SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 375



Sesuai janjinya setelah mengunjungi kantor Ariel, Aditya menjemput Cahya di kediaman Mama dan Papanya, dimana tadi siang istrinya itu menjemput Kyra dan Kyros disekolahnya kemudian mengantar keduanya ke kediaman sementara orangtuanya. Selain menjemput Cahya, dia juga akan berbelanja bahan pokok yang sudah hampir habis di kulkas mereka. Aditya memarkir mobilmya di depan garasi. Tampak kedua bodyguard anaknya ada di depan rumah, Aditya turun dari mobil dan menyuruh mereka agar tidak lengah dalam mengawasi kedua anaknya, mengingat ini adalah cluster dimana tidak ada tembok atau gerbang yang mengelilingi rumah ini. Dan harus langsung menutup pintu garasi agar Kyra dan Kyros tidak bisa keluar rumah dengan mudah.


Setelah berbicara dengan kedua bodyguard anaknya, Aditya masuk ke dalam rumah melalui garasi dan langsung disambut si kembar yang ternyata sedang bermain di ruang keluarga.


"Kau kesini lebih cepat Dit?? Mana Papamu??" Tanya Nyonya Harry.


"Aku dari kantor Ariel Ma..!"


"Oh... Pantas saja kau pulang lebih cepat..! Cahya sedang mengambilkanmu minum, duduklah dan awasi anak-anakmu bermain, Mama akan mandi dulu"


Aditya mengangguk pada sang Mama, kemudian mengajak Kyra dan Kyros ke kolam renang.


Cahya membuat minuman untuk Aditya serta susu untuk si kembar. Cahya keluar dari dapur tiba-tiba terdengar panggilan dari luar, itu terdengar seperti suara Adri. Cahya berjalan ke ruang tamu dan benar saja dari dalam dia bisa melihat adiknya serta Adri berdiri di depan pintu. Cahya meletakkan nampannya di meja kemudian membuka pintu untuk keduanya.


"Kalian...???" Cahya memeluk Chika. "Kalian datang kesini??? Aku pikir kalian akan pulang ke Deimos karena tadi aku kesana untuk membereskan barang-barang Adri!"


"Kami akan pulang kesana kak nanti, kami kesini untuk mampir saja sebentar, Adri kangen Mama dan Papa" Jawab Chika.


"Owh.... Aku pikir mungkin kalian mau menginap disini, ayo masuk, Mama sepertinya sedang mandi, dan Adit ada dibawah dengan anak-anak" Cahya tersenyum, tetapi kemudian melihat ke arah Adri yang tampak aneh dan sikapnya tidak seperti biasanya.


Melihat Cahya di depannya, Adri menjadi tidak nyaman karena mengingat kejadian beberapa hari yang lalu tentang permasalahan permen itu, dia memang sangat bodoh sekali, kenapa saat itu tidak mencaritahu lebih dulu siapa yang menjawab panggilannya. Kakak iparnya itu pasti diam-diam sudah menertawakannya kemarin, atau mungkin Cahya sudah mencelanya karena sudah memakan permen semacam itu hanya untuk mendapatkan kesenangan. Adri benar-benar malu sekali kepada Cahya.


Cahya memandang Adri dari atas sampai bawah, dan mulai menyadari bahwa adik iparnya itu sepertinya merasa tidak nyaman. "Adri...??? Kau kenapa??? Apa kau baik-baik saja???" Tanya Cahya.


"Ya kak... Tentu saja!" Jawab Adri dengan gugup.


Cahya tersenyum, mungkin Adri tengah malu karena kejadian telepon beberapa waktu yang lalu. Aditya memang payah dan konyol sekali sudah menempatkan Adri dalam keadaan seperti ini. Permen itu memang selalu meresahkan. Cahya kemudian menyuruh Chika dan Adri agar segera masuk ke dalam rumah.


Adri dan Chika turun ke lantai satu, sementara Cahya membat minuman tambahan lagi untuk adik serta adik iparnya yang baru kembali dari bulan madu mereka. Saat melihat Kyra dan Kyros bermain di tepi kolam renang, Chika segera menghampiri kedua keponakannya yang menggemaskan itu. Chika meluapkan kerinduannya dengan menciumi serta memeluk mereka. Sementara Adri menyalami Aditya dan memeluknya kemudian mereka duduk di sofa. Aditya bisa melihat dengan jelas kebahagiaan yang terpancar di wajah adiknya, dan mengejeknya dengan mengatakan bahwa wajah Adri sudah tidak lagi bersinar seperti sebelumnya karena adiknya sudah berhasil melepaskan keperjakaannya. Setelah mengatakan itu Aditya menertawakan Adri.


"Diamlah....!!! Karenamu aku jadi malu sekali sekarang bertemu dengan kak Cahya...!" Gumam Adri, tetapi kemudian dia memberi kode pada Aditya agar jangan berbicara karena terdengar langkah yang sedang menuruni tangga.


Benar saja, Cahya keluar dari sana dengan membawa minuman. Cahya meletakkan dua gelas minuman dan menyuruh agar kedua kakak beradik itu segera meminumnya. Lagi-lagi Cahya melihat keanehan dari Adri, adik iparnya itu menundukkan kepalanya lagi saat di depannya. Cahya tersenyum, menggelengkan kepalanya kemudian meninggalkan para lelaki diruangan itu untuk menghampiri Chika yang sedang bersama si kembar.


"Bagaimana??? Apa kau menyukai hadiahku??? Kau pasti tidak membiarkan Chika keluar dari villa?? Iya kan???" Aditya mengangkat-angkat alisnya di depan Adri setelah memastikan Cahya keluar dari ruangan itu.


"Efeknya kenapa cepat sekali, kakak bilang setengah sampai 1 jam baru terasa, tetapi itu terjadi lebih cepat"


"Ya itu karena setiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda, tetapi bukankah itu justru bagus karena kau tidak perlu menunggu terlalu lama dan bisa tancap gas...!"


"Itu salahmu sendiri, sudah menjadi kebiasaanmu tidak pernah mau memastikan dulu siapa yang mengangkat teleponmu, tapi bagaimana??? Hah??? Kau menyukainya??"


Adri tersenyum malu. "Amazing kak....! Kau benar bahwa aku tidak akan bisa membiarkan Chika keluar dari villa"


Sementara itu, Cahya memandang adiknya. Wajah Chika terlihat berseri, menandakan bahwa dia terlihat sangat bahagia. Tentu saja, karena Chika menikah dengan lelaki pilihannya sendiri. Cahya merasa senang karena adiknya bisa mendapatkan laki-laki seperti Adri yang hatinya dipenuhi dengan kebaikan dan sangat mencintai Chika. Cahya dan Chika merasa sangat beruntung memiliki mertua seperti orangtua Adri dan Aditya yang begitu baik dan menerima mereka dengan segala kekurangan yang ada, dan kasih sayang mereka begitu luar biasa.


"Lingkar matamu menghitam?? Apa Adri tidak membiarkanmu tidur malam dengan tenang???" Cahya menggoda Chika.


"Ih kakak...! Apaan sih" Wajah Chika berubah memerah karena malu dengan ucapan sang Kakak. Ya memang dia juga menyadari hal itu, lingkar matanya memang menghitam dannitu karena Adri tidak pernah membiarkannya tidur malam dengan tenang. Mereka berdua selalu tidur saat dini hari, dan saat bangun mereka melakukannya lagi, dan setiap ada kesempatan mereka akan melakukannya seolah tidak ada habisnya. Dia dan Adri benar-benar menikmati masa pengantin mereka dengan berbahagia. Adri seolah tidak memiliki rasa lelah sama sekali. Chika sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada Adri, dan berpikir mungkin semua laki-laki akan melakukan hal yang sama seperti Adri. Walaupun diawal Chika merasa tidak nyaman, tetapi lama kelamaan dia sangat menikmati dan menyukainya, bahkan perlahan dia dan Adri juga mencoba hal-hal yang baru saat melakukannya untuk mendapatkan kepuasaan yang berbeda-beda.


"Kakak...!!" Adri memanggil Aditya yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Apa...??" Jawab Aditya ketus.


"Jika kau masih memilikinya, tolong berikan aku itu lagi ya saat nanti aku pergi ke hawai, hehe...!"


Aditya mengangkat kepalanya dan memandang adiknya dengan tatapan mencemooh. "Kau beli saja sendiri...! Aku masih punya tetapi akan kupakai sendiri, kau tahu kan Kyra dan Kyros akan menginap disinj jadi aku dan Cahya bisa punya banyak waktu nanti sampai lusa"


"Beli dimana???" Tanya Adri.


"Ada banyak di marketplace, cari saja!!"


Ditengah obrolan itu, Mama Aditya akhirnya keluar dan dikejutkan dengan keberadaan Adri. Merasa rindu dengan sang Mama, Adri berdiri dan memeluknya.


Aditya melihat jam, dia harus segera pergi karena harus berbelanja dengan Cahya sebelum pulang. Tidak lupa Aditya mengingatkan Mamanya agar tidak membiarkan pintu rumah terbuka lalu Kyra dan Kyros bisa keluar dengan mudah. Dia tadi juga sudah menghubungi Randy agar mengirim 2 anak buahnya untuk datang dan membantu bodyguard menjaga rumah ini dan anak-anaknya. Semua itu Aditya lakukan untuk keamanan dari kedua anaknya, tentu dia tidak ingin hal buruk terjadi lagi pada mereka. Aditya memanggil Cahya dan mengajak istrinya itu untuk segera pergi berbelanja dan kembali ke apartemen.


"Kau tidak menunggu Papamu sampai dulu Dit??" Tanya Mamanya.


"Aku dan Cahya harus berbelanja Ma, stok bahan makanan di apartemen habis, besok atau lusa aku akan kesini lagi"


"Elehhh... Itu hanya alasan kakak saja Ma, dia mengajak kak Cahya pulang lebih cepat dan menghabiskan waktu berdua, karena di apartemen sedang tidak ada siapapun yang akan mengganggu mereka, Ky dan Kyra ada disini jadi kakak merasa bebas sekarang" Kali ini giliran Adri yang mengejek Aditya.


"Diamlah kau...!!!" Seru Aditya kesal.


Adri hanya tertawa mendengarnya, dan nyonya Harry hanya bisa tersenyum melihat kedua anaknya yang selalu saja saling mengejek saat sedang bersama. "Ya sudah, kalian berdua hati-hati, Kyra dan Ky akan mama jaga dengan baik disini, jangan khawatir"