SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 115



"Bagaimana keadaanmu? Apa sudah membaik? Tadi Dede bilang kepalamu sedang sakit?"


"Aku sekarang cukup membaik"


"Kau mau makan buah apa? Akan ku kupaskan"


"Tidak perlu Olivia Terima kasih, aku bisa sendiri, aku harus ke kamar mandi dulu"


Cahya beranjak dari tempat tidurnya dan langsung meninggalkan Olivia. Olivia hanya menatap kepergian Cahya dengan perasaan bingung tetapi mencoba tetap berpikir positif yang akhirnya dia juga pergi meninggalkan kamar itu.


Cahya sama sekali tidak keluar dari kamar, merasa sangat malas jika harus bertemu dengan Olivia. Entah kenapa pertemuan pertama kali dengan Olivia membuat kesan yang buruk untuknya, mungkin memang dia sudah tidak menyukainya atau mungkin juga karena kehamilannya yang akhirnya membuatnya lebih sensitif.


Siang harinya Cahya masih tetap dikamar dan menghabiskan waktunya untuk menonton televisi, hingga akhirnya dia mendengar suara ketukan pintu kamarnya. Mama mertuanya berdiri bersama Olivia didepan pintu dan tersenyum kepadanya.


"Cahya sayang, bagaimana apa kau masih merasa pusing?" Tanya Mama mertuanya.


"Sudah tidak Ma, maaf sekali sejak tadi aku tidak turun entah kenapa hari ini aku merasa sangat malas untuk ngapa-ngapain, bawain bayi kali ya Ma?"


"Its okay, itu sudah biasa sayang dulu Mama juga seperti itu, oh iya Mama akan pergi bersama Olivia kau tidak apa-apa kan dirumah sendiri?"


"Tidak apa-apa Ma, mama pergi saja, Adit akan pulang sebentar lagi karena kakak akan datang berkunjung kesini"


"Oke baiklah, salam untuk kakakmu ya, maaf karena Mama tidak bisa menemuinya, kamu hati-hati, Mama dan Olivia pergi dulu"


Cahya turun bersama Olivia dan juga Mama mertuanya, mengantar mereka sampai didepan pintu. Setelah kepergian mereka berdua, Cahya memikirkan suatu hal apakah sikapnya pada Olivia terlalu berlebihan atau tidak. Tetapi entahlah baginya saat melihat Olivia dirinya merasa moodnya langsung berubah. Cahya menutup pintu rumahnya dan berjalan ke atas untuk kembali ke kamarnya.


***


Ketika mobil Olivia baru saja keluar dari gerbang, mobil milik Adri berhenti didepan gerbang rumahnya yang baru saja setengah ditutup oleh Security dan ada sebuah mobil hitam dibelakang mobil Adri. Adri membuka kaca mobilnya dan berkata pada securitynya. "Pak, saya harus pergi lagi, tolong biarkan mobil dibelakang saya itu masuk, dia sudah ada janji dengan Kakak saya, sebentar lagi kak Adit juga akan pulang"


"Baik Mas Adri"


Adri pun memberikan kode kepada Yongki untuk masuk kedalam sedangkan dia dan Chika pergi. Security membuka gerbang lagi dan membiarkan mobil Yongki masuk. Saat Yongki keluar dari mobil, security langsung mempersilahkannya untuk masuk karena Cahya sedang berada didalam.


Suara bel berbunyi, membuat Cahya yang sudah setengah jalan ditangga menggerutkan keningnya dan kembali turun untuk membuka pintu. Senyumnya melebar saat melihat Yongki sudah ada dihadapannya dan langsung memeluknya lalu mengajak kakaknya itu masuk.


Cahya mempersilahkan Yongki untuk duduk dan menawarinya minuman lalu menyuruh mbak Tina untuk membawakan Yongki teh dan camilan. Yongki melihat sekeliling rumah Aditya sambil tersenyum mengagumi.


"Rumah yang sangat bagus Ca, kau memang tidak tanggung-tanggung memilih suami, Adit sangat bucin padamu dan juga keluarga suamimu yang sangat menyayangimu, oh iya dimana ibu mertuamu? Kenapa terlihat sangat sepi?"


"Mama baru saja pergi beberapa menit yang lalu lalu tiba-tiba kakak datang tadi kupikir Mama meninggalkan sesuatu jadi kembali lagi ternyata kau yang datang, kalau Papa sedang kekantor, sebentar lagi Adit juga akan pulang"


Cahya memasang wajah murung dan bercerita jika perempuan itu kemarin datang dan semalam menginap dirumah ini. Bahkan sejak pagi Caha mengatakan jika dia tidak turun dari kamarnya karena merasa kesal dan tidak ingin melihat perempuan itu.


Yongki menyimak semua cerita adiknya dan mengingatkannya agar tidak terlalu berlebihan menyikapi hal itu, bisa jadi hubungan Aditya dan perempuan itu memang hanya sahabat dan bisa jadi juga bahwa mereka menjalin persahabatan layaknya seorang kakak dan adik sama halnya dengan dirinya dan juga Cahya yang begitu dekat. Yongki meminta agar Cahya bersikap lebih bijak mengingat Aditya sangat mencintainya.


"Ah sudahlah kak jangan membahas perempuan itu lagi, aku sangat kesal dengannya, dan ya semalam sejak kau bilang akan datang kesini aku sudah menaruh curiga padamu, kau pasti punya planning lain selain beralasan mengunjungiku, apa kau mau bertemu dengannya?" Cahya menatap curiga kearah Yongki.


"Aku memang tidak bisa menyembunyikan apapun darimu, aku sangat payah!"


"Apa kakak akan mengatakannya hari ini?"


"Aku ada makan malam dengannya hari ini, tapi sungguh Ca, aku takut dia akan menolakku?"


"Mana mungkin ada yang berani menolakmu, kau sangat baik dan tampan sekali, sudahlah jangan khawatirkan apapun, dan jika dia menerimamu, kau harus langsung mengenalkannya padaku, oke? Aku tidak sabar bertemu dengan perempuan yang kau bilang manis dan lucu itu"


Suara bel mengalihkan pembicaraan Cahya dan Yongki, Cahya bergegas membuka pintu dan ternyata Aditya yang datang. Mereka bertiga menghabiskan waktu untuk mengobrol berbagai hal, dan juga makan siang bersama.


****


Hingga tidak terasa sore hari pun tiba, Yongki berpamitan pada Aditya dan Cahya. "Dit, Ca sudah jam 4 aku permisi dulu karena setelah ini aku ingin melihat rumahmu yang terbakar dan juga aku akan berziarah kemakam paman dan bayimu"


"Kakak untuk apa ke rumah, disana sudah tidak ada apapun?"


"Aku hanya ingin melihat-lihat saja bagaimana keadaanya, oke aku pamit dulu ya?"


Aditya dan Cahya mengantar Yongki keluar rumah. Yongki memeluk dan mengusap kepala Cahya sambil mengingatkan agar menjaga kesehatannya dan bayinya. "Kakak hati-hati ya, good luck untuk dinnernya" Ucap Cahya sambil mengedipkan sebelah matanya dan mereka tertawa.


Lalu Aditya mengantar Yongki sampai ke mobilnya dan Cahya menunggu didepan pintu. Tidak lupa Yongki juga memeluk Aditya sebelum dia masuk ke mobilnya. Yongki mengucapkan terima kasih kepada Aditya atas semua yang sudah dilakukannya pada Cahya, Chika dan Bibinya serta memberi pesan agar selalu menjaga Cahya drngan baik. Saat ingin masuk kedalam mobil, ponsel Yongki berbunyi dan dia langsung mengangkatnya. "Iya Halo" Ucap Yongki kemudian dia tampak diam beberapa detik mendengarkan ucapan orang yang meneleponnya sampai kemudian Aditya menggerutkan keningnya ketika mendengar ucapan Yongki.


"Iya... Oliv aku tidak akan terlambat, sekarang aku harus pergi ke suatu tempat, sampai jumpa nanti malam" Yongki menutup teleponnya.


"Oke Aditya, aku pergi dulu ya?"


"Berhati-hatilah, jika ada kesempatan datanglah kesini lagi"


***


Aditya masuk ke dalam rumah dan berjalan sambil memeluk Cahya. Saat sampai dikamar Aditya mengajak Cahya untuk mandi bersama karena sudah lama mereka tidak mandi bersama. Tetapi istrinya itu menolak sambil tertawa dan mengatakan jika dia lelah. Tanpa diduga Aditya langsung menggendong Cahya dan membawanya ke kamar mandi membuat perempuan itu setengah berteriak tetapi tidak memberontak.