SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Menjelaskan semuanya



" Ayo cepat bangun dan mandi, sudah waktunya sarapan" Bisik Cahya.


" Ayo mandi denganku, aku sangat merindukanmu"


" Tidak, kau harus mandi sendiri dan cepat, sedang ada banyak orang disini, aku harus kembali ke dapur untuk membantu mbak Tina dan Elea, kau cepat mandi"


Aditya beranjak dari tempat tidurnya dan ke kamar mandi, sedangkan Cahya menyiapkan pakain untuk suaminya itu dan kembali lagi ke dapur. Disana Elea sedang menyiapkan piring di meja makan. Suara bel berbunyi, mbak Tina berlari untuk membuka pintu.


" Siapa Ca, yang pagi-pagi datang bertamu?" Tanya Elea.


" Entah El, tapi kalau bel berbunyi berarti tamunya diijinkan masuk, karena sejak kejadian pelemparan mobil waktu itu Aditya super ketat, dan security harus mendapat ijin darinya jika ada yang mau bertamu" Jelas Cahya.


" Aditya serem juga ya hahaha"


Mereka berdua tertawa, sampai beberapa saat kemudian mbak Tina memberitahu jika yang datang adalah Randy, segera Cahya berjalan ke ruang tamu untuk menemuinya.


" Hai Ran, kedua kalinya kita bertemu lagi, kau dulu datang di pernikahan kami kan, ayo silakan duduk, Adit masih mandi akan ku beritahu dia jika kau datang, dan ya Ariel juga ada disini"


" Tidak usah Ca, aku kesini hanya ingin mengantarkan mobil Aditya, semalam dia pulang bersama Ariel dan mobilnya dirumahku jadi aku sekarang mengantarnya kesini kebetulan juga ada urusan disekitar sini, oh iya ini kuncinya"


" Oke terima kasih, dan au pasti belum sarapan, sarapanlah disini bersama kami, duduklah dan akan ku panggilkan Aditya"


Randy menolak karena dia harus menyelesaikan pekerjaannya dan hanya mampir untuk mengembalikan mobil Aditya saja, tetapi tiba-tiba ada suara yang menyahut dari belakang, membuat Cahya berbalik badan, ternyata Aditya turun dari tangga.


" Urusan apa yang akan kau kerjakan, ini hari sabtu dan masih terlalu pagi untuk mengurus sebuah urusan, dan benar kata istriku sarapanlah disini saja, Ariel sebentar lagi juga akan turun, jangan banyak Alasan duduklah terlebih dulu" Ucap Aditya yang kemudian mau tidak mau Randy harus menerima tawarannya.


Akhirnya mereka semua sarapan bersama, Nyonya Harry sangat bahagia melihat sahabat putranya ada disini, karena ini sangat jarang terjadi setelah mereka sibuk dengan urusannya. Dulu saat mereka SMA, Ariel dan Randy sangat sering bermain dan menginap disini, tetapi setelah mereka terpisah karena harus kuliah dibeda tempat membuat ketiga nya jarang bersama lagi, bahkan setelah lulus mereka disibukkan dengan pekerjaan masing-masing.


" Tante masih ingat, dulu Randy ini anak yang tidak banyak bicara tetapi sekali bicara dia bisa membuat semua orang tertawa, sedangkan Ariel tasnya selalu penuh dengan mainan tak disangka sekarang dia memiliki banyak hotel berbintang" Ucap nyonya Harry tersenyum.


" Tetapi Randy sekarang banyak bicara dan kita jangan pernah membantahnya, bisa habis dilibas kita" Sahut Aditya yang langsung disambut tawa semua orang.


Setelah selesai sarapan, Nyonya dan Tuan Harry berpamitan untuk naik ke atas membiarkan yang muda agar bisa bercengkrama dan membahas urusan mereka sendiri. Sedangkan Cahya dan Elea membantu mbak Tina membereskan dapur. Setelah selesai Cahya dan Elea bergabung dengan para lelaki, mereka berdua sangat penasaran dengan penangkapan yang dilakukan oleh 3 sahabat itu.


" Well, aku ingin kalian bertiga menceritakan semua yang kalian lakukan kemarin, semuanya" Ucap Cahya.


Aditya lalu menceritakan semuanya, bagaimana awal mula teror itu terjadi yang diawali dengan pelemparan mobilnya saat selesai makan siang, sampai teror paket, semua dilakukan oleh pria itu tetapi ada seseorang yang telah membayarnya untuk melakukan semuanya, dan yang melakukannya adalah Erica. Sontak Cahya kaget mendengar nama Erica.


" Erica? Siapa dia?" Tanya Elea bingung.


" Dia adalah mantan kekasih Aditya" Sahut Ariel.


" Erica tahu jika Cahya sedang hamil, dan dia mengirim paket itu hanya untuk membuat Cahya shock agar keguguran" Ujar Ariel, dan sangat jelas terlihat wajah kaget Elea dan Cahya mendengar ucapannya.


" What??? Ingin membuat Cahya keguguran, aku tidak menyangka ada seorang perwmpuan yang bisa berpikir seperti itu untuk membuat perempuan lainnya tersakiti, Fu*k" Gerutu Elea.


Aditya kemudian melanjutkan bercerita bahwa mereka telah gagal menangkap Erica dan Erica sudah kabur entah kemana, karena Erica lebih cepat membaca keadaan dan akhirnya membuat mereka marah karena tidak berhasil menemukan Erica, tetapi Aditya berjanji jika suatu hari bisa menangkapnya, dia akan memberinya pelajaran yang tidak akan pernah bisa dilupakannya. Tetapi Cahya mencoba menenangkan suaminya.


" Sudahlah, jangan menyimpan dendam lagi, lagipula jika Erica sudah pergi, masalah ini pasti juga ikut berakhir, sekarang kita bisa mulai menjalani kehidupan kita seperti biasa lagi"


Setelah mengobrol berbagai hal, akhirnya Ariel berpamitan untuk mengantar Elea puoang, begitu juga dengan Randy, dia berpamitan karena harus menemui seseorang yang kebetulan tinggal disekitar sini. Perkataan Randy itu membuat Ariel dan Aditya curiga dan penasaran dengan siapa yang akan ditemuinya, karena biasanya sahabatnya itu jarang sekali mau menemui seseorang kecuali mereka yang datang menemuinya. Tetapi tampaknya ada yang Randy sembunyikan, melihat Randy seperti itu Aditya dan Ariel hanya saling berpandangan terssnyum.


***


Setelah semua berpamitan, Aditya memutuskan untuk ke kamar dan Cahya ke dapur untuk membuatkan suaminya jus. Tuan dan Nyonya Harry turun berpamitan pada Cahya karena mereka akan pergi ke rumah saudara, dan mungkin malam baru akan kembali.


Cahya membawa jus dan masuk ke kamar karena Aditya pasti sudah menunggu jusnya. Aditya sedang duduk disofa dan membaca berkas pekerjaannya. Cahya menghampirinya dan menyerahkan jusnya.


" Kau sepertinya sangat sibuk sekali" Tanya Cahya.


" Ah iya, aku ada rapat penting hari senin nanti, ada proyek besar yang sedang aku kerjakan, proyek itu bekerja sama dengan perusahaan international"


" Semoga semuanya lancar, minum dulu jus nya, Mama dan Papa sedang pergi dan akan kembali nanti malam"


" Iya, tadi sudah bilang padaku" Aditya meminum dna langsung menghabiskan jusnya lalu memeluk Cahya dan mengatakan merindukannya.


Aditya mencium bibir Cahya lembut, dan membawanya ke tempat tidur lalu membaringkannya. Mereka berciuman, saling berpadu satu sama lain. Lelaki itu menelusuri semua bagian tubuh istrinya, menyingkap dress yang dipakainya. Tangannya bermain di area istrinya yang terletak diantara 2 pahanya membuat istri bergeliat merasakan sensasinya.


Aditya melepaskan seluruh pakaiannya dan pakaian istrinya lalu menyatukan diri. Aditya bergerak pelan, sejak kehamilan istrinya, Aditya sangat berhati-hati saat melakukannya, dia tidak ingin membuat istrinya tidak nyaman.


Setiap gerakan yang dilakukan Aditya membuat Cahya tidak berhenti mengerang menikmatinya.


" Adit...." Cahya memanggil suaminya dengan suara parau karena sudah tidak bisa menahan diri.


" Ya sayang ya.." Aditya membalas erangan Cahya dengan suara parau tertahan, ritmenya sedikit dipercepat, semakin tak tertahankan membuat Cahya tidak mampu lagi, sehingga akhirnya membiarkan dirinya dibawa oleh arus deras kenikmatan yang memenuhi seluruh sarafnya. Asitya mengerang di sana dan mereka mencapai ujung itu secara bersamaan.


****


Disisi lain Theo sedang dikelilingi oleh berbagai macam minuman keras, dia terlihat sangat mabuk. Selama beberapa hari ini perasaannya dipenuhi oleh kemarahan terhadap Aditya.


" Aku tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja Aditya Brengsek, tidak akan!!!"