SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 191



Keesokan harinya Aditya pergi bersama Cahya dan juga Yongki ke kantor perkebunan untuk bertemu dengan Chika. Dan saat ini mereka sudah sampai di Villa, Aditya menyuruh Cahya dan Yongki untuk tinggal di Villa sementara dia akan pergi ke kantor perkebunan dan nanti akan menyuruh Chika untuk menyusul mereka di Villa.


Cahya mengajak kakaknya itu untuk berkeliling di villa, dan Yongki memutuskan untuk menikmati pemandangan di halaman belakang. Cahya mengambil kasur bayi dan selimut untuk kedua bayinya yang sekarang masih tertidur di stroller lalu menitipkannya apda Yongki. Cahya kembali beberapa saat kemudian, dia mulai mengatur kasur bayi di Gazebo dan menidurkan Kyros dan Kyra disana.


Yongki terdiam memandangi keindahan alam yang adi dihadapannya seolah merasa tenang karena nya. "Pemandangan disini luar biasa sekali, bikin betah diam lama-lama disini" Gumam Yongki.


"Jangan diam lama-lama, nanti dikira kesurupan hehe"


"Kau ini Ca, dasar"


"Kalau kakak suka disini, dan butuh ketenangan setelah lelah bertugas jauh, bilang saja padaku atau Adit dan kakak bisa bersantai disini semau kakak"


"Memangnya villa ini disewakan?"


Cahya menggelengkan kepalanya "Tidak kak, ini villa keluarga, tapi jika kakak butuh refresh otak kakak bisa datang kesini, Adri selalu datang kesini setiap weekend"


"Aku rasanya ingin turun ke sungai dibawah sana"


"Turun saja, nanti kakak bisa pergi dengan Chika, aku akan disini menjaga anak-anak"


Yongki tersenyum lalu membaringkan tubuhnya di sebelah kedua bayi Cahya, tak diduga Yongki langsung tertidur. Cahya beranjak dari gazebo dan pergi masuk ke dapur meninggalkan kakaknya dan kedua bayi nya untuk mengambil buah karena dia merasa lapar.


****


Sementara itu Aditya berkeliling di perkebunan bersama Danist. Mengontrol semua kegiatan yang ada disana dan juga mengontrol proses produksi didalam pabrik.


Setelah puas berkeliling, Danist meminta maaf kepada Aditya karena tidak bisa menemani bos nya itu di kantor. Danist dan Elea ada janji untuk bertemu klien dan tidak bisa menundanya lagi karena sebelumnya sudah 2kali tertunda. Aditya mengerti dan memberi ijin kepada keduanya untuk pergi.


"Kalian pergi saja, aku tidak apa-apa disini, aku juga tidak lama, setelah memeriksa semuanya aku akan langsung kembali ke Villa" Ucap Aditya.


"Apa benar pak Aditya tidak apa-apa saya tinggal pergi?"


"Tidak apa-apa Dan, jangan sampai kau membuat klien kecewa, pergilah, ajak Chika pergi bersama kalian lalu turunkan di Villa, karena Cahya menunggunya disana"


Danist lalu pergi meninggalkan Aditya bersama Elea dan juga Chika.


*****


Danist menghentikan mobilnya di depan gerbang Villa milik Aditya, menurunkan Chika disana. Chika mengucap terima kasih lalu melambaikan tangan. Chika langsung masuk mencari Cahya, ternyata Cahya sedang duduk di ruang makan sambil memakan buah semangka.


Chika langsung menghampiri kakaknya dan menanyakan keberadaan kedua keponakannya, jari Cahya pun langsung menunjuk ke arah gazebo yang ada di sebelah kolam renang. Senyum sumringah Chika langsung tersungging di bibirnya melihat Yongki sedang tidur disana.


"Kak Yongki?? Kapan dia datang?"


"Kemarin, bersama Paman dan Bibi tetapi mereka sekrang ada dirumah ibu, bangunkan dia dan ajaklah jalan-jalan disekitar sini"


"Nanti saja, aku ingin mengatakan sesuatu kepada kakak tentang kak Ariel"


Cahya menaruh semangka yang dipegangnya dan langsung memundurkan kursinya lalu menatap Chika dengan serius. "Ariel? Ada apa dengannya?" Tanya Cahya penasaran.


Chika lalu menceritakan kepada kakaknya itu tentang kedatangan Ariel membawa berbagai hadiah untuk Elea dan bahkan kemarin yang ikut bergabung makan siang bersama di rumah Danist serta bagaimana Ariel melakukan penghinaan terang-terangan dihadapan Danist dan juga Mama nya. Hingga bagaimana kesedihan Mama Danist mendengar hinaan yang ditujukan pada anaknya dan juga keterkejutannya saat Danist mengakui bahwa dia dan Elea menjalin kepura-puraan tentang hubungan mereka agar Ariel menjauhi Elea.


"Ariel melakukan itu? Aku tidak percaya" Gumam Cahya.


"Sama kak, aku juga tidak percaya teapi itulah faktanya, kurasa kak Ariel memang sengaja melakukannya hanya untuk merendahkan kak Dan didepan kak Elea"


"Apa jangan-jangan Ariel masih belum menyerah dan masih menginginkan Elea?"


"Baiklah aku akan bicara dengan Elea"


Saat sedang asyik mengobrol, Cahya dan Chika dikejutkan dengan kedatangan Yongki. "Apa yang kalian obrolkan terlihat serius sekali" Ucap Yongki.


Chika yang melihat Yongki langsung melompat dari kursinya dan memeluk kakak sepupunya itu. Yongki lalu mengajak Chika untuk mengantarnya jalan-jalan disekitar villa ini, dan dengan senang hati Chika mau melakukannya. "Ca, ayo bawa anak-anak masuk ke kamar saja, agar kau bisa beristirahat juga" Ucap Yongki.


Cahya dan Chika langsung menggendong Kyra dan Kyros membawa mereka masuk dan naik ke atas lalu membaringkannya di box bayi yang ada di kamar utama. Setelah itu Chika dan Yongki berpamitan untuk pergi jalan-jalan keluar.


*****


Aditya sedang disibukkan membaca berkas-berkas di ruangan Danist. Sebuah ketukan pintu mengalihkan mata Aditya dari berkas yang ada dihadapannya. Aditya menyuruh masuk orang yang mengetuk pintu. Seorang staff menundukkan kepala nya kepada Aditya.


"Maaf pak, ada tamu yang sedang mencari pak Danist"


"Mencari Danist? Suruh saja dia masuk menemuiku"


Beberapa saat kemudian, Aditya dikejutkan dengan kehadiran dari Ayah Ariel. "Om Andi??? Silakan masuk om"


"Kau disini rupanya Dit" Ayah Ariel masuk lalu duduk dan menyalami Aditya.


"Om ada perlu apa datang kesini? Ada yang bisa aku bantu?"


"Om datang kesini untuk menemui Danist"


"Danist? Wah sayang sekali dia baru saja pergi sekitar 1 jam yang lalu om dan mungkin akan kembali nanti, dia ada janji bertemu dengan klien"


"Wah sedang pergi ya? Sayang sekali padahal om sudah jauh-jauh datang kesini"


Aditya tersenyum "Kalau om bersedia om bisa menunggu nya atau bisa kembali besok, dan aku akan memberitahu Danist jika om sedang mencarinya"


Ayah Ariel mengehela napasnya dan sepertinya memang dia harus menunggu saja karena sudah berad di tempat ini. "Baiklah om akan menunggunya saja"


Aditya tersenyum lalu menganggukkan kepala nya kemudian dia melihat jam tangannya dan sebentar lagi waktunya untuk makan siang tetapi tidak mungkin juga meninggalkan Ayah Ariel sendirian diruangan ini. Aditya terhenti sejenak lalu mendapatkan sebuah ide.


"Om, sebentar lagi waktunya makan siang, bagaimana jika om ikut Adit ke villa sambil menunggu Danist, kebetulan Adit datang kesini bersama Cahya dan dia ada di villa sekarang, bagaimana om? Om mau?"


Ayah Ariel tampak terdiam sesaat kemudian tersenyum ke Aditya dan menyetujui usulannya. Mereka berdua pun keluar dari kantor perkebunan, dan Aditya mengajak Ayah Ariel untuk masuk ke mobilnya dan nanti akan mengantarnya kesini lagi untuk bertemu Danist.


*****


Sampailah Aditya di villa nya, dia langsung menekan bel dan beberapa saat kemudian Cahya membuka pintu. Cahya heran melihat ada Ayah Ariel datang bersama suaminya lalu menyuruh mereka untuk masuk. Aditya mempersilahkan Ayah Ariel untuk duduk dan menyuruh Cahya untuk membuatkan mereka minum.


Cahya keluar membawa nampan berisi dua cangkir teh panas untuk Aditya dan Ayah Ariel. Cahya lalu duduk disebelah Aditya, sedangkan Aditya sejak tadi dilingkupi rasa penasaran untuk apa Ayah sahabatnya itu ingin menemui Danist. Merasa takut akan sesuatu yang terjadi, Aditya pun memberanikan dirinya untuk bertanya tentang keperluan Ayah Ariel datang kesini.


"Maaf om, memangnya ada perlu apa om menemui Danist?"


"Kemarin om bertemu dengannya di acara pernikahan Randy dan Om juga bertemu dengan Ibunya Danist, jadi om sekarang datang kesini ingin meminta Danist agar bisa mempertemukan om dengan ibunya, karena kemarin tidak sempat mengobrol dengannya"


"Ibunya Danist? Memangnya om kenal?" Tanya Aditya.


"Ah ya kami saling mengenal, kebetulan Ibunya Danist itu istri pertama om sebelum om menikah dengan Almh. Mama nya Ariel"


Mendengar itu, dengan refleks Cahya dan Aditya langsung berseru terkejut secara bersamaan.


"Apa??? Istri pertama Om Andi??"