SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Mencari petunjuk dari Teror



Aditya sangat keheranan mendengar pertanyaan dari Elea.


" Apa katamu??? Teror? Teror apa yang kau maksud El, aku tidak mengerti"


Melihat wajah bingung Aditya, Elea kemudian menceritakan semua teror paket yang dialami Cahya di kantor, Elea juga menunjukkan foto-foto dari paket itu. Aditya sangat terkejut dengan apa yang dilihat dan didengarnya, tetapi kenapa ada masalah sebesar ini Cahya tidak menceritakan semuanya padanya.


" Aku sudah menahan semua paket itu Dit jadi Cahya tidak menerimanya secara langsung, tetapi orang itu sepertinya tidak berhenti meneror hanya dengan paket tapi setiap hari Cahya menerima foto isi dari paket itu"


" Tapi Kau benar-benar tidak tahu Dit, Aku pikir Cahya sudah menceritakan semua padamu" Sahut Ariel


" Iel, kalau kau juga sudah tahu kenapa tidak menceritakan padaku?"


" Aku pikir kau bisa menyelesaikan itu sendiri tanpa bantuanku, karena Elea bilang Cahya sudah memberitahu mu"


" Tapi kau jangan khawatir lagi Dit, aku sudah menyuruh security untuk menolak paket yang tidak jelas, dan ya setiap hari orang yang mengirim paket itu berbeda, sepertinya memang sengaja agar tidak mudah dikenali"


Aditya merasa sangat marah kepada Cahya, kenapa masalah sebesar ini tidak menceritakan padanya, jangan-jangan saat dia melempar ponselnya waktu itu karena dia mendapat kiriman foto mengerikan itu. Setelah mendengar semua itu dan pesanan minumannya sudah jadi, Aditya berpamitan pada Ariel dan Elea.


" El, terima kasih banyak selama ini sudah membantuku menjaga Cahya, dan Iel aku akan menghubungimu lagi untuk membereskan masalah ini"


****


Aditya sampai juga dirumah dengan wajah yang sangat kesal karena ulah istrinya. Dia masuk ke kamar dan melihat Cahya sedang menonton televisi, ingin rasanya dia meledak saat itu juga. Melihatnya datang Cahya langsung berlari memeluknya dan meraih minuman yang dibawanya.


" Thank you so much my husband, kenapa kau lama sekali, padahal tempatnya tidak jauh dari sini, ah nikmatnya" Cahya menyeruput minuman yang Aditya belikan hingga tinggal setengah.


Aditya hanya terdiam tidak merespon dan menjawab pertanyaan istrinya. Cahya tidak menyadari jika Aditya terlihat sangat marah kepadanya, dia terlalu fokus dengan minumannya.


" Ca, boleh aku pinjam ponselmu, ponselku mati, aku ingin menghubungi Adri"


" Tentu saja boleh, sebentar aku ambilkan"


Cahya mengambil ponselnya di atas meja dan memberikannya pada Aditya. Cahya kembali duduk di sofa dan meninggalkan suaminya yang masih berdiri disisi tempat tidur. Aditya mulai membuka ponsel itu, dan mencari tahu tentang apa yang dialami oleh istrinya.


Satu persatu Aditya mencari chat di ponsel Cahya, sampai akhirnya dia menemukan sebuah Chat dari nomor yang tidak tersimpan lalu membukanya. Benar saja disana ada sebuah foto yang dikirim kepada istrinya dan foto itu adalah foto gumpalan darah beku yang ditaruh disebuah kotak plastik. Seketika wajah Aditya berubah sangat marah dan dia berteriak.


" Cahya!!!!"


Teriakan Aditya membuat Cahya terkejut dan berdiri menghampiri suaminya. Menanyakan apa yang terjadi sehingga harus berteriak memanggil namanya padahal mereka satu ruangan.


" Kenapa kau merahasiakan hal sebesar itu padaku??? Kenapa!!!"


" Rahasia apa maksudmu???"


" Kau menerima teror paket dikantormu, dan setiap hari kau menerima pesan dari nomor tidak dikenal yang mengirimi gambar-gambar mengerikan, kenapa kau tidak memberitahuku??"


Cahya sangat kaget mendengar semua ucapan Aditya, darimana dia bisa mengetahui semuanya.


" Aku.... Maafkan aku" Cahya menundukkan kepalanya menyesal.


" Apa yang kau lakukan sayang, kenapa kau menanggung ini sendirian, jika kau hanya terus diam bagaimana ini bisa berhenti, kenapa kau tidak memikirkanku dan bayi kita??? "


Cahya memeluk Aditya dan meminta maaf padanya, dia tidak menceritakan karena tidak ingin membuatnya khawatir.


" Baiklah kali ini aku memaafkanmu, tapi jangan mengulangi lagi, ini hal yang sangat serius"


" Aku janji, besok aku akan membelikanmu nomor ponsel baru, agar tidak ada lagi yang mengirimu hal hal yang tidak baik, yang bisa mengganggu dirimu dan bayi kita"


****


Aditya mengajak Ariel untuk menemui Randy agar bisa membantunya untuk menyelesaikan permasalahan ini. Aditya juga teringat dengan kejadian pelemparan mobilnya, mungkin pelakunya juga orang yang sama.


Sampailah mereka dirumah Randy, dan menceritakan semua yang terjadi akhir-akhir ini. Bagaimana 2X juga ada orang yang melempar mobilnya dengan batu.


" Dit, bukankah kemarin kau sempat berkelahi dengan Theo, bisa jadi dia yang melakukan ini untuk membalasmu" Randy mencoba untuk berpendapat.


" Tapi jika memang dia yang melakukan, kenapa Cahya yang menjadi targetnya, bukankah dia bilang dia mencintai Cahya" Sahut Ariel.


Mereka bertiga terdiam dengan pikirannya masing-masing. " Lalu bagaimana kita bisa mencari pelakunya??" Tanya Aditya


" Pertama, kita harus mencari tahu apa motifnya setelah itu kita bisa dengan mudah mencari siapa pelakunya" Ucap Ariel.


Mereka bertiga akhirnya menyusun rencana untuk menyelesaikan permasalahan ini.


***


Erica datang ke kantor Aditya untuk menemuinya, dia masih sangat hafal dengan setiap sudut kantor ini, karena dulu sering kesini. Saat sampai diruangan Aditya, Erica dilarang masuk oleh sekretaris Aditya dan terjadi perdebatan diantara mereka karena Erica belum mengatur janji dengan Aditya. Tetapi bukan Erica namanya jika tidak bisa mengatasi semuanya, dia memaksa masuk.


Aditya kaget saat pintu ruangannya terbuka tanpa diketuk dan Erica masuk seperti orang terdorong dan sekretarisnya menundukkan kepala meminta maaf. Aditya menyuruh sekretaris nya untuk membiarkan Erica masuk.


Erica berkeling mengitari ruangan Aditya, memegang beberapa hiasa disana, sedangkan Aditya hanya melihatnya dengan pandangan muak.


" Tetap sama, tidak ada yang berubah" Gumam Erica.


" Ada perlu apa kau datang kesini?"


" Aku tidak punya pilihan lain, setiap aku datang ke rumahmu kau selalu mengusirku jadi aku datang ke kantormu"


" Kalau tidak ada hal penting, pergilah dari sini, aku banyak pekerjaan " Aditya memalingkan wajahnya.


" Kenapa kau selalu mengusirku, kau dulu bahkan tidak bisa lepas dariku dan selalu mencariku kapanpun kau merindukanku" Erica berjalan menghampiri Aditya dan menundukkan badannya menatap wajah Aditya.


Aditya berdiri untuk menghindari tatapan Erica, tetapi perempuan itu sepertinya tidak mau menyerah. Erica berdiri didepan Aditya dan melingkarkan kedua tangannya dilehernya. Aditya berusaha melepaskannya tetapi Erica tetap mempertahankan.


" Erica hentikan kekonyolanmu ini"


" Aditya, berhentilah bersikap seperti anak kecil, kau ini seorang CEO kenapa harus terus bersikap seperti ini, selalu menuruti apa yang menjadi keinginan orangtua mu yang tidak pernah memikirkan kebahagiaanmu, dan apa yang kau mau"


" Apa kau bilang??? Kenapa kau membawa-bawa kedua orangtuaku??"


" Aku masih tidak tahu apa yang ada dipikiranmu, kau dulu sangat mencintaiku, tetapi tiba-tiba kau mengakhiri hubungan kita begitu saja hanya karena ibumu, aku sampai sekarang tidak menerimanya, aku sangat frustasi dan pergi ke perancis untuk menenangkan diriku, tapi saat aku kembali kau justru menikah dengan orang lain"


" Kau menggila lagi Erica, apa kau lupa apa yang sudah kau lakukan dan kenapa aku mengakhiri hubungan kita, kau menghina ibuku dan kau mengatakan bahwa harusnya ibuku mati saja daripada terus-terusan sakit dan itu akan membuatmu menghabiskan waktumu untuk merawatnya, apa kau tidak berpikir bahwa dia adalah orang yang begitu aku hormati sejak kecil, lihatlah sikapmu, kau masih tidak bisa menempatkan dirimu dengan baik" Suara Aditya meninggi dan menatap tajam Erica.


" Kenapa kau terlihat marah, tenanglah sayang, aku tidak akan menggigitmu, kulihat sekarang kau lebih posesif, kau menjaga semua orang dengan baik"


Aditya merasa seluruh mood nya hari ini sangat buruk karena kedatangan Erica. Aditya mengepalkan tangannya, dan ingin sekali meledakan semua amarah pada perempuan yang ada dihadapannya saat ini.