SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 126



Cahya mengambil piringnya dan piring Aditya lalu membawanya ke wastafel. Dia menyuruh Elea untuk beristirahat saja dan dia yang akan membersihkanya bersama Aditya. Elea akhirnya menuruti keinginan Cahya dan kembali ke tempat tidurnya. Sambil mencuci piring Aditya dan Cahya bergumam sangat pelan mencoba mencari solusi yang terbaik untuk Elea.


Bukannya beristirahat, Elea mulai mengambil semua pakaiannya , dia benar-benar sudah mantap untuk meninggalkan semuanya dan memulai kehidupannya yang baru. Elea berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan menangisi semua yang sudah terjadi dihidupnya. Baginya semua sudah berakhir dan harus dikubur dalam-dalam.


Cahya yang sudah selesai membersihkan piring, menghampiri Elea yang sedang melipat pakaiannya. Cahya duduk didepan Elea dan membantunya sambil tersenyum kepada sahabatnya itu. "El, jika memang itu sudah menjadi keputusan terbaikmu, its okay, kami akan mendukungmu, tapi apa kau sudah memutuskan kau akan pergi kemana??" Tanya Cahya.


Elea tidak menjawab dan hanya menggelengkan kepalanya, menandakan dia belum tahu dia kan pergi kemana bahkan dia pun masih belum memiliki keberanian menceritakan semuanya kepada kedua orangtuanya. Cahya menggenggam jemari Elea untuk memberinya kekuatan.


"El, jika kau masih belum memiliki tujuan tetapi hari ini sudah ingin pergi dari sini, bisakah aku dan Adit membantumu?"


"Membantu apa Ca? Aku sudah terlalu merepotkan kalian selama ini"


"Biarkan aku dan Adit membantumu mencari tempat baru untuk kau tinggali, aku hanya ingin memastikan sahabatku selalu dalam keadaan baik-baik saja terlebih kaau juga sedang hamil, bolehkan kami membantumu?"


Elea menatap Cahya dan mengarahkan pandangannya ke Aditya yang duduk disofa meragu. Lalu kembali melirik ke Cahya tetapi hanya diam. Elea merasa ragu karena Aditya adalah sahabat Ariel, jika dia memutuskan pergi dengan menerima bantuan Cahya dan Aditya, dia takut jika Aditya akan mengatakan semuanya pada Ariel. Mungkin jika hanya Cahya yang tahu pasti tidak masalah untuknya tetapi ini melibatkan Aditya juga.


Aditya sepertinya mengerti kemana arah pemikiran Elea saat ini, dari pandangan Elea ke dirinya itu seolah mengatakan jika Elea ragu kepadanya.


"Kau bisa tenang El, aku tidak akan pernah mengatakan apapun pada Ariel tentangmu, jika itunyang kau takutkan, ya aku memang bersahabat dengannya tetapi jika sahabatku berbuat kesalahan tentu aku tidak akan melindunginya, aku akan memihak kepada yang benar, kau bisa memegang janjiku El, maka terimalah bantuanku dan Cahya, lihatlah dia sangat mengkhawatirkanmu" Sahut Aditya.


"El, kau ingat, dulu kau sering sekali membantuku, kau menawarkan dirimu untuk menjadi sahabatku, kau jadi pelipur laraku disaat aku benar-benar terpuruk ditinggalkan Theo kau selalu menghiburku, dan disaat aku benar-benar terdesak karena ibuku sakit dan bersamaan dengan itu aku harus membayar uang semester Chika kau datang menawarkan bantuan, kau sering membawakan ibuku makanan kesukaannya, kau sering memberi Chika hadiah, bahkan saat Erica menerorku kau jadi tamengku dengan menerima semua paket itu, aku tidak tahu bagaimana cara agar bisa membalas semua kebaikanmu, maka kali ini ijinkan aku membantumu, please?"


Elea menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Cahya, Cahya langsung memeluknya. Cahya pun meminta Elea untuk sementara tinggal bersamanya dirumah agar Elea tidak merasa kesepian dan bisa menenangkan hatinya untuk sementara waktu, karena suasana rumah yang ramai dan banyak orang pasti akan membuat sahabatnya itu merasa lebih baik. Aditya juga mengijinkan Cahya untuk stay bersama Elea dirumah, karena urusan diperkebunan juga akan segera dia selesaikan. Saat ini Aditya tinggal membantu Danist untuk mempelajari semua yang ada lalu menyerahkannya.


****


Aditya dan Cahya membawa Elea pulang ke rumah mereka sementara waktu sambil menunggu dia mendapatkan tempat tinggal baru untuk Elea. Cahya menyuruh Elea untuk mengemasi beberapa pakaiannya saja, jika sudah mendapatkan tempat, dia akan membantunya mengemasi semua barangnya yang ada di apartment. Sebelumnya Aditya juga sudah menghubungi Mamanya agar menyiapkan kamar untuk Elea.


"Adit, Bolehkah aku meminta sesuatu padamu" Tanya Elea.


"Iya El katakan saja" Jawab Aditya sambil tetap fokus mengemudikan mobilnya.


"Persahabatan kalian sudah sangat lama, aku tidak ingin merusaknya dengan permasalahan kami, Dit, bisakah kau bersikap biasa saja saat dengannya? Berpura-pura lah kau tidak tahu permasalahan kami, aku tahu kau pasti sangat marah kepadanya tapi tahanlah dan bersikaplah acuh, aku sudah menerima bantuan kalian maka saat ini turuti juga permintaanku"


****


Cahya membawa Elea masuk ke kamar tamu, dan menyuruhnya untuk meminum obat dan vitaminnya agar bisa beristirahat dengan nyaman. Cahya meninggalkan Elea setelah Elea tertidur. Dia pergi menemui Aditya yang sedang ada diruang tamu bersama Papa Mamanya. Aditya sudah menjelaskan keadaan Elea saat ini kepada orangtuanya, karena bagaimanapun mereka juga harus mengetahuinya agar tidak salah paham dengan kedatangan Elea dirumah ini.


Adri pulang bersama Chika, tadi dia menjemputnya sepulang kantor. Ternyata bersamaan dengan itu Randy juga datang dengan Chitra, karena tadi Aditya menghubunginya dan menyuruhnya untuk mampir kebetulan berada didekat sini karena dia akan mengantar Chitra pulang.


Mereka semua masuk ke rumah, dan Cahya terkejut melihat kedatangan Randy, lalu berbisik pada suaminya. "Apa kau mengundang Randy kesini atau dia yang datang sendiri?"


"Aku yang meneleponnya tadi dan menyuruhnya mampir, Randy juga harus tahu tentang masalah ini, dia juga pasti akan membantu kita dan Elea, tenanglah sayang jangan khawatirkan apapun"


Randy dan Chitra menyalami kedua orangtua Aditya, Aditya menyuruh mereka duduk dan memanggil mbak Tina untuk menyiapkan minuman. Aditya memberitahu Randy bahwa saat ini Elea sedang berada dirumahnya, dan menceritakan semua yang dilakukan Ariel pada Elea.


Sontak Randy, Chitra, Adri serta Chika terkejut mendengar cerita dari Aditya dan Cahya tentang Elea. Sama seperti Aditya, Randy merasa sangat marah kepada Ariel yang begitu kejamnya meninggalkan istrinya dengan keadaan seperti itu. Melihat kemarahan dari sahabatnya, Aditya mencoba menenangkannya dan mengatakan bahwa dia tidak boleh membahas semua ini saat bersama Ariel, karena Elea meminta seperti itu.


"Kita harus membantu Elea, dengan tidak membahas masalah ini dengan Ariel dan berpura-pura tidak tahu, terutama masalah kehamilannya, ucapan Ariel yang mengatakan bahwa Elea mandul dan menjadi alasan untuk menceraikannya itu sangat menyakitkan, sebagai sesama perempuan, hatiku ikut tersakiti, kita semua harus bekerja sama untuk menjauhkan ini semua dari Ariel biar dia tahu rasa, Elea saat ini berhak bahagia" Ucap Chitra mengutarakan pendapatnya. Sebagai seorang perempuan dia juga sangat tersakiti oleh sikap yang ditunjukkan Ariel, dan dia benar-benar tidak menyangka jika Ariel bisa bersikap seperti itu.


Tidak ingin mengganggu istirahat Elea, Chitra mengajak Randy untuk pulang, dan berjanji besok akan kesini lagi. Chitra dan Randy berpamitan dan mengirim salam untuk Elea.


Setelah kepulangan Randy dan Chitra, Aditya memanggil Chika dan menyuruhnya untuk ke ruang kerjanya, dia sengaja menyuruh Adri membawa Chika ke rumah karena ada yang ingin dia bicarakan dengan Chika.


****


Aditya naik kekamarnya dan melihat Cahya baru saja keluar dari kamar mandi. Istrinya terliahat semakin hari semakin cantik dengan perutnya yang semakin membesar. Aditya menghampirinya dan langsung memeluknya. "Besok aku harus jauh darimu dan bayi kita dalam beberapa hari" Gumam Aditya sedih.


"Kau berlebihan sekali, bagaimana adi pembicaraan mu dengan Chika, apa dia mau?"


"Iya dia mau, besok aku akan membawanya denganku" Ucap Aditya dan tanpa diduga dia langsung mencium bibir Cahya.


Ciuman itu sangat lembut dan langsung mendapatkan respon dari Cahya. Mereka berciuman cukup lama hingga bibir keduanya terlepas dan napas mereka terengah-engah. "Aku akan sangat merindukanmu, kau terlihat cantik setiap harinya membuatku tidak bisa jauh darimu dan ingin selalu berada didekatmu" Bisik Aditya dengan suara parau dan kembali mencium Cahya.