SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 437



Pintu ditutup oleh Gienka, dan Camilla hanya bisa berdiri mematung di depan apartemen Kyros. "Menikah, mereka sudah menikah???" Itulah yang pertama kali ada di benak Camilla. Dan dia pun melangkah meninggalkan apartemen Kyros dengan berbagai pertanyaan yang ada di kepalanya. Camilla masih tidak percaya jika mereka sudah menikah dan Gienka pasti hanya mengarang cerita untuk membuatnya menyerah mendapatkan Kyros. Camilla berpikir bahwa mereka mungkin hanya bercinta biasa dan tidak terikat dalam pernikahan.


Sementara itu Gienka melempar apa yang dibawa oleh Camilla untuk Kyros. "Darimana dia tahu jika Ky sudah kembali? Apa jangan-jangan Kyros memberitahunya??? Suamiku itu benar-benar ya....!" Gumam Gienka kesal dan melanjutkan membawa kopernya masuk ke kamar untuk berganti pakaian.


Setelah berganti pakaian, Gienka memutuskan untuk merapikan tempat tinggal barunya ini, dia tidak bisa jika harus beristirahat dengan keadaan yang seperti ini. Lantai berdebu dan beberapa barang Kyros tergeletak begitu saja dimana-mana.


Gienka melangkah ke jendela dan membuka gorden sehingga sinar matahari bisa masuk, lalu dia tersenyum ketika menemukan vacum otomatis pembersih debu milik Kyros yang ada di pojokan kamarnya. Gienka mengambilnya dan menyalakannya kemudian alat itu mulai bergerak sendiri secara perlahan. Sementara Gienka merapikan buku serta majalah Kyros yang tergeletak begitu sjaa di sofa dan meja kemudian beralih melepas sarung bantal yang ada di tempat tidur Kyros untuk diganti begitu juga dengan spreinya.


Kyros keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk, dan dia mengernyit ketika melihat istrinya sedang sibuk mengganti sprei tempat tidurnya. "Sayang...! Bukannya beristirahat kenapa kau malah sibuk melakukan hal yang justru akan membuatmu lelah saja!!"


"Bagaimana aku bisa beristirahat dengan nyaman, semuanya berdebu, kau tau kan aku punya sinus, tolong ambil sprei yang bersih dan bantu aku menggantinya...!"


Kyros tersenyum dan mengangguk kemudian membuka lemari dan mengambil sprei satin berwarna putih beserta sarung bantal serta bed covernya. Gienka menarik sprei yang ada ditempat tidur dan tiba-tiba ada sebuah kertas yang terbang ketika dia berhasil melepas sprei itu. Gienka mengernyit dan membungkukkan tubuhnya mengambil kertas itu. Dan betapa terkejutnya dia ketika membalik kertas itu dimana disitu adalah sebuah foto.



"Apa yang kau lihat itu???" Kyros mendekat dan langsung mengambil kertas yang di pegang oleh Gienka. "Dimana kau menemukan ini??? Aku sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak menemukannya?" Tanya Kyros lagi.


Gienka melempar senyumnya. "Sepertinya itu terselip disitu! Kau tidak pernah mengganti spreimu ya? Sampai foto itu terselip disana dan kau mencarinya...!"


"Sembarangan!!! Aku menggantinya seminggu sebelum pulang, dan mungkin bersamaan dengan itu foto ini hilang!!!" Gumam Kyros.


Gienka terus tersenyum dan kemudian melingkarkan kedua lengannya di leher Kyros, menatapnya dalam-dalam. "Kau menyimpan fotoku ternyata, apa yang kau lakukan dengan foto itu??"


"Aku membawanya bersamaku ketika aku ada diluar angkasa, sesekali aku memandanginya jika aku merindukanmu, sekarang aku bisa puas memandangimu tanpa henti setiap harinya karena kau akan selalu ada bersamaku!" Gumam Kyros. Matanya melembut dan kemudian dia mendaratkan kecupan manis di bibir Gienka.


"Apa hanya fotoku saja yang kau bawa???" Tanya Gienka lagi.


Kyros menggelengkan kepala nya. "Ada foto keluargaku juga tentu nya... Kalian selalu ada bersamaku....!" Kyros kembali mengecup bibir Gienka.


Mereka berdua kemudian merapikan tempat tidur agar bisa segera beristirahat dengan nyaman setelah perjalanan jauh. Kyros menjadi teringat sesuatu, saat di kamar mandi tadi dia sempat mendengar suara interkom yang mengartikan bahwa tadi ada yang datang, dia pun menanyakannya pada Gienka.


"Camilla...! Dia datang membawa wine dan sepertinya ingin mengajakmu berpesta karena kau sudah kembali! Kau pasti memberitahunya kan kalau kau kembali hari ini? Sampai-sampai dia sudah menyiapkan itu semua!" Jawab Gienka ketus.


"Camilla?? Dia kesini? Darimana dia tahu? Aku tidak memberitahunya!"


Gienka hanya menarik ujung bibirnya dengan ekspresi kesal jika harus membahas tentang Camilla. Gienka kemudian duduk di tempat tidur karena sudah selesai memasang sprei. Melihat perubahan mood yang terjadi pada istrinya, Kyros tersenyum dan melangkah mendekatinya lalu duduk disebelahnya. Kyros memegang kedua bahu Gienka dan memandangi istrinya itu dengan penuh kelembutan sambil tersenyum.


"Aku benar-benar tidak memberitahunya jika aku akan kembi, mungkin saat aku keluar tadi, dia melihatku jadi dia langsung datang kesini, aku tahu kau sangat tidak menyukainya karena dia dekat denganku atau dia menyukaiku, tetapi ingatlah satu hal bahwa aku hanya mencintaimu saja. Sebesar apapun kau tidak suka dengannya itu hak mu tetapi jangan terlalu berlebihan ketika berhadapan dengannya, dia teman baik Kyra, aku tidak mau kalau Camilla membicarakan sikap cuek atau ketusmu kepada Kyra dan itu bisa saja merusak hubunganmu dengan Kyra, kau mengerti maksudku kan?? Jadi bersikaplah biasa saja pada Camilla saat bertemu dengannya, oke??"


Gienka mengangguk dan berkata bahwa dia akan menjaga sikapnya walaupun dia memang merasa sama sekali tidak menyukai Camilla, entah kenapa. Padahal Camilla juga tidak melakukan hal yang meresahkan atau apapun itu, dan hanya sekali saja Camilla mengungkapkan perasaannya pada Kyros. Tetapi setelah itu, Gienka sendiri langsung membenarkan firasatnya bahwa Camilla memang selama ini menyukai Kyros.


"Aku akan mencobanya!!" Gumam Gienka pelan.


"Bagus...! Sekarang kita istirahat, aku ganti pakaian dulu..!"


Kyros beranjak dari tempat tidur tetapi Gienka juga ikut berdiri langsung menarik tangannya membuatnya membalikkan badannya lagi dan berhadapan dengan istrinya. "Kenapa sayang? Apa kau ingin mengatakan sesuatu lagi sampai kau menarikku seperti ini?? Hmm... Katakan? Apa kau butuh sesuatu???" Tanya Kyros sambil mengusap pipi Gienka.


Gienka tersenyum. "Don't ever stop dating your wife, and I don't ever stop flirting my husband" Gumamnya menggoda lalu mengedipkan sebelah matanya di depan Kyros.


Gienka diam-diam menarik handuk yang melilit tubuh Kyros, membiarkan handuk itu terlepas dan jatuh begitu saja ke lantai. Gienka mendongakkan wajahnya dan senyumnya mengembang di bibirnya lalu menarik wajah Kyros dan langsung menciumnya. Tangan kanan Gienka kemudian meraih milik Kyros, dan perlahan dia menggerakkan jemarinya disana dengan lembut membuat Kyros mengerang pelan menikmatinya.


Kyros duduk di tempat tidurnya dan menyuruh Gienka agar duduk berjongkok sehingga bisa dengan leluasa memandangi miliknya. "Gerakan tanganmu naik turun, rasakan betapa halusnya milikku ini, dan ukurannya akan membesar jika kau melakukannya dengan baik, kau juga bisa menggunakan mulutmu jika kau mau, dan aku juga penasaran dengan rasanya, terserah kau saja jika kau mau melakukannya dengan tanganmu saja atau dengan mulutmu, lakukan saja sesukamu!!!" Gumam Kyros dengan suara serak.


Kyros memegang jemari Gienka dan membimbingnya bergerak naik turun mengekplorasi dirinya. Ini pengenalan yang baik dan Kyros hanya bisa mengeluarkan suara-suara kecil untuk mengungkapkan kenikmatan dari sentuhan istrinya. Dan itu mempesona bagi Gienka, seorang lelaki yang begitu dominan dan jantan seperti Kyros, mengerang nikmat di bawah sentuhannya dan matanya terpejam. Kyros benar-benar semakin terlihat tampan ketika seperti ini.


Gienka juga menjadi terpikirkan dengan apa yang diucapkan oleh Kyros tadi tentang menggunakan mulut. Gienka tertantang untuk melakukannya dan ingin tahu bagaimana rasanya juga bagaimana ekpresi dari suaminya jika dia melakukannya. Gienka menghentikan gerakan tangannya tetapi tetap tidak melepaskan pegangannya disana, dan kemudian dia membungkuk dan membuka mulutnya. Kyros terperanjat ketika menyadari bahwa Gienka sudah menelan miliknya dengan menggunakan mulutnya.


"Good girl...! Gerakan kepalamu naik turun sayang, aku akan membimbingmu....!" Ucap Kyros lagi, dan dia kemudian mengumpulkan rambut Gienka dan menjadikannya pegangan untuk dirinya agar bisa membimbing istrinya bergerak.


Kyros dengan perlahan menggerakkan kepala Gienka naik dan turun. Kyros mengerang pelan menikmatinya dan tidak berhenti meracau memuji keberanian istrinya untuk mengeksplor dirinya.


" Sudah cukup sayang kau akan membunuhku dalam kenikmatan nanti" bisik Kyros Serak, lalu menyuruh Gienka untuk berdiri kemudian melepaskan semua pakaian istrinya itu dengan cepat.


Kyros mencium bibir Gienka dengan rakus lalu mendorongnya secara perlahan ke tempat tidur. Kyros menggesek pelan di area milik istrinya lalu menyatukan dirinya dengan lembut, dan melihat reaksi Gienka, dan ketika dia yakin tidak ada kesakitan lagi, dia mendesak perlahan, menembus kehangatan yang langsung membungkusnya rapat, membuatnya tergila-gila.


"Bagus....! Kita sudah menyatu, kita harus sering-sering melakukan ini, dan kita harus sama-sama belajar untuk bisa mendapatkan hal yang lebih nikmat lagi" Suara Kyros tenggelam di sela sela gerakan naik turun tubuhnya dan menghanyutkan Gienka kedalam pusaran kenikmatan yang selama ini tidak pernah kenal. Dan ketika Kyros membuat Gienka mencapai puncak kenikmatan untuk kesekian kalinya. Lelaki itupun menyerah dalam beberapa hujaman tajam, mengejar kenikmatannya sendiri.


Kyros menenggelamkan kepalanya di sisi leher Gienka dengan napas keduanya yang sama-sama tersenggal.


"Amazing...! Thank you so much my wife.... Aku sangat mencintaimu...!" Bisik Kyros dengan suara parau.


Gienka memeluk punggung suaminya yang ada diatas tubuhnya. "Aku bahagia bisa membuatmu puas, dan aku juga sangat mencintaimu" Gienka mendaratkan sebuah kecupan manis di pipi Kyros.


Dengan pelan Kyros mengangkat tubuhnya dan berbaring disebelah istrinya. Membuka lengannya agar bisa digunakan sebagai bantal oleh Gienka. Mereka berpelukan, menarik selimut lalu tidur.


★★★★★★


Keesokan harinya, Gienka membuat sarapan untuknya dan Kyros. Sebuah sarapan yang sangat terlambat karena hari sudah hampir siang. Ya, mau bagaimana lagi, mereka menghabiskan pagi pertama mereka disini dengan bercinta, bahkan hingga beberapa sesi. Kyros memanfaatkan hari terakhir liburnya sebelum besok mulai kembali bekerja. Itu sebabnya dia tidak mau melewatkan momen ini bersama dengan Gienka. Dan mungkin nanti akan berlanjut lagi. Tetapi sekarang mereka lapar dan juga Kyros akan mengajak Gienka untuk menemui Camilla sebentar. Kyros merasa tidak enak dengannya karena kejadian beberapa hari yang lalu saat di depan cafe. Kyros belum meminta maaf atau mengatakan apapun pada Camilla, dan hari ini kesempatan yang baik untuk melakukannya serta menjelaskan perihal hubungannya dengan Gienka, sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman juga mungkin Camilla bisa menjadi teman Gienka disini.


Gienka sebenarnya menolak untuk bertemu Camilla, tetapi dengan bijaksana Kyros semalam sudah menjelaskan semuanya. Dan pada akhirnya Gienka pun menyetujuinya. Gienka berpikir sepertinya memang tidak ada salahnya, dan dengan mengatakan semuanya pada Camilla mungkin Camilla juga bisa membuang perasaannya pada Kyros dan bisa mencari laki-laki lain.


Kyros keluar dari kamar dan sudah terlihat segar setelah mandi. Kyros langsung memeluk Gienka yang sedang sibuk menuang susu di gelas. Kyros memeluk dari belakang dan mencium leher jenjang istrinya itu. "Sarapan apa kita hari ini??" Tanyanya.


"Sarapan apa??? Kau kemarin hanya membeli roti tawar, lemon, susu dan selai saja, bahkan semalam juga kita hanya makan ini, harusnya kemarin kau membeli telur juga jadi aku bisa membuatkanmu omelette" Jawab Gienka.


"Aku tidak terpikirkan apapun kemarin, tetapi tidak apa, nanti kita bisa berbelanja lagi, tapi kalau kau malas, kita bisa makan diluar saja, bagaimana???"


"Tidak...! Aku ingin mengurus suamiku dengan baik, jadi aku akan memasak untukmu, kita nanti belanja saja!" Gienka berjalan ke meja makan dengan membawa dua gelas susu, sementara Kyros masih bergelayutan dibelakangnya. "Habiskan makanannya dan kita datangi temanmu itu, aku sudah siapkan oleh-olehnya untuk dia" Gumam Gienka lagi.


Kyros kembali mendaratkan ciuman di pipi Gienka, lalu melepas pelukannya dan duduk manis untuk menikmati sarapan yang tertunda.


Setelah selesai makan, Gienka juga sudah bersiap berangkatlah mereka ke unit apartemen Camilla yang berada tidak jauh dari unit apartemen Kyros. Mereka berjalan dan tiba-tiba saja Gienka teringat tentang oleh-oleh untuk Camilla yang ternyata tertinggal di dalam. Gienka langsung kembali lagi dengan berlari, sementara Kyros hanya terkekeh melihat kehebohan istrinya itu.


Sampailah Kyros di depan apartemen Camilla, dia menekan interkomnya dan menunggu Camilla membuka pintunya juga menunggu istrinya yang sedang mengambil barang.


Camilla yang sedang menonton televisi langsung beranjak dari tempat duduknya dan melihat siapakah yang datang siang-siang seperti ini di hari minggu. Camilla melirik ke layar interkomnya dan tersenyum menemukan Kyros berdiri sendirian disana dengan tampannya. Camilla tentu bahagia sekali karena Kyros datang tanpa mengajak Gienka, dan Camilla berpikir mungkin perempuan itu memang hanya datang kesini untuk mengantar Kyros saja dan bisa jadi dia saat ini sudah kembali atau menginap di hotel, karena tidak mungkin perempuan seperti Gienka mau menginap bersama laki-laki. Mengenai tanda-tanda merah yang kemarin dilihatnya itu, Camilla tidak mau berpikir lebih jauh dan menganggapnya tidak penting.


Camilla membuka pintu dengan memasang senyum bahagianya. Saat pintu dia buka dia langsung tersenyum lebar dan hendak memeluk Kyros sebagai ungkapan kerinduannya tetapi tiba-tiba saja tubuh Kyros justru ditarik dari belakang, dan alhasil bukan Kyros yang di peluk oleh Camilla melainkan Gienka.