
Sesampainya dirumah Cahya langsung mencari Aditya diruang kerjanya tetapi tidak menemukannya lalu dia berlari menuju lantai dua dan membuka kamar tetapi lagi-lagi Aditya tidak berada disana, kemudian mendengar suara dari kamar mandi, ungkin Aditya sedang berada dikamar mandi pikir Cahya, dia duduk di sofa dan menunggu Aditya keluar. 10 menit kemudian Aditya keluar dan baru selesai mandi, dia melihat Cahya sedang duduk ternyata istrinya itu memutuskan untuk pulang dengan sendirinya.
“ Ca, kamu sudah pulang, baru saja aku berniat akan menjemputmu” mendengar suara Aditya, Cahya langsung berdiri dan mendekati Aditya.
“ Iya, aku tadi mencarimu diruang kerja tapi kau tidak berada disana dan aku mencari dikamar ternyata kau sedang mandi, Aditya maafkan atas tingkah kekanak-kanakanku tadi, aku juga sudah menamparmu tanpa mendengar penjelasan darimu, maafkan aku?”
“ Tidak apa-apa, yang penting kau sudah pulang dan tidak marah lagi padaku, beristirahatlah, aku akan ganti baju dulu”
Aditya tersenyum dan mengelus kepala Cahya lalu membalikkan badannya untuk pergi ke ruang ganti karena dia hanya berbalut handuk setelah mandi, baru 3 langkah dia melangkah tanpa diduga Cahya langsung memeluknya dari belakang membuat Aditya tertegun sejenak kemudian melepaskan perlahan tangan Cahya yang melingkar diperutnya lalu membalikkan badannya.
“ Ca, kau kena...” belum selesai bicara tiba-tiba Cahya menjinjitkan kakinya dan langsung mengecup bibirnya, sejenak Aditya masih tertegun dengan sikap Cahya tetapi merasakan jika Cahya sedang menunggunya untuk membalas ciumannya, ia pun langsung menyadarinya dan langsung memberi jalan kepada istrinya itu, Aditya sedikit menunduk memegang kepala Cahya dengan kedua tangannya lalu mulai membalas perlahan ciuman istrinya, mencecapnya perlahan menikmati setiap detiknya, momen seperti inilah yang sudah Aditya tunggu dari lama.
Semakin lama ciuman itu semakin dalam, Aditya sesekali memainkan lidahnya, mereka berdua saling menikmatinya hingga Aditya menyadari ada sesuatu di dirinya yang juga ikut bereaksi akibat ciuman itu. “ Tidak, tidak boleh terjadi, aku harus bisa menahannya, ini bahaya” Ucap Aditya dalam hati, dan perlahan melepaskan bibirnya agar bisa segera pergi supaya Cahya tidak melihat apa yang terjadi pada dirinya.
Aditya tersenyum setelah menyelesaikan moment romantis itu dan berbalik badan untuk segera pergi dari hadapan istrinya, tetapi tampaknya Cahya menyadari apa yang sedang terjadi, saat ciuman tadi dia merasakan sesuatu yang mengganjal pada diri Aditya, baru selangkah beranjak Cahya langsung menarik tangan Aditya dan langsung berdiri dihadapannya dan memeluknya sambil membisikkan sesuatu ditelinganya.
“ Aku menginginkanmu menjadi suamiku, dan aku akan melakukan tugasku sebagai istrimu yang sesungguhnya” suara Cahya terdengar lirih yang seketika membuat Aditya merinding mendengarnya serta tidak yakin dengan apa yang baru saja dia dengar.
“ Apa??” Tanya Aditya yang masih tidak percaya, tetapi kemudian masih dalam posisi memeluknya tanpa diduga Cahya melepaskan handuk yang membalut perutnya, seketika Aditya menyadari bahwa Cahya memang benar-benar sudah siap untuk dirinya dengan segera dia mendorong Cahya perlahan ke tembok dan mulai menciumi istrinya lagi, mencecap perlahan dan semakin dalam, perlahan Aditya melepaskan resleting dress yang dipakai Cahya dan melihat payudarra milik Cahya yang bersembunyi dibalik penutupnya. Terlihat sangat ranum dan dengan segera dia berusaha menyingkirnya lalu berhasil, sejenak ia merasa tersanjung dengan yang ada dihadapannya itu, dia pun perlahan memainkan mainan baru yang ada dihadapannya lalu mengulumnya dan memainkannya dengan lidahnya membuat Cahya semakin terbang tak terkendali karena menikmatinya.
“ Aditya, stop, ahh kau.... apa yang kau lakukan....”
“ Peganglah, lalu gerakkan tanganmu perlahan seperti ini, ohhh shittt, jangan berhenti sayang, lakukan perlahan” Aditya menikmati setiap gerakan tangan Cahya dan mendessah pelan.
“ Oohhhh Shiitt kau membuatku gila Ca, sekarang buka mulutmu lakukan seperti yang aku lakukan pada aset kembarmu itu, mainkan lidahmu di ujung senjata ini” Perintah Aditya, Cahya terlihat menolak tetapi dengan pelan Aditya membimbingnya dan Cahya pun akhirnya menurutinya walau sedikit ragu.
Melihat Cahya masih seperti enggan, Aditya pun menyuruhnya untuk berhenti, dia tidak ingin pengalaman pertama ini membuat Cahya tidak nyaman, dengan segera dia membantu Cahya berdiri lalu mengangkatnya dan membawanya ke atas ranjang dan membaringkannya.
Aditya mencium kening Cahya lalu beralih ke matanya kemudian hidungnya serta bibirnya, semakin kebawah menuju lehernya dan melanjutkan ke Dada Cahya bertemu lagi dengan payudarranya yang ranum,perlahan-lahan menuju ke bawah sampai ke perut Cahya lalu melihat hal yang paling istimewa masih tersembunyi di balik sutra putih yang membungkusnya dengan segera Aditya melepaskannya membuat Cahya seketika menutup kedua pahanya.
“ Kau bilang kau mau menjadi istriku yang sesungguhnya kenapa kau malah menutup dirimu sayang?? Bukalah akan kuwujudkan permintaanmu” Ucap Aditya, saat itu juga Cahya perlahan membuka pahanya membuat Aditya takjub dengan pemandangan didepannya, seketika Aditya sudah tidak bisa menahan dirinya, perlahan dia mulai menyatukan dirinya dengan Cahya, agar Cahya merasa nyaman, Aditya melakukan pengenalan terlebih dulu dengan menggesekkannya perlahan ketika dirasa sudah siap, Aditya perlahan mulai mencari jalan dan menemukan penghalangnya.
“ Sayang, kali ini aku ijinkan kau memukulku, mencakarku, bahkan kau boleh menggigitku untuk melampiaskan rasa sakitmu, tetapi maaf aku tidak bisa berhenti jika kau memintaku berhenti karena itu justru akan menambah rasa sakitmu, lakukan apapun yang kau mau saat kau merasa tidak nyaman, ini hanya berlangsung sebentar setelahnya kau akan merasakan kenikmatan yang luar biasa, kau siap??” Tanya Aditya dan dia mendapatkan persetujuan dari Cahya lewat anggukan kepala.
Perlahan akhirnya Aditya menembus penghalang itu dan Cahya berteriak kesakitan sambil mencengkram pundaknya dengan sangat keras, lalu terlihat ada airmata yang keluar dari sudut mata Cahya, Aditya bergerak secara pelan dan perlahan, suara isakkan dari Cahya membuatnya tidak tega tetapi dia tidak bisa menghentikannya, untuk mengalihkan istrinya dari kesakitan Aditya mencium bibir Cahya dan mencecapnya perlahan sambil terus memberikan gerakan naik turun secara perlahan, kemudian dia menyadari sepertinya Cahya sudah mulai menikmati gerakan yang dilakukannya dan melepaskan bibirnya dan membisikkan sesuatu pada Cahya.
“ Bagus sayang, kau sudah mulai menikmatinya, sekarang kita akan selesaikan ini dan aku akan membawamu menuju kenikmatan yang sesungguhnya”
Aditya sedikit mempercepat gerakannya tetapi tidak kasar, ******* Cahya membuatnya semakin menikmati setiap detiknya dan akhirnya Aditya membawa Cahya terbang kedalam kenikmatan, mereka berdua mendesah panjang menikmati hangatnya penyatuan mereka. Perlahan Aditya melepaskan dirinya dari Cahya, istrinya itu sedikit mengernyit ketika dia melepaskan dirinya, lalu berpindah ke samping Cahya dan mencium keningnya dan mengucapkan terima kasih karena telah menjadikannya suami yang sesungguhnya.
Cahya memberikan senyumnya yang paling indah lalu mendekatkan kepalanya ke dada Aditya dan tak berapa lama Cahya langsung tertidur membuat Aditya langsung memeluknya dan mereka tertidur setelah percintaan romantis yang baru saja mereka lakukan.