SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 22



Sesampainya dikantor Cahya sudah disambut dengan kehebohan Elea dengan berbagai pertanyaan pasca pernikahannya, yang membuat Cahya harus mengusirnya dari meja kerjanya karena dia sudah menduganya bahwa Elea akan menghujaninya dengan berbagai pertanyaan, cara terbaik adalah membuatnya pergi sementara.


“ Baiklah aku akan pergi, tetapi pengantin baru harus mentraktirku saat jam makan siang nanti, okey??”


“ Kau ini El, sudah pergilah sana”.


Disisi lain Aditya disibukkan dengan pekerjaannya, siang nanti Beno akan datang menemuinya dikantor, Beno akan melaporkan kepada Aditya atas hasil pengintaiannya terhadap Cyntia dan Theo beberapa waktu ini. Aditya teringat dengan permintaan Cahya tadi pagi bahwa malam ini dan beberapa hari kedepan Aditya tidak akan bisa melihat Cahya sedang tidur karena Cahya harus menjaga ibunya, sebenarnya tadi pagi dia ingin menolak permintaan istrinya itu tetapi dia ingat akan janjinya pada Cahya bahwa akan menjaganya dan keluarganya. Mau tidak mau Aditya harus berkorban sementara waktu.


Ketukan pintu ruangan Aditya membuyarkan lamunannya, Sekretarisnya memberitahu bahwa nanti jam 3 ada meeting dengan para manager, menandakan bahwa nanti dia akan sedikit telat menjemput Cahya, dengan segera dia menghubunginya mengatakan bahwa akan menjemput tetapi sedikit terlambat.


***


Siang harinya Beno datang ke kantor Aditya, melaporkan beberapa hal terkait penyelidikannya, Beno melaporkan bahwa Theo bekerja sebagai Manager IT disalah satu perusahaan di Tangerang sedangkan ayah Theo sebagai General Manager diperusahaan yang sama, ternyata perusahaan itu adalah mitra bisnis dari perusahaan Aditya, berarti benar apa yang diucapkan Theo saat itu dipestanya, sedangkan Cyntia adalah anak dari seorang pengusaha Batu bara, Cyntia tidak bekerja dan kegiatan sehari-harinya adalah bertemu dengan teman-temannya untuk bersenang-senang, dia sangat dimanja oleh kedua orantuanya karena merupakan anak tunggal.


“ Oke bagus pekerjaanmu, aku ingin kau dan anak buahmu terus mengikuti mereka dari cari info apapun tentang mereka, dan ya kau harus berjaga didekat rumah istriku, jika ada orang atau sesuatu yang mecurigakan disana segeralah menghubungiku, apalagi istriku beberapa hari kedepan akan tinggal disana, aku tidak ingin sesuatu terjadi padanya saat aku tidak bersamanya”


“ Baik Pak, saya akan mengawasi rumah keluarga istri bapak”


“ Ini untuk pembayaran awal, sisanya akan kuberikan lagi jika kau serta anak buahmu berhasil mengumpulkan banyak informasi tentang Theo dan Cyntia” Ucap Aditya sambil memberikan Amplop berisi uang kepada Beno dan Beno pun pergi dari kantornya.


Setelah kepergian Beno, Aditya akan harus sabar menunggu informasi selanjutnya dari Beno, etelah itu dia akan menyusun rencana baru. Jam berlalu dan kini saatnya semua bersiap-siap untuk pulang. Elea menghampiri Cahya yang masih terlihat sibuk didepan komputernya.


“ Hai pengantin baru, kenapa kau belum bersiap, harusnya kau pulang lebih awal hehe”


“ Pulanglah dulu El, Adit akan menjemputku tetapi dia masih ada meeting jadi dia akan sedikit terlambat, selagi menunggunya, aku akan membereskan pekerjaanku”


“ Oke baiklah, sekarang kau sudah ada yang mengantar dan menjemputmu, aku iri haha, yas sudah aku balik dulu ya?? See you?”


Elea meninggalkan Cahya, dan Cahya melanjutkan pekerjaannya kembali. Disisi lain ada Theo yang sedang menunggu Cahya didepan kantornya, Theo gusar kenapa Cahya tidak keluar-keluar dari kantornya padahal kantor sudah tampak sepi. Tadi siang Theo tidak sengaja melihat Cahya keluar dari Cafe bersama temannya, temannya itu adalah orang yang sama yang 1 meja dengannya dipernikahan Cahya, jadi Theo berpikir bahwa Cahya hari ini pergi bekerja, itu sebabnya dia memutuskan untuk menemui Cahya dikantornya agar bisa berbicara dengannya.


**"*


Ponsel Cahya berbunyi dan itu dari Aditya yang mengatakan bahwa dia sudah keluar dari kantor dan menyuruh Cahya untuk bersiap. Cahya segera mengemasi barangnya dan menuju lift, dia akan menunggu Aditya didepan kantor saja daripada di lobi, agar bisa langsung pulang. Baru beberapa menit berdiri, ada seseorang yang dengan kasar menarik tangan Cahya yang membuatnya terkejut luar biasa, ternyata itu adalah Theo, dengan kasar Theo menarik Cahya untuk membawanya masuk kedalam mobilnya tetapi Cahya berusaha menolak dengan sekuat tenaga.


“ Theo, lepaskan!! Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku??” Teriak Cahya memberontak.


“ Ayo ikut aku, kita harus bicara sekarang”


“ Tidak disini, ayo ikut aku!!!” Theo semakin mempererat genggamannya menarik Cahya, membuatnya meronta kesakitan.


“ Lepaskan aku Theo, kau menyakiti tanganku!”


BRAAAAKKKK......!!!


Tak diduga sebuah pukulan menghantam Theo dari belakang dan langsung membuatnya tersungkur, reflek genggaman Theo pada Cahya terlepas.Seketika Cahya menengok ke belakang dan menemukan Aditya disana, tanpa pikir panjang Cahya langsung memeluk Aditya dan menangis dipelukannya karena ketakutan dengan sikap Theo padanya.


“ Kau tidak apa-apa??” Tanya Aditya, tetapi Cahya hanya menangis. Melihat istrinya masih ketakutan Aditya langsung membawanya masuk ke dalam mobil agar Cahya merasa lebih aman.


Setelah memastikan Cahya aman, Aditya kembali menemui Theo yang masih terlihat kesakitan karena pukulannya, tanpa pikir panjang, Aditya langsung memukuli Theo seolah tanpa ampun membuat Cahya keluar mobil dan berlari untuk menghentikan suaminya.


“ Adit, stoopp....!!! Adiiittttt stooopp!!! Kau bisa membunuhnya!!” Teriak Cahya sambil menarik jas Aditya agar dia mau berhenti memukuli Theo, akhirnya ada security dari kantor Cahya yang membantu melerai tetapi Aditya masih berusaha ingin memukul Theo lagi, tetapi mendengar Cahya menangis histeris membuatnya mau menghentikan aksinya, lalu memeluk Cahya agar dia merasa tenang.


Security itu membantu Theo untuk berdiri, terlihat Theo sudah babak belur tidak berdaya.


Aditya melepaskan pelukan Cahya dan menghampiri Theo lalu menarik kerah kemejanya sambil mengancam Theo.


“ Jika kau berani sekali lagi menemui istriku dan berbuat kasar padanya seperti tadi, saat itu juga aku akan membunuhmu, aku tidak akan peduli dengan apapun, bersyukurlah tangisan istriku menyelamatkanmu hari ini” Lalu Aditya mendorong Theo dengan kasar dan meninggalkannya dengan kondisi babak belur.


Didalam mobil Cahya masih sesenggukan dan menangis, masih tidak menyangka Theo berlaku kasar terhadapnya, dan Aditya seolah seperti orang yang kesetanan tanpa ampun saat menghajar Theo.


“ Kau tidak apa-apa Ca?”


“ Tidak, hanya sedikit lebam dipergelangan tanganku”


“ ****!! Apa yang dia inginkan sebenarnya, harusnya dia sudah mati tadi!” Seru Aditya dengan kesal kesal.


“ Jangan lakukan itu lagi Dit, kau harusnya memperingatkannya saja jangan menghajarnya” Suara Cahya tercekat dan airmatanya mengalir, membuat Aditya tidak ingin membantahnya.


“ Kita pulang saja ya Ca, besok saja ku antar kau kerumah ibu, tenangkan dirimu dulu” Aditya mencoba memberikan saran karena melihat Cahya yang begitu sedih dan pasti merasaa tidak baik.


“ Tidak!!! Kau tetap harus mengantarku kerumah Ibu, aku tidak apa-apa, cepatlah kita kesana”.