
Cahya bangun dan bergegas menuju kamar mandi, dia mulai mengikuti semua panduan yang ada. Dengan jantung berdebar Cahya menunggu dan memandang alat itu. Sampai akhirnya dugaannya benar, hasilnya menunjukkan dia positif. Belum merasa puas Cahya mencoba lagi dengan testpack yang lainnya kemarin dia membeli 3 testpack yang berbeda merk dan semuanya menunjukkan hasil yang sama. Mata Cahya mulai berkaca-kaca tidak menyangka jika Tuhan memberinya kesempatan lagi untuk mengandung. Walaupun dia masih belum siap tapi dia harus menjaga kandungannya dengan baik, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu.
Cahya keluar dari kamar mandi, dan melihat ternyata Aditya sudah tidak berada ditempat tidur. Cahya melihat Aditya ternyata sedang ada dibalkon dan menghampirinya. Hari ini dia harus pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilannya, tetapi saat ini dia tidak akan memberitahu Aditya dulu.
"Kenapa disini? Kau tidak berolahraga?" Tanya Cahya.
"Sedang banyak orang disini, aku akan langsung mandi saja dan ya, nanti siang kita semua akan berangkat berlibur untuk merayakan ulang tahunmu"
"Merayakan ulang tahunku? Semalam kan sudah?"
"Sudahlah jangan banyak bertanya, nanti kau kemasi pakaian kita, aku mandi dulu" Aditya kembali masuk ke dalam kamar tetapi Cahya menahannya.
"Emmm bisakah nanti jam 9 kau mengantarku sebentar ke rumah sakit" Ucap Cahya.
"Ke rumah sakit? Untuk apa?" Tanya Aditya bingung tetapi kemudian teringat jika kemarin supir istrinya melapor padanya jika Cahya meminta berhenti di apotik untuk membeli obat sakit kepala.
"Apa sakit kepalamu masih terasa? Kemarin aku mendengar jika kau ke apotik untuk membeli obat sakit kepala, oke baiklah, nanti aku akan mengantarmu"
***
Cahya dan Aditya turun untuk sarapan, dan melihat semua orang sudah menunggu mereka diruang makan. Cahya melihat ada sebuah nasi tumpeng yang cukup besar dengan berbagai lauk yang melingkarinya. "Pestanya masih berlanjut" Bisik Aditya.
Cahya masih tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya. Semua orang berdiri saat melihat kedatangan Aditya dan Cahya.
Nyonya Harry pun berdiri disamping menantunya dan memegang pundak Cahya sambil berkata "Cahya sayang, hari ini kita akan sarapan dengan nasi tumpeng ini, untuk itu kau harus memotongnya dan membagikannya kepada kami semua yang ada disini"
"Tapi sebelum memotong jangan lupa make a wish dulu kak" Sahut Adri.
Dan lagi Cahya menutup matanya dan kali ini ia memanjatkan permintaan agar Tuhan selalu menjaganya dan bayinya. Cahya memotong tumpengnya dan memberikan ke semua orang sambil menanyakan mereka menginginkan lauk apa.
Suasana sarapan pagi ini sangat hangat dan penuh kebahagiaan. Semua orang terlihat sangat bahagia dan juga mereka membahas tentang liburan yang akan diadakan siang nanti. Ternyata Ariel dan Elea juga akan turut ikut serta, Ariel sudah memesan villa sendiri, semua orang menyadari jika memang penganti baru pasti butuh privasi. Sayangnya Randy dan Chitra tidak bisa ikut karena sudah ada janji lain sebelumnya.
"Ma, setelah ini aku mau antar Cahya ke rumah sakit sebentar untuk periksa sejak kemarin dia sakit kepala"
Nyonya Harry melihat ke arah menantunya yang duduk disebelahnya. "Kamu sakit Ca? Apa kita batalkan saja liburannya, kamu istirahat saja ya? Kita bisa berangkat lagi kapn-kapan" Ucap Nyonya Harry dengan suara lembut.
"Ah tidak Ma, kita tetap berangkat, aku hanya ingin periksa saja, tidak perlu khawatir"
"Oke baiklah, kalian hati-hati ya"
****
Aditya dan Cahya akhirnya sampai dirumah sakit. Cahya sudah mengatur janji dengan dokter kandungannya yang dulu juga mengurus kehamilan pertamanya. Aditya bingung kenapa istrinya membawanya untuk menunggu didepan ruangan dokter kandungan, sebelum dia mengajukan pertanyaan pada Cahya, ponselnya berbunyi dan mendapat telepin dari kantornya.
"Sebentar sayang, Maysa menelepon, mungkin ada urusan pekerjaan"
Seorang perawat keluar dari ruangan itu dan memanggil Cahya untuk masuk, dan Aditya masih menelepon diujung koridor. Cahya akhirnya masuk dan langsung menceritakan kepada dokter tentang hasil dari test kehamilan yang dilakukannya tadi pagi. Dokter pun akhirnya menyarankan untuk Usg agar bisa mengetahui pebih jelas.
Cahya naik ke tempat tidur sementara dokter dan perawat memulai persiapan untuk Usg. Disaat yang bersamaan Aditya masuk ke ruangan itu dengan rasa khawatir sekaligus bingung.
"Gimana udah teleponnya? Apa ada masalah dikantor?" Tanya Cahya.
"Tidak, hanya ada pengaturan pertemuan saja dengan client, ini ada apa kenapa kita disini, bukannya kamu..." Belum selesai Aditya berbicara, dokter sudah memulai memeriksa Cahya. Aditya bingung dan mencoba mencari jawaban pada istrinya tetapi hanya senyuman yang didapatnya.
"Kantung kehamilan sudah terlihat, usianya sekitar 7 sampai 8minggu"
Aditya terlihat terkejut dan memandang Cahya kebingungan. "Kamu hamil?" Ucapnya pelan, dan Cahya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.
"Wah ternyata ada 2 kantung kehamilan, dipastikan anda hamil bayi kembar"
"Saya hamil bayi kembar dok??"
"Iya bu, anda bisa lihat ini, ada 2 kantung kehamilan"
Aditya dan Cahya pun saling berpandangan kebingungan dan tidak percaya. "Tapi kami tidak punya keturunan kembar dikeluarga kami dok, itu bisa terjadi?" Ungkap Aditya bingung.
"Tentu saja bisa pak, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan perempuan hamil bayi kembar walau tidak memiliki keturunan gen kembar dari keluarganya, salah satunya berasal dari makanan atau minuman seperti susu yang mengandung tinggi protein, baiklah saya akan mencetak hasil usg nya dan saya akan resepkan vitamin untuk ibu Cahya"
****
Akhirnya Cahya dan Aditya pulang dengan perasaan campur aduk, antara bahagia, terharu dan tidak menyangka jika kali ini mereka dianugrahi bayi kembar setelah sebelumnya mereka kehilangan bayi mereka. Aditya tidak bisa menggambarkan perasaannya saat ini, entah ini sebuah kebetulan atau memang Tuhan mengganti kehilangan mereka dengan kehadiran.
Cahya melihat ke arah Aditya yang mengemudi, tak disangka ternyata suaminya meneteskan airmata.
"Kamu nangis ya?" Suara Cahya mengejutkan Aditya, segera Aditya mengusap airmatanya.
"Kenapa tidak bilang sebelumnya jika kamu akan mengajakku kesana? Kau jahat sekali"
"Maaf, aku hanya ingin memastikan saja, kenapa kamu malah menangis?"
"Tidak, aku hanya tidak menyangka Tuhan begitu baik pada kita, dia mengganti kehilangan kita menjadi double"
"Sama, aku juga tidak menyangka, dulu aku terlalu larut dalam kesedihanku hingga aku sering menyalahkan Tuhan atas apa yang menimpaku, tetapi ternyata ia sangat mencintaiku dan memberikan pengganti untuk semua kesedihanku"
"Kali ini kita berdua harus saling menjaga, dan jangan pernah melakukan kesalahan yang sama lagi" Aditya menggenggam tangan Cahya lembut.
Aditya dan Cahya akhirnya memutuskan untuk memberitahukan kabar bahagia ini saat liburan nanti, agar menjadi surprise untuk semua orang. Mereka berdua yakin pasti kabar kehamilan Cahya kali ini akan membuat keluarganya sangat bahagia terlebih lagi kali ini Cahya hamil 2 bayi sekaligus. Bagi Cahya ini adalah kado terindah dihari ulang tahunnya, dia hanya berharap semoga kehamilannya kali ini diberi kelancaran hingga hari melahirkannya tiba.