SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 103



"Aku yang harusnya meminta maaf" jawab Adri pelan.


"Setiap permasalahan selalu ada solusi Dri, bisa dibicarakan dengan baik-baik jangan malah kau lari ke hal yang bisa merusak dirimu, setelah ini kau langsung pulang, besok kau harus kembali kan? Siapkan segala keperluanmu dengan baik"


Setelah mengantar Adri mengambil motornya, Aditya langsung menuju kantornya. Aditya berharap adiknya tidka melakukan hal seperti tadi malam. Walaupun berat untuk mengiyakan permintaan Adri yang tidak mau bergabung diperusahaannya, bagi Aditya yang terpenting adalah Adri dalam keadaan baik dan tidak merasa tertekan. Aditya akan mencoba berbicara dengan Papanya mengenai hal ini.


****


Cahya duduk dibalkon kamarnya menikmati suasana sore sambil memakan cokelat dan sudah menghabiskas 1box es krim 3 rasanya . Rumah dalam keadaan sepi dan Aditya juga belum pulang. Cahya mengelus elus perutnya dengan sebelah tangan sedangkan tangan yang lainnya memegang cokelat dan menggigitnya. Aditya masuk ke kamar dan melihat istrinya sedang duduk sendirian dibalkon, dia hanya tersenyum lalu menghampirinya.


"Ada bekas gelas berisi jus, ada box bekas es krim, ada bungkus cokelat sebanyak ini dan kau menghabiskannya sendirian? Ya Tuhan!!" Aditya keheranan melihat semua yang ada diatas meja kecil itu.


Cahya menengok kebelakang dan menemukan Aditya berdiri dibelakangnya. "Kau sudah pulang" Cahya beranjak dari tempat duduknya dan langsung memeluk Aditya.


"Kenapa rumah sepi, biasanya kau sedang bersama dengan Mama"


"Mama sejak tadi pergi bersama Adri, katanya ada tas dan sepatu keluaran baru, Mama tidak mau melewatkannya"


"Selalu saja, kau tahu aku sangat kesal ketika mama mengajakku mengantarnya berbelanja, lama sekali dan terus berputar-putar untuk memilih tetapi berbeda dengan Adri, dia sangat sabar itu sebabnya Mama jarang sekali memintaku mengantarnya, dan aku ingin bertanya padamu, apakah kau menghabiskan semua yang ada diatas meja itu sendirian??"


Cahya menggelengkan kepalanya "Tidak, aku tidak menghabiskannya sendirian, ada 2 orang yang membantuku menghabiskannya"


"Siapa?"


Cahya melepaskan pelukannya dan mengusap perutnya sambil tersenyum "Mereka ada disini".


"Itu hanya alasanmu saja" Aditya mengecup ujung hidung Cahya lembut.


Cahya membalas ciuman Aditya dengan mencium bibirnya, lalu Aditya menyentuh dagu Cahya lembut untuk mendongakkan kepalanya, kemudian dikecupnya bibir Cahya lembut. Lidahnya mendesak masuk kemudian, terasa panas dan menggoda, tanpa permisi menjelajahi seluruh bagian mulut Cahya, Aditya mencecapnya dan menggodanya, lidah itu lalu menemukan lidah Cahya yang lembut dan berjalinan di sana. Mulut Aditya mellumat seluruh bagian bibir Cahya, seakan ingin menyerap semua rasanya. Pelukannya mengencang, jemarinya menelusuri permukaan kedua lengan Cahya, bergerak naik turun dengan menggoda.


Ketika ciuman itu terlepas, napas mereka berdua sama-sama terengah-engah. Aditya lalu mengecup lembut bibir Cahya, beralih ke pipinya, diberinya hadiah kecupan-kecupan kecil, kemudian ke telinganya, menghembus lembut di sana membuat Cahya memekik kegelian. "Sudah cukup kau mandi dulu, aku siapkan pakaianmu dan akan kubuatkan jus untukmu"


"Kau yang memulai menciumku tapi kau juga yang bilang sudah cukup" Gerutu Aditya.


"Baiklah nanti aku akan menciummu lagi jika badanmu sudah wangi" Sekali lagi Cahya mendaratkan ciuman dipipi Aditya dan berlalu meninggalkan suaminya untuk menyiapkan pakaian untuknya.


***


Cahya membuat jus untuk Aditya, tak berapa lama suara bel berbunyi, Cahya menyuruh mbak Tina untuk membuka pintu. Ternyata Mama mertuanya dan Adri sudah pulang. Cahya menghampiri mereka dan menyalami Mama mertuanya "Mama sudah kembali, aku sedang membuat jus untuk Adit, apa Mama mau??"


"Iya sayang Mama mau"


"Adri apa kau juga mau jus?? Jika mau akan aku ambilkan sekalian" Tanya Cahya.


Adri menganggukkan kepala, Cahya hendak beranjak ke dapur tetapi Mama mertuanya menahannya.


"Biarkan Tina yang membawanya ke atas, ayo kau ikut mama, mama akan tunjukkan sesuatu padamu, Tina tolong bawakan jusnya ke atas ya"


"Mama kenapa harus membelikanku juga? Harusnya tidak usah"


"Jangan menolak, tadi Mama juga menyuruh Adri memilihkan tas dan sepatu untuk Chika, dan kau suka warna apa pilihlah"


"Terserah Mama saja, terima kasih ya Ma?"


Nyonya Harry memberikan tas dan juga dompet untuk Cahya. Mbak Tina datang mengantarkan jus "Nyonya ini jusnya, non Cahya ini jus untuk tuan muda saya taruh dikamar atau gimana"


"Ga usah mbak biar saya saja yang membawanya kesana, Mama makasih ya untuk Tas dan dompetnya, aku antar dulu jusnya, takut Adit udah nungguin"


****


Cahya masuk ke kamar sedangkan Aditya sudah selesai mandi dan duduk di sofa. Cahya memberikan jusnya kepada Aditya, dan suaminya itu memasang wajah jutek karena cukup lama menunggunya.


"Maaf tadi mama sudah pulang dan membongkar semua belanjaannya dan menunjukkannya padaku"


"Apa itu"


"Mama membelikan Tas dan juga dompet untukku, lihatlah ini sangat bagus"


"Selera mama memang sangat bagus, itu sangat cocok untukmu"


Aditya meminum jus buatan Cahya, dan mengelus lembut perut istrinya. Cahya menyandarkan kepalanya didada Aditya, merasa sangat bahagia memiliki keluarga yang begitu menyayanginya.


****


Setelah makan malam Cahya menemani Aditya diruang kerjanya. Aditya sibuk dengan pekerjaannya dan Cahya memilih untuk membaca novel sambil memakan Cokelat. Cahya tidak bisa lepas dari cokelat, bahkan tadi merengek padanya untuk dibelikan Cokelat karena stok Cokelatnya dari Swiss tinggal sedikit dan Cahya menginginkan Cokelat langsung dari Swiss, membuatnya harus menghubungi Roland untuk membeli dan mengirimkan Cokelat untuk istrinya.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 lebih dan Cahya tertidur disofa. Aditya menggendong Cahya ke kamar, tetapi saat Aditya menaruh tubuh Cahya ditempat tidur, Cahya terbangun. "Sayang maaf aku tertidur ya?"


"Eh bangun, kamu lanjut aja tidurnya" Ucap Aditya lalu mencium kening Cahya.


"Aku belum menggosok gigiku, kamu juga pasti belum, ayo ke kamar mandi"


Setelah dari kamar mandi, Cahya masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaian dan juga menyiapkan baju tidur untuk suaminya. Aditya menghampiri istrinya diruang ganti dan Cahya memberikan baju tidur untuknya. Aditya menggerutkan keningnya bingung karena Cahya hanya memberinya celana tanpa atasan.


"Kenapa cuma ini, atasannya mana?" Tanya Aditya.


Cahya melempar senyum genitnya "Tidak usah memakainya, aku sedang ingin memeluk tubuhmu tanpa penghalang apapun"


"Kau ini, selalu ada saja ulahmu, kalau begitu aku tidak akan memakai ini juga, jadi tidak ada penghalang lagi diseluruh tubuhku"


Mereka berdua tertawa lalu saling berpelukan. Cahya keluar dari ruang ganti dan duduk ditempat tidur menunggu Aditya selesai mengganti pakaiannya. Aditya akhirnya keluar hanya memakai celana tidur tanpa atasan mengikuti kemauan Cahya, dan istrinya itu langsung memeluknya. Cahya sangat menyukai aroma tubuh Aditya, dan merasa sangat nyaman dipelukannya.


Aditya mendongakkan kepala Cahya dan mencium bibirnya dengan sangat lembut. Cahya langsung merespon setiap gerakan mulut dan lidah Aditya, dan saling berjalinan disana mencecap seluruh rasanya. Lalu ciuman itu terlepas dan nafas mereka berdua terengah-engah. Aditya mengangkat Cahya dan membaringkannya ditempat tidur dan mereka tidur dalam keadaan saling berpelukan.