
Elea dan Danist berjalan di koridor rumah sakit. Elea berharap Aditya dan Theo bisa menyelesaikan permasalahan mereka, selain itu Elea juga berharap Theo benar-benar sudah berubah dan bisa mengendalikan Cyntia dari keburukan yang selama ini ada di diri perempuan itu sehingga Cahya dan Aditya tidak lagi menjadi korban dari emosi serta dendam konyol Cyntia.
"Aku akn mengantamu ke rumah pak Aditya lalu aku akan pulang" Gumam Danist yang membuat Elea tersadarkan dari lamunannya.
"Kau akan pulang malam ini??"
"Ya, apa kau lupa jika besok aku ada meeting dengan clien, aku juga harus ke Bandung untuk mengurus persiapan pernikahan kita, kau lebih baik disini saja sampai keadaan membaik, aku akan menjemputmu nanti"
"Tidak tidak, aku tidak mengijinkanmu pulang sekarang, besok pagi saja, kau meeting jam 9 kan, masih banyak waktu, ini sudah malam, pulang besok saja"
"Baiklah kalau begitu, aku akan menginap di apartemen saja, disana ada baju jadi aku bisa memakainya dan langsung ke kantor tanpa harus mampir ke rumah, lagipula tidak enak jika menginap di rumah pak Aditya disana perempuan semuanya hehe"
"Berkas-berkas pendaftaran pernikahan kita sudah aku siapkan di stofmap hijau di lemari" Ucap Elea dan mendapatkan anggukan kepala dari Danist.
Elea sekali lagi merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Tuhan sudah mengirimkan kepadanya seorang laki-laki yang begitu baik dan sangat menyayanginya. Elea selalu berdoa ini akan menjadi pernikahan yang terakhir, dan dia bisa selalu berbahagia dengan Danist dan keluarga kecil mereka nantinya. Elea meraih tangan Danist dan menggenggam jemari suaminya itu.
*****
Theo menarik lagi tangannya sambil tersenyum. "Maaf jika aku mengganggu waktu istirahat kalian"
"Duduklah...!" Cahya berusaha keras mengeluarkan suaranya dan menyenggol pinggang Aditya serta memberi kode agar suaminya itu tidak terus membiarkan Theo berdiri.
"Langsung saja, aku datang kesini untuk meminta maaf atas semua yang terjadi hari ini, eh bukan hari ini saja tetapi atas semua kejadian di masalalu yang pernah ku perbuat ataupun yang Cyntia lakukan, jika diingat itu sangat memalukan, sebenarnya aku sudah ingin melakukannya saat kita bertemu di supermarket waktu itu akan tetapi kondisi tidak memungkinkan, Cahya histeris melihatku dan terjadi sedikit kekacauan setelahnya jadi aku mengurungkannya, maaf Ca! Aku sangat menyesal mengetahui bahwa kau harus kehilangan bayimu karena perbuatanku, saat itulah aku menyesali semuanya seharusnya aku tidak boleh menghancurkan kebahagiaan kalian" Theo berucap sedih sambil menangkupkan kedua telapak tangannya.
"Its okay jika kalian tidak mau memaafkanku, aku mengerti, aku datang kesini untuk meminta maaf tetapi tidak berharap dimaafkan karena aku menyadari bahwa kesalahan yang ku lakukan atau pun Cyntia memang tidak termaafkan apalagi kejadian pagi tadi hingga membuat bayi kalian hampir celaka, aku sebagai suami Cyntia meminta maaf untuk itu"
Aditya menarik napasnya dalam-dalam dan menghelanya panjang.
"Apa yang dilakukan istrimu tidak bisa ku maafkan begitu saja, pertama dia menyiksa putraku dengan sangat kejam, dia mencubitnya hingga meninggalkan lebam di tangan, perut dan kakinya, kedua dia tidak memberi putraku minum ataupun makanan, ketiga dia memberi putraku obat entah obat apa hingga dia hampir overdosis dan mengalami gangguan pencernaan hingga pendarahan, yang ke empat dia berniat melempar putraku dari lantai tiga, yang kelima, untuk kedua kalinya dia membakar tempat tinggal mertuaku, dan yang terakhir dia mengirim bangkai tikus dan kepala ayam kepada istriku, maaf semua itu tidak bisa aku terima atau aku maafkan begitu saja, hukum harus tetap berjalan agar bisa memberi efek jera, mengenai masalalu itu sudah berlalu tidak usah di ingat karena hanya menyesakkan dada saja, aku berterima kasih karena kau sudah menghentikan kegilaan istrimu dan nyawa anakku tertolong karena itu, aku hanya berharap kejadian seperti ini jangan lagi terulang"
Theo menundukkan kepalanya, apa yang baru saja diucapkan Aditya, semua fakta itu sangat mengejutkannya. Ternyata dendam Cyntia begitu membara kepada Aditya sampai merencanakan semua itu. Sekali lagi Theo meminta maaf dan berjanji akan menghormati proses hukum yang akan diterima Cyntia nantinya, juga berjanji akan membimbing Cyntia menjadi orang yang lebih baik dan tidak mengulangi semua perbuatan buruknya termasuk kepada Keluarga Aditya dan Cahya.
Theo meminta ijin untuk melihat keadaan Kyros, dan Cahya mengijinkannya. Theo menitihkan airmatanya masih tidak menyangka jika Cyntia tega melakukan hal sekeji itu pada bayi yang tidak berdosa ini. Tetapi kemudian Theo tersenyum dan mengusap rambut Kyros.
"Dia sangat tampan Ca, perpaduan antara wajahmu dan Aditya, ku dengar kalian memiliki bayi kembar ya??" Tanya Theo pada Cahya yang ada disebelahnya.
Cahya sudah tidak memiliki sisa suara lagi dan hanya menjawab pertanyaan Theo dengan anggukan kepala saja.
"Dan bayimu yang satunya lagi seorang perempuan, dia pasti juga sangat cantik, maaf atas semua yang terjadi, sampaikan juga permintaan maafku pada Ibumu karena perbuatan Cyntia, aku melihat kau sudah bahagia dengan Aditya, kau layak mendapatkannya Ca, kau perempuan baik dan Aditya juga begitu mencintaimu, aku berjanji bahwa aku ataupun Cyntia tidak akan lagi merusak kebahagiaan kalian, ku pastikan itu Ca, aku sangat menyesal dengan semua yang sudah terjadi, aku sudah menerima hukuman atas perbuatanku"
Dulu setelah Theo tahu bahwa Cahya hamil dan mengalami keguguran karena perbuatannya, Theo sangat menyesal sudah melakukannya dan menyadari bahwa tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari Cahya karena perempuan ktu sudah bahagia dengan Aditya, itu sebabnya saat dia keluar dari penjara dia berjanji untuk tidak merusak kebahagiaan Cahya dan memilih menjauh. Dalam penyesalannya dia juga berusaha mencari tahu keberadaan Cyntia yang ditinggalkannya begitu saja saat istrinya itu di penjara, tetapi sayangnya Cyntia juga menghilang selepas dari penjara.
Dan tadi pagi saat suami Elea datang untuk menemuinya dan dengan panik menjelaskan tentang perbuatan Cyntia pada bayi Cahya dan Aditya, tanpa pikir panjang dia langsung menyetujuinya untuk ikut dengan lelaki itu. Beruntungnya dia bisa menghentikan perbuatan buruk Cyntia itu. Theo sangat menyesal telah mengabaikan Cyntia saat istrinya itu di penjara, padahal selama ini Cyntia sangat mencintainya, dan semua perbuatan Cyntia selama ini hanyalah karena perempuan itu dibutakan oleh cinta yang begitu besar kepada dirinya hingga membuat Cyntia tidak bisa mengendalikan diri dan emosinya ketika kehilangan dirinya lalu melimpahkan semua kesalahan pada Aditya dan Cahya padahal mereka hanya melakukan yang seharusnya dilakukan yaitu memberi hukuman pada sebuah kejahatan yang sudah dilakukannya dan Cyntia dulu untuk memberi efek jera, tetapi karena dia terlalu egois dan mengabaikan semua cinta Cyntia hingga akhirnya membuat perempuan itu melakukan balas dendam konyol kepada Aditya. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk menebus kesalahannya pada Cyntia dengan terus mendampinginya dimasa sulitnya. Mungkin dengan itu, Cyntia bisa menjadi lebih baik lagi.