupun aku meninggalkannya tetapi sampai detik ini aku masih sangat mencintainya, dan saat aku akan membawanya pergi dari kantornya kau datang dan menggagalkanku, dan kau menghajarku, aku hanya diam saat kau memukuliku karena aku lihat kekasihku sedang menangis ketakutan" Theo lalu mendorong Aditya hingga hampir terjatuh.


" Kekasihmu kau bilang? Kekasihmu yang mana? Dia istriku Theo ingatlah dia istriku, sebagai seorang suami aku harus menjaganya tidak akan kubiarkan seseorang melukainya, sekarang hentikan tingkah konyolmu itu, urus saja istrimu yang sedang dipenjara itu, ajari dia untuk bersikap dan kau berhenti mengganggu istriku atau aku akan membuat perhitungan denganmu"


Suara Aditya juga mulai meninggi karena ternyata Theo justru melawannya, lalu Aditya pergi meninggalkan Theo, tetapi justru Theo menendang Aditya dari belakang, seketika Aditya tersungkur ke tanah.


Melihat Aditya tersungkur Theo langsung membalikkan badan Aditya memegang kerah kaosnya dan langsung memukulinya berkali-kali.


" Memangnya kau siapa bisa mengancamku, mentang-mentang kau memiliki segalanya kau menganggap dirimu paling berkuasa, kau mengambil semua yang ada padaku, kau mengambil Cahyaku, kau juga memasukkan istri yang baru saja ku nikahi ke penjara setelah itu kau memutuskan hubungan kerja dengan keluargaku, kau pikir kau siapa?" Theo terus memukuli Aditya dan Aditya berusaha untuk melepaskan diri, mereka berdua terlibat perkelahian yang sengit saling memukul satu sama lain, hingga akhirnya Aditya berhasil menguasai Theo, dia lalu menghujamkan pukulan pukulan keras kepada Theo.


" Aku dari tadi sudah mencoba untuk sabar menghadapimu, tetapi justru kau menyerangku, kau sendiri kau pikir kau siapa, menyalahkanku atas insiden dipernikahanmu, harusnya kau bisa mengajari kekasihmu untuk bersikap, dia hampir melenyapkan nyawa ibu mertuaku dan berhasil membakar habis rumahnya beserta kenangan didalamnya, apa kau berpikir bagaimana perasaan istriku dan ibu mertuaku, satu-satunya harta yang mereka miliki telah hilang dalam sekejap karena perbuatan yang dilakukan Cyntia, memang apa yang sudah mereka perbuat pada kekasihmu, aku hanya melakukan tugasku untuk menjaga keluargaku, jika aku tahu kau melakukan sesuatu pada istri dan keluargaku, aku tidak akan mengampunimu " Aditya berucap sambil terus menghajar Theo, setelah melihat Theo sudah babak belur, Aditya langsung pergi meninggalkannya.


" Kau ingat Aditya brengsek, aku akan membalasmu suatu saat nanti, dan kau akan menyesal karena perlakuanmu terhadapku " Ucap Theo mengancam.


*****


Aditya mengendarai mobilnya dengan kencang, dia sangat kesal dan marah, saat ini wajahnya penuh dengan lebam akibat pukulan Theo, saat ini dia sangat bingung bagaimana nanti akan menghadapi Cahya dengan penampilan seperti ini, apalagi dia sudah berjanji pada istrinya tidak akan berkelahi dengan seseorang semarah apapun dirinya tetapi Theo telah membuat luka ini padanya, padahal dia sudah menahan untuk tidak memukul Theo, tetapi Aditya juga tidak bisa berdiam diri untuk tidak melawan. Dan sekarang mau tidak mau Aditya harus menjemput Cahya, dia pasrah jika nanti istrinya akan marah kepadanya.


Aditya sampai dirumah Adri, dan sudah siap jika Cahya akan memarahinya. Aditya masuk ke dalam rumah dan melihat Cahya sedang mengobrol bersama ibunya, ada bibi juga disana. Bibi terkejut saat melihat Aditya masuk dengan wajah yang penuh luka lebam, melihat ekspresi terkejut Bibi, Cahya membalikkan badannya mencari tahu apa yang membuat bibi terkejut. Mata Cahya langsung membelalak melihat Aditya berjalan sambil meringis memegang bibirnya.


" Astagfirullahaladzim, kamu kenapa?? Kamu abis berantem sama siapa?" Suara kepanikan Cahya sangat jelas dan dia berlari ke arah Aditya dan memegang pipi suaminya lalu menyuruh Bibi untuk mengambil air dan es batu.


" Ca, suruh suamimu duduk, ibu akan mengambilkan kotak P3K".


Aditya duduk di sofa dengan tetap meringis menahan sakit, ujung bibirnya berdarah dan terasa perih. Bibi datang dengan membawa mangkuk berisi air dan es batu, ibunya juga datang membawa kotak P3K. Cahya langsung mengambil kapas dan membersihkan darah yang keluar dari sudut bibir suaminya, serta luka seperti bekas cakaran di pipi sebelah kanannya, lalu memberikan betadine dan mengusapnya dengan cotton bud,


" Shhhhh auww perih Ca" Aditya meringis karena terasa perih saat Cahya mengusao betadine diujung bibirnya.


" Diamlah, ini hanya berlangsung sebentar"


Setelah itu Cahya mengompres luka lebam di wajah Aditya, lagi-lagi Aditya meringis karena kesakitan, sedangkan Cahya memasang muka marah pada suaminya, karena dia sudah berjanji padanya bahwa tidak akan berkelahi lagi tetapi ternyata dia tidak menepatinya.


" Ca, bawa suamimu ke kamar, suruh dia mengganti pakaiannya, lihatlah dia sangat kotor, tapi sebelum itu lap tubuh suamimu dengan air hangat agar tidak tejadi infeksi pada lukanya, biar Bibi yang mengambilkan baju dikamar Adri"


Cahya membawa Aditya masuk ke kamar tamu, sambil menggerutu pada suaminya.


" Kau tidak menepati janjimu padaku, dan apa yang kau lakukan sehingga kau bisa seperti ini"


" Sudahlah tenangkan dulu dirimu, nanti akan kujelaskan semuanya, aku tidak mau kau terlalu memikirkan ini, itu tidak baik untuk anak kita" Ucap Aditya.