SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 113



Cahya menghentikan suapannya dan melirik tajam kearah Aditya saat Mama mertuanya membahas Olivia.


"Maaf Ma, aku benar-benar lupa, Mama dan Papa juga saat itu sibuk mengurus wisuda Adri, maaf" Ucap Aditya.


"Kau ini, Mama jadi tidak enak pada Olivia, jangan pulang terlambat ya hari ini, Cahya sayang kamu kemarin juga pasti sudah bertemu dengan Olivia kan? Dia sahabat masa kecil Adit, Mama dan Mamanya Olivia juga bersahabat sejak lama itu sebabnya Olivia dan Adit juga bersahabat, dia anak yang sangat baik"


"Iya Ma aku sudah bertemu dengannya" Jawab Cahya pelan.


"Hari ini kita akan memasak untuk Olivia, Mama juga akan mengundang Chika dan juga ibumu"


Cahya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis, nafsu makannya menjadi hilang. Cahya menghentikan kegiatan makannya dan berpamitan untuk naik ke kamar beralasan jika dia merasa pusing. Malihat Cahya pergi dari ruang makan, Aditya mengucap permisi kepada Mamanya untuk melihat Cahya.


Cahya membuka pintu kamarnya dan langsung berbaring ditempat tidurnya, Aditya masuk setelahnya. Aditya duduk disamping Cahya yang sedang berbaring.


"Apa kau baik-baik saja? Sekarang kita pergi ke dokter ya?"


"Tidak perlu, aku baik-baik saja kok, kamu berangkat ke kantor gih, udah siang ini"


"Ca, jangan memikirkan apapun yang bisa mempengaruhi bayi kita, juga jangan mengkhawatirkan sesuatu, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama, aku berjanji, semua pasti akan baik-baik saja"


"Aku tidak apa-apa, sudah pergi sana"


"Aku tidak akan pergi sebelum kau mengisi perutmu dnegan sesuatu, tadi kau makan hanya beberapa suap, dimeja ada Buah aku akan mengambilkannya untukmu dan ya cokelatmu masih ada kan aku akan mengambilnya juga"


Aditya membuka laci dimana istrinya menyimpan semua cokelat miliknya, dan menemukan jika hanya tersisa 2 Cokelat lalu berjalan ke sofa dan mengambil buah-buahan yang ada diatas meja lalu membawanya ke Cahya.


"Cokelatmu tinggal 2, kau harus bersabar menunggu Cokelat yang sudah dikirim Roland untukmu, kau mau anggur?? Buka mulutmu?" Aditya menyuapkan beberapa butir Anggur ke mulut Cahya.


Aditya juga mengupaskan jeruk dan memotong apel untuk Cahya sedangkan Cahya memakan Cokelatnya. Ketukan pintu mengalihkan Aditya dan menyuruh orang yang berada didepan pintu untuk masuk. Mbak Tina datang membawa buah-buahan, jus dan juga Air untuk Cahya.


Setelah istrinya menghabiskan Cokelat, jeruk dan Apel yang tadi dipotongnya, Aditya mengambil vitamin dan menyuruh Cahya untuk meminumnya. "Oke tugasku sudah selesai, sekarang kau beristirahatlah, aku pergi ke kantor sekarang, aku akan pulang lebih cepat, apa kau menginginkan sesuatu nanti aku akan membelikannya?"


"Tidak, aku sedang tidak menginginkan apapun, berhati-hatilah"


"Oke, jangan lupa abisin jusnya, I love you" Aditya berdiri dan membungkukkan badannya mengecup kening Cahya dengan penuh kasih sayang.


"I love you too" Cahya memegang kedua pipi Aditya dan mencium bibir suaminya.


Cahya merasa sangat gelisah memikirkan Olivia yang akan datang kesini, dia sangat tidak suka melihat kedekatan Olivia dengan Aditya, dia sangat ketakutan. Cahya justru sat ini benar-benar pusing karena merasa cemas.


****


Sore harinya Cahya sampai dikantor Aditya dan diantar oleh supirnya. Cahya langsung masuk ke lift menuju ruangan suaminya, sesampainya disana dia disapa oleh beberapa karyawan.


"Selamat sore bu Cahya, apa kabar?" Tanya seorang karyawan.


"Sore, kabar saya baik"


"Ibu mau keruangan pak Aditya ya?? Kalau tebakan saya benar sepertinya ibu salah jalan, ruangan pak Aditya sedang dalam renovasi jadi sementara ini pak Aditya menempati ruangan lain"


"Oh gitu, lalu dimana ruangan baru suami saya"


"Mari saya antar bu"


Cahya pun mengikuti kemana karyawan itu membawanya dan benar saja disana ada Maysa sekretaris Aditya yang langsung menyambutnya. Tak lupa Cahya mengucapkan terima kasih kepada karyawan yang telah mengantarnya kesini.


Maysa memberitahu bahwa Aditya baru saja selesai meeting dan sekarang sedang berada diruangannya. Maysa lalu mengantar Cahya masuk ke ruangan Aditya. Aditya terlihat terkejut melihat Cahya datang menemuinya padahal ini sebentar lagi sudah waktunya jam pulang kantor.


"Sayang, kenapa kau datang, sebentar lagi aku akan pulang" Ujar Aditya lalu mempersilahkan Cahya duduk.


"Aku sedang ingin makan Asinan Bogor tetapi langsung dari sana, jadi aku ingin mengajakmu" Cahya berbohong, sebenarnya dia hanya ingin menjauhkan Aditya dari Olivia, jadi terpaksa melakukan ini untuk membuat Aditya tidak pulang.


"Asinan? Apa perlu kita harus langsung mencari di Bogor? Mama bilang kita ada makam malam hari ini, kalau kita pergi kita akan terlambat"


Cahya menatap memelas kepada Aditya, membuat lelaki itu tidak bisa menolak keinginan istrinya. "Oke baiklah kita akan pergi setelah ini, wajahmu itu selalu membuatku tidak bisa menolak keinginanmu"


"Aku dengar ruanganmu sedang direnov, kenapa?"


"Oh itu, aku hanya ingin suasana yang baru saja, sudah bertahun-tahun aku bertahan dengan suasana itu"


"Apa nanti kau akan menaruh fotomu kelulusanmu bersama Olu lagi disana?"


"Hmmmm mulai lagi deh, ayo kita pergi sekarang"


Aditya memakai jasnya dan mengajak Cahya untuk keluar, Aditya berhenti sejenak untuk berbicara dengan Sekretarisnya. Setelahnya mereka langsung pergi dan Aditya menghubungi supir Cahya menyuruhnya untuk pulang karena dia dan Cahya akan pergi.


****


Aditya sudah menghubungi Mamanya bahwa dia sedang membawa Cahya pergi karena istrinya itu sedang menginginkan sesuatu yang tidak bisa ditolak dan hari ini juga harus mendapatkannya. Aditya menoleh kearah Cahya yang duduk disampingnya dan Cahya tidak melepaskan genggaman tangannya selama perjalanan.


"Sayang, ngomong-ngomong soal Bogor, Papa memiliki sebuah villa di Puncak, Villa keluarga yang sangat asri dan nyaman, pemandangannya sangat indah bahkan dibawahnya ada sungai yang mengalir dengan airnya yang sangat jernih"


"Benarkah??? Tapi kenapa kau tidak pernah mengajakku kesana??"


"Aku juga sudah lama tidak kesana sejak Mama mulai sakit-sakitan, apa kau ingin aku membawamu kesana??"


"Tentu saja jika kau tidak sibuk aku ingin kesana"


"Baiklah aku akan mengajakmu kesana kapan-kapan, kau pasti akan sangat menyukainya" .


*****


Akhirnya mereka berdua sampai juga, tempat itu cukup ramai, mereka memesan 2 porsi, Cahya lebih memilih Asinan Buah dan Aditya mencoba yang Sayur. Seperti biasa Cahya selalu memasang wajah bahagianya ketika mendapatkan apa yang diinginkannya. Cahya menyuapi Aditya dengan Asinan miliknya begitupula sebaliknya, dan mereka berdua sangat menikmatinya.


Setelah puas mereka tidak lupa untuk membungkus dan membawanya pulang. Dalam perjalanan pulang, Cahya tertidur dengan pulasnya, Aditya hanya tersenyum memaklumi karena itu sudah jadi kebiasaan istrinya.


Cahya terbangun dan melihat sekeliling ternyata mereka masih dalam perjalanan. "Bisakah kita mampir ke minimarket, cokelatku kan habis, stok es krim juga habis" Ucap Cahya masih belum terlalu sadar.


Aditya tertawa kecil "Kau ini dalam keadaan seperti ini masih saja ingat dengan makanan, baiklah kita akan membelinya"


Disisi lain keadaan dirumah Aditya semua orang sudah selesai makan malam dan saat ini mereka mengobrol sambil menunggu kedatangan dari Aditya dan Cahya yang belum juga pulang. Olivia terlihat begitu akrab dengan Mama Aditya seperti seorang ibu dan putrinya. Karena sudah cukup lama akhirnya Chika meminta Adri untuk mengantarnya dan ibunya pulang, mereka berpamitan untuk pulang lebih dulu, meninggalkan Olivia.


"Mereka lama sekali ya tan, padahal aku ingin sekali bertemu dengan mereka" Ujar Olivia.


"Tadi mereka bilang sedang dalam perjalanan, mungkin sebentar lagi"


***


Cahya dan Aditya akhirnya sampai dirumah, Aditya melihat masih ada mobil dirumahnya dan sudah dipastikan itu pasti milik Olivia. Wajah Cahya langsung berubah ketika dia juga melihat mobil yang terparkir, jelas itu bukan milik Adri. Cahya membuka pintu mobil dan Aditya mengambil barang-barang yang mereka beli dikursi belakang lalu masuk kerumah bersamaan.


Benar saja saat mereka masuk, Mamanya sedang mengobrol dengan Olivia diruang tamu. Melihat kedatangan Aditya, Olivia langsung berdiri dari sofa dang berlari menghampiri Aditya dan langsung memeluknya. "Astaga kalian lama sekali, aku sudah menunggu sejak tadi bahkan ibu mertuamu juga sudah pulang lebih dulu"


Cahya melirik Aditya disebelahnya yang sedang dipeluk Olivia begitu juga sebaliknya Aditya melihat wajah Cahya yang berubah menjadi jutek lalu berusaha untuk melepaskan Olivia dengan 2 tangannya yang memegang kantong belanjaan.


"Tadi kami meampir membeli Es krim dan Cokelat untuk Cahya, Olu sebentar ya biar aku memasukkan ini ke kulkas dulu takut meleleh" Aditya lalu meninggalkan Olivia dan Cahya masih berdiri diam tidak berkata apapun.


Melihat Cahya berdiri, Olivia juga langsung memeluknya dan menanyakan kabarnya lalu mengajak Cahya untuk duduk dan mengobrol. "Maaf Olivia, aku sangat lelah ingin segera berbaring karena aku tadi cukup lama duduk dimobil dan belum beristirahat, kau lanjutkan saja mengobrol dengan Mama"


"Oke tidak masalah, kau juga sedang hamil pasti butuh istirahat"


Cahya naik ke atas menunu kamarnya, dan Aditya melihatnya. Ingin segera dia menyusulnya tetapi langkahnya terhenti saat Mamanya menyuruhnya untuk duduk bersamanya dan Olivia. "Biarkan istrimu istirahat dan duduklah disini, kasian Olivia menunggumu sejak tadi"


Aditya pun menuruti keinginan Mamanya dengan berat hati. Sedangkan Cahya diliputi kecemasan menunggu kedatangan Aditya yang tidak kunjung masuk ke kamar.