SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 30



Aditya terbangun dan melihat jam, ternyata menunjukkan sudah pukul 7 malam, ternyata percintaannya dengan Cahya membuat mereka tertidur mungkin karena mereka terlalu menikmatinya, dia melihat istrinya masih terlelap disampingnya, dia masih tidak percaya akhirnya penantiannya selama ini berbuah manis. Cahya menyerahkannya dengan sepenuh hati membuat Aditya tidak akan pernah melupakan moment itu selamanya, bahkan rasanya tidak bisa dia gambarkan dengan kata-kata.


Aditya terbangun karena merasa sangat lapar, sejak siang dia tidak memakan apapun karena Cahya pergi dengan marah, tetapi saat kembali istrinya itu justru membuatnya harus bekerja keras sampai akhirnya tertidur dan sekarang perutnya sangat memberontak ingin diisi. Cahya masih terlelap dan Aditya tidak ingin mengganggu tidurnya, dia bangkit perlahan dan turun dari tempat tidur dalam keadaan tanpa sehelai kain yang menutupinya membuatnya tersenyum mengingat Cahya tadi yang melepaskan ikatan handuknya dan membuatnya seperti ini, sebelum beranjak, Aditya menata selimut untuk Cahya yang masih tertidur dan mencium kening istrinya itu dengan lembut agar tidak membangunkannya.


Setelah keluar dari ruang gantinya, Aditya teringat tadi ada beberapa buah-buahan dimeja, mungkin dengan memakan buah itu rasa laparnya akan berkurang. Cahya terbangun dengan kebingungan lalu melihat jam sejenak dia termenung sambil mengingat apa yang terjadi sebelum dia tertidur, kemudian tersenyum malu menyadari bahwa dia sekarang dibalik selimut yang menutupi badannya dia sedang tidak memakai apapun dan mencari kemana Aditya kenapa tidak ada seingatnya tadi dia sedang berbaring disampingnya. Cahya berteriak memanggil nama Aditya membuat Aditya langsung berdiri dari sofa sambil menggigit buah Apel ditangannya.


“ Sayang, kau sudah bangun, ada apa kenapa memanggilku??”


“ Aku mencarimu ternyata kau disini, apa yang kau lakukan?”


“ Aku terbangun karena kelaparan dan menemukan ada apel dimeja, karena kau sudah bangun bagaimana kalau aku pesankan makanan untuk kita?”


“ Tidak usah, tadi ibu membuatkan makanan untukmu, aku bisa menghangatkannya dan kenapa kau tidak membangunkanku jika merasa lapar??”


“Kau tidur sangat lelap aku tidak ingin mengganggumu, baiklah aku akan keluar, kau bisa bersiap, aku akan ke ruang kerjaku karena ada email dari sekretarisku yang harus aku cek , setelah kau selesai menyiapkan makanannya panggil aku, aku sangat lapar sejak siang perutku tidak terisi apapun”


****


Aditya masuk ke ruang kerjanya dan hanya duduk tidak melakukan apapun, dia tadi hanya mencari alasan untuk memberikan Cahya privasi karena tahu bahwa Cahya sedang tidak memakai apapun dibalik selimut, pasti akan merasa canggung jika Aditya tidak segera pergi dari kamar. Aditya mengambil sebuah buku untuk dibaca sambil menunggu istrinya datang memanggilnya untuk makan malam, baru membaca beberapa halaman ponselnya berdering, tidak ada nama muncul disana itu nomor baru, segera Aditya mengangkatnya.


“ Hallo, siapa ini??” Tanya Aditya penasaran, dan terdengar suara perempuan yang menjawabnya, Aditya mengenali suara itu, itu adalah suara Erica.


“ Hai Adit sayang, apa kabarmu, akhirnya aku bisa mendapatkan nomor kontakmu juga, aku merindukanmu, kenapa kau meninggalkanku saat kita bertemu di supermarket waktu itu, kita harus bertemu lagi melepas rindu, aku mencintaimu” Ucap Erica diseberang telepon membuat Aditya langsung menutup telepon itu, dia sangat marah kenapa Erica bisa mendapatkan nomor ponselnya. Dalam kemarahannya dia menggebrak meja kerjanya membuat Cahya terkejut saat masuk ke ruang kerjanya.


“ Adit? Kau kenapa?” Tanya Cahya sontak membuat Aditya terkejut dengan kehadirannya.


“ Ca, kau ada disini? Apa makanannya sudah siap?”


“ Belum, aku datang kesini untuk meminta bantuanmu menyiapkan makanannya tapi kau malah memukul mejamu, kau sepertinya sedang merasa kesal, kau tenangkan saja dirimu dulu, aku akan menyiapkannya sendiri”


“ Ahh tidak sayang, aku akan membantumu, tadi aku hanya sedikit kesal saja karena disaat libur seperti ini banyak sekali pekerjaan menungguku, ayo aku akan membantumu”.


****


Mereka berjalan menuju dapur, Aditya melihat Cahya seperti tidak nyaman saat berjalan, diasa sedikit bersalah pada me istrinya itu. Persiapan akhirnya selesai, Aditya membantu menata piring dan makanan di meja makan dan mereka pun makan malam berdua setelah itu Aditya juga membantu membereskan piring kotor bahkan mencucinya, membuat Cahya tersenyum melihatnya karena baru pertama kali ini dia melihat suaminya mencuci piring.


“ Kau tidak akan menyuruhku tidur di sofa lagi kan?” Aditya menggoda Cahya membuatnya langsung merasa malu.


“ Sepertinya aku akan tidur lebih nyenyak jika aku berada dalam pelukanmu” dan mereka tertawa bersama.


“ Sudah kau beristirahat dulu,aku lihat kau masih merasa tidak nyaman saat berjalan tadi, masih terasa perih ya?? Maafkan aku! Kali ini aku memberimu waktu untuk beristirahat agar kau merasa lebih baik, tapi setelah itu aku tidak akan melepaskanmu saat aku menginginkannya, kau beristirahatlah aku akan menonton tv ada pertandingan liga inggris, aku akan menyalakannya dengan suara pelan agar tidak mengganggumu” Aditya mengecup dahi istrinya lalu berbalik badan berjalan menuju sofa dan menyalakan televisi dengan suara lirih.


Cahya masih belum mengantuk sebenarnya karena tadi sudah tidur, dia pun bangun dan mengambil novel yang diberikan Aditya tadi pagi, dia akan membacanya biasanya dia akan tertidur jika sedang membaca buku. Cahya menyusul Aditya yang sedang menonton televisi dan duduk disampingnya mengatakan bahwa dia belum mengantuk dan akan membaca novel saja.


“ Kau ini ada-ada saja ini sudah larut” Ucap Aditya.


“ Sttttt fokuslah pada televisimu, bolekah aku berbaring dipangkuanmu, kurasa itu sangat nyaman”


“ Kau tidak boleh membaca dalam posisi seperti itu, tidak baik untuk matamu”.


Tetapi Cahya tidak memperdulikan ucapan Aditya, dia langsung berbaring di paha suaminya dan membuka novelnya. Aditya sangat fokus dengan pertandingan yang ditontonnya sedangkan Cahya juga fokus dengan novel yang dibacanya, sesekali Aditya berteriak ketika melihat kegagalan tim faforitnya mencetak gol.


Setiap Aditya melakukan gerakan karena marah atau kegirangan melihat tim kesukaannya mencetak gol, kepala Cahya merasakan sesuatu yang mengganjal diantara paha suaminya, membuatnya tidak bisa berkonsentrasi membaca, karena kesal dia memutuskan untuk mengerjai Aditya. Cahya menggerakkan kepala dan badannya kadang menghadap kanan kadang ke kiri dan kadang kembali keposisi berbaring menghadap ke atas sengaja dia lakukan agar suaminya merasa tidak nyaman saat menonton karena gerakan Cahya membuat sesuatu yang berada diantara paha suaminya itu bereaksi karena gerakannya.


Tetapi ternyata Aditya tetap tidak peduli dan masih fokus dengan televisinya, Cahya pun bangun dan akan pergi ke tempat tidurnya saja, saat akan beranjak ternyata Aditya memegang tangannya dan menariknya hingga ia terjatuh di sofa dan langsung menghadap wajah suaminya itu.


Sebenarnya dia sudah tau bahwa sepertinya Cahya menggodanya tetapi dia menahannya berharap istrinya itu menghentikan aksi konyolnya itu karena tadi dia berjanji akan membuatnya beristirahat setelah kehilangan perawannya tetapi tampaknya istrinya itu justru semakin sengaja membuatnya tidak fokus dengan tontonannya, kali ini Aditya akan bergantian mengerjai istrinya.


“ Kau mau kemana nona? Setelah kau berusaha membangunkan burung dari sangkarnya lalu kau akan pergi meninggalkannya begitu saja??” Ucap Aditya seketika membuat wajah istrinya itu memerah tepat dihadapannya.


“ Memang apa yang aku lakukan, lepaskan aku, aku mengantuk mau pergi tidur, lanjutkan saja menontonmu” Cahya berusaha melepaskan genggaman Aditya tetapi justru suaminya itu semakin erat menggenggam pergelangan tangannya.


“ Apa?? Kau mau tidur? Tidak ku ijinkan, kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu padaku, dan tidak akan ku ampuni kau sekarang!” Ucap Aditya tegas lalu melepaskan genggamannya dan memegang kedua bahu istrinya, Cahya pun ketakutan dan menyesal kenapa tadi dia mengerjai Aditya, sekarang dia malah terkena imbasnya sendiri.


“ A...paaa... yang kau mau la...ku..kan, tadi kau menyuruhku istirahat, aku sekarang ingin istirahat”


“ Diamlaaaahhh!!!” Seru Aditya.