
Cheryl memencet bel berulang kali dan mengetuk pintu tetapi tak ada jawaban dari dalam rumah. Dia mulai mengitari rumah itu untuk melihat ada tidaknya orang didalam. Tetapi sepertinya memamng tidak ada oranf didalam. Cheryl mulai emosi tetapi mencoba tetap menahannya, mungkin karena Cahya belum pulang.
Cheryl menunggu hingga hampir 3 jam tetapi tetap saja tidak ada tanda-tanda kehadiran Cahya. Cheryl frustasi dibuatnya, kemana sebenanrnya perginya Cahya. Tetapi jika dia terus menunggunya nanti saat Aditya kembali dia akan curiga padanya. Cheryl pun memutuskan untuk pergi dari rumah itu.
Disisi lain Cahya sedang menunggu kedatangan Aditya, karena mereka akan pergi untuk membeli pakaian ganti karena tadi tidak sempat membawa pakaian dikarenakan takut Cheryl akan curiga.
Aditya akhirnya datang dan langsung mengajak Cahya untuk pergi. Mereka pergi berdua tanpa sopir, tujuan pertama adalah untuk membeli beberapa pakaian setelah itu mereka akan berjalan jalan menikmati malam bersama serta akan dilanjutkan makan malam berdua.
Setelah sampai, Cahya langsung memilih beberapa pakaian untuknya dan juga untuk Aditya. Puas berbelanja pakaian, mereka langsung pergi untuk berkeliling dan makan malam disebuah restoran.
" Adit, gimana dengan hadiah kita untuk Ariel dan Elea apa sudah kamu siapkan??" Tanya Cahya membuka pembicaraannya sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang.
" Belum, tapi aku sudah tahu hotel mana yang bagus, dan sebenarnya aku berencana mengajakmu untuk datang kesana, besok kita check out dan kita pergi ke hotel yang sudah aku pilih untuk Ariel dan Elea, kita pindah check in kesana" Aditya tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya ke arah Cahya.
" Kita check in disana? Kita tidak pulang lagi??"
" C'mon sayang, jangan pikirkan pulang terus menerus, aku sudah bilang padamu jika kita harus mencoba dulu hotel itu sebelum kita memutuskan memesankan itu untuk Ariel dan Elea, kenapa kau masih tidak mengerti juga" Aditya menepuk keningnya sendiri kesal dengan istrinya yang masih tidak mengerti juga arah tujuan pembicaraan mereka.
Lama Cahya berpikir dan akhirnya tersenyum kepada Aditya karena mengerti maksud dari ucapan suaminya. " Dasar, kau ini selalu saja tidak bisa lepas dari pemikiran itu" Ungkap Cahya kesal sekaligus merasa geli dengan tingkah Aditya. Mereka akhirnya tertawa bersama dan pelayan pu mengantar makanan untuk mereka.
****
Keesokan harinya, Aditya sudah berangkat ke kantor dan berjanji pada Cahya bahwa nanti akan kembali menjemputnya sebelum siang lalu membawanya untuk pindah ke hotel yang sudah Aditya pilih.
Disisi lain Cheryl tampaknya masih belum puas dengan keadaan yang ada, kemarin lagi lagi dia gagal untuk menemui Cahya. Hari ini pun dia akan melakukan hal yang sama. Sejak kemarin dia mencoba menghubungi Aditya tetapi terus gagal dan menyimpulkan bahwa seperti nya nomor ponselnya telah di blokir oleh Aditya. Sejak kejadian malam itu, Aditya mulai menghindarinya terutama setelah dia mengatakan semuanya pada Cahya, seolah olah Aditya acuh padanya.
Sebentar lagi Aditya akan menjemputnya jadi cahya mulai bersiap untuk check out dari hotel tempatnya sekarang. Dia meminta pada suaminya untuk kembali dari kantor lebih awal, selain untuk pindah hotel dia juga tidak ingin melewatkan prosesi pernikahan Elea dan Ariel. Dan Aditya ternyata menyetujuinya. Kurang dari 30menit Aditya datang dan mengurus semuanya lalu mereka pergi ke hotel yang sudah direncanakan.
Cheryl lagi lagi sudah berada dikediaman Aditya, dia mulai memencet bel berulang kali dan memanggil manggil nama Cahya, tetapi tetap saja tidak ada jawaban dari dalam rumah. Emosinya mulai memuncak dan bertanya tanya sebenarnya kemana Aditya dan Cahya pergi sejak kemarin. Cheryl berpikir sepertinya Aditya memang sengaja menghindarinya, dan Cheryl kalah satu langkah darinya, lelaki itu ternyata lebih pandai membaca situasi yang ada.
Aditya dan Cahya akhirnya sampai ditempat yang mereka tuju, ternyata dekat dengan tempat tinggalnya. Dan hotelnya sangat indah dengan view yang langsung menghadap ke danau. Aditya mengurus semuanya di resepsionis lalu memberikan kunci kamarnya dan menyuruhnya untuk masuk lebih dulu karena ada beberapa hal yang akan diurus Aditya sebentar.
Aditya akhirnya masuk ke dalam kamar menyusul istrinya. Dia tersenyum melihat Cahya sedang berdiri didepan jendela menatap pemandangan didepannya, lalu menghampirinya. " Kau menyukainya?" Tanya Aditya.
Cahya menutup tirai jendela itu lalu berbalik menatap Aditya dan berlari memeluk suaminya.
" Aku sangat suka, thank you so much"
Cahya mencium bibir Aditya dan melingkarkan kedua tangannya dileher suaminya itu. Aditya lansung merespon dan membalas ciuman istrinya, mereka saling menjelajahi saru sama lain. Aditya mencoba untuk mengangkat dress yang dipakai Cahya tetapi Cahya menolaknya dan justru tangan istrinya itu menekan kedua pundaknya dan mendudukkannya dilantai tetapi tetap tidak melepaskan ciumannya.
Cahya duduk diatas paha Aditya yang sedang berselonjor dilantai dan kepalanya bersandar disamping ranjang. Jemari Cahya bergerak lembut dan menyentuh pipi Aditya, lelaki itu menempelkan pipinya di sana dan memejamkan matanya, jarinya meraih jari Cahya dan mengarahkannya ke bibirnya. Aditya lalu mengecup telapak tangan Cahya dengan lembut. Mereka bertatapan dengan tatapan yang hanya bisa dimengerti oleh satu sama lain, dan kemudian bibir mereka menyatu dalam sebuah ciuman lembut.
Dengan tetap tidak melepaskan bibirnya, Cahya mencoba membuka celana Aditya, setelah menemukan apa yang dicari, dia langsung menenggelamkan dirinya disana. Dia memulai bergerak pelan dan semakin lama gerakan itu menjadi cepat dan sangat cepat, membuat Aditya benar benar terbang karenanya, dia hanya diam dan membiarkan istrinya melakukan apa yang diinginkannya. Sampai kemudian Aditya menegang hingga akhirnya sampailah mereka berdua pada titik luar biasa itu.
Cahya memeluk Aditya dan menyandarkan kepalanya dipundak suaminya dan mereka berdua mencoba menormalkan nafas mereka beberapa saat hingga akhirnya Cahya mengangkat kepalanya dari pundak Aditya dan tersenyum menatapnya lalu mengecup lembut hidungnya. Cahya mencoba bangkit dan meminta izin Aditya untuk ke kamar mandi.
Aditya tersenyum melihat Cahya pergi masuk ke kamar mandi, dia bangkit dan merapikan celananya. Istrinya benar-benar tahu cara membahagiakannya, mereka melakukannya dengan pakaian yang masih menempel lengkap dibadannya, tapi itu sangat luar biasa baginya. Aditya melepaskan jas nya dan melipat lengan kemejanya.
Ponsel Cahya berbunyi, dan melihat nama Chika disana yang sedang menghubungi via oanggilan video. Aditya berteriak pada Cahya mengatakan jika Chika meneleponnya lalu Cahya menyuruhnya untuk mengangkatnya.
" Hai Adikku yang manis" Sapa Aditya.
" Hai kak Adit, apa kabarmu? Dimana kak Cahya, acaranya sudah hampir dimulai katanya dia tidak ingin melewatkannya"
" Cahya sedang ada dikamar mandi, kamu matikan saja, kakak ambil laptop kakak dulu supaya lebih jelas dan nanti kakak akan menghubungimu lagi"
Chika lalu menutup panggilan videonya dan Aditya mengambil laptopnya. Cahya keluar dari kamar mandi dan menanyakan kepada suaminya kenapa mematikan ponselnya bukankah tadi dia bilang Chika menghubunginya.
" Sayang, lebih baik kita pake ini daripada pakai ponsel nanti tidak jelas" Aditya menyalakan laptopnya dan menghubungi Chika kembali.