
"Kau tadi lama sekali, aku sangat ketakutan melihat kegilaan Cyntia, aku takut dia akan benar-benar menjatuhkan Kyros" Ujar Elea yang saat ini sedang menyusui Gienka di dalam mobil.
"Masih terlalu pagi saat kau menghubungiku, Gienka dan Mama juga tidak sempat mandi, juga saat kami sampai disana, Bakery itu belum buka, aku sampai bertanya ke security sebelah dan dia bilang Bakery itu buka jam 8 tetapi beruntungnya ada mess karyawan didekat sana dan aku ditunjukkan arahnya, aku datang kesana mencari keberadaan Theo, beruntungnya saat aku menjelaskan keadaannya tanpa pikir panjang dia langsung mau"
"Syukurlah Tuhan sangat mempermudah ini semua, tetapi aku mengkhawatirkan keadaan Kyros, tubuhnya sangat dingin serta pucat sekali, kau mandi dulu di apartemen dan kita harus langsung ke rumah sakit"
"El, biarkan Mama ke rumah Aditya saja, Mama juga ingin melihat keadaan disana dan menemani bu Rina, kita kesana saja"
"Kalian kan belum mandi dan pasti harus berganti pakaian??"
"Semalam saat kau bilang suamimu akan pulang dan menjemput Gienka, Mama sudah menyiapkan pakaian Mama dan Gienka, jadi aman" Jawab Mama Elea.
"Baiklah kita langsung ke rumah Aditya"
Danist pun mengarahkan mobilnya ke arah rumah Aditya. Danist merasa sangat lega karena berhasil membawa Theo tepat waktu, tadi dia benar-benar panik bahkan tidak berhenti berdoa agar jalanan lancar mengingat hari ini adalah hari minggu yang biasanya sangat macet.
Elea menceritakan bahwa kebakaran yang terjadi di tempat usaha ibu Cahya adalah juga perbuatan dari Cyntia, bahkan dia juga sempat mengirimkan paket berisi bangkai tikus jauh sebelum ini. Elea juga bercerita bahwa masih bergidik ngeri saat melihat sisi kejam Aditya pagi tadi kepada pria bayaran Cyntia itu. Terlebih lagi saat Aditya menggoreskan pisau cutter itu lalu berganti ke pipi lainnya dari pria itu, seolah Aditya melupakan sisi kemanusiaannya begitu saja saat menancapkan pisau cutter itu, rasanya pasti sangat sakit sekali. Mungkin itulah sisi paling kejam dari Aditya yang selama ini tidak pernah dia lihat, dulu dia hanya mendengar cerita dari Ariel saat Aditya juga melakukan hal yang sama pada Theo juga pada orang-orang yang berani mengusik kehidupan keluarganya. Tetapi tak disangkanya tadi pagi Elea justru melihatnya sendiri di depan matanya.
"Apa yang kau ceritakan itu benar??? Mana mungkin pak Aditya melakukan hal semacam itu, selama ini dia begitu baik" Tanya Danist yang masih tidak percaya.
"Aku juga awalnya sepertimu, tidak percaya saat mendengar hal itu dulu baik dari cerita Randy ataupun Ariel, tetapi setelah kejadian tadi pagi, aku benar-benar percaya, Aditya benar-benar tidak akan main-main jika itu menyangkut tentang keluarganya, dia akan menyiksa orang itu lebih dulu dengan tangannya lalu mengobatinya dan baru melemparnya ke polisi, baru dia akan merasa puas"
Danist masih tidak menyangka jika orang sebaik Aditya ternyata memiliki sisi menakutkan, tetapi Aditya memang sangat mencintai keluarganya dan sepertinya itu menjadi hal utama dalam hidupnya. Siapapun yang mengutamakan dan menyayangi keluarganya tentu akan memiliki caranya sendiri untuk melindungi mereka. Dan dari wajah Aditya, kekhawatirannya serta kesedihannya tadi jelas tidak bisa dipungkiri saat melihat bayinya dalam bahaya, tetapi tatapan membunuhnya kepada Cyntia juga sangat jelas saat perempuan itu melewatinya.
*****
Kyros sedang dalam penanganan dokter di ICU, Cahya masih terisak dan pelukan Aditya. Kondisi Kyros sangat lemah membuat Aditya tidak sanggup melihatnya dan hanya bisa menitihkan airmatanya seraya mencoba menenangkan Cahya, serta tidak berhenti berharap bahwa Kyros akan baik-baik saja.Sementara Ariel dan Randy juga sudah berada disana. Randy sudah menyuruh anak buahnya untuk membawa pria bayaran Cyntia itu ke kantor polisi setelah lukanya sebelumnya telah di obati.
Ada gerakan pintu terbuka, semua yang tadinya duduk langsung berdiri. Benar saja dokter dan perawat keluar dari ruangan itu. Aditya dan Cahya menghampir dan menanyakan keadaan Kyros.
"Syukurlah Kyros mendapatkan pertolongan lebih cepat di ambulance tadi sehingga saat sampai disini kami bisa segera menanganinya, saat ini kondisinya belum stabil 100 persen, dia mengalami pendarahan hebat melalui saluran anusnya, dia telah diberikan banyak obat keras yang dikhususkan untuk orang dewasa secara berlebihan hingga membuat pencernaannya juga organ lainnya terganggu, dan ada banyak lebam di paha serta lengan juga perutnya, saya asumsikan Kyros mengalami penyiksaan sebelumnya, ini sangat miris, dia terlalu kecil untuk mendapatkan perlakuan seperti itu, dan saat ini sedang dilakukan transfusi darah mungkin nanti akan butuh tambahan darah lagi jadi saya harap, bapak sebagai ayahnya harus bersiap untuk melakukan donor darah"
"Baik dok, tetapi bagaimana dengan kondisi putra saya, apa dia baik-baik saja?" Tanya Aditya.
"Kyros harus mendapatkan perawatan khusus di Icu jika kondisinya sudah stabil kami akan memindahkannya ke ruang rawat inap, bapak dan ibu tidak perlu khawatir, baik saya permisi dulu"
"Lalu bagaimana dengan hasil visumnya??"
"Rekam medis dan visum akan kami berikan nanti, saya tahu kalian pasti membutuhkannya"
Setelah dokter dan perawat pergi, wajah Aditya berubah penuh dengan kemarahan setelah mendengar apa yang dikatakan oleh dokter tentang kondisi Kyros. Bagi Aditya apa yang sudah dilakukan Cyntia pada Kyros sangat keterlaluan dan tidak manusiawi. Dia dan Cahya membesarkan Kyros dengan limpahan kasih sayang yang sangat luar biasa, tidak pernah sekalipun mereka berpikir untuk menyakitinya tetapi justru orang lain yang malah berperilaku sekejam itu pada bayi yang tidak berdosa ini.
"Cyntia benar-benar keterlaluan, dia sudah kehilangan akalnya, apa dia tidak berpikir bahwa Kyros hanya seorang bayi dan dengan kejamnya dia melakukan itu, ya Tuhan.....!!!" Elea menggelengkan kepalanya, tidak bisa membayangkan lagi betapa buruknya sikap Cyntia.
"Pasti dia memberikan obat itu agar Kyros tidur dan tidak merepotkannya, dia jahat sekali padahal dia seorang perempuan yang nantinya juga akan memiliki anak, kenapa dia tidak bisa menggunakan akal sehatnya, astaga!" Timpal Chitra.
"Aku tidak akan pernah memaafkannya, dia harus mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya, bahkan jika bisa aku ingin membunuhnya dengan tanganku, apa kesalahan keluargaku hingga dia otaknya di penuhi dengan kebencian yang begitu dalam kepadaku dan keluargaku, dia sendiri yang memulai semuanya sejak awal tetapi dia juga yang melakukan balas dendam" Geram Aditya.
"Dia hanya dibutakan oleh cintanya pada si Theo hingga dia juga membutakan hati dan nuraninya sendiri" Ucap Randy.
"Dia memang sudah tidak waras" Timpal Ariel.
Cahya sudah tidak sanggup lagi berucap apapun, hatinya sudah sangat hancur menyaksikan semua ini. Melihat Kyros yang lemah dan tidak berdaya tepat di depannya membuat Cahya hampir mati. Kejahatan Cyntia memang tidak bisa di maafkan begitu saja, dan Cyntia harus menerima hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Kyros hampir meregang nyawa karena perbuatan jahat Cyntia. Cahya juga memutuskan tidak akan memberi maaf pada Cyntia, ini sudah melewati batas kesabarannya, bagaimanapun Cyntia harus tetap di hukum berat.