
"Hahaha aku tadi hanya bercanda, kenapa kau menganggap ucapanku serius? Lagipula aku malas berdebat lagi dengannya jadi terserah dia saja mau memberikan semuanya padaku atau tidak, tetapi dia bilang sisanya nanti karena dia masih ingin mengurusnya, ya sudah ku biarkan saja"
Sial*n Ariel. Aditya mengumpat kepada sahabatnya itu dalam hati, karena dia pikir Ariel sudah mengetahui tentang hal itu. "Ku dengar kau kemarin pergi umroh? Dan sekarang kau terlihat berbeda, tidak banyak hanya sedikit saja perbedaannya haha"
"Brengs*k kau!! Pasti Randy sudah menceritakan padamu"
"Hanya sekilas, tetapi tentu saja aku ingin mendengarnya langsung darimu, ceritakan kau pergi kemana saja kemarin?"
"Aku hanya pergi beribadah lalu ke amsterdam ke swiss dan ke maldives, aku hanya datang untuk liburan karena kurasa selama ini aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku, tubuhku juga perlu istirahat, membuang toxic di dalam diriku dan aku memutuskan menjauh dari orang-orang untuk sementara waktu"
"Dan aku berharap kau membuang semua toxic yang sudah meracuni tubuhmu selama ini, and then kau juga harus menemui Gienka, kemarin aku dan Cahya pulang bersama Elea, kau harus segera menemui putrimu itu, dia pasti sangat merindukanmu"
"Aku sudah bertemu dengannya kemarin, aku tidak sengaja melihat mereka ada di restoran seafood di dekat apartemen Elea, jadi aku memutuskan mampir kesana untuk bertemu dengan Gienka sekaligus menyeleseikan semua permasalahanku dengan Elea, kurasa aku sudah lelah dengan semua ulahmu kemarin, aku hanya ingin fokus kepada anakku, aku tidak ingin dia membenciku jika aku terus melukai hati ibunya"
Aditya melempar senyumnya memuji keberanian sahabatnya dan juga meresa sangat bahagia akhirnya Ariel mau membuka cara berpikirnya selama ini. "Syukurlah kau sudah melakukannya, kita sudah dewasa bukan lagi saatnya mengikuti ego, pada akhirnya kehadiran seorang anak akan bisa mengubah cara berpikir kita"
Ariel dan Aditya melanjutkan obrolan santai mereka, bahkan Ariel juga menceritakan tentang bagaimana akhirnya dia melakukan perjalanan ke tanah suci yang akhirnya membuatnya bisa merubah cara berpikirnya dan menerima semua yang pernah terjadi di hidupnya dengan hati yang lapang dada.
Sampai akhirnya Ariel berpamitan untuk kembali ke kantor pada Aditya.
Waktu makan siang tiba, Cahya mengajak Ibu dan Adiknya turun untuk makan siang bersama, juga akan memanggil Aditya yang masih berada di ruang kerjanya. Cahya melihat ada 2 gelas kosong di atas meja kerja suaminya dan menanyakan siapakah yang baru saja datang. Aditya pun menjawab bahwa Ariel baru saja pulang setelah menemuinya.
Akhirnya Aditya menikmati makan siang bersama istri, mertua dan adik iparnya. Ada beberapa masakan yang di buat oleh ibu Cahya dan semuanya adalah kesukaan dari Cahya juga Aditya. Setelah makan siang, Aditya memutuskan mengajak mereka untuk pergi ke tempat usaha ibu mertuanya, karena dia dan Cahya belum pernah sama sekali datang kesana.
"Kenapa tadi tidak memanggilku jika Ariel datang??" Tanya Cahya pada Aditya yang duduk disebelahnya.
"Ariel datang membahas pekerjaan dan memberitahu jika villa kita yang ada di Bali sudah 70 persen, bulan depan sudah selesai"
"Oh.... Apakah kau mengatakan padanya jika Elea sudah kembali???"
"Aku tadi menyuruhnya agar menemui Gienka karena sudah lama kan dia tidak datang tetapi ternyata dia kemarin sudah datang kesana, katanya dia tidak sengaja melihat Elea dan Gienka di restoran seafoods, ya akhirnya dia memutuskan untuk kesana" Gumam Aditya.
"Dia datang kesana? Lalu??"
"Baguslah jika sperti itu" Gumam Cahya lega lalu melanjutkan makan siangnya.
Setelah makan siang selesai, mereka pun bersiap, Aditya akan mengemudikan sendiri mobilnya, mengingat hari ini tidak ada supir di rumah karena dia sendiri yang meminta mereka tidak perlu datang. Sebenarnya tadi ada supir dari mertuanya tetapi supir itu sudah pulang karena Ibu Cahya yang memintanya dan menyuruhnya untuk kembali saat malam hari saja karena dia ingin menghabiskan waktunya bersama kedua cucunya. Tetapi karena ini adalah rencana yang mendadak dan tercetus begitu saja menyebabkan Aditya harus mengendarai sendiri.
Hingga sampailah mereka ke bekas tempat tinggal Cahya dan keluarganya dulu sebelum kebakaran. Aditya bersama Cahya dan Ibu mertuanya serta Chika turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah yang dijadikan tempat usaha cathering. Sebelum masuk, Aditya menyempatkan berkeliling sebentar melihat-lihat sekitar.
Seorang wanita menghampiri Aditya, dia adalah orang yang tugaskan Aditya untuk membantu Ibu Cahya mengurus bisnis ini, dia juga yang bertugas mencari partner kerjasama. Dengan ramah dia menyalami Aditya dan Aditya juga dengan sopan menanyakan bagaimana perkembangan dari tempat usaha itu, mengingat wanita itu adalah sahabat dari sang Mama. Aditya mendapat rekomendasi dari Mamanya untuk memperkerjakan wanita itu, karena tentunya sudah berpengalaman mengurus hal semacam ini.
Setelah mengobrol, Aditya kemudian masuk dan melihat aktifitas di dalam. Terlihat semua sedang disibukkan dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang sibuk memasak juga ada yang melakukan pemotongan sayur dan daging. Dan semua pekerja yang ada disini adalah para ibu-ibu yang tidak lain adalah para tetangga di sekitar tempat ini. Aditya sangat senang saat ibu mertuanya mengusulkan ingin membuat usaha dan akan memperkerjakan orang-orang di sekitarnya yang akhirnya membuat lapangan pekerjaan baru untuk mereka.
"Hallo, saya akhirnya sudah mendapatkan apa yang anda inginkan, sejak kemarin saya sudah melihat ada aktifitas lagi di rumah itu dan sekarang saya mengikuti mereka" Ucap seorang laki-laki yang sedang berdiri di depan tiang listrik. Dia terlihat diam sejenak mendengarkan instruksi dari orang yang dihubunginya.
"Baiklah, sore nanti saya akan menemui anda" Ucap laki-laki itu lalu menutup teleponnya.
Dia pun masih berdiri mengawasi semua aktifitas Aditya dan keluarganya. Sudah sejak lama dia mengawasi dan memantau rumah Aditya, dan lebih dari seminggu rumah itu tidak ada aktifitas sama sekali, tidak ada mobil keluar masuk dari sana. Tetapi senyumnya melebar saat kemarin ada 2 mobil akhirnya keluar dari sana dan beberapa jam kemudian hanya sebuah mobil yang masuk. Dan hari ini juga ada 2 mobil lagi yang masuk dan keluar dari rumah besar itu, sampai akhirnya sebuah mobil mewah putih juga dia lihat juga keluar, dia tidak pernah melihat mobil itu keluar sebelumnya selain 2 mobil hitam yang tidak lain itu adalah mobil milik dari Ayah dan Adik Aditya. Tanpa pikir panjang dia pun langsung mengikuti mobil putih itu dan ternyata orang yang selama ini di carinya muncul juga bersama dengan keluarganya.
Cukup lama laki-laki itu menunggu hingga akhirnya Aditya dan keluarganya keluar lagi. Bergegas dia mengambil beberapa foto saat Aditya keluar sampai mobil putih yang di tumpanginya keluar dari tempat itu, foto itu akan dia jadikan bukti saat bertemu dengan bosnya nanti.
Setelah mengikuti Aditya yang ternyata kembali lagi ke rumahnya. Bergegas dia meninggalkan kediaman Aditya untuk langsung menemui Bosnya dirumahnya yang sudah menunggunya.
******
Laki-laki itu masuk ke sebuah rumah dimana bosnya tinggal. Rumah itu sangat besar dan dia dipersilahkan untuk masuk kesana karena sudah di tunggu.
"Ini beberapa foto yang tadi saya ambil saat mengikuti mereka, mereka datang ke sebuah tempat, saya tidak tahu itu tempat apa" Laki-laki itu memberikan ponselnya kepada seseorang yang duduk di depannya.
Dia melihat bosnya itu benar-benar seperti memperhatikan detail dari foto yang tadi dia ambil, bahkan terlihat menzoom foto-foto itu, lalu tiba-tiba senyumnya menyeringai dan terlihat puas.
"Akhirnya setelah berbulan-bulan tidak terlihat si brengs*k ini muncul lagi, dan dia sedang bersama dengan keluarga istrinya yang bod*h itu, ah ku dengar dia juga memiliki anak kembar, Armand Aditya!!!! Tunggu saja pembalasanku, kau sudah menghancurkan kehidupanku selama ini dan sekarang giliranku yang akan menghancurkan hidupmu dan semua keluarga bod*hmu itu..."