SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 07



Dirumah, saat makan malam Aditya merasa kepalanya sangat pusing dan badannya terasa meriang, segera Aditya menyuruh ARTnya untuk membawakannya obat, mamanya merasa khawatir melihat anaknya tampak pucat karena dia tau anaknya itu jarang sekali sakit tetapi kali ini wajah Aditya terlihat berbeda, segera dia menyuruhnya untuk beristirahat dikamarnya setelah minum obat. Benar saja keesokkan harinya sakit Aditya semakin parah bahkan bangun untuk sekedar duduk pun dia merasa tidak kuat dan memutuskan untuk berbaring saja, kepalanya semakin sakit dan demamnya semakin meninggi membuat mama dan papanya semakin khawatir.


“Pa, cepat telepon dokter dan suruh kesini, lihatlah anak kita dia terlihat tidak berdaya”


“Tidak usah Ma, Adit akan baik-baik saja, nanti demamnya juga akan turun setelah beberapa saat obat penurun demamnya akan bereaksi” Tolak Aditya agar Mama Papanya tidak terlalu mengkhawatirkannya.


****


Seperti janjinya kemarin untuk menginap dirumah Aditya, Adri akan kesana tetapi dia akan menjemput Chika karena tampaknya kehadiran Chika membuat Mamanya senang dan banyak tersenyum. Adri pun bergegas membawa mobilnya menuju Rumah Chika tetapi teleponnya berdering dan muncul nama Papanya segera Adri mengangkatnya dan tampak menggerutkan kening ketika mendengar papanya berbicara dengan segera Adri berkata iya.


Adri sampai dirumah Chika dan langsung disambut Chika tetapi wajah Adri terlihat tidak bahagia seperti biasanya dan tampak seperti orang yang khawatir.


“Sayang apa kau baik-baik saja, kalau kau merasa tidak sedang baik kita tidak usah pergi saja” Chika berucap sambil kebingungan melihat kekasihnya yang tampak tak seperti biasanya.


“ Tidak, aku tidak apa-apa kita tetap akan pergi, ibu mana aku ingin berpamitan dengannya”


Chika kemudian memanggil ibunya dan mereka berpamitan, dimobil Adri tidak banyak bicara dan membuat Chika semakin mengkhawatirkannya.


“Kau ini kenapa daritadi diam saja dan wajahmu tampak sedang mengkhawatirkan sesuatu?”


“Oh benarkah? Tidak apa-apa sayang, tadi papa meneleponku dan mengatakan bahwa kak Adit sedang sakit, aku sempat bingung karena selama ini dia jaran sekali sakit tetapi kalau ada yang mengatakan dia sakit itu menandakan bahwa dia benar-benar sakit dan kalau dia sakit itu sudah pasti akan membuat dia langsung Drop, itulah yang tadi mengganggu pikiranku, maafkan aku”


“Astagfirullah jadi kak Aditya sakit? Sudahkah dia kedokter?” Chika berucap dengan nada yang tak kalah khawatir.


“Tadi aku sudah menelepon dokter dan akan segera kerumah karena papa bilang untuk bangun duduk pun kak Adit sepertinya tidak kuat, aku rasa dia terlalu lelah dan kurang istirahat sering begadang untuk pekerjaannya” Ungkap Adri kesal karena dia tau selama ini kakaknya seperti tidak ada habisnya dengan pekerjaannya padahal dia sering sekali mengingatkannya agar menjga kesehatannya tetapi lagi-lagi ucapannya tidak pernah didengarkan oleh kakaknya.


Akhirnya mereka tiba bersamaan dengan dokter yang tadi dihubungi oleh Adri, ketika memasuki rumah tampak Papa dan terutama Mamanya sangat khawatir, ini sungguh buruk kalau Mamanya terlalu merasa khawatir kondisinya akan menjadi buruk. Chika langsung memeluk Mama Adri untuk menengkannya sedangkan Adri dan papanya mengantar Dokter kekamar Aditya.


Dokter segera memeriksa Aditya, tampak sekali dari raut mukanya Aditya sangat pucat dan sesekali memegan kepalanya sambil meringis menandakan bahwa kepalanya sakit.


“Bagaimana dok kondisi kakak saya” Tanya Adri dengan perasaan khawatir.


“Pak Adit hanya kelalahan dan kurang beristirahat serta kurang tidur juga, tensi nya juga sangat rendah dia hanya perlu istirahat, akan saya resepkan obat dan vitamin untuk pak Adit tolong nanti langsung ke Apotik untuk membelinya dan tolong jangan biarkan perutnya kosong sebelum minum obatnya”


“Baik Dok terima kasih”


“Jika dalam 3 atau 4 hari kondisi pak Adit tidak ada perubahan segera dibawa kerumah sakit untuk penangan lebih lanjut”


“Baik Dok, oh iya Pa, aku akan mengantar dokter keluar dan sekalian ke apotik untuk membeli obat yang sudah dokter resepkan ini” Adri berpamitan kepada Papanya dan mengantar dokter keluar.


****


Dan Adri pun tiba dirumah membawa obat dan vitamin yang dokter resepkan untuk Aditya, Adri melihat Chika sedang duduk sendiri dan memainkan ponselnya.


“Sayang, kau sendirian dimana Mama dan Papa dan apakah kakak masih tertidur?” Tanya Adri, Chika pun menaruh ponselnya dan berdiri menghampiri Adri.


“Tante sedang tidur setelah meminum obatnya dan Om juga sedang bersamanya, kak Adit sepertinya juga masih terlelap mungkin efek dari suntikan yang diberikan dokter Tadi dan aku menyuruh mbak Tina untuk membuatkan kak Adit sup jagung karena biasanya jika aku sakit kak Cahya selau membuatkannya untukku agar aku merasa lebih baik, aku ingin membuatkannya sendiri tapi takut tidak enak, nanti bukannya membaik, kak Adit malah semakin buruk jadi kusuruh ajak mbak Tina yang membuatnya” Ucap Chika polos yang justru membuat Adri tertawa mendengarnya.


****


Sudah sore waktunya Adri mengantarkan Chika untuk pulang, Adri mencari Chika dan menemukannya sedang duduk dengan mamanya lalu menghampiri mereka.


“Mama sayang, maaf sudah waktunya aku mengantar Chika pulang, besok aku akan menjemputnya lagi untuk menemani Mama”


“Baiklah antarkan calon menantu Mama ini pulang pastikan dia selamat sampai rumah” Ungkap nyonya Harry sambil tersenyum dan membuat Chika tersipu malu dan nyonya Harry melanjutkan ucapannya sambil melihat ke arah Adri.


“Dan kau Adri putraku kapan-kapan ajaklah ibu dan kakak Chika kesini, Mama ingin bertemu dengan mereka, bolehkan Chika sayang Tante mengundang ibu dan kakakmu untuk kemari nanti? Sampaikan salam tante untuk mereka!”


“Tentu saja Tante, nanti juga akan kusampaikan salam tante untuk ibu dan kakakku, tante jaga diri baik-baik besok Aku akan kesini lagi”. Adri dan Chika pun berpamitan dan langsung mengantarkan Chika pulang.


*****


Chika dan Adri sudah sampai dirumah dan Adri langsung berpamitan pulang kepada ibu dan Cahya yang juga nampak baru pulang dari kantor.


“Oh iya ibu aku besok mengambil cuti dari kantor selama 2Hari ditambah 2 hari weekend jadi aku akan beristirahat dan senin depan baru masuk, ibu tidak usah siapkan sarapan, biar aku saja yang menyiapkan”


“Wah besok kakak libur, kebetulan banget, gimana kalau besok kita semua pergi kerumah kak Aditya, mamanya ingin sekali bertemu kita” Celetuk Chika yang membuat mata ibu dan kakaknya terbelalak dengan ucapannya.


“Oh tidak Chika sayang, aku ingin beristirahat dirumah saja dan ya untuk apa kita kesana, kau saja karena kau kan pacarnya Adri!”


“Ibu, kak Aditya sedang sakit dan hari ini aku melihat semua orang mengkhawatirkannya karena kak Aditya tampak sangat tersiksa bahkan untuk bangun pun dia tidak dapat melakukannya, bisakah kita menengoknya besok, tante juga pasti akan merasa tenang dengan kehadiran kita” Chika menjelaskan kepada ibunya dan mengabaikan penolakan kakaknya.


“Ya Allah Aditya sedang sakit, pantas saja saat Adri menjemputmu tadi pagi dia tampak khawatir ternyata ini alasannya, baiklah besok kita semuanya akan menjenguknya”


Chika sangat senang dengan jawaban ibunya dan melihat wajah kakaknya yang tampak sedikit kesal tapi tidak bisa menolak ajakan ibunya.


“Oh iya bisakah besok kakak membuatkan sup jagung yang biasa kakak buatkan untukku saat aku sakit, mungkin kak Adit akan berselera makan, dan baiklah aku mandi dulu”. Chika meninggalkan kakaknya dan ibunya sambil tersenyum. Sesampainya di kamar Chika langsung menghubungi Adri menyampaikan bahwa dia dan keluarganya besok akan menjenguk Aditya dan Adri sangat senang mendengarnya dan siap menjemputnya besok.