
Akhirnya mereka sampai juga, perjalanan memakan waktu hampir 20 jam membuat Aditya merasa sangat lelah, kali ini dia benar-benar hanya ingin istirahat. Setelah sampai di rumah, Aditya membawa kopernya masuk dibantu oleh supir yang dikirim perusahaan untuk menjemputnya di airport. Setelah semua barang masuk, dia langsung membawa Cahya ke kamar agar istrinya bisa bersih-bersih badan lebih dulu begitu juga dengan dirinya sebelum mereka beristirahat.
Aditya keluar setelah mandi dan melihat ternyata Cahya sudah tertidur padahal belum meminum obatnya, mungkin karena merasa sangat lelah hingga setelah mandi langsung tertidur dan dia juga melakukan hal yang sama.
Keesokan harinya Aditya bangun dan menyadari jika saat ini dia berada negara lain, suasana baru dan tempat baru. Kemarin terlalu lelah hingga tidak terlalu memperhatikan keadaan sekitarnya.
Rumah tempat tinggalnya sementara ini sangat sederhana tetapi terlihat sangat nyaman ditengah pedesaan yang asri, dikelilingi pegunungan yang indah, serta danau biru yang sangat cantik, Cahya pasti akan menyukai tempat ini. Swiss memang negara yang sangat cantik, seperti surga yang diturunkan dibumi.
Cahya terbangun dan melihat Aditya sedang berdiri didepan jendela, karena penasaran dia beranjak dari tempat tidurnya dan menghampiri Aditya. Lelaki jtu menyadari dan menengok ke belakang ternyata istrinya sedang berjalan ke arahnya.
" Kemarilah, kau pasti akan menyukai ini semua, ayo"
Aditya memeluk Cahya dari belakang, dan mereka berdua sama-sama takjub atas pandangan yang ada dihadapannya. Aditya tidak menyadari jika Cahya sempat tersenyum menyadari keindahan yang ada didepan matanya.
" Kalau kau merasa sudah tidak lelah, aku akan mengajakmu jalan-jalan, sepertinya disini banyak sekali hal yang menakjubkan, apa kau mau jalan-jalan??" Tanya Aditya.
Cahya hanya terdiam dan pandangannya tetap ke depan. Aditya lalu menyuruh istrinya untuk mandi terlebih dulu, sedangkan dia menata barang-barang bawaannya kedalam lemari.
Sampai akhirnya beberapa saat kemudian Cahya keluar dari kamar mandi dan melihat Aditya masih sibuk dengan barang-barang bawaan mereka.
" Sudah, biar aku saja" Ucap Cahya pelan sambil mengambil beberapa pakaian dari dalam koper dan merapikannya.
Aditya tersenyum melihat sikap istrinya lalu membiarkannya untuk melakukan hal yang dia mau.
" Baiklah, kau lanjutkan membereskannya, aku akan mandi dan kita akan mencari tempat untuk sarapan, aku sangat lapar sejak kemarin belum makan"
1jam kemudian mereka berdua keluar dari rumah untuk mencari tempat untuk mereka sarapan, udara ditempat ini sangat sejuk dan dingin, sejauh mata memandang gunung menjulang dengan indahnya, warna hijau membuat mata sangat dimanjakan, serasa sedang berjalan di negeri dongeng.
" Aku rasa kau akan sangat senang tinggal disini, dan ya selain danau yang indah itu, kemarin aku melihat ada banyak air terjun disini dengan sungai-sungai yang jernih, kita juga bisa naik kereta gantung, disini juga ada banyak tempat yang mengolah keju, aku tahu kau sangat menyukai keju, aku akan mengajakmu keliling sebelum aku disibukkan dengan pekerjaanku, aku masih punya waktu beberapa hari" Aditya merangkul pundak Cahya sambil terus tersenyum berharap semoga suasana indah ini bisa membawa senyuman istrinya kembali.
" Terima kasih" Ucap Cahya singkat.
Mereka terus berjalan sambil menikmati pemandangan, kemudian bertemu dengan orang dan menanyakan jika mereka sedang mencari tempat makan untuk sarapan. Orang itu menunjukkan ke sebuah tempat, Aditya mengucapkan terima kasih dan langsung membawa Cahya menuju ketempat itu.
" Sayang, kau mau makan apa???" Tanya Aditya.
" Okay, I want to have one Bircher Műesli, one Zurcher Geschnetzeltes and two orange juice" Ucap Aditya pada pelayan.
Beberapa saat kemudian makanan yang mereka pesan datang, Cahya terlihat sangat menikmati sarapannya.
" Sepertinya Bircher Műesli itu sangat enak, bolehkah aku mencicipi nya sedikit saja, aaaaaa" Aditya membuka mulutnya agar Cahya mau menyuapinya.
Cahya akhirnya menyuapi Aditya, tidak ada ekspresi apapun dari wajahnya tetapi Aditya tetap tidak mau menyerah dengan keadaan.
" Kau sudah menyuapiku, saat ini aku akan menyuapimu, ini sangat enak selain jamur ada potongan daging, kau pasti akan suka, buka mulutmu"
Cahya membuka mulutnya dan Aditya langsung menyuapinya. Sampai akhirnya mereka telah menyelesaikan sarapannya. Hari ini Aditya akan mengajak Cahya untuk berkeliling disekitar tempat tinggalnya saja terlebih dulu mungkin besok-besok baru akan ke tempat lain.
" Kita belanja dulu ya, kita beli beberapa buah dan makanan ringan untuk stock jika nanti kita tiba-tiba kelaparan"
Setelah berbelanja mereka kembali pulang dengan berjalan kaki, ini harus dilakukan karena baru nanti perusahaan akan mengirimkan mobil untuk Aditya. Setelah sampai dirumah mereka beristirahat sebentar. Cahya menata semua barang belanjaan yang tadi mereka beli di kulkas.
****
Seseorang dari perusahaan datang mengantarkan mobil untuk Aditya, dia datang menemui mereka dan mengucapkan terima kasih. Aditya menemui Cahya yang sedang duduk dan menanyakan apa sudah siap untuk pergi jalan jalan disekitar sini. Istrinya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
" Mobil sudah diantar, kau ingin keliling jalan kaki atau dengan mobil??" Tanya Aditya pada istrinya.
" Jalan kaki saja" Jawab Cahya singkat
Mereka berjalan kaki menelusuri jalanan yang ada, Aditya tidak berhenti bergumam bembahas banyak hal walaupun tahu Cahya hanya merespon sekenanya saja tetapi bagi Aditya itu tidak masalah setidaknya istrinya bisa sedikit bahagia melihat keindahan alam yang ada dihadapannya.
Setelah berjalan cukup jauh Aditya melihat Cahya sepertinya sedang kelelahan, dia kemudian mencari spot yang baik untuk menikmati pemandangan Danau. Ada pohon yang sepertinya cocok untuk berteduh dan melepas penat sejenak, dia mengajak Cahya untuk beristirahat disana sambil melihat pemandangan.
Suasana sangat tenang jauh dari kebisingan suara kendaraan, keadaaan alam yang begitu indah sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Aditya melihat siluet wajah Cahya yang begitu cantiknya duduk disampingnya, dia merindukan saat bahagia mereka, saat saat mereka menghabiskan waktu bersama dengan tawa, Aditya sangat merindukan itu semua.
Aditya memegang dagu Cahya lalu mengarahkannya secara lembut agar istrinya itu bisa memandangnya, tatapan Aditya begitu dalam dan penuh dengan Cinta. Aditya memegang kepala Cahya dengan kedua tangannya, lalu perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya, kini mereka saling bertatapan dengan jarak yang cukup dekat. Perlahan wajah Aditya semakin dekat dengan Cahya, sampai akhirnya bibinya mencium lembut dahi Cahya lalu turun ke hidungnya sampai akhirnya turun bibir mungilnya. Aditya mencoba untuk masuk dan menulusuri isi mulut Cahya, lama dia menunggu untuk mendapatkan respon balik, tetapi ternyata Cahya hanya diam dan tidak merespon gerakan bibirnya. Sampai akhirnya Aditya tersadar dan melepaskan bibirnya dari bibir Cahya dengan wajah kesal.