SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 411



Kyra kemudian memperkenalkan Gienka pada Camilla. Gienka menerima uluran tangan Camilla, mencoba memberi senyum dan menyebutkan namanya.


"Oke kalian tunggu disini, aku akan mengambil mobil...!" Ucap Kyra.


"Tidak perlu Ra, biar aku saja, berikan kunci mobilmu!" Sela Gienka kemudian.


Kyra pun memberikan kunci mobilnya pada Gienka, dan Gienka langsung berlari ke parkiran untuk mengambil mobil. Kyra pun menanyakan pada Camilla kenapa temannya itu bisa datang bersama dengan Kyros.


Ternyata Camilla datang untuk liburan ke pulau dewata, dan sebenarnya dia juga akan mengunjungi keluarganya disini, berniat akan menginap di hotel. Sangat kebetulan saat Kyros menghubunginya untuk bertemu, Kyros mengatakan akan pulang. Jadi Kyros memintanya untuk pulang bersama, bahkan Kyros juga melarangnya untuk membooking hotel karena lebih baik tinggal dirumahnya untuk beberapa hari kedepan sebelum ke pulau Dewata untuk liburannya. "Dan jadilah aku disini...!" Ujar Camilla dengan perasaan bahagia.


Camilla sendiri sebenarnya berasal dari sini hanya saja sejak dia remaja, orangtuanya mengajaknya pindah ke Amerika dan menetap disana sampai sekarang. Rumah disini pun sudah dijual jadi Camilla tidak memiliki tempat tinggal selain memilih hotel untuk beristirahat dalam beberapa hari ketika sedang liburan. Bisa saja dia menginap di rumah saudara orangtuanya tetapi Camilla merasa tidak enak, dan lebih sering memilih hotel. Dan kali ini dia terpaksa menuruti keinginan Kyros untuk menginap dirumahnya, karena lelaki itu memaksanya dan mengancam tidak ingin berteman lagi dengannya jika menolak tidak mau tinggal dirumah lelaki itu.


Selain itu sebenarnya Camilla juga punya perasaan lebih dari sekedar teman kepada Kyros, itu sebabnya dia tidak bisa menolak keinginan lelaki itu. Dan entah kenapa dia tiba-tiba berpikir dalam beberapa hari ke depan dia ingin sekali mengatakan semua perasaannya pada Kyros mengingat saat ini Kyros sedang berada di dekatnya. Sudah sejak lama dia menyukai Kyros, hanya saja Kyros terlalu sibuk dengan urusannya, dan lebih mementingkan belajar daripada harus memikirkan memiliki kekasih, akan tetapi selain tampan, Kyros tetaplah laki-laki yang baik, ramah dan pengertian walaupun terkadang cuek serta terlihat dingin.


Gienka masuk ke mobil Kyra, dan tiba-tiba saja airmatanya keluar. Gienka mulai menangis. Hatinya begitu sakit, penantiannya selama ini justru berbuah kekecawaan. Bukan tanpa sebab, karena yang Gienka tahu Camilla sangatlah dekat dengan Kyros, itu yang sering diceritakan oleh Kyra. Mereka datang bersama kesini untuk pertama kalinya dan itu pasti adalah hal yang sudah lama mereka rencanakan. Bahkan mungkin saja kedatangan Camilla kesini agar bisa lebih dekat dengan keluarga Kyros atau Kyros mungkin akan mengenalkannya pada keluarganya. Dan yang Gienka ketahui Camilla memang memilimi keluarga juga disini mungkin perempuan itu juga sedang pulang kampung.


Dengan cepat Gienka mengusap airmatanya, jangan sampai mereka semua tahu jika dia baru saja menangis. Gienka menyalakan mobil dan langsung keluar dari area parkir untuk menghampiri mereka. Gienka menghentikan mobil tepat di depan Kyros, Kyra dan Camilla, sebelum turun, Gienka menekan tombol agar bagasi terbuka baru kemudian keluar dari mobil. Gienka kemudian membantu ketiganya memasukkan koper ke dalam bagasi.


"Auuuuwee....!!!" Camilla berteriak dan hampir terjatuh karena terpeleset, beruntungnya Kyros sigap dan langsung menangkapnya.


Kyra dan Gienka langsung menoleh, dan menemukan Kyros serta Camilla saling berpandangan. Tetapi sedetik kemudian Camilla tersadar dan langsung berdiri, mengucaokan terima kasih kepada Kyros.


"Mil, kau tidak apa-apa???" Tanya Kyra.


"Tidak Ra... Im okay... Sedikit terpeleset tadi!" Jawab Camilla.


Gienka tidak berekspresi dan hanya diam. Pemandangan yang baru saja terjadi di depannya itu semakin membuat sesak dada nya. Dan semua koper sudah masuk, Kyros pun meminta kunci mobil pada Gienka.


"Tidak....!!! Jangan berikan Gie...!!!" Sahut Kyra dengan cepat membuat Gienka yang tadinya hendak menyerahkan kunci ke Kyros pun menarik tangannya.


Dahi Kyros berkerut menatap Kyra heran. "But Why???" Tanya nya pada Kyra.


"Aku tidak mau kalau kau yang mengemudikan mobilku, kau terbiasa melakukan apapun dengan terbang, jadi aku tidak ingin kau memakai mobilku untuk terbang, serta sudah lama kau tidak menggunakan kakimu itu untuk berjalan, jadi belajar berjalan lagi dengan benar baru kau bisa mengemudikan mobil!" Ujar Kyra.


"Shiiit....!! Kau ini benar-benar keterlaluan Ra, kau pikir aku lumpuh...! Menyebalkan sekali...!" Gerutu Kyros.


Semua pun tertawa mendengar kekesalan Kyros. Kyra kemudian menyuruh Kyros dan Camilla duduk tenang dibelakang sambil beristirahat setelah penerbangan jauh mereka. Sementara yang akan mengemudikan mobil adalah dirinya. Kyra kemudian mengambil kunci mobilnya dari Gienka dan masuk. Kyra duduk di depan bersama Gienka sementara Kyros dan Camilla duduk di kursi belakang.


Mobil pun melaju meninggalkan Airport. Kyros pun mulai menanyakan perihal keluarganya pada Kyra.Ternyata hari ini rumah dalam keadaan sepi, karena kedua orangtuanya beserta Oma Opa nya sedang pergi keluar untuk menghadiri sebuah acara dan mereka akan kembali sore atau malam nanti. Sebenarnya mereka sudah mengajak Kyra untuk ikut bersama tetapi karena Kyra tahu bahwa Kyros akan pulang dan memintanya untuk menjemput maka dengan berbagai alasan Kyra pun menolak untuk ikut.


Kyra kemudian memberitahu Kyros tentang rencananya untuk mengejutkan seluruh anggota keluarganya saat mereka kembali nanti. Dan Kyros mendengarkannya dengan baik kemudian menyetujui ide adiknya itu.


Kyra dan Kyros serta Camilla terlihat asyik dengan obrolan mereka, sementara Gienka memilih diam saja. Sesekali Gienka melirik ke belakang lewat kaca, dan menemukan Camilla sedang menyandarkan kepalanya di dada Kyros seraya tersenyum dan kadang juga tertawa, Camilla juga terkadang memegang jemari Kyros. Camilla terlihat begitu dekat sekali, tentu saja karena mereka tinggal di kota yang sama yang artinya intensitas pertemuan mereka pastilah banyak sekali, membhat Gienka semakin sesak memikirkan itu mengingat dia ada disini dan Kyros serta Camilla ada disana. Disini Gienka hanya bisa melihat Kyros dari foto, berbicara sendiri dengan foto itu mengungkapkan kerinduannya, tetapi dia tidak tahu apa yang terjadi disana antara Kyros dan Camilla. Berbagai hal yang tidak Gienka ketahui tentu saja sudah terjadi disana antara Kyros dan Camilla.


"Gie...!!! Bagaimana kabar seluruh keluargamu??" Tanya Kyros.


"Iya Ra...! Ada apa??? Kau mengejutkanku saja??" Gumam Gienka.


"Kau yang kenapa??? Bukannya mengobrol kau malah melamun! Ky tadi bertanya padamu tetapi kau tidak menjawabnya!"


Gienka menoleh ke belakang dan tersenyum kepada Kyros. "Sorry Ky... Tadi kau bertanya apa???"


"Bagaimana kabar keluargamu??? Uncle Ariel, aunty Maysa, aunty Elea juga Uncle Dan serta kedua adikmu Freddie dan Geffie!"


"Mereka semuanya baik Ky!" Jawab Gienka.


"Syukurlah kalau begitu, bagaimana dengan pekerjaanmu?? Sibuk apa kau sekarang?" Tanya Kyros lagi.


"Ah itu, saat ini aku sedang sibuk mengurus tender untuk proyek pembangunan kompleks perumahan baru, itu saja"


"Lakukanlah yang terbaik Gie...! Oh iya tapi meskipun kau sibuk sekali saat ini, aku harap kau selalu bisa meluangkan waktumu untuk datang ke rumah, saat ini aku harus banyak menghabiskan waktu dengan kalian semua sebelum aku kembali lagi ke Amerika, dan juga dalam beberapa hari ini Camilla juga akan menginap dirumahku, jadi selain Kyra, aku berharap kau juga bisa akrab dengan Camilla, kau juga tahu kan kami sangat dekat, pokoknya kau harus datang ke rumah setiap hari ya walaupun hanya beberapa jam saja, ada banyak yang ingin aku obrolkan denganmu, janji ya Gie kau akan datang???" Ujar Kyros.


Gienka terdiam tidak menjawab lermintaan Kyros. Kenyataan bahwa Camilla akan menginap dirumah Kyros membuat Gienka terkejut, karena dia mengira bahwa Camilla hanya pulang bersama dan akan tinggal dirumahnya sendiri atau di rumah keluarganya tetapi ternyata perempuan itu benar-benar akan tinggal dirumah Kyros. Gienka merasa harapannya pada Kyros semakin tipis, dan kedekatan Camilla dengan Kyros pasti lebih jauh darinya.


"Gie... Kau malah diam lagi..! Kau akan datang ke rumah kan nanti??? Apa kau tega mengabaikanku saat aku ada disini, please kau sering-sering datang ke rumah ya??" Tanya Kyros lagi.


Gienka kembali menoleh ke belakang. "Aku tidak bisa janji Ky, tapi akan aku usahakan!" Jawab Gienka kemudian yang langsung disambut dengan senyum bahagia Kyros.


Gienka merasa marah kepada dirinya bagaimana bisa dia datang ke rumah laki-laki yang disukainya sementara disana ada perempuan lain yang juga memiliki kedekatan khusus dengan Kyros. Tetapi Gienka juga tidak bisa menolak permintaan Kyros. Saat ini rasanya Gienka ingin sekali berteriak mengeluarkan seluruh kesedihan, kekesalan dan kekecewaanya karena harapannya tidak sesuai dengan keinginannya. Gienka ingin sekali menangis tetapi tentu saja dia tidak bisa melakukannya disini.


Ketika mobil sudah keluar dari area tol tiba-tiba Gienka meminta Kyra untuk menepikan mobilnya. Kyra pun langsung melakukannya. "Kenapa Gie??? Apa kau baik-baik saja???" Tanya Kyra dengan perasaan khawatir.


"Tidak Ra, aku tidak apa-apa, hanya saja aku lupa jika aku ada janji dengan klienku" Gienka menyebutkan nama suatu restoran tempat dimana dia dan kliennya akan bertemu.


"Tapi ini hari sabtu, kenapa ada janji bertemu klien??" Tanya Kyra heran.


Gienka tersenyum. "Karena dia ada urusan lainnya dan bisa bertemu denganku hari ini, aku turun disini saja!"


"Aku akan mengantarmu kesana, kenapa kau harus turun disini?"


"Aku akan mencari taksi, sudah ya?" Gienka kemudian membuka pintu mobil dan langsung turun, meninggalakan banyak pertanyaan dihati Kyra dan Kyros tetapi mereka juga tidak bisa melarang keinginan Gienka.


Kyros membuka kaca mobil dan mengeluarkan kepalanya. "Kau yakin Gie?? Biar Kyra mengantarmu kesana!" Ucap Kyros tetapi dengan senyum Gienka menggelengkan kepalanya.


Tidak ada pilihan, Kyra pun meninggalkan Gienka di pinggir jalan.


Gienka menghela napasnya merasa lega, sejak tadi dia ingin sekali terbebas dari kesakitannya ketika berada di dalam mobil Kyra. Mendengar, melihat, dan memikirkan apa yang terjadi disana membuatnya semakin sakit saja. Gienka saat ini benar-benar ingin menangis atas semua kemalangan kisah cintanya yang tidam terbalas. Penantiannya pada Kyros selama ini seolah sia-sia saja.