SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 10



Cahya pulang bersama Chika diantar Adri, tadi mama Aditya memaksa agar Cahya mau diantar pulang oleh supir tetapi dia menolak dan memaksa akan naik Taksi saja tetapi kemudian Adri dan Chika datang, akhirnya membuat Cahya mengurungkan niatnya untuk pulang dengan Taksi dan memilih pulang bersama Chika. Sampailah mereka dirumah, tetapi Cahya dan Chika bertanya-tanya mobil siapakah yang ada didepan rumah mereka.


Adri menurunkan barang belanjaan Cahya, dan membantu membawanya masuk kedalam rumah. Cahya terkejut saat masuk kerumah karena melihat Theo sedang duduk ditemani oleh ibunya, seketika Theo berdiri dan berkata bahwa sedari tadi dia telah menunggu Cahya. Ibu Cahya menyuruh Theo untuk duduk kembali dan menyuruh putrinya untuk masuk kekamar dulu berganti baju tetapi Cahya menolak dan segera duduk menemui Theo, sebenarnya dia sangat penasaran dengan kedatangan Theo kerumahnya untuk apa. Ibunya pun meninggalkan Cahya dan Theo diruang tamu dan mengajak Chika serta Adri masuk kedalam agar membiarkan kakaknya bertemu dengan Theo.


“ Apa yang dilakukan si brengsek itu kemari bu” Ungkap Chika dengan nada kesal melihat Theo datang menemui kakaknya.


“ Memang laki-laki itu siapa?” Adri bertanya penasaran.


“ Dia itu mantan kekasih kak Cahya dulu, si Brengsek itu meninggalkan kakakku dengan buruk sangat sangat buruk tanpa penjelasan apapun sampai sekarang hati kakak merasa hancur kalau mengingat bagaimana pengharapannya dihancurkan si brengsek itu!”


“ Sudah sudah duduklah kalian berdua, ibu buatkan minum untuk kalian” Ibu mencoba menenangkan Chika yang terlihat benar-benar kesal kepada Theo.


Suasana diruang tamu pun tampak hening hingga akhirnya Cahya memulai obrolan terlebih dulu.


“ Well, ada perlu apa kau kemari Theo? aku sangat lelah dan ingin segera beristirahat”


“ Aku.... Aku ingin meminta maaf padamu Ca, atas semua yang pernah aku lakukan padamu dulu, kulihat saat ini kau semakin Cantik dan dewasa, aku sangat merindukanmu!”


“Lelaki ini benar-benar sudah gila, dia sadar atau tidak dengan ucapannya itu” Gumam Cahya dalam hati tetapi tampaknya Theo belum selesai dengan ucapannya.


“ Aku masih sangat mencintaimu Ca, selama ini aku tersiksa karena tidak bisa melihatmu selama bertahun-tahun, aku sangat bahagia saat melihatmu dipesta itu, aku yakin kau juga masih mencintaiku kan???”


“ Sudah cukupkah bicaramu Theo, bisakah kau pergi sekarang, aku sangat lelah dan ingin beristirahat” Cahya berucap sedikit kesal sambil menahan amarahnya mendengar semua perkataan Theo barusan, bisa-bisanya Theo mengucapkan hal seperti itu padahal dulu dia mencampakkan Cahya dengan begitu kejamnya.


“ Baiklah aku akan pergi sekarang, aku akan mampir lagi kapan-kapan” Theo berdiri sambil tersenyum tetapi Cahya nampak tak memperdulikan senyum Theo, lalu dia pun ikut berdiri mempersilahkan Theo untuk pergi, demi kesopanan Cahya mengantar Theo sampai didepan pintu, saat sudah sampai didepan pintu The berbalik badan dan bertanya kepada Cahya apakah Cahya sudah memaafkannya atau belum dan dijawab Cahya dengan anggukan kepala berharap agar Theo segera pergi. Tetapi tanpa diduga Theo langsung memeluk Cahya karena bahagia Cahya sudah memaafkannya. Dengan segera Cahya melepaskan pelukan itu tetapi dari kejauhan tanpa disadari, ada seseorang yang memotret kejadian itu.


Cahya langsung berjalan menuju kamarnya, dan meminta maaf kepada ibu, Chika, dan Adri karena dia ingin segera istirahat.


Adri juga segera berpamitan untuk pulang kepada Chika dan ibunya.


Cahya sangat marah dan kesal kepada Theo, setelah sekian lama dia menghancurkan hidupnya tiba-tiba datang kesini dan bilang masih mencintainya, apa maksudnya,bukankah dia sudah memiliki tunangan, apa yang dia inginkan dengan mendatanginya, padahal dia sudah mulai melupakan semua hal buruk yang dialaminya dulu dengan Theo, dan kenapa sekarang Theo kembali mengusik hidupnya lagi, Cahya berharap semoga Theo tidak mengganggunya lagi.


****


“Semoga kau pingsan lagi dan tak ada yang mau menolongmu” Dengan suara jengkel dan marah Adri mengagetkan Aditya dari kesibukannya.


“Sialan kau, bukannya mendoakanku malah menyumpahiku”


“ Hentikan dan beristirahatlah, kau ini keras kepala sekali kak, pekerjaan bisa kau lanjutkan kalau kau sudah sehat” Adri sangat kesal dan memarahi kakaknya.


“ Oke baiklah adikku tersayang, oh iya bagaimana kau sudah mengantarkan Cahya dan Chika sampai rumah?”


“ Sudah!” Jawab Adri singkat.


“ Kenapa wajah tampanmu itu terlihat sedang kesal, sudahlah aku minta maaf, aku sudah menghentikan pekerjaanku jangan marah lagi”


“Bukan karena itu kak, tadi saat aku mengantar Chika dan kak Cahya, ada seorang laki-laki yang datang bertamu dan membuat semua orang terlihat kesal kepada laki-laki itu” Adri menjelaskan dengan wajah yang bingung.


“ Memangnya siapa laki-laki itu?”


“ Chika bilang itu mantan kekasih kak Cahya yang dulu tanpa sebab ninggalin kak Cahya gitu ajah”


“ ****, jangan-jangan itu laki-laki yang sama yang hadir dipesta itu?”


“ Lelaki yang sama dipesta itu?? Maksud kakak??”


Lalu Aditya menjelaskan kejadian yang dialami Cahya dipesta itu serta bagaimana Kekasih pria itu menghina Cahya terang-terangan seperti tidak punya perasaan yan akhirnya membuatnya turun tangan untuk membantu Cahya. Adri terlihat sangat kesal ketika mendengar cerita kakaknya, kapan-kapan dia akan meminta Chika untuk menceritakan tentang apa yang dialami Cahya dimasa lalu dengan lelaki itu.


“ Lelaki bodoh, kenapa dia diam saja saat melihat seorang perempuan dihina sesama perempuan didepannya, pantas saja kak Cahya tadi terlihat kesal,ingin menangis tetapi dia tampak menahan semuanya saat lelaki itu pergi, aku tidak habis pikir lelaki macam apa dia itu? Kapan-kapan aku akan meminta Chika untuk menceritakan tentang lelaki itu”


Adri masih tidak percaya kenapa ada lelaki yang seperti, wajar saja Cahya terlihat sangat menahan amarahnya setelah bertemu lelaki itu begitu pula dengan Chika dan ibunya yang juga sangat kesal dengan kehadiran lelaki itu. Aditya diam dan terlihat merenung.


"Sialan lelaki itu, berani-beraninya dia datang menemui Cahyaku, aku akan mencari info tetang dia dan pasti akan kuberi perhitungan padanya, lihat saja" Gumam Aditya dalam hati karena kesal. Aditya harus segera sehat agar dia bisa mencari informasi tentang lelaki itu dan yang pasti Aditya harus bisa mendapatkan hati Cahya, dia sangat ingin lebih dekat dengan Cahya, perempuan itu entah kenapa membuat Aditya sangat ingin selalu dekat dengannya.


Aditya teringat saat tadi dia pingsan dia tersadar sedang berbaring diatas pangkuan Cahya dan melihat perempuan itu sangat mengkhawatirkannya, lalu saat Cahya menyuapinya, Aditya melihat Cahya perempuan yang sangat penuh dengan cinta dan perhatian, "Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkannya" janji Aditya sepenuh hati, Aditya benar-benar telah jatuh cinta pada Cahya.