SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Spesial Episode



SAmpai diruang kerjanya, Ariel meminta agar Gienka duduk di sebuah sofa panjang yang ada disana, dan dia juga duduk disana. Ariel memberi senyumnya kepada putrinya itu, kemudian menggenggam kedua jemari Gienka. Menatapnya dalam-dalam. "Ada hal yang ingin Papa bicarakan denganmu...!" Gumam Ariel dengan suara pelan.


Gienka mengernyit. "Hal yang ingin Papa bicarakan? Apa itu? Sepertinya pembicaraan ini terlalu berat sampai Papa harus membawa Gie kesini...!"


Ariel terkekeh. "Bisa dikatakan seperti itu....!"


Gienka menelan ludahnya. Tiba-tiba saja dia merasa takut ada hal urgent yang terjadi atau apakah Papanya akan meminta sesuatu yang berat kepadanya. Berbagai pikiran itu langsung mengerubungi otak Gienka, mengingat Papanya tadi bilang bahwa akan membicatakan hal yang berat.


Ariel tersenyum ketika melihat perubahan wajah dari putrinya. Dia mengusap rambut panjang Gienka. "Ini bukan mengenai dirimu sayang, melainkan ini tentang Papa...!" Ucap Ariel.


"Tentang Papa???? Apa sesuatu telah terjadi dengan Papa? Papa sakit? Papa sakit apa???" Gienka memeriksa wajah serta tangan Ariel dan terlihat panik.


Ariel menghentikan kepanikan putrinya itu dengan memegang kedua rahang Gienka, dan kembali menatapnya.


"Papa sehat wal afiat...! Papa hanya ingin mengingatkan mu saja dan berharap setelah kau mendengar semua ini kau tidak akan membenci Papa karena Papa sangat menyayangimu, kau pasti tahu itu kan? Dan Papa tidak bisa kehilangan putri Papa ini... Satu hal lagi Papa menceritakan ini kepadamu karena Papa merasa ini sudah waktunya untukmu mengetahui segalanya tentang Papa, Mamamu Elea dan Papa Dan mu" Ujar Ariel, dia menunduk kemudian mengangkat kepalanya dan tersenyum lagi memandangi Gienka.


"Aku tahu sampai kapanpun mereka tidak akan pernah mengatakan kepadamu mengenai semua yang terjadi dulu, karena mereka tidak ingin membuatmu menjadi membenciku, mereka juga tidak ingin menjelekkan Papa di depanmu, tetapi kali ini Papa akan mengatakan semuanya kepadamu sehingga selain agat kau tahu semuanya, kau juga bisa mengambil pelajaran yang baik dari kisah itu... Tetapi jika setelah mendengar ini kau membenci Papa, tidak apa Papa sudah siap, hanya saja Papa minta agar kau tidak selamanya membenci Papa karena Papa sangat mencintaimu bahkan cinta Papa melebihi cinta pada diri Papa sendiri, kau segalanya untuk Papa....!"


Inilah yang selama ini Gienka tunggu, hal inilah yang selalu menggelayuti pikirannya. Masalalu kedua orangtuanya, alasan mereka berpisah dan bagaimana hal itu terjadi, juga bagaimana bisa pernikahan antara Mamanya Elea dan kakak dari Papanya Ariel yaitu Danist bisa terjadi. Hal yang tidak Gienka duga adalah justru Papamya sendiri yang akan menceritakan segalanya. Tetapi Gienka mengernyit ketika Papanya memintanya agar tidak membencinya ketika sudah mendengar semua itu, yang mengartikan bahwa mungkin saja semua permasalahan itu adalah kesalahan dari Papanya. Dan ataukah Papanya yang berselingkuh dengan Mamanya Maysa dari Mamanya Elea ataukah apa, Gienka tidak ingin berspekulasi lebih jauh, dan dia akan mendengatkan semua ini dengan baik.


"Gie, sudah menunggu lama untuk mengetahui semua itu Pa, Gie mencoba bertanya pada Mama Elea, Papa Dan juga Mama May tetapi mereka bertiga tidak mau menjelaskan apanyang terjadi dan hanya mengatakan bahwa semua sudah berlalu jadi tidak perlu untuk dibahas, mereka juga melarangku untuk menanyakan hal ini pada Papa, mungkin inilah yang mereka maksud, mereka takut Gie akan membenci Papa, tetapi Gie sudah besar, sudah bisa menilai sesuatu baik itu buruk ataupun baik, satu hal adalah kalian semua menyayangi Gie, lalu untuk apa Gie membenci Papa? Benar kata mereka bahwa masalalu sudah berlalu dan Gie tidak pernah sekalipun ingin membenci salah satu diantara kalian jika seandainya ada yang salah dalam perpisahan Papa dan Mama Elea" Gienka tersenyum kepada Ariel.


"Ceritakan semuanya dengan jelas Pa, Gie tidak akan bisa membenci Papa, Gie hanya ingin tahu sebenarnya saja, agar Gie tidak terus berspekulasi buruk dengan kalian semua...!"


Ariel memeluk Gienka, mengusap punggung putrinya dengan lembut seraya mengatakan bahwa Gienka memang sudah dewasa. Dan sudah bisa menilai sesuatu dengan pemikiran luasnya tanpa ingin menghakimi siapapun. Ariel sangat bangga dengan sikap yang ditunjukkan putrinya itu. Ariel kemudian melepaskan pelukannya, dan dia saling berpandangan dengan Gienka.


"Papa akan memulai ini dari 20 tahun yang lalu dimana ketika pertama kali Papa bertemu dengan Mamamu Elea, saat itu kami bertemu di sebuah restoran secara tidak sengaja, Papa sedang bersama Aditya untuk makan siang setelah bertemu dengan klien, disana ternyata ada Elea dan Cahya yang juga sedang makan siang" Ariel terkekeh.


"Kau pasti tahu bahwa mereka berdua bersahabat dan sebenarnya saat itu Aditya sendiri sedang berusaha mendekati Cahya, sayangnya Cahya adalah gadis yang cuek, berbeda dengan Mamamu yang sangat welcome dan banyak tersenyum juga banyak bercanda, Papa dan Adit bergabung bersama mereka berdua, dan dari situlah Papa mulai melirik dan memperhatikan Mamamu, dia terlihat sebagai gadis yang sangat menyenangkan, dan tanpa basa-basi Papa langsung bertukar nomor dengannya" Ujar Ariel sambil tersenyum mengingat masa itu yang sedikit konyol tetapi selalu terkenang di hidupnya.


Gienka pun tersenyum menyadari Papa nya terlihat geli menceritakan kisah masa mudanya. "Lalu kalian mulai berkomunikasi dan menjadi dekat???" Tanya Gienka penasaran.


Ariel tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. "Mama mu adalah perempuan yang sangat menyenangkan sekali, baru beberapa hari berkenalan, Papa merasa sangat nyaman, hal yang sebelumnya tidak pernah Papa rasakan ketika bersama perempuan lain, selain menyenangkan, Mama mu juga perempuan terbuka, mandiri dan berprinsip kuat, hanya kurang dari sebulan kami dekat, Papa langsung mengatakan bahwa Papa ingin menjadi seseorang yang istimewa dihidupnya ..!"


"Apa Mama langsung menerima Papa???" Tanya Gienka lagi.


Dan ekspresi Ariel langsung berubah, dia tertawa sambil menggelengkan kepalanya dan mengatakan bahwa saat itu Elea menolaknya mentah-mentah karena mereka baru saling mengenal. Tetapi saat itu Elea tidak menutup komunikasi dengannya, hanya saja Ariel mengerti bahwa Elea pasti butuh waktu untuk mengenalnya lebih jauh.


Sampai akhirnya waktu itu tiba dimana Elea mau menerima cintanya dan mereka menjadi pasangan kekasih. Itu menjadi hal yang menyenangkan bagi Ariel. Hari berlalu dan Ariel semakin yakin bahwa Elea adalah perempuan yang sempurna untuk dia jadikan istri. Butuh perjuangan juga untuk mendapatkan restu kedua orangtua Elea, karena mereka takut dengan Ariel yang adalah seorang pengusaha muda yang sangat sukses. Tetapi dengan perjuangan berat serta keyakinan kuat, Ariel akhirnya bisa meluluhkan hati kedua orangtua Elea. Dia melamar Elea di depan orang tuanya, lalu satu bulan kemudian menikahi Elea. Karena Elea adalah oerempuan istimewa untuknya, Ariel pun mengadakan pesta pernikahan yang sangat meriah bak sebuah pernikahan di negeri dongeng.


"Mamamu sangat cantik saat itu, dan Papa bahagia sekali bisa menjadikannya istri, setelah menikah, Mama mu benar-benar mengabdikan dirinya dengan baik dan tahu betul tugas serta kewajiban seorang istri, dia selalu bangun pagi, menyiapkan sarapan, membersihkan apartemen lalu bersiap untuk berangkat kerja, Papa selalu mengantarnya ke kantor dan menjemputnya, ketika sampai di rumah pun, dia tidak beristirahat melainkan langsung menyiapkan makan malam, Mama mu sangat luar biasa....! Kami berbahagia setiap detiknya" Ujar Ariel.


"Lalu??? Mama hamil Gie??"


Ariel menggeleng. "Kami menantikan kehadiranmu cukup lama, setelah berbulan-bulan menikah, Mamamu tidak kunjung hamil, dan itulah awal dari hancurnya kehidupan rumah tangga kami...! Yang selalu menjadi penyesalan terbesar di hidup Papa...!"


Mata Ariel mulai berkaca-kaca, tak lama airmata itu tumpah. Gienka yang melihat itu langsung bereaksi. "Apa yang terjadi selanjutnya Pa???" Tanya Gienka penasaran.


Ariel tersenyum tetapi matanya melirik ke atas langit-langit ruang kerjanya, seolah dia ingin berlari kemabli masa itu, masa dimana dia membuat kesalahan besar dihidupnya, dan jika bisa dia tentu pernah ingin memperbaikinya, tetapi tentu tidak untuk saat ini karena Tuhan sudah memiliki jalannya, dia dan Elea memang sudah tidak ditakdirkan untuk bersama.


"Semua baik-baik saja, Papa sangat bahagia dengan Mamamu, kami melewati setiap detik dengan berbahagia meskipun Papa saat itu tidak memungkiri ingin agar segera memiliki bayi, melihat Mamamu hamil itu akan membahagiakan sekali, terlebih saat kami berangkat liburan bersama Aditya, Cahya dan keluarganya, kami menyewa cottage di salah satu pulau, aku dan Mamamu menikmati honeymoon kedua kami, makan malam bersama dan mendapat kabar jika Cahya hamil untuk kedua kalinya membuat Papa serta Mama mu turut berbahagia saat itu, dan malam itu juga kami berdua memutuskan untuk lebih giat lagi agar bisa menyusul Cahya dan Adit.... Hingga liburan kami berakhir dan kebahagiaan Papa serta Mamamu juga ikut berakhir..." Gumam Ariel sedih, dia kemudian mulai mengawali kisahnya awal mula kehancuran pernikahannya dengan Elea.


...★★★...


°°Back to 19 Years Ago...!°°


Aditya, Cahya, Elea, Ariel dan yang lainnya sedang berjalan menuju dermaga untuk kembali lagi atau pulang setelah menukmati liburan di pulau yang indah ini. Semua sangat bahagia sekali. Tiba-tiba langkah Elea terhenti, dia menyadari ada sesuatu yang sepertinya tidak bersamanya.


"Kenapa sayang???" Tanya Ariel.


Elea menepuk dahinya. "Tasnya ketinggalan...!!!" Ucap Elea.


Ariel mengernyit. "Ketinggalan??? Tas yang mana???"


"Itu tas oleh-oleh yang berisi pernak-pernik yang kita beli kemarin....!"


Elea menggeleng. "Tidak... Aku sudah membawanya keluar kok, sepertinya tertinggal di meja depan, tadi aku meletakkannya saat menutup pintu...!!"


Ariel tersenyum kemudian dia mengusap kepala Elea. "Kau ini dasar, ya sudah kau pergi ke dermaga dulu, aku akan mengambilnya dan segera menyusul kalian...!" Ucap Ariel yang kemudian berbalik badan dan pergi kembali ke cottage mengambil tas yang dimaksud oleh istrinya.


Sementara Elea juga kembali melanjutkan perjalanan menuju dermaga, sambil memberitahu semuanya jika Ariel kembali ke cottage sebentar mengambil barang yang tertinggal.


Ariel mempercepat langkahnya menuju cottage tempatnya dan Elea menginap, dimana itu terletak agak di ujung. Sampai juga Ariel disana, dan benar saja tas itu ada di atas meja. Dia mengambilnya dan berjalan lagi untuk segera ke dermaga. Ketika sedang berjalan meninggalkan cottage itu, pundak Ariel di tepuk dari belakang oleh seseorang. Ariel menoleh ke belakang dan menemukan seorang perempuan berparas cantik, memakai bikini dan bagian bawahnya tertutup oleh sarung pantai. Perempuan itu tersenyum kepada Ariel.


"Viona...??? Kau....???" Gumam Ariel.


Perempuan itu tersenyum kemudian melambaikan tangannya pada Ariel. "Hai.....!!! Aku pikir tadi bukan dirimu jadi aku coba mendekat ternyata memang kau.... Apa kabar Iel????" Tanya perempuan bernama Viona itu seraya mengulurkan tangannya pada Ariel.


"Aku baik..!!!" Jawab Ariel kemudian membalas uluran tangan Viona. "Kau ada disini??? Dengan siapa???" Tanya Ariel.


"Ya, aku baru kembali dari luar negeri dan butuh healing jadi aku datang kesini, kau sendiri???"


"Ah tidak, aku bersama istriku, juga ada Adit dan istrinya, kami liburan tapi ini sudah akan pulang....!"


"Oh iya.... Ku dengar kau sudah menikah ya.... Selamat untuk pernikahanmu....! Sudah berapa bulan kalian menikah???" Tanya Viona lagi.


"Sudah sekitar 5 bulan....!" Jawab Ariel.


"Istrimu sudah hamil???"


Ariel menggeleng. "Belum... Tapi kami sedang berusaha untuk mendapatkannya" Ariel melempar senyumnya.


"Kau mungkin kurang giat melakukannya, atau bisa jadi istrimu yang bermasalah, jadi hati-hati, oh btw dalam waktu dekat aku ingin membooking salah satu restoranmu, bisakah kau memberiku kartu namamu, setidaknya jika aku langsung menghubungimu, aku bisa dapat harga spesial untuk mantan" Ujar Viona sambil mengedipkan matanya pada Ariel.


"Kau ini, kau bisa saja datang ke restoranku yang mana saja, pasti ada harga spesial disana" Ariel kemudian mengambil dompet di sakunya dan memberi sebuah kartu nama pada Viona.


Ditengah obrolan itu, Elea dari kejauhan memanggil Ariel. Dan dengan langkah cepat Elea menghampiri Ariel. Kemudian Ariel mengenalkan Elea pada Viona. "Ini Eleanor, istriku..." Ujar Ariel.


Viona kembali melempar senyumnya dan menyalami Elea. "Viona... Aku teman lama Ariel!"


"Elea....!" Ucap Elea singkat, kemudian dia berbisik kepada Ariel bahwa sudah ditunggu oleh yang lainnya di dermaga.


Ariel pun mengucap permisi kepada Viona dan pergi bersama Elea. Dalam perjalanan menuju dermaga, Elea pun menghujani Ariel dengan berbagai pertanyaan tentang Viona, dan Ariel mengatakan bahwa dia dan Viona hanya teman lama. Jadi Elea tidak perlu mengkhawatirkan apapun.


Ariel masih tidak menyangka jika dia bertemu lagi dengan Viona. Perempuan itu adalah mantan kekasihnya. Dan mereka berpisah sekitar satu tahun yang lalu dimana Viona tiba-tiba saja meninggalkannya begitu saja. Padahal jika masih ditanya saat itu dia masih sangat mencintai Viona. Tetapi tentu saat ini dia sudah tidak lagi memiliki perasaan apapun dengan Viona karena sudah memiliki Elea. Itu sebabnya tadi dia mencoba bersikap biasa saja, dan mencoba memaafkan masalalunya dengan Viona.


Beberapa hari kemudian, ketika Ariel sedang disibukkan denga pekerjaannya di kantor, ponselnya berdering dari sebuah nomor yang tidak dia kenal. Nomor yang tidak dia simpan di kontaknya. Takut ada hal urgent, Ariel pun mengangkatnya, dan ada suara wanita disana yang langsung menyapa Ariel. Suara yang tidak asing lagi bagi Ariel karena itu sudah pasti adalah suara dari Viona.


"Hai Iel..... Kau pasti tahu kan siapa aku???" Viona langsung to the point.


"Ya Vi....!" Jawab Ariel kemudian.


Terdengar suara Viona tertawa. "Ternyata kau masih bisa mengenali suaraku dengan baik, kau memang selalu terbaik Iel....! Oh ngomong-ngomong bisakah sekarang kau menemuiku di restoranmu Gold Resto, aku sedang on the way kesana nih... Seperti yang aku bilang kemarin, kau bisa datang kan???" Tanya Viona.


Pekerjaan Ariel sedang banyak sekarang tetapi kemarin dia sudah mengiyakan permintaan Viona. "Baiklah... Aku akan kesana sekarang....!"


"Okay.... Aku menunggu Iel.....!" Ucap Viona dengan suara genit serta manja khas dirinya.


Setelah menutup panggilan Viona, Ariel pun beranjak dari kursi kerjanya untuk pergi menemui perempuan itu. Awalnya Ariel tidak memiliki niat apapun dan sekedar datang untuk menghormati Viona. Akan tetapi takdir Tuhan membawa Ariel jatuh terjerumus dalam jebakan yang dibuat oleh Viona.Bencana itu ternyata datang setelah pertemuan ini. Entah saat itu setan apa yang sedang merasuki Ariel sehingga dia mulai terpengaruh dengan segala ucapan Viona.


★‡★‡★‡


Sssstttt........... Ada yang penasaran dengan kelanjutannya??? Kalian bisa baca lanjutannya di "I LOVEd YOU SINCE 18" silakan cek profil ku.. Ini spin-off nya SEXY HUSBAND loh, dan lebih mengarah ke kisah remaja nya Gienka, Kyra dan Kyros serta yang lainnya. Udh up lebih dari 100 Episode, dimana ada cerita yang belum ada di Sexy Husband mengenai apa yang terjadi di rumah tangga nya ARIEL dan ELEA dulu... Bagaimana awal perselingkuhan Ariel dan Viona ada disini, juga ada reaksi dari Gienka ketika mengetahui apa penyebab perceraian kedua orang tua nya... Jadi kalian bisa cek profil ya...??? 😘😘😘😘 ini cover novelnya


silakan cek di profil... Terima kasih..... 😍😘😘😘