SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 431



Melihat kemarahan Aditya, Axel tertunduk sedih tetapi tidak mengatakan apapun atau membantahnya seperti yang pernah dia lakukan dulu pada orangtua manatan kekasihnya. Dulu dia berusaha meyakinkan mereka bahkan memohon tetapi yang di dapat Axel hanyalah penghinaan yang sampai saat ini membekas dihatinya. Axel tidak ingin itu terulang lagi jadi lebih baik dia pergi saja sebelum mendengar hal-hal buruk lagi tentangnya. Axel mulai menyadari bahwa dia sangat salah sudah memiliki perasaan pada Kyra, harusnya dia menahannya saja seperti sebelumnya, tetapi ini sudah terlanjur.


Axel berdiri lalu menangkupkan kedua telapak tangannya dan meminta maaf kepada semua orang juga pada Kyra. Axel juga mengatakan permisi dan melangkah pelan untuk keluar dari rumah Kyra.


Gienka hanya menatap sedih kepergian temannya itu, Axel ternyata benar-benar menyukai Kyra sampai berani melakukan hal sebesar ini padahal belum tentu Kyra juga menyukainya. Bagi Gienka tentu ini adalah keputusan yang berani diambil oleh Axel sejauh ini, sayangnya mungkin Axel terlalu buru-buru sehingga keadaan menjadi seperti ini. Andai saja Axel bisa bersabar sebentar dan bisa memenangkan hati Kyra lebih dulu pasti akan mudah juga memenangkan hati Apap dan Amamnya, karena Gienka yakin bahwa calon mertuanya itu adalah orang yang sangat baik dan tidak pernah memandang orang lain rendah. Hanya saja saat ini waktunya belum tepat.


Axel sudah hampir sampai di depan pintu tetapi Aditya memanggilnya.


"Axel....!!!!" Teriak Aditya, Axel pun menoleh ke belakang lalu membalikkan tubuhnya dan memandang Aditya yang berdiri.


"Kau memang anak kurang ajar, berani sekali mengatakan hal itu kepada kami dan meminta putri kami begitu saja, apa kau tidak berpikir dulu sebelum mengatakan itu??!!! Ketika kau meminta seorang putri dari orang tuanya kau harusnya juga datang bersama dengan orang tuamu, bukan datang sendiri seperti ini. Sekarang pergi dari rumahku dan aku tunggu kedatanganmu besok dengan orang tuamu, jika kau benar-benar serius dengan putriku..! Pergilah....!" Teriak Aditya lagi.


Mendengar itu, senyum Axel langsung mengembang di wajahnya, dengan cepat dia berlari ke arah Aditya dan langsung memeluknya. "Thanks om thanks.....! Aku janji besok aku akan datang lagi kesini bersama kedua orang tua ku....! Thanks....!"


"Aku pegang janjimu, datang dan buktikan keseriusanmu pada kami, dan ingat jangan coba-coba mencari celah untuk melakukan sesuatu dengan niat yang buruk, sekecil apapun itu aku tidak akan mentolerirnya... Sekarang pergilah...!"


Dengan perasaan berbunga Axel pun berpamitan lagi untuk pulang dan memberitahu kedua orangtuanya tentang hal ini. Axel yakin mereka juga akan setuju. Dan mengenai keluarga Kyra, Axel sekarang benar-benar percaya jika memang mereka adalah orang yang sangat baik seperti apa yang pernah di ungkapkan Gienka padanya.


Berbeda dengan Axel yang bahagia, Kyra justru kesal dan memprotes apa yang dilakukan Apapnya pada Axel. "Bagaimana bisa Apap menyuruh Axel membawa orang tuanya kesini? Aku dan Axel hanya berteman dan tadi aku hanya bercanda, tetapi kenapa dia serius sekali dengan candaanku??"


"Menurutmu itu memang sebuah candaan Ra, tetapi sudah jelas bahwa dia tidak menganggapnya candaan, dia langsung berani mengatakannya, itulah yang namanya laki-laki gentle, Apap dulu juga pernah melakukan itu pada Amammu bahkan itu kemarin juga dilakukan oleh Kakakmu pada Gienka"


"Tapi kan berbeda cerita Pap? Apap menikahi Amam karena ingin menyelamatkan harga dirinya sedangkan Ky menikahi Gienka karena mereka saling mencintai dan sudah bersahabat sejak kecil sudah mengenal satu dengan yang lainnya, tetapi aku dan Axel baru mengenal dan bertemu hanya beberapa kali saja..! Bagaimana bisa Apap meminta seperti itu padanya??"


Aditya tersenyum. "Tidak ada yang salah dengan niat Axel, dia menyukaimu lalu mengatakannya bukan padamu tetapi kepada seluruh anggota keluargamu, Apap memintanya seperti itu karena Apap ingin melihat seberapa besar dia memiliki keseriusan padamu. Bertahun-tahun kau berhubungan dengan Zayan tetapi sekalipun dia tidak pernah melakukan apa yang dilakukan Axel tadi padahal Apap sudah lama menunggu hal itu! Sekarang tenanglah dan kita lihat saja besok!"


Aditya kemudian bertanya pada Gienka tentang Axel san keluarganya mengingat Axel adalah teman Gienka sudah tentu sedikit banyak Gienka mengetahuinya. Gienka pun menjelaskan sejauh yang dia tahu Axel memanglah baik begitu juga keluarganya, hanya saja jika Aditya ingin mengetahui lebih detailnya maka harus bertanya kepada Papanya yaitu Ariel karena Ariel mengenal baik kedua orangtua Axel.


Mendengar itu, Aditya pun nanti akan menghubungi Ariel dan menanyakan semuanya. Aditya sendiri pernah mendengar jika Axel memang memiliki kepribadian baik dan tidak pernah terjerat permasalahan yang serius, dia sangat profesional dalam pekerjaannya, dan selalu sepenuh hati melakukannya, itu juga yang membuat Axel menjadi idola banyak orang. Dan itu juga menjadi alasan Aditya kenapa membeli Axel untuk masuk ke klub sepak bola miliknya. Untuk lebih tahu detail tentang Axel ataupun keluarganya memang Aditya harus menghubungi calon besannya. Aditya kemudian meninggalkan ruang tamu untuk ke kamarnya.


Kyra duduk di sofa dengan wajah sedih, bingung, dan kesal dengan apa yang terjadi. Ini pertama kalinya dia melihat Apapnya bersikap seperti ini padahal sebelum-sebelumnya Apapnya itu selalu mengajaknya berdiskusi lebih dulu. Bukan karena apa, tetapi Kyra merasa bahwa ini terlalu cepat dan dia juga baru mengenal Axel, lalu hal sebesar ini justru dilakukan Apapnya.


Cahya yang melihat kebingungan putrinya pun langsung duduk disebelahnya dan mencoba menenangkannya. Cahya juga tidak menyangka Aditya bisa mengambil keputusan seperti itu tetapi dia yakin suaminya itu sudah memikirkan sesuatu yang baik untuk Kyra. "Kyra sayang....! Tenanglah....! Apapmu pasti tahu apa yang sedang dilakukannya, dia tidak mungkin menjerumuskanmu ke hal yang akan menyakitimu, percaya saja pada Apapmu? Oke???"


"Iya Ra...! Apap pasti sudah berpikir dulu sebelum memutuskan itu, lagipula kenapa kau takut sekali? Kau tidak akan dipaksa untuk menikah, tidak mungkin Apap akan melakukan hal itu padamu, kau kesayangannya pasti dia akan melakukan yang terbaik untuk kebahagiaanmu, aku tahu bagaimana Apap, dia punya caranya sendiri, lagipula semua keputusan nanti tetap ada padamu! Tidak ada yang salah dengan niat Axel, dia menyukaimu dan itu bagus ketika dia mengatakannya langsung di depanmu dan kita semua, kalau kau tidak atau belum menyukainya kau bisa mengambil keputusannya nanti, kita lihat saja apa yang akan dilakukan Apap besok!" Ujar Kyros sambil mengusap bahu Kyra lembut.


Ya, ucapan Kyros dan Amamnya memang ada benarnya, tidak mungkin Apapnya akan membuatnya terjebak. Kyra saat ini hanya merasa bingung saja, dan masih tidak menyangka jika Axel seberani itu. Kyra sendiri sebenarnya juga menyukai Axel karena baik dan menyenangkan ketika diajak mengobrol, hanya saja Kyra tentu butuh waktu mengenal Axel lebih jauh lagi. Kyra bingung dan takut jika besok tiba-tiba Apapnya atai Axel memintanya agar segera menikah juga seperti Kyros dan Gienka, hanya itu ketakutan Kyra sebenarnya. Dan Kyra yakin bahwa Apapnya pasti akan melakukan yang terbaik untuknya. Kyra akhirnya menjadi sedikit lebih tenang.


★★★★★★


Kyros menjemput Gienka di kantornya dan membawanya ke rumah. Gienka sebenarnya merasa khawatir dengan Kyra sejak kemarin, takut jika sahabatnya itu berpikir terlalu berlebihan menghadapi masalahnya. Dan semalam Gienka juga sudah berbicara dengan Axel, meminta agar Axel bisa memberi ruang pada Kyra dan tidak memaksanya, mengingat saat ini Kyra sedang dalam posisi yang bimbang dan takut. Kyra juga menjelaskan pada Axel bahwa dia sepenuhnya mendukung niat baik Axel untuk bersama Kyra tetapi dengan catatan Axel tidak boleh terlalu memaksakan kehendaknya pada Kyra. Bersyukurnya Gienka karena Axel memahami semua yang diucapkannya dan sangat mengerti keadaan Kyra.


Sampai di rumah Kyros, ternyata mobil Kura sudah berada di rumah. Gienka langsung masuk dan menemui Kyra yang ada di kamarnya. Gienka melempar senyumnya ketika menemukan Kyra sedang duduk di kursi kerjanya dan ada laptop didepannya.


"Hai Ra....!" Sapa Gienka.


"Hai Gie....! Masuklah...!"


Gienka duduk di sofa dan Kyra beranjak dari kursi kerjanya menghampiri Gienka. Tidak ada lagi ketegangan di wajah Kyra, membuat Gienka senang melihatnya.


"Aku masih tidak menyangka Axel bisa seberani itu Gie...! Kau pasti sangat mengenalnya....! Seperti apa dia? Aku harap kau mengatakan dengan jujur jangan ditambah atau dikurangi, karena itu yang akan menentukan jawabanku nanti hehehe...!"


Gienka terkekeh. "Aku akan mengatakan semuanya apa adanya padamu tentang Axel karena aku juga ingin yang terbaik untukmu adik iparku, juga untuk Axel teman baikku! Well Axel mengatakan semuanya dengan benar jika dia mulai menyukaimu sejak pesta itu Ra, hanya saja dia sempat sedikit parno karena tahu siapa dirimu dan siapa keluargamu, dia punya pengalaman buruk dengan penolakan dari keluarga seperti keluargamu!"


Kyra mengernyit tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Gienka. Mendapatkan ekspresi bingung Kyra Gienka pun menjelaskan semuanya pada Kyra tentang permasalahan yang pernah menimpa Axel. Kyra mendengarkan dengan baik semua cerita dari Gienka. Dan hal seperti itu ternyata masih ada, dimana masih ada orang-orang yang menyepelekan suatu pekerjaan orang lain hanya karena tidak sesuai dengan yang mereka inginkan.


Malam tiba, dan akhirnya tamu yang ditunggu-tunggu datang juga. Axel benar-benar datang dengan kedua orang tuanya. Mereka langsung disambut oleh keramahan dari keluarga Kyra. Aditya sendiri sudah mendapatkan informasi dari beberapa orang selain Ariel tentang keluarga Axel, dan informasi itu sangat baik tentang mereka. Bagi Aditya itu cukup membuatnya tenang jika nanti Kyra menerima Axel dan semua keputusan tetap berada di tangan Kyra.


Mereka akhirnya mengobrol, Aditya juga menjelaskan kenapa dia meminta Axel agar datang membawa orangtuanya yaitu dia benar-benar ingin melihat keseriusan Axel pada Kyra. Aditya tidak mau jika putrinya dijadikan mainan oleh laki-laki, juga dimanfaatkan. Aditya ingin yang terbaik untuk Kyra putri satu-satunya yang begitu dia cintai. Apa yang sudah dilakukan oleh Zayan pada Kyra tidak boleh lagi terulang.


"Kyra sayang...! Axel sudah memenuhi janjinya datang kesini bersama dengan orang tuanya yang artinya Axel menyanggupi syarat yang Apap berikan, tetapi semua keputusan tetap berada di tanganmu, kau menerima Axel atau tidak terserah, atau mungkin kau ingin memberi kesempatan padanya untuk saling mengenal lebih dulu, semua terserah padamu, Axel juga siap menerima semua keputusanmu! Satu yang pasti, Apap cukup menyukai Axel...!" Ujar Aditya.


Kyra menoleh ke arah Aditya dan Cahya juga ke arah Oma dan Opanya yang duduk di sofa sebelah kanan. Dia harus mengambil keputusan yang terbaik menurutnya karena ini juga untuk kebahagiaannya. Dengan sekali tarikan napas yang panjang Kyra akhirnya menerima Axel dan ingin mengenalnya lebih jaub lagi tetapi dengan syarat bahwa hubungan ini tidak boleh dijalankan dengan main-main karena Kyra berpikir mereka sudah dewasa dan tidak perlu lagi bermain-main dengan sebuah hubungan. Jika hubungan ini berhasil dalam satu bulan atau kurang dari itu, Kyra tidak akan menolak jika Axel berniaf untuk mengajaknya menikah, karena Kyra tahu bahwa menikah adalah salah satu ibadah yang baik yang harus disegerakan jika memang satu sama lain sudah siap.


Kyra mengambil keputusan ini setelah semalam dan seharian ini berpikir keras. Banyak pergolakan bathin juga Kyra sendiri menimbang semua baik buruknya dan juga ingat dengan pengalaman yang pernah dilalui kedua orangtuanya. Kyra berharap bisa seperti Amamnya yang dulu pernah berjuang dan bangkit dari keterpurukan setelah mengalami penolakan. Amamnya bisa mendapatkan kebahagiaan dari laki-laki yang tepat. Dan Axel semoga bisa seperti Apapnya yang bertanggung jawab dan memiliki cinta yang luar biasa untuk Amamnya. Kyra benar-benar akan mencoba mengenal Axel lebih dalam sebelum nanti dia memutuskan apakah hubungan ini akan berlanjut atau tidak. Setidaknya saat inj dia mencoba menghargai keberanian dari Axel.