SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 06



Seperti biasa setelah menyelesaikan pekerjaannya Cahya bergegas keluar kantornya menuju halte busway, Cahya merasa lelah sekali hari ini damn ingin segera pulang untuk beristirahat. Disisi lain Cyntia sedang menunggu Cahya didalam mobil merahnya, dia tahu bahwa ini adalah jam pulang kantor mungkin Cahya akan lewat sini untuk ke Halte karena kemarin dia melihat Cahya berjalan kearah Halte tetapi kalaupun Cahya ke Halte kebetulan hanya kemarin Cyntia akan mencari cara lain untuk mencari info tentang Cahya.


Cyntia sejak lama sudah membenci Cahya karena Cahya telah membuat Theo masih sering mengingatnya. Dan benar saja Cahya berjalan agak tergesa-gesa menuju halte. Cyntia bergegas menagmbil ponselnya dan menghubungi seseorang.


Ditempat lain Aditya mengarahkan mobilnya menuju rumah Adri sesampainya disana Aditya langsung masuk gerbang dan dia tersenyum karena melihat mobil dan motor Adri sedang terparkir digarasi menandakan bahwa Adri berada dirumah. Aditya masuk dan menanyakan dimana keberadaan Adri pada ARTnya dan dikatakan bahwa Adri sedang berada dihalaman belakang.


“Apa tidak ada hal lain yang bisa kau lakukan selain berenang disore hari??” Seru Aditya membuat Adri tersenyum dan menghentikan renangnya dan naik keatas.


“Apa yang bisa dilakukan seorang mahasiswa yang sedang berlibur selain menikmati waktu liburnya dengan santai? Ya dan kau apa yang seorang CEO lakukan setelah kembali dari kantor bukannya pulang dan beristirahat kau malah kesini, berikan handuk disampingmu itu kepadaku?” minta Adri kepada Aditya lalu Aditya melemparkan handuk itu kewajah Adri.


.


“Tunggu sebentar aku akan kembali, Bibi pasti juga menyiapkan minum untukmu” Adri berucap sambil meninggalkan Aditya untuk ganti baju ke kamarnya.


Adri kembali ke halaman belakang menemui Aditya tetapi terlihat Aditya sedang sibuk berbicara dengan seseorang ditelpon kemudian Aditya sadar jika Adri sudah selesai mengganti bajunya.


"Kalau pekerjaanmu belum selesai kenapa kau pergi dari kantor tinggallah disana, sudah pulang masih saja membahas pekerjaan” Adri berucap memprotes kakaknya dan Aditya hanya tersenyum.


“Kau tidak mengunjungi Mama, dia sangat merindukanmu, aku memberi tahu bahwa kau pulang” Tanya Aditya karena Aditya sangat tahu bahwa mama nya sangat menyayangi Adri.


“Tanpa kau suruhpun aku tadi sudah kesana kak, tadi aku kesana bersama Chika, sekalian aku mengenalkannya pada Mama” Jawab Adri, sama seperti Aditya, Adri memanggil tantenya itu dengan panggilan Mama karena sejak kecil Adri dirawat oleh orang tua Aditya.


“Syukurlah kau mengunjunginya, apa dia terlihat senang saat kau membawa Chika kepadanya??”


Lalu Adri menjawab pertanyaan kakaknya dengan suara yang nampak sedih.


“Mama tampak bahagia melihatku datang dengan Chika, beliau banyak tersenyum dan tadi mengobrol banyak hal dengan Chika, jadi aku tak mengganggunya bahkan kubiarkan mereka seharian bersama, dan baru tadi jam 3 aku mengantar Chika pulang”


“Thanks bro, mama pasti senang sekali”


“Lalu kau??? Kapan kau akan membuat mama memiliki menantu? Kau jangan memikirkan pekerjaanmu saja pikirkanlah kebahagiaan mama dan papa kak, kau tak lihat betapa mama bahagia saat aku membawa Chika kehadapannya, mama tampak ingin sekali memiliki putri yang bisa dia ajak mengobrol seharian dan menemaninya, tetapi beliau tahu perjalananku dengan Chika masih terlalu dini dan panjang, selain dirimu siapa harapan kebahagian mama saat ini, segeralah membuka hatimu dan lupakan masa lalumu itu, kau harus bahagia dan membahagiakan orang tua kita sekarang dengan hal lain bukan hanya prestasimu dalam pekerjaan dan sampai kapan kau akan menutup hatimu dari perempuan, ayolah kak” Adri berucap sedih kepada kakaknya.


“Wow sekarang kau sudah bisa memberiku petuah, adikku semakin dewasa” Canda Aditya agar Adri tidak terlalu murung memikirkan mamanya tetapi justru Adri terlihat jengkel dengan ucapan kakaknya.


“ Kau ini aku sedang serius malah bercanda, sudahlah kau segera pulang mama pasti menunggumu”


“Anggap saja begitu, besok aku akan menginap dirumahmu, harusnya sekarang tapi aku ada janji dengan teman-temanku jadi besok saja aku akan kesana dan menemani mama”


“Oke baiklah adikku sayang, aku pulang dulu”


*****


Cahya akhirnya sampai dirumah dia langsung berpamitan pada ibunya untuk kekamar dan pergi mandi, hari ini benar-benar melelahkan. “Yaudah Ca kamu bersih-bersih dulu ibu sudah siapkan makan malam nanti habis maghrib kamu ke ruang makan ya kita makan malam bersama”.


Cahya mengangguk dan masuk kekamarnya langsung mandi dan beristirahat. Waktu makan malam pun tiba Cahya menghampiri ibu dan adiknya diruang makan, mereka pun makan bersama dan Chika bercerita tentang harinya kepada ibu dan kakaknya.


“ Kakak coba tebak hari ini aku pergi kemana?” Tanya Chika kepada kakaknya tapi kakaknya hanya tersemyum dan menggelengkan kepala dan Chika pun melanjutkan pembicaraannya.


“Hari ini Adri menjemputku dan dia mengajakku ke suatu tempat dia mengajakku kerumah mama nya eh maksud aku kerumah kak Aditya dan aku bertemu dengan mamanya kak Aditya”


“Apa??? Kerumah Aditya?” Cahya terkejut dan mengerutkan keningnya tak percaya.


“Iya kak, rumahnya gede banget dan mama nya sangat baik dia mengajak aku ngobrol banyak hal sangking serunya aku ampe lupa jam hehe tapi aku sedih melihat mama kak Aditya beliau tampak pucat dan kurus, memang sih kata Adri beliau sedang sakit” Chika bercerita.


Ibunya pun ikut bertanya pada Chika “Memangnya mama Aditya sakit apa??”


“Adri bilang sih sakit paru-paru, dan beliau bercerita inginsekali segera memiliki menantu tapi kak Aditya tidak pernah membawa kekasihnya ke rumah, kak Aditya terlalu sibuk dengan pekerjaanya hingga tak pernah terlihat dekat dengan siapapun”


Cahya hanya diam sambil mendengarkan cerita adiknya itu.


“Semoga dia cepat sembuh ya Chi” ibu bergumam menimpali cerita Chika.


“Oh iya bu, beliau bilang jika sudah sembuh ingin sekali main kerumah kita, Adri cerita kalau dia kak Aditya dari rumah kita dan dijamu istimewa disini dan Adri bilang masakan kakak dan ibu enak sehingga membuat mereka ketagihan, jadi mama nya kak Aditya ingin kesini juga bertemu ibu dan kakak” Chika bercerita dengan sangat bersemangat.


“Sebentar deh dek, aku masih penasaran sebenarnya dimana orang tua Adri?” Cahya bertanya karena masih bingung dengan keberadaan orang tua Adri karena tadi siang Aditya juga sempat berceta bahwa sejak kecil Adri tinggal dengan Aditya.


“Jadi gini kak, orang tua Adri sudah meninggal saat Adri masih umur 5Tahun karena kecelakaan jadi orang tua kak Aditya membawanya serta merawatnya menganggapnya keponakannya itu seperti anaknya sendiri”


Cahya tersenyum dan mengangguk mendengar penjelasan adiknya, sebenarnya Cahya memiliki ketakutan saat Chika menjalin hubungan dengan Adri karena Adri berasal dari keluarga berada, dia takut Adri akan memperlakukan adiknya seperti yang dilakukan Theo padanya tetapi dari cerita Chika barusan keluarga Adri dan Aditya nampak bersikap baik kepada adiknya. Cahya sedikit merasa tenang.