
Matanya terbuka dan langsung melihat ke arah jam yang ada disampingnya. Dia melompat dari tempat tidur karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul delapan pagi. "Astaga aku terlambat....!!"
Bergegaslah dia ke kamar mandi, ini sudah sangat terlambat. Semalam dia tidur terlalu larut hingga jam 3 pagi untuk menyelesaikan pekerjaannya tetapi dia malah bangun terlambat saat ini.
Tidak sepertu biasanya yang butuh waktu lama di kamar mandi, kali ini tentu harus lebih cepat. Dan mulai memilih pakaian yang akan dia gunakan serta yang lainnya. Selepas berganti pakaian, dia berdiri di depan meja riasnya, tersenyum memandangi wajahnya sendiri karena wajahnya bagaikan fotocopy dari wajah Mamanya. Dia membayangkan jika dulu Mamanya pastilah cantik seperti dirinya, mungkin lebih cantik dari dirinya.
Mulai tersadar jika ini bukanlah waktunya untuk memikirkan hal lain, Gienka pun mengambil sisir dan mulai menyisir rambutnya yang panjang itu seadanya. Tidak ada waktu untuk bermain dengan hairdryer atau pencatok rambut, dan membiarkannya tergerai dengan lurus saja, kemudian memakai make up sederhana. Setelah merasa sudah rapi, Gienka meraih tas serta blazernya yang ada di atas tempat tidur dan berlari keluar kamar. Saat keluar dari pintu kamar, dia terhenti dan menoleh ke belakang sambil tersenyum, dia telah melupakan sesuatu jadi dia memutuskan kembali masuk ke kamarnya dan meraih bingkai foto yang ada diatas meja disamping tempat tidur. Menatap frame foto itu dengan tatapan lembut dan penuh cinta.
"Hari ini aku terlambat bangun jadi kita tidak bisa mengobrol lebih lama tapi nanti malam kita bisa mengobrol lagi, aku sangat merindukanmu" Gienka mencium foto yang ada di frame itu lalu meletakkannya lagi di atas meja dan kembali berlari keluar kamar. Itu adalah kegiatan rutinnya setiap pagi sebelum berangkat ke kantor juga selepas dari kantor, bahkan Gienka juga selalu melakukannya sebelum tidur, mengobrol dengan frame foto itu sebagai ungkapan kerinduannya kepada orang yang ada di dalam foto itu.
Gienka setengah berlari dan hampir saja terpeleset. "Auuuw....!" Seru Gienka tetapi untungnya dia bisa mengendalikan tubuhnya sehingga tidak jatuh.
"Gie.... Berhati-hatilah... Kenapa kau berlari, bagaimana jika kau jatuh dan kakimu terkilir???" Maysa berlari menghampiri Gienka. Tadi dia sedang membereskan meja makan dan mendengar Gienka berteriak membuatnya bergegas menghampirinya karena khawatir.
"Aku buru-buru, kenapa Mama tidak membangunkanku tadi, aku terlambat bangun!"
"Kau tidur lelap sekali sampai kau tidak mendengar bunyi jam disampingmu, kau pasti semalam tidur larut sekali, jadi Mama tidak tega membangunkanmu, ayo sarapan...! Papamu sudah berangkat sejak tadi...!"
Gienka menggelengkan kepalanya. "Aku akan sarapan di kantor saja, aku sudah terlambat sekali" Gienka mencium Maysa lalu bergegas pergi.
Saat keluar dari dalam rumah, dia melihat Geffie adiknya sedang menyiram tanaman di halaman depan. Geffie meletakkan selang air dan menghampiri Gienka.
"Kau terlambat ya kak???" Geffie mencium pipi kakaknya dan menyuruhnya untuk berhati-hati di jalan.
"Ah aku lupa dek, aku akan pulang terlambat nanti, aku ada janji bertemu Kyra, sampaikan pada Mama oke???"
"Iya..."
"Bye..." Gienka melambaikan tangan dan langsung masuk mobilnya, sementara Geffie hanya tersenyum melihat kepanikan kakaknya.
Geffie adalah anak dari Ariel dan Maysa. Usianya saat ini adalah 17 tahun. Butuh perjuangan yang panjang untuk mendapatkan Geffie, dimana Maysa harus melakukan bayi tabung, itupun mengalami kegagalan hingga 2 kali. Di usia pernikahan mereka yang menginjak satau tahun, tidak sengaja Cahya mengenalkan Maysa kepada teman baiknya yang ternyata adalah seorang dokter kandungan. Aditya kemudian menyarankan kepada Ariel agar mencoba proses bayi tabung untuk memiliki anak lagi. Awalnya Ariel sendiri sempat menolak tetapi Aditya mengatakan tidak ada salahnya untuk mencoba hal itu. Kegagalan yang pertama membuat Ariel dan Maysa sempat menyerah tidak ingin melanjutkan lagi. Mereka berdua recovery selama 6 bulan tetapi entah kenapa mereka akhirnya memutuskan untuk melakukannya lagi. Gagal untuk kedua kalinya tidak membuat keduanya menyerah dan akhirnya ketiga kalinya usaha itu berhasil juga.
Dan lahirlah Geffie Adaire Ariel Harsya, bayi perempuan cantik anak pertama dari Ariel dan Maysa. Geffie menjadi penambah kesempurnaan keluarga kecil Ariel. Dan saat ini Giffie masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Memiliki suara merdu dan sangat menyukai musik, sangat jauh berbeda dengan Gienka yang saat ini fokus membantu Ariel mengelola bisnis dan perusahaan serta hotel juga restoran.
nka mengenyam pendidikan sarjananya bersama dengan Kyra di Oxford University London, sementara untuk gelar MBA nya Gienka memiliki Harvard University di Amerika, berbeda dengan Kyra, tetapi tentu saja persahabatan keduanya tetap terjalin dengan sangat baik hingga saat ini.
Untuk tempat tinggal, Gienka saat ini tinggal bersama Ariel, tetapi minggu delan giliran dia pulang ke rumah Elea. Gienka mengatur waktu tinggalnya dengan sangat baik, dimana seminggu sekali dia akan tinggal bersama Elea, minggu depannya lagi di rumah Ariel. Hubungan kedua keluarga itu juga sangat baik. Tidak ada lagi permasalahan diantara mereka seperti dulu. Ariel memenuhi semua janjinya pada Danist, dia menjadi pribadi yang sangat baik.
********
Sampai di kantor, Gienka langsung ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya sebelum siang nanti dia meeting bersama tim legal. Gienka duduk di kursi putarnya, menyandarkan tubuhnya dan menghela napasnya, setelahnya dia mulai menyalakan layar monitor komputernya.
Tidak membuka folder pekerjaannya, Gienka justru membuka folder yang lainnya dimana disana berisi foto-foto. Gienka melihat satu persatu foto itu, dan senyumnya mengembang ketika menemukan foto seseorang yang sangat dirindukannya. Seseorang yang sudah lama tidak dia temui, bahkan juga tidak bisa dia hubungi karena kesibukan orang itu.
"Hai Bear....!! Bagaimana kabarmu disana? Cepatlah pulang, aku sangat merindukanmu... Aku seperti orang gila ketika melihat fotomu karena aku akan berbicara sendiri dan membayangkanmu ada di depanku... Kembalilah dengan selamat, dan setelah itu aku tidak akan melepaskanmu!" Gumam Gienka pada monitor komputernya.
...ANNORA GIENKA F. ARIEL HARSYA...
...★★★...
...GEFFIE ADAIRE ARIEL HARSYA...