SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 211



"Kami tidak merencanakan apapun Iel, semua juga sebelumnya sudah aku pernah dibicarakan Elea, kau juga mendengarnya sendiri kan?" Gumam Randy.


"Tetapi kenapa kalian tidak memberitahuku jika kemarin dia menikah!! Apa kalian takut aku akan membuat keributan?"


Randy dan Aditya hanya terdiam, sebenarnya selain hal itu juga memang pernikahan itu terjadi karena keributan yang Ariel buat tetapi keduanya tampak tidak ingin memperpanjang masalah ini dan lebih memilih untuk diam. Apalagi mereka juga tahu rahasia besar antara Ariel dan Danist, kedua saudara itu tidak boleh terlibat lagi dalam permasalahan memperebutkan Elea, dan berharap Ariel segera bisa membuka pikirannya untuk menerima apa yang sudah terjadi.


"Kau masih bisa menemui Gienka Iel, tugasmu sekarang adalah harus bersahabat dengan keadaan, tidak baik untuk Gienka jika kau dan Elea terus memperpanjang masalah ini, kau harus jadi Ayah yang bertanggung jawab walau kau tidak terikat lagi dengan Elea" Gumam Randy melembut.


"Aku memang bersalah mungkin sekali lagi Tuhan sudah menghukumku"


"Semua bisa kau perbaiki dengan menjadi Ayah yang baik untuk Gienka, kita harus membuang jauh-jauh sikap egois kita setelah menjadi seorang Ayah, kelak agar bisa menjadi contoh yang baik untuk mereka"


"Menjadi contoh yang baik??? Lalu bagaimana jika suatu saat Elea menceritakan semua keburukanku pada putriku??"


"Selagi kau mau bertanggung jawab dengan baik, menjaga perilakumu dan tidak suka memaksakan kehendakmu kurasa Elea akan menghargai itu, tetapi jika kau tidak bisa menahan egomu dan sikapmu berlebihan Elea pasti tidak akan nyaman, dan ya, Danist sekarang adalah suami Elea, kau harus mengerti hal itu dan jangan lagi mengeluarkan kata-kata yang mengarah ke merendahkan, kau harus bisa menghargai satu sama lain demi Gienka" Tutur Aditya.


Ariel tampak merenung mendengar apa yang katakan Aditya, lalu membenarkan. Jika dia tidak bersikap baik, bisa saja Elea justru akan melarangnya untuk menemui Gienka. Mungkin saat ini memang sudah waktunya dia bisa menjaga sikap agar keadaan tidak semakin memburuk.


****


Keesokan harinya....


Ayah Ariel sekarang akan pergi untuk pertama kalinya mengunjungi cucunya. Dia sudah menyiapkan beberapa hadiah yang akan dibawa nya nanti. Mendengar jika Elea sudah melahirkan membuatnya bahagia walaupun ada kabar yang cukup mengejutkan tentang pernikahan Elea dan membuat Ariel sangat bersedih karenanya. Selain itu dia juga belum pernah mengenalkan dirinya secara langsung kepada mantan menantunya itu, dan berharap senoga kedatangannya kali ini bisa membuat silaturahmi dengan Elea yang belum sempat terjalin busa terjalin dengan baik.


Sampailah Ayah Ariel di kediaman Elea, dengan diantar oleh supir yang pernah putranya kesini dan saat itu terjadi keributan disini. Pak Andi turun dari mobilnya lalu semua barang dan hadiah untuk cucunya diambil dibagasi mobilnya oleh pengawalnya. Rumah itu terlihat sangat lengang, dengan suara lembut pak Andi mengucapkan salam, butuh beberapa kali hingga akhirnya seorang perempuan keluar dan membuka pintu, itu tidak lain adalah Mama Elea.


"Apa benar ini rumah Elea??" Tanya Pak Andi.


"Iya benar, bapak siapa ya?"


"Saya Andi, Ayahnya Ariel, saya datang untuk menengok cucu saya, saya dengar Elea sudah melahirkan jadi saya putuskan untuk kesini"


Mama Elea pun mengantar Ayah Ariel pergi ke halaman belakang dimana Elea sedang ada disana bersama Gienka. Sampai disana Elea cukup terkejut tidak menyangka jika dia akan bertemu lagi dengan mantan mertuanya yang selama ini dia tidak kenal. Elea tersenyum dan menyambutnya menyuruhnya untuk duduk.


"Apa Ayah ingin mengendongnya? Ambilah dan gendong cucu Ayah ini" Ucap Elea dia bisa melihat tatapan lembut penuh cinta dari mantan mertuanya itu dan sampai saat ini dia juga masih tidak mengerti kenapa Ariel tidak pernah mengenalkannya pada Ayahnya ini, padahal dia terlihat sangat baik dan penuh cinta.


"Menggendongnya? Apa benar kau mengijinkannya?"


"Tentu saja, Ayah adalah kakeknya, gendonglah Gienka"


Dengan senyum sumringah, Pak Andi mengambil Gienka dari Elea lalu membuai cucunya itu dan menciuminya. Beberapa saat kemudian Mama Elea datang dan menyuguhkan minuman untuk tamu putrinya itu lalu masuk dan meninggalkan mereka.


"Aku sedih tidak pernah mengenal Ayah dulu, aku minta maaf karena tidak mengetahui jika aku memiliki seorang mertua, Ariel dulu tidak pernah memberitahuku" Gumam Elea.


"Bukan salahmu atau salah Ariel, Ayah telah melakukan kesalahan besar hingga membuat putra Ayah itu sampai saat ini tidak mau berbicara dengan Ayah, Ayah sangat menyadari itu El, saat dulu kalian menikah sebenarnya Ayah juga datang tetapi Ayah memilih tidak mengatakan apapun atau memperkenalkan diri Ayah padamu karena tidak ingin merusak kebahagiaan kalian, Ayah juga minta maaf atas semua yang sudah dilakukan Ariel padamu, Ayah gagal mendidik Ariel agar menjadi laki-laki yang bertanggung jawab, Ayah sangat terkejut mendengar itu semua terlebih lagi kau saat itu ditinggalkan dalam keadaan hamil"


"Semua itu sudah menjadi jalan hidup yang digariskan Tuhan, aku juga sudah menerimanya dengan ikhlas, sekarang aku hanya berharap kita semua diberi kebahagiaan begitu juga dengan Ariel semoga dia bisa menjadi lebih baik lagi dari kemarin"


Mata Ayah Ariel berkaca-kaca, Elea begitu baik, sangat disesalkan perempuan itu tidak lagi menjadi menantunya, jika saja dulu dia tidak melakukan kesalahan itu dan Ariel tidak membencinya pasti dia akan sangat bahagia melihat putranya itu memiliki istri seperti Elea. Selain itu juga pasti tidak akan ada perselingkuhan yang akan dilakukan Ariel, dia yakin itu terjadi adalah hasil karma yang pernah dia lakukan dulu pada mendiang Irma istrinya.


"Kemana suamimu? Ayah ingin mengucapkan selamat atas pernikahan kalian"


"Danist sedang pergi keluar bersama Papa, ada urusan dan juga sekalian aku menyuruhnya untuk membeli kebutuhan Gienka"


"Kau beruntung bersuami Danist, dia sepretinya laki-laki yang baik" Ucap Ayah Ariel dan langsung ditanggapi Elea dengan senyuman.


Elea tidak berhenti tersenyum senang melihat mantan mertuanya itu membuai Gienka dengan penuh kasih sayang. Entah apa yang sedang ada dipikiran Ariel selama ini, padahal Ayahnya begitu baik dan juga lemah lembut, kenapa dia tidak mau memaafkan pria tua ini yang sepertinya selama ini hiduonya dipenuhi dengan kesalahan, padahal seharusnya sebesar apapun kesalahan yang dibuat oleh orangtua hendaknya Anak harus tetap memaafkannya, mengingat jasa orangtua sangat besar untuk membesarkannya. Elea sekali lagi hanya berharap Ariel mau memaafkan Ayahnya karena dia melihat ada beban berat yang sedang dipikul lelaki yang ada disampingnya itu, beban itu pasti adalah kesalahan dan penyesalannya yang masih belum mendapatkan maaf dari Ariel.


*****


Ditempat lain, Mama Danist sudah selesai membuat dan menyiapkan makanan untuk Danist dan Elea. Dia juga sudah bersiap untuk pergi mengantarnya ke rumah Elea dan akan ditemani oleh Kakak sepupu nya pergi kesana.


Mama Danist menunggu taksi yang dipesannya, dia memilih menaiki taksi agar lebih cepat sampai disana, mengingat sekarang memang Danist sudah tidak tinggal dengannya tentu saja sudah tidak ada lagi yang mengantarnya jika ingin pergi ke rumah Elea. Sampai akhirnya taksi yang dipesannya sudah datang, bergegas dia dan kakaknya masuk ke dalam taksi itu.