SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 153



Randy dan Chitra serta Ariel masuk ke dalam ruangan rawat inap Cahya, ketiganya terlihat sangat takjub melihat kedua malaikat kecil itu terlelap dengan begitu mungil dan sangat menggemaskan. "Ya Tuhan mereka sangat menggemaskan, pipinya begitu lembut dan halus" Gumam Chitra takjub.


"Kau sepertinya harus menggendongnya Chit, sebentar lagi kau akan menikah" Sahut Ariel.


" Ya aku sangat ingin menggendongnya tetapi lihatlah mereka masih tertidur pulas"


"Iel kau juga harus menggendongnya nanti, bukankah suatu saat kau juga akan menjadi seorang ayah" Ucap Randy sambil melempar tawa.


"Kau benar Ran, sepertinya aku harus segera menikah lagi, mungkin setelah kau dan Chitra aku akan menyusul kalian"


Semua hanya melempar senyum dingin mendengar ucapan Ariel. Hingga beberapa saat kemudian Kyra terbangun dan menangis karena merasa lapar, Chitra pun menyuruh para lelaki untuk keluar agar Cahya bisa memberikan Asi nya untuk sang putri. 3 Pria itu akhirnya keluar dan hanya meninggalkan Chitra dan Cahya disana. Chika masuk kemudian dan tersenyum melihat keponakannya sedang menyusu.


"Kakak, kak Elea menitip salam dan permintaan maaf karena dia tidak bisa datang untuk saat ini, kirasa keputusan yang dia ambil saat ini benar mengingat perutnya sudah membesar dan pasti akan ada kak Ariel juga"


"Aku sangat mengerti keadaannya, tidak apa-apa" Ucap Cahya mencoba memahami.


Cahya memberikan Kyra pada Chitra, setelah bayi itu tertidur karena kekenyangan. Chitra menimang dan membuai Kyra dengan perasaan bahagia.


Chika mengambil ponselnya dan menghubungi Elea, kebetulan ini adalah jam makan siang, Elea pasti sedang tidak sibuk. Sambungan panggilan video itupun terhubung dan benar saja Elea tampak sedang menikmati makan siangnya dikantin kantor. Chika langsung mengganti kamera ponselnya dari kamera depan menjadi kamera belakang dan mengarahkannya kepada Kyros yang sedang terlelap di box bayinya.


Elea terdengar berteriak saat melihat wajah Kyros. "Ah ya Ampun betapa manis dan menggemaskan sekali keponakanku ini" Seru Elea. "Danist lihatlah ini, dia lucu sekali"


Danist yang awalnya duduk berhadapan dengan Elea tampaknya berpindah tempat dan duduk disebelah Elea. Danist terlihat tersenyum melihat Kyros yang tampak tenang dan sangat menikmati tidurnya.


Kini Chika bergantian mengarahkan kamera ponselnya ke arah Chitra yang sedang menggendong Kyra. Elea semakin berteriak kegirangan karena luapan bahagianya.


"Ah Chitra, kau jahat sekali, kau mendahuluiku mengendong keponakan kita" Elea memasang wajah murung dan sedih karena belum bisa bertemu dengan bayi Cahya.


"Segeralah kesini El, lihatlah betapa bahagianya aku menggendong bayi ini" Ucap Chitra samb tertawa.


"Ya aku akan kesana saat weekend nanti, pekerjaanku disini cukup banyak, aku pasti akan datang kesana nanti, mana Cahya?"


Chika memberikan ponselnya ke Cahya, dan Cahya langsung melambaikan tangannya ke arah kamera.


"Ca.....!!!! Congrats ya beib, astaga bayimu lucu sekali, aku ingin segera menimangnya, maafkan aku tidak bisa ada disana saat ini?"


"Its okay El, kalau kau ada disini sekarang itu juga tidak akan baik untukmu, aku akan pulang dalam beberapa hari, kau datang saja dirumah nanti dan puaskanlah hasratmu menggendong serta menciumi Kyros dan Kyra"


"Nama yang sangat bagus, oke aku nanti akan datang ke rumah untuk menengok keponakanku yang lucu itu, Mama dan Papa juga akan ikut, mereka sudah menyiapkan hadiah untuk bayimu"


"Tidak perlu repot-repot El, kalian mau datang saja aku sudah sangat senang"


Cahya kemudian menyapa Danist yang ada disebelah Elea. Danist pun menitip salam untuk Aditya.


*****


Viona sedang menunggu kedatangan Ariel untuk makan siang, dan mereka akan menghabiskan waktu bersama, mengingat hari ini Ariel tidak ke kantor karena sejak semalam dia pergi ke rumah sakit. Sampai akhirnya Ariel datang, dan mereka makan siang bersama.


Ariel membuka pembicaraannya dengan Viona membahas kelahiran bayi Cahya dan Aditya. Ariel terlihat sangat bahagia jika mengingat betapa bahagianya sahabatnya itu karena kelahiran bayi mereka.


"Vi, aku ingin segera merasakan kebahagiaan menjadi seorang ayah seperti Aditya, kapan kau akan siap untuk menikah denganku"


Viona membuang mukanya mendengar ucapan Ariel, kemudian segera menanggapinya. "Itu mudah sekali, kita bisa membahasnya kapan-kapan sayang, nikmatilah makananmu dan kita segera pergi untuk bersenang-senang"


Akhirnya mereka sudah selesai menikmati makan siangnya, Ariel memanggil pelayan lalu membayarnya.


"Bersiaplah mereka sepertinya akan meninggalkan tempat ini" Ucap seorang perempuan diujung telepon. Perempuan itu bangkit dari tempat duduknya dan langsung pergi keluar.


Setelah membayar, Ariel dan Viona pun beranjak lalu meninggalkan restoran itu. Ariel dan Viona masuk ke dalam mobil untuk pergi ke apartment Ariel. Tanpa disadari, sebuah mobil mengikuti mereka dibelakang.


Viona menggenggam jemari Ariel sambil menatap wajah lelaki itu dari samping. "Ariel sayang, kapan aku bisa pindah ke apartment lamamu, agar kau bisa dengan mudah mengunjungiku, lama sekali, atau kau jangan-jangan membohongiku ya?" Tanya Viona dengan nada sensualnya yang dibuat-buat.


"Aku tidak pernah berbohong, itu akan menjadi milikmu, tunggullah sebentar lagi, tempat itu sudah lama aku tinggalkan pasti akan sangat kotor, kau cari saja desainer interior mungkin kau ingin merubahnya agar suasananya terlihat baru, jika sudah ada kau bisa hubungi aku"


"Wah itu ide yang sangat bagus, baiklah Ariel sayang, aku akan mencari desainer interior yang terbaik, terima kasih, aku sangat mencintaimu"


Sampailah mereka dia apartment Ariel, dan mereka berdua langsung masuk. Seorang perempuan turun dari mobil yang mengikuti mobil Ariel, dia berjalan menyusul Viona dan Ariel masuk.


*****


Sepulang kantor Elea pergi dengan Danist mencari hadiah untuk bayi Cahya dan Aditya. Mereka berdua berkeliling cukup lama, Elea membeli berbagai macam barang, mulai baju, sepatu hingga accecories bayi. Danist hanya mengikutinya dan menyerahkan pada Elea untuk mencarikan hadiah darinya untuk Bayi Cahya dan Aditya. Setelahnya mereka pun langsung kembali untuk pulang.


Dalam perjalanan pulang, Elea terdiam dan tersenyum sendiri membayangkan betapa lucunya jika hadiah darinya nanti akan dipakai oleh Kyros dan Kyra. Elea juga terpikirkan tentang Aditya dan Cahya, sahabatnya itu kini pasti diliputi oleh kebahagiaan yang luar biasa. Danist yang melihat Elea hanya diam pun mencoba menyadarkannya.


"Kenapa kau diam saja El? Apa yang sedang kau pikirkan?"


Elea menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Aku sedang memikirkan Cahya dan Aditya, pasti saat ini mereka sangat bahagia dengan kehadiran bayinya, aku teringat bagaimana mereka melewati berbagai macam kesulitan dalam rumah tangganya, kehadiran orang-orang yang mencoba merusak kebahagiaan mereka bahkan sampai Cahya harus kehilangan bayinya dan dua juga mengalami depresi yang begitu menyedihkan tetapi akhirnya cinta mereka mampu mengalahkan itu semua dan kini mereka telah berbahagia"


"Kebahagiaan akan datang pada waktunya setelah melewati berbagai kesulitan, semua hanya tinggal kembali ke diri kita sendiri bagaimana kita harus melewati setiap kesulitan itu, kuncinya hanya sabar, kuat dan percaya bahwa Tuhan selalu bersama kita" Tutur Danist.


"Kau benar Dan, itulah sebabnya aku banyak belajar dari apa yang pernah terjadi pada Cahya dan Aditya, perjuangan mereka melewati berbagai kesulitan pada akhirnya berbuah hasil yang luar biasa, aku berharap suatu saat nanti sabarku akan membuat hidupku dilimpahi kebahagiaan oleh Tuhan, dan aku dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangiku"


"Amin.....!!!" Ucap Danist tersenyum sambil menoleh kearah Elea.


"Kau pasti akan dapatkan kebahagiaan dari buah kesabaranmu El, kau perempuan yang sangat baik dan Tuhan tahu itu" Gumam Danist dalam hati.