SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 135



Aditya dan Cahya akhirnya sampai disebuah toko perlengkapan bayi yang cukup besar dan terlengkap. Mereka langsung berjalan masuk dan mulai berkeliling. Seperti terhipnotis Cahya sangat bersemangat memilih berbagai pakaian yang terlihat sangat lucu, dia langsung terbayang bagaimana bayi mereka akan sangat menggemaskan saat memakai pakaian-pakaian itu. Cahya dan Aditya memilih beberapa pasang pakaian dengan 2 warna yang berbeda yaitu warna pink dan biru muda. Karena terlalu bersemangat, untuk pakaian saja troli yang didorong Aditya telah terisi setengah bagian.


"Sepatu..... Ayo sayang kita kesana..." Gumam Cahya sambil menunjuk kearah tempat sepatu bayi berada dan langsung kesana.


"Wahhh semuanya terlihat sangat lucu dan menggemaskan, aku bingung memilihnya, kau jangan diam saja ayo bantu memilih" Gumamnya lagi.


"Kau ambil saja semuanya jika kau menyukainya, atau kalau kau mau, aku bisa membeli toko ini untukmu jadi kau tidak perlu repot-repot memilih, kalau butuh tinggal ambil saja, aku akan menghubungi Maysa agar mengurus pembelian toko ini" Aditya mengambil ponsel disakunya dan berniat menghubungi Maysa sekretarisnya lalu menempelkan ponselnya ditelinga.


"Eh kau mau apa?" Ucap Cahya panik dan langsung menarik tangan Aditya yang sedang memegang ponselnya.


"Aku mau menghubungi Maysa untuk mengurus pembelian toko ini, aku ingin membeli toko ini untukmu hahahaha aku bercanda, ambillah semua yang kau sukai dan kita segera pulang, aku tidak mau kau terlalu lelah jika berdiri dan berjalan terlalu lama, ayo"


Cahya memukul bahu Aditya kesal. "Kau ini senang sekali mengerjaiku".


Setelah menghabiskan waktu cukup lama, akhirnya mereka keluar dengan barang belanjaan mereka yang cukup banyak sampai harus dibantu oleh pegawai toko itu. Tidak lupa Cahya dan Aditya juga membeli sebuah stroller khusus untuk bayi kembar. Benar saja mobil Aditya penuh dengan belanjaan mereka.


*****


Chitra mengantar Cheryl ke kamar yang sudah disediakan lalu menyuruhnya untuk beristirahat dan meninggalkannya. Cheryl mulai mengeluarkan semua pakaiannya dari koper dan menaruhnya di lemari. Dia mengusap lembut pakaian tidur sutra berwarna peach kesayangannya sambil tersenyum lalu menutup lemarinya.


Cheryl kembali duduk diatas ranjang dan mulai berpikir tentang langkah selanjutnya yang harus dia susun. Kali ini dia sudah berhasil menemukan apa yang dicarinya dan sudah dia tunggu selama berbulan-bulan. Cheryl tidak boleh lagi bertindak gegabah kali ini jika tidak, Aditya pasti akan bisa bersikap seperti dulu lagi, dan justru usahanya selama ini akan gagal lagi, semua harus dilakukan dengan hati-hati. Aditya adalah lelaki yang cerdik dan pandai membaca situasi, Cheryl benar-benar harus bisa mengimbangi kecerdikan Aditya, jika tidak semua akan berakhir.


Cheryl yakin, Aditya dan Cahya pasti akan datang diacara pertunangan Chitra, mengingat sepertinya ada kedekatan khusus diantara Chitra ataupun Randy dengan mereka berdua terlihat dari postingan dimedsos milik Chitra. Bahkan dia juga menemukan akun medsos milik Cahya dan sahabatnya yang pernah dia temui di Swiss saat itu, dan mereka bertiga memiliki kedekatan khusus sebagai sahabat begitu juga dengan pasangan mereka, 3 pria itu juga ternyata bersahabat sejak masih dibangku sekolah. Sebuah kebetulan yang tidak terduga dan itu akan sangat menguntungkan untuknya.


****


Aditya dan Cahya sampai dirumah dan langsung menyuruh securitunya untuk membawa semua barang belanjaan mereka ke dalam rumah. "Wah kalian sudah pulang, belanjaannya banyak sekali" Mama Aditya yang turun dari tangga tampak terkejut melihat barang-barang yang dibawa oleh Securitynya masuk ke dalam kamar tamu.


"Iya Ma, menantu mama ini bahkan memintaku untuk membeli toko nya sekaligus karena dia bingung memilih" Sahut Aditya.


"Mama harus lihat semuanya ya, apa pilihanku dan Aditya bagus, ayo Ma"


"Adit sayang, kenapa kau menaruh semuanya disini kenapa tidak dikamarmu saja, kan sedang tidak kalian tempati?"


"Mama ini, kan kamarnya akan aku renovasi lagi untuk digabung dengan kamar bayinya, setelah selesai direnovasi aku baru akan memanggil desaign interior untuk kamar bayiku, lagipula kamar sementara yang kami tempati sekarang juga sangat sempit, jadi ya sementara semua ini aku taruh disini dulu sambil menunggu semuanya beres"


"Kau ini" Gumam Nyonya Harry lalu melanjutkan acara bongkar-bongkar belanjaan bersama Cahya.


***


Hari pertunangan Randy dan Chitra pun tiba, semua anggota keluarga Aditya sudah bersiap berangkat, Mama Papanya termasuk Adri, Cahya dan Chika serta ibunya. Mereka berangkat dengan 2 mobil berbeda, dimana Aditya dan Cahya akan bersama Mama dan Papanya, sedangkan Adri bersama Chika dan Ibunya.


Disisi lain, Cheryl sudah tidak sabar menunggu kedatangan Aditya dan Cahya. Dia memutuskan untuk tidak menunjukkan dirinya dan hanya akan mengawasi saja. Cheryl beralasan sedang flu kepada orangtua Chitra jadi harus memakai masker untuk menutupi wajahnya, serta memakai softlens khusus agar tidak mudah dikenali oleh Aditya nantinya.


Yang ditunggu Cheryl pun tiba juga, dari kejauhan dia melihat kedatangan Aditya dengan tampannya, dia memakai setelan jas dan warna kemeja yang senada dengan gaun yang dipakai Cahya. Senyum keduanya tidak pernah hilang dan beberapa orang menyapa mereka. Sedangkan Cheryl melempar senyum jahatnya dibalik masker yang dipakainya. "Permainanku akan segera dimulai hari ini" Gumamnya.


Cheryl terus saja mengawasi gerak-gerik Cahya dan Aditya selama acara berlangsung, bahkan dia seolah tidak peduli dengan acara pertunangan sepupunya itu dan lebih fokus kepada targetnya. Bagaimanapun kali ini dia harus berhasil menyelesaikan tujuannya yang sempat tertunda dulu. Sampai akhirnya acara itu selesai juga, melihat beberapa tamu sudah mulai berpamitan, Cheryl bergegas meninggalkan gedung itu.


Cheryl berjalan kearah tempat parkir dan masuk kedalam mobil milik om nya yang sudah diserahkan padanya untuk dipakainya selama tinggal disini. Cheryl terus memperhatikan satu persatu tamu undangan yang keluar dari tempat acara. Cukup lama dia menunggu hingga akhirnya dia melihat Cahya sedang berjalan keluar dengan dua wanita berumur diikuti dibelakangnya ada Aditya yang sedang asik mengobrol dengan pria yang juga berumur yang sepertinya itu adalah ayah dari Aditya, mengingat tadi mereka datang bersama.


"Kalian tunggu disini saja, aku akan mengambil mobil diparkiran, Adri cepatlah" Aditya memanggil Adri yang sedang berjalan bersama Chika dibelakang.


Aditya dan Adri berjalan ke parkiran dan masuk ke mobil masing-masing, lalu menghampiri keluarganya. Akhirnya 2 mobil itu berjalan keluar dan diam-diam Cheryl mengikuti mereka dari jarak yang dia rasa cukup aman.


Cheryl terus mengikuti 2 mobil didepannya, dimana mobil paling depan adalah milik Aditya. Ditengah jalan ternyata mobil Adri melaju terpisah, Cheryl lagi-lagi tersenyum senang karena dia tidak perlu lagi bersusah payah mengejar Aditya yang saat ini berada didepannya. Perlahan dia tetap mengikutinya sampai akhirnya mobil Aditya masuk ke kawasan perumahan mewah yang sangat dikenal oleh Cheryl, itu adalah tempat yang sama dimana dia sekarang tinggal dirumah Chitra. "Apa mereka tinggal disini? Kalau memang benar berarti pekerjaanku akan semakin mudah" Gumam Cheryl dan dia pun terus mengikuti kemana Aditya pergi.


Sampai akhirnya mobil mewah Aditya berhenti didepan sebuah rumah mewah dengan dikelilingi gerbang yang terlihat elegan. Seorang security dari dalam membuka pagar itu dan mobil Aditya langsung masuk. Cheryl yakin bahwa itu memang rumah Aditya, saat dia mencoba mendekat gerbang itu sudah ditutup kembali dan dia tidak bisa melihat apapun karena gerbang itu terbuat dari kayu dan tentu saja lebih tertutup tidak seperti gerbang pada umumnya.


"Baiklah yang kucari sudah kutemukan, aku akan menghancurkan siapapun yang mencoba menghalangiku" Ucap Cheryl dengan tatapan menajam kearah rumah Aditya.