SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 300



Maysa memasuki restoran dan menanyakan dimana letak meja yang sudah diberitahu Ariel kepadanya. Maysa pun diantar ke meja yang di maksud dan meja itu masih kosong karena Ariel sepertinya belum datang.


Di area parkir, Ariel turun dari mobilnya dan berlari memasuki restoran miliknya. Dia terlambat karena jalanan macet, Maysa pasti sudah menunggunya.


Makanan pesanan Elea dan Danist sudah datang. Elea yang tadi sibuk dengan ponselnya pun mengangkat kepalanya seraya tersenyum menerima makanan pesanannya, tetapi dari kejauhan dia melihat lelaki berlari yang tak lain itu adalah Ariel. Elea mengernyit, ini yang dia takutkan sejak tadi, takut bertemu dengan Ariel karena yang dia tahu Ariel sering datang kesini. Tetapi yang tidak diduga adalah, Ariel menghampiri seorang perempuan yang sedang duduk sendirian dan mereka terlihat mengobrol.


Dengan napas terengah Ariel memghampiri Maysa. "Sorry May, aku terjebak macet tadi, apa kau sudah menungguku lama??"


"Tidak pak, aku baru sampai beberapa menit"


"Kau sudah memesan makanan???" Tanya Ariel.


"Belum, rasanya tidak sopan jika saya memesan makanan duluan sebelum bapak datang"


Ariel kemudian memanggil seorang pelayan, lalu duduk di depan Maysa. Pelayan itu memberikan buku menu kepada keduanya, dan Ariel tersenyum melihat Maysa yang sibuk membaca buku menu.


Dari kejauhan Elea masih melihat ke arah Ariel, dan menyadari bahwa perempuan yang bersama Ariel adalah Maysa, sekretaris Aditya. Elea melihat Ariel tersenyum menatap Maysa menandakan bahwa sepertinya mereka memiliki kedekatan, mungkin Ariel saat ini tengah menjalin hubungan dengan Maysa.


"Sayang...!!!" Danist menyentuh tangan Elea membuat perempuan itu terlonjak. "Kenapa malah melamun, makan makananmu"


"Ah tidak!!" Jawab Elea lalu mulai fokus ke makanannya.


Ariel mengernyit karena Maysa hanya memesan minuman dan mengatakan bahwa dia memesan minuman lebih dulu karena akan membahas pekerjaan baru setelahnya memesan makanan. Tetapi tentu saja Ariel tidak bisa membiarkan itu, dan mengharuskan Maysa memesan makanan juga karena membahas pekerjaan bisa dilakukan sambil menikmati makanan.


Sambil menunggu makanan tiba, dengan profesional Ariel mulai membahas tentang pekerjaan karena dia tidak ingin Maysa merasa curiga, walaupun dia sendiri sebenarnya malas karena ini sudah dibahasnya bersama Aditya tadi siang. Maysa sibuk mencari sesuatu di dalam tasnya lalu menghela napasnya.


"Maaf pak, buku catatanku tertinggal di mobil, aku akan mengambilnya" Maysa berdiri tetapi dengan cepat Ariel menarik pergelangan tangannya.


"Tidak perlu, duduklah, kau bisa merekam pembicaraan kita lewat ponselmu, dan besok kau bisa mencatatnya"


Maysa akhirnya kembali duduk dan melanjutkan lagi obrolannya tentang pekerjaan dengan Ariel. Disudut lain, sesekali Elea mengarahkan pandangannya ke Maysa dan Ariel. Elea tentu saja melihat saat Ariel menahan kepergian Maysa, dan saat ini terlihat keduanya serius mengobrol. Elea tersenyum, berharap semoga Ariel juga bisa mendapatkan kebahagiaannya sekarang, sebesar apapun kesalahan lelaki itu tetapi dia sudah mencoba mengikhlaskan semuanya dan memaafkan, karena Ariel sendiri sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf.


Saat makanan datang, Ariel sudah selesai membahas tentang pekerjaan, tentu dia tidak ingin pembahasan itu berlanjut terlalu lama. Ariel dan Maysa menikmati makanannya sambil mengobrol ringan. Ariel menahan dirinya untuk bertanya lebih jauh tentang Maysa, dia tidak ingin perempuan itu merasa tidak nyaman terlebih lagi makan malam ini tujuannya adalah hanya pembicaraan bisnis dan pekerjaan. Tetapi tentu saja bagi Ariel ini adalah awal yang bagus, kedepannya dia tetap akan berusaha untuk mendekati Maysa.


Danist memanggil pelayan untuk meminta bill lalu membayarnya dan mengajak Elea pulang. Disaat bersamaan ternyata Ariel dan Maysa juga sudah selesai menikmati makan malam mereka. Ariel dan Maysa meninggalkan meja mereka dan berjalan keluar bersama.


"Kalian ada disini??? Kenapa tidak bilang jika mau kesini? Mungkin aku bisa menyuruh pegawaiku untuk menyiapkan meja vvip" Ujar Ariel.


Saat itulah Danist baru menyadari jika restoran ini sepertinya adalah milik Ariel. Tetapi kemudian pandangannya tertuju pada Maysa yang berdiri di belakang Ariel.


"Oh iya, ini Maysa tentu kalian sudah mengetahuinya, bahwa dia adalah sekretaris Aditya" Ucap Ariel.


Sambil tersenyum Maysa menyalami Elea dan Danist dan menyapa keduanya. Terlihat dari wajah Maysa bahwa dia merasa tidak nyaman mengingat Elea adalah mantan istri dari Ariel, dan merasa moment ini sangat tidak tepat.


"Oh jadi ini restoran anda??" Tanya Danist.


"Ya ini milikku, apa Elea tidak mengatakannya? Dia dulu sering datang kesini bersamaku, ah tapi mungkin Elea takut kepada anda, dan aku ucapkan terima kasih atas kunjungan kalian, kuharap kalian menyukai sajian yang ada disini"


"Ya, kami cukup menikmatinya" Jawab Danist.


"Terima kasih, ku harap kalian berkenan datang lagi kesini, kalian tidak membawa Gienka ya??? Ah ya aku tahu pasti kalian ingin menikmati dinner romantis berdua saja" Ariel terkekeh.


"Gienka tidur saat kami akan membawanya karena tidak tega dan tidak mau mengganggunya jadi kami memutuakan tidak membawanya, oke sudah malam kami harus segera pergi" Ujar Danist lalu mengajak Elea meninggalkan Ariel dan Maysa.


Dalam perjalanan pulang, Elea merasa gusar takut Danist akan marah kepadanya setelah mendengar ucapan Ariel bahwa ternyata dia sebenarnya mengetahui jika restoran itu adalah milik Ariel tetapi tidak memberitahu suaminya itu.


"Aku merasa senang melihat Ariel sudah memiliki kekasih, aku tidak khawatir lagi" Gumam Danist.


Elea menoleh. "Kau tidak khawatir??? Memangnya apa yang kau khawatirkan???"


"Jika Ariel sudah memiliki kekasih, tentu dia tidak akan lagi memiliki pemikiran untuk mengganggumu"


"Dia tidak akan melakukan hal itu lagi, dia sudah berubah dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi"


"I hope so! Walau tampangnya masih menyebalkan aku mencoba tetap berusaha menghargai dia sebagai Ayah kandung Gienka" Gumam Danist.


Danist sudah mendengar dari Elea tentang kemana menghilangnya Ariel beberapa waktu yang lalu. Danist bersyukur karena Ariel sudah berusaha memperbaiki dirinya. Walaupun kecanggungan masih terasa saat mereka bertemu tetapi Danist sendiri juga berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Ariel mengingat tidak mungkin mereka harus saling merasa canggung atau enggan satu sama lainnya selamanya karena Gienka juga akan tumbuh dewasa nantinya, dimana mereka harus bekerjasama untuk tumbuh kembang Gienka agar anak itu tidak merasa kehilangan orangtuanya. Dari awal Danist sudah membulatkan tekadnya untuk menerima semua kekurangan serta kelebihan Elea, maka dia juga harus menerima Gienka dengan sebaik-baiknya, memperlakukannya dengan penuh kasih sayang layaknya putri kandungnya sendiri. Danist sendiri menyadari bahwa ada ikatan yang sangat kuat antara Gienka dan Ariel, Danist mencoba memahami itu dan tidak terlalu ambil pusing, karena bagaimanapun Gienka tetap harus mendapatkan kasih sayang yang terbaik dari orangtuanya.