SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 405



Gienka benar-benar menepati janjinya menjemput Kyra. Gienka menekan klakson mobilnya dan dengan cepat security rumah Kyra membuka gerbang ketika melihat mobil Gienka yang sudah sering datang kesini. Gienka keluar dari mobilnya dan terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna orange dan tatanan rambut yang simple tetapi tetap terlihat elegan.


Cahya mengetuk pintu kamar Kyra dan memberitahu jika Gie ka sudah datang untuk menjemputnya. Pintu kamar dibuka, Cahya tersenyum melihat Kyra tampil cantik dengan gaun yang dipakainya. Pipi Kyra memerah mendengar pujian dari Amamnya, kemudian mengajaknya untuk turun.


"Kalian jagan pulang terlalu larut walaupun besok hari minggu" Ucap Cahya memperingatkan kedua sahabat itu.


"Tenang saja Aunty Ca, kita akan kembali sebelum jam sebelas"


"Apa kalian akan pergi berdua saja? Apa Zayan tidak ikut???" Tanya Aditya.


Mendengar pertanyaan itu, Kyra dan Gienka saling berpandangan, bingung akan menjawab apa, mengingat Kyra sendiri belum mengatakan kepada kedua orangtuanya jika dia sudah putus dari Zayan. Tidak ingin membohongi kedua orangtuanya, Kyra pun hanya menjawab dengan gelengan kepala saja. Seolah tahu apa yang ada di pikiran Kyra, Gienka langsung berpamitan keoada Cahya dan Aditya agar bisa segera berangkat bersama Kyra.


Didalam mobil wajah Kyra terlihat sedih, dia kembali teringat dengan Zayan. Kyra juga bingung bagaimana akan menjelaskan semuanya pada orangtuanya jika dia sudah berpisah dari Zayan, mengingat mereka juga sangat menyukai lelaki itu. Dan Zayan juga sering ke rumah untuk menjemputnya, tetapi tentu saja setelah berpisah, Zayan tidak pernah lagi datang ke rumah.


"Ra, please jangan menangis, nanti make up mu akan hilang...!!" Gienka mencoba mengalihkan kesedihan Kyra, karena dia sangat tahu sekali saat ini Kyra sedang dilingkupi kegusaran.


"Apa sih Gie....!! Aku hanya bingung saja bagaimana harus menjelaskan kepada mereka! Terutama Apap, dia pasti akan marah besar, aku sendiri terkadang bingung kenapa Zayan memilih jalan yang seperti itu untuk meninggalkanku, harusnya dia bisa mengatakan secara langsung jika memang sudah tidak nyaman denganku, tetapi dia justru melakukannya dengan begitu jahat"


"Itulah yang tidak aku sukai dari laki-laki, mereka suka berbuat seenaknya tanpa berpikir lebih dulu, dan kau juga jangan terus menghindar, katakan saja apa yang sebenarnya terjadi pada orangtuamu, kau pasti bisa meyakinkan mereka berdua"


"Ya Gie, bagaimanapun aku memang harus mengatakan semuanya kepada Amam dan Apap...!"


Gienka melempar senyumnya pada Kyra dan menepuk pundak sahabatnya itu untuk memberikan dukungannya. Gienka sangat tahu bahwa Kyra sangat mencintai Zayan dan perpisahan mereka membjat Kyra bersedih tetapi Kyra mencoba menguatkan hatinya dan berusaha tidak larut dalam kesedihannya.


★★★★★★


Gienka dan Kyra sudah sampai di tempat pesta, mereka mulai masuk dan pesta sudah dimulai. Gienka menghampiri beberapa kenalannya dan memperkenalkan Kyra kepada mereka. Sayangnya Gienka tidak menemukan sang pemilik pesta yang saat ini entah berada dimana.


Suasana pesta cukup meriah dan banyak sekali tamu yang datang. Sambil mengobrol dan menikmati minuman, Kyra tiba-tiba ingin ke kamar mandi. Dia pun berbisik kepada Gienka untuk pergi ke kamar mandi sebentar. Gienka mengangguk dan menyuruh Kyra agar kembali kesini lagi dan dia akan menunggu.


Kyra berjalan melewati beberapa orang dan mencari toilet. Senyumnya sedikit melebar ketika akhirnya dia menemukannya dan bergegas kesana. Tetapi saat akan memasuki toilet itu tiba-tida dia berhadapan dengan seorang perempuan yang pernah dilihatnya. Mereka saling bertatapan dan perempuan itu terkekeh ketika melihat Kyra. Senyum mengejeknya itu membuat Kyra mengernyit tetapi dia memilih untuk tidak mengatakan apapun. Kyra memundurkan langkahnya dan bergerak ke samping memberikan jalan kepada perempuan itu, tetapi bukannya pergi perempuan itu justru kembali menertawakan Kyra.


"Woopsss.... Akhirnya aku bisa bertemu juga denganmu secara langsung, hahaha kau memang cantik tapi tidak pandai dalam menyenangkan kekasihmu, pantas saja Zayan sering mengeluhkanmu padaku bahwa kau selalu menolak keinginannya untuk menyenangkannya, dan akhirnya aku bertemu dengan perempuan sok suci itu disini, pantas saja Zayan meninggalkanmu dan lebih memilihku" Ucap Jelena.


Jelena adalah kekasih baru Zayan yang tak lain selingkuhan Zayan ketika masih berpacaran dengan Kyra. Dia datang kesini karena ajakan dari temannya, jadi tidak mengajak Zayan. Jika saja dia tahu bahwa akan bertemu dengan Kyra, sudah pasti dia akan mengajak Zayan dan memamerkannya pada Kyra. Sangat menyenangkan baginya jika bisa membuat jengkel orang lain.


"Berani sekali kau mengabaikanku, awas saja, aku akan memberimu pelajaran...!" Ucap Jelena dengan raut wajah kesal karena diabaikan oleh Kyra.


Di dalam toilet, Kyra meneteskan airmata dan kenapa juga dia harus bertemu dengan Jelena disini yang justru membuat moodnya berubah seketika padahal niatnya kesini untuk bersenang-senang. Kyra menyeka airmatanya, mengusapnya dengan cepat, dia teringat bahwa dia tidak boleh terlalu memikirkan Zayan.


Dan akhirnya sekarang Kyra tahu alasan lelaki itu meninggalkannya adalah karena dia selalu menolak permintaan Zayan untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Karena Kyra berpegang teguh pada prinsip serta ajaran Amamnya bahwa perempuan harus bisa menjaga dirinya dengan baik sampai menikah, karena hadiah terbaik untuk seorang suami dari istrinya adalah kehormatan yang dijaga dengan baik hanya untuk dirinya. Dan karena itulah Kyra sebisa mungkin menjaga dirinya dari itu semua. Meskipun Kyra sendiri tidak bisa memungkiri bahwa terkadang dia sempat berpikir untuk melakukannya tetapi selalu dia tepis ketika mengingat pesan dari Amamnya. Kyra sendiri membiarkan Zayan saat lelaki itu mencium bibirnya, tetapi hanya sekedar itu, tidak pernah lebih. Dan jika mereka terlalu larut dalam suasana itu, Kyra segera menghentikan Zayan agar tidak bersikap berlebihan yang akan membuat keduanya lupa.


Kini Kyra sudah mengerti kenapa Zayan lebih memilih Jelena daripada dirinya. Tidak apa, setidaknya Tuhan sudah menunjukkan kepadanya bahwa Zayan bukankah laki-laki yang baik untuk dirinya. Dan Kyra bersyukur bisa lepas dari laki-laki seperti Zayan yang hanya menginginkan tubuhnya bukan cinta dan ketulusannya.


Kyra menatap wajahnya di cermin, dan menyeka bekas airmatanya yang masih ada di pipinya. Setelah memastikan wajahnya sudah tidak ada bekas airmata, Kyra pun beranjak meninggalkan toilet. Saat langkahnya baru saja sampai di depan pintu toilet, tiba-tiba Kyra menyandung sesuatu yang menbuatnya langsung jatuh tersungkur ke depan.


Brukkk....


"Auuuuwwww" Teriak Kyra kesakitan.


Tetapi belum sempat berpikir, Kyra mendengar suara tawa dari belakangnya dan ketika menoleh dia menemukan jelena berdiri bersandar di tembok dengan sebelah tangan dilipat, sebelah tangannya lagi menutup mulutnya yang sedang tertawa. Kyra pun menyadari bahwa yang disandung oleh kakinya adalah kaki Jelena yang sengaja di lintangkan di tengah pintu sehingga tanpa melihat dan menyadari, akhirnya dia tersungkur. Jelas sekali tawa puas Jelena ketika melihat Kyra jatuh dan kesakitan.


"Rasakan itu.... Dasar perempuan sok suci...! Kau pada pikir kau siapa berani mengabaikan ucapanku tadi, asal kau tahu kecantikan dan sikap sok polosmu itu sama sekali tidak mencerminkan siapa dirimu sebenarnya, kau tetaplah sama dengan yang lain, pura-pura suci dan menolak laki-laki tapi sebenarnya kau itu juga perempuan gampangan!" Ujar Jelena.


Setelah membuat Kyra jatuh, Jelena pun hendak pergi meninggalkannya tetapi sebelum itu, Jelena justru dengan sengaja menginjak tangan Kyra membuat Kyra berteriak kesakitan karena sepatu hak tinggi yang dipakai Jelena. Hak sepatu itu langsung membekas di punggung tangan Kyra, membuat Kyra mengibas-ngubaskan tangannya karrna rasa sakit yang luar biasa yang dirasakannya. Dan tidak sampai disitu, Jelena pun mendorong tubuh Kyra ke belakang, lalu melenggang pergi sambil tertawa.


"Auuuuwww.... Aaarggghhh sakit sekali.....!!!" Kyra pun mulai terisak karena sakit yang dirasakannya juga karena dia tidak habis pikir, Jelena bisa melakukan ini kepadanya. "Shhhhh sakit sekali.....!!!" Kyra memejamkan matanya sambil mengibaskan tangannya dan mencoba meniupnya.


Tiba-tiba seseorang menghampiri Kyra, duduk berjongkok dan memegang tangan Kyra yang tadi di injak oleh Jelena. "Kau tidak apa-apa???" Tanya orang itu.


Kyra membuka matanya dan menemukan seorang laki-laki di depannya. Wajah Laki-laki itu terlihat khawatir dan meniup-niup punggung tangan Kyra. Sedetik kemudian Kyra tersadar dan menjawab pertanyaan laki-laki itu.


"Sakit sekali...!" Kyra masih meringis.


"Berdirilah..! Aku akan membantumu mengobati ini, ayo...!!" Ucap laki-laki itu. Dia pun membantu Kyra berdiri, tetapi kemudian Kyra berteriak lagi karena kakinya sepertinya juga terkelir, mengingat dia memakai heels yang cukup tinggi dan saat terjatuh tadi juga membuatnya refleks menyeimbangkan tubuhnya sayangnya dia tetap tersungkur. Dan dengan cepat laki-laki itu menopang Kyra, dan mereka berdua saling bertatapan dalam diam.


Refleks Kyra mengagumi wajah laki-laki itu, dengan bergumam dalam hatinya bahwa laki-laki didepannya ini begiti manis dan aroma parfumnya sangat menenangkan. Hal yang sama juga dilakukan oleh laki-laki itu, dimana dia mengagumi kecantikan Kyra.