SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 178



"Kau tidak boleh bersikap egois Dan, semua pilihan tergantung pada Elea, dia ingin kembali atau tidak dengan mantan suaminya, kau jangan terlalu memikirkan hal yang bisa membuatmu tidak fokus pada pekerjaanmu, sekarang habiskan makananmu, antar mama ke villa sebelum kau kembali ke kantor, mama mau mengantar makanan untuk Elea dan ibunya"


Setelah menyelesaikan makan siangnya Danist bersiap lagi untuk mengantar Mamanya sebelum kembali ke kantor. Sekaligus Danist juga ingin bertemu dengan Elea. Mama Danist sudah selsai bersiap dan mengajak putranya itu untuk berangkat.


Sampailah mereka di villa Aditya, dimana saat ini Elea dan keluarganya tinggal sementara. Danist dan mamanya memencet bel villa itu, Elea keluar membuka pintu dan tersenyum melihat siapa yang datang. Elea lalu mempersilahkan mereka masuk.


"Mama mu kemana El?" Tana Mama Danist.


"Mama sedang ada di dapur tan, sedang membuat jus untukku"


"Tante ke belakang menyusul Mama mu ya"


Mama Danist pergi ke dapur meninggalkan Danist dan Elea di ruang tamu. Elea mempersilahkan Danist untuk duduk. "Kau tidak kembali ke kantor Dan?"


"Setelah ini aku akan langsung kesana, oh iya El, tadi ada seseorang yang datang ke kantor, dia mengatakan jika dia adalah ayahnya Ariel"


Elea menggerutkan dahi nya dan merasa heran. "Ayahnya Ariel?? Apa kau yakin? Selama aku menikah dengannya tidak pernah sekalipun aku tahu Ayahnya, dia tidak pernah mengatakan atau mengenalkan aku padanya?"


"Tapi itu yang dia katakan padaku, tapi sepertinya pria itu tidak berbohong dan ku lihat wajahnya juga ada kemiripan dengan Ariel"


"Lalu ada apa dia datang ke kantor?"


"Dia datang meminta maaf atas nama Ariel, dia juga mencarimu, dia bilang dia ingin berbicara empat mata denganmu, tetapi tenang saja aku tidak mengatakan apapun tentangmu, kau bisa merasa tenang, oh iya ku dengar pak Adit sedang sakit, tadi pagi aku menelepon ke kantornya dan sekretarisnya bilang beliau sudah 2 hari sakit dan tidak ke kantor"


"Ya Tuhan, Adit sakit??? Apa karena itu ulah Ariel kemarin yang memukulinya sehingga sekarang Adit jatuh sakit? Dan, besok kita harus datang menjenguk Adit ya?"


"Menjenguk pak Aditya? Tapi bagiamana kalau kau nertrmu lagi dengan..." Belum selesai Danist berucap, Elea sudah menyela nya.


"Aku tidak peduli lagi dengannya, pokoknya besok kita harus menjenguk Adit"


"Oke baiklah, besok kita pergi, sekarang aku harus kembali ke kantor"


Danist pergi meninggalkan villa dan langsung kembali ke kantornya.


*****


Keesokan harinya, Randy datang bersama Chitra untuk menjenguk Aditya. Keadaan Aditya juga sudah lebih membaik daripada kemarin. Kini Aditya sedang duduk di ruang tamu bersama Cahya juga kedua bayi nya.


"Ah ya Tuhan, lihatlah sayang, kita berniat menjenguk ternyata yang sakit sudah sembuh" Ucap Randy ditengah pintu lalu berjalan masuk menghampiri Cahya dan Aditya.


"Dan kau datang ke rumah orang tanpa mengetuk pintu atau memencet bel, lalu tiba-tiba masuk" Balas Aditya.


"Pintumu terbuka dan saat aku mau mengetuk ternyata tuan rumah sedang duduk disini jadi aku masuk saja"


Cahya mempersilahkan Chitra dan Randy untuk duduk, sementara Chitra langsung meminta ijin Cahya untuk menggendong bayinya. Randy menanyakan keadaan Aditya sampai akhirnya obrolan mereka pun merambat ke pekerjaan.


Cahya mengajak Chitra untuk ke halaman belakang meninggalkan para lelaki yang sedang sibuk mengobrol membahas pekerjaan mereka. Chitra sangat senang bisa bertemu lagi dengan kedua bayi menggemaskan itu. Kyra dan Kyros semakin tumbuh dan terlihat semakin menggemaskan, membuat siapapun yang melihat mereka pasti ingin mencubit pipinya dan menciumnya.


"Sebentar lagi kau menikah, bagaimana Chit perasaanmu?"


"Haha aku merasa deg-deg an tapi its okay lah Ca"


"Kau juga harus segera hamil nanti, supaya anak-anak kita tumbuh bersama dan bersahabat seperti kita"


"Ya, dan anakku akan menjadi kesayangan karena dia paling kecil, dia akan dilindungi oleh Kyros, Kyra dan bayi Elea haha"


*****


Beberapa saat kemudian tidak diduga, Danist dan juga Elea sudah sampai dirumah Aditya. Keduanya turun dari mobil, Danist membuka pintu belakang mobilnya mengambil hadiah yang tadi mereka beli untuk Kyros dan Kyra. Mereka langsung berjalan menuju pintu rumah Aditya yang terbuka dan mengetuknya lalu masuk.


"Aku sudah cukup membaik El, bagaimana denganmu?"


"Aku baik, eh btw kenapa sepi, kemana semua orang?"


"Mama dan Papa sedang pergi, Cahya dan Chitra ada dihalaman belakang bersama Kyros dan Kyra"


"Ah kebetulan sekali ada Chitra, sudah lama aku tidak bertemu dengannya, oh iya, Dan....!!! Mana hadiah untuk keponakan kembarku yang super gemay itu"


Danist tersenyum dan memberikan Paperbag yang dipegangnya kepada Elea. Elea mengambilnya dan mengucapkan permisi kepada 3 lelaki itu untuk menyusul Cahya dan Chitra di halaman belakang.


Elea langsung berteriak memanggil Cahya dan juga Chitra yang sedang berjalan-jalan menggendong Kyra dan Kyros di taman. Elea langsung menghampiri mereka dan cipika-cipiki dengan Cahya dan Chitra.


"Apa kabar kesayangan Auntie El? Lihatlah apa yang auntie bawa untuk kalian?" Elea menenteng 2 Papperbag besar berisi berbagai mainan.


"Kau kesini kenapa tidak memberitahu ku El?" Gumam Cahya kesal.


"Kau juga kenapa tidak memberitahuku jika Adit sakit? Ayo kita duduk, aku lelah sekali setelah perjalanan, maklum bumil hehehe"


Cahya mengajak Chitra dan Elea untuk duduk di sofa yang ada di ujung taman sekaligus berteduh. Elea dengan penuh semangat membuka hadiah yang dibawa nya dan menunjukkan pada Kyros juga Kyra. Ada sepaket mainan bebek karet kesukaan Kyra, aneka boneka hewan dan juga ada baju serta sepatu untuk kedua bayi itu. Membuat Cahya menggelengkan kepalanya karena semua hadiah yang dibawa Elea. Ketiga nya mengobrol sekaligus mengajak kedua bayi Cahya bermain dan bercanda.


*****


Ariel menekan klaksin mobilnya didepan gerbang rumah Aditya. Dengan cepat security yang menjaga rumah itu langsung membuka gerbangnya karena sudah hafal itu adalah mobil milik Ariel. Gerbang terbuka dan Ariel langsung membawa masuk mobilnya. Ariel turun dan melihat mobil Randy ada disana serta ada sebuah mobil yang tidak asing baginya. Mobil sedan berwarna blue metalic itu adalah mobil yang sama yang pernah dia lihat saat direstoran seafoods. Disaat itu Elea masuk ke dalam mobil itu bersama dengan seorang laki-laki.


Ariel masuk ke rumah Aditya yang pintunya terbuka, disaat itu juga obrolan Aditya, Randy serta Danist teralihkan. Ketiga lelaki itu terkejut melihat kedatangan Ariel. Mereka bertiga saling berpandangan, tidak menyangka jika Ariel akan datang.


Ariel berjalan menghampiri Aditya. "Dit, ku dengar kau sedang sakit, sorry atas kejadian waktu itu, aku terbawa oleh emosiku, aku tidak ingin persahabatan kita hancur begitu saja, maafkan aku Dit" Ucap Ariel, dia lalu mengulurkan tangannya untuk menyalami Aditya.


Aditya tersenyum menerima jabatan tangan Ariel. "Aku sudah memaafkanmu, aku juga minta maaf jika aku telah melakukan kesalahan padamu, duduklah"


Ariel menatap tajam ke arah Danist karena sepertinya mobil itu adalah milik Danist, yang mengasumsikan bahwa saat itu Elea sedang bersama Danist saat direstoran seafoods itu. Melihat tatapan Ariel padanya yang penuh amarah, Danist pun mencoba membalasnya dengan senyuman.


*****


Cahya, Chitra dan Elea masuk kembali ke dalam rumah karena udara semakin panas dan Kyros serta Kyra terlihat merasa tidak nyaman. Saat mereka bertiga hendak pergi ke kamar Cahya yang memang terhubung dengan ruang tamu, mereka dikejutkan dengan kehadiran Ariel disana. Langkah ketiga nya pun terhenti seketika.


Melihat Elea, Ariel langsung berdiri dan bergegas menghampiri nya dan langsung berjongkok didepan Elea.


"El, aku minta maaf kepadamu, kumohon maafkan aku El atas semua yang telah ku lakukan padamu, aku sungguh bersumpah El, aku tidak tahu jika saat itu kau sedang hamil, aku baru mengetahuinya sekitar sebulan yang lalu saat aku datang ke apartment kita dan menemukan suratmu disana, aku sangat bersalah kepadamu, aku egois membiarkanmu menerima semua perlakuan burukku, aku menyesal telah meninggalkan mu dan tidak menghadiri persidangan kita, aku menyesal El, jika saja aku tahu dan datang ke persidangan itu pasti aku akan membatalkannya dan kita bisa kembali bersama merawat bayi kita, aku menyesal El!!"


Elea hanya terpaku tanpa mengatakan apapun dan langsung mencoba memundurkan langkahnya agar Ariel tidak bersimpuh dikaki nya. Semua yang ada disitu hanya saling berpandangan satu sama lain, mereka sendiri tidak tahu harus bagaimana melihat apa yang ada didepannya saat ini.


"Jangan bersimpuh di kaki ku, berdirilah" Ucap Elea.


Ariel berdiri dan langsung memegang kedua bahu Elea. Terlihat ada bekas airmata di pipinya, lelaki itu menangis menyesali perbuatannya.


"El, kau mau kan memaafkanku? Aku benar-benar menyesal atas semua yang ku lakukan, aku bodoh karena terhasut oleh Viona, aku menyesal El, ku mohon maafkan aku dan ku mohon kembali lah kepadaku, aku membutuhkanmu El, aku membutuhkan bayi kita, kita rawat dia bersama-sama, kau mau kan El?"


Elea melirik ke arah semua orang, tetapi kemudian matanya mengarah ke arah Danist yang sepertinya enggan untuk melihat apa yang di depannya. Seperti menemukan sebuah jalan, Elea melepaskan pegangan Ariel di bahu nya. Elea melangkah menghampiri Danist yang duduk disofa dan memegang pergelangan tangan Danist menariknya menyuruh pria itu untuk berdiri. Danist bingung tetapi kemudian berdiri, tiba-tiba Elea langsung menggenggam jemari Danist.


"Maaf Iel, aku tidak bisa kembali padamu, aku sudah memiliki Danist, dia yang selama ini banyak menolongku dan membantuku, bahkan dia juga yang selalu mengantarku untuk memeriksakan kandunganku disaat kau menghabiskan waktumu bersama dengan kekasihmu, Danist akan menikahiku setelah aku melahirkan, aku menerima maafmu tetapi tidak untuk kembali padamu" Ucap Elea dengan suara tegas.


Semua yang ada di tempat itu sangat terkejut dengan ucapan Elea, termasuk Danist. Mereka semua saling berpandangan, dan saat itu juga mulut Ariel ternga-nga tidak percaya dan merasa dirinya sedang dihantam oleh bom saat itu juga.


"Apa???" Seru Ariel.