SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 214



Aditya berlari menuju kamar orangtuanya dan menggedor pintunya sambil berteriak memanggil mamanya, cukup lama tetapi tidak ada jawaban dari dalam. Cukup kesal, Aditya pun berlari ke kamar tamu dimana ibu mertuanya ada disana, lagi dan lagi tidak ada jawaban dari dalam.


"Adri.....!!!! Bangun Dri..... Dri......" Aditya beralih ke kamar Adri mencoba membangunkannya tetapi tetap sama saja. Entah kenapa semua orang susah sekali dibangunkan, Aditya kembali lagi ke kamarnya dan menemukan Cahya dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Aditya sangat panik dan terus menampar lembut pipi Cahya agar istrinya itu segera sadar. Darah sudah memenuhi mulut Cahya, Aditya mulai menangis dan terus memanggil Cahya. "Sayang.... Kau kenapa bangunlah..... Sayang....." Rintih Aditya denggan cemas.


Aditya turun dari ranjang dan langsung mengangkat Cahya yang sedang pingsan dan setengah berlari


keluar kamar, sambil terus berteriak memanggil keluarganya, tetapi tidak ada satupun yang mendengar teriakannya. Aditya bingung bagaimana jika dia pergi dan tidak ada yang tahu jika anak-anaknya ada dikamar sendirian tetapi melihat kondisi Cahya dia juga tidak bisa lalai begitu saja.


Aditya menuruni tangga dengan sangat berhati-hati, selangkah demi selangkah karena kondisi rumah gelap gulita, jangan sampai melakukan kesalahan yang justru bisa berakibat fatal untuknya dan juga Cahya. Sambil terus berucap menyuruh Cahya untuk bertahan karena dia akan membawa nya ke rumah sakit. Aditya menghela lega karena berhasil menuruni anak tangga rumahnya dan kembali melangkah dengan setengah berlari tetapi tiba-tiba.


Lampu diseluruh rumah menyala dan semua orang muncul didepannya sambil berteriak happy birthday kepada Aditya. Ruang tamu menjadi terlihat meriah dengan kertas warna warni dari confetti popper yang dipegang Adri. Karena terkejut Aditya hanya terdiam dan masih dilanda kepanikan karena Cahya, istrinya sedang dalam keadaan sakit tapi justru keluarganya bersuka cita merayakan ulang tahunnya. Tetapi kemudian Aditya mengarahkan pandangannya ke arah Cahya yang ada digendongannya. "Surprise.......!!!!!" Teriak Cahya sambil tersenyum kearah Aditya.


Cahya lalu turun dan langsung memeluk Aditya.


"Happy birthday to you my husband, I love you" Bisik Cahya ditelinga Aditya lalu melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar dengan mukut dipenuhi darah, Cahya terlihat seperti dracula cantik yang baru saja menghisap darah suaminya. Detik itu juga Aditya langsung tertunduk lemas dilantai, dia hampir saja gila melihat kondisi Cahya tadi dan ternyata semua itu adalah prank yang dibuat oleh istrinya.


"Aku hampir mati karena melihatmu terkapar penuh darah dan sekarang kau malah tersenyum tidak bersalah" Gumam Aditya dengan suara lemah.


Cahya duduk berjongkok dan memeluk Aditya lagi dan mengucap permintaan maaf untuk suaminya itu karena sudah mengerjainya. Chika menghampiri Cahya dan memberikan tisu agar kakaknya itu bisa membersihkan mulutnya, sementara Mama Aditya membawa cake dengan lilin yang sudah dinyalakan oleh suaminya.


"Ayo bangun, dan tiup lilinnya" Ucap Cahya sambil mengusap noda merah dimulutnya.


Aditya bangkit dan berdiri didepan semua keluarganya tetapi masih dengan raut wajah yang shock tetapi juga terharu, karena dia sendiri lupa jika dia sedang berulang tahun.


"Kak Adit, jangan lupa make a wish dulu sebelum meniup lilinnya" Ucap Chika.


Aditya baru memejamkan matanya tetapi tiba-tiba dari atas terdengar suara tangisan, sudah pasti itu adalah tangisan bayinya, ini pasti karena kebisingan yang baru saja terjadi. Cahya langsung berlari naik ke kamarnya diikuti oleh Chika.


Ternyata Kyra dan Kyros terbangun Cahya dan Chika langsung mengangkatnya dan membawa keduanya turun, kedua bayi itu tampaknya tidak ingin melewatkan perayaan ulang tahun ayahnya.


"Wah sepertinya Ky dan Kyra ga mau terlewat ni, ayo kak make a wish dulu dan tiup lilinnya" Ucap Adri.


Aditya memotong cake itu dan suapan pertama dia berikan kepada Cahya dan kemudian ke yang lainnya. Semua orang merasa sangat senang karena berhasil membuat kejutan untuk Aditya akan tetapi tentu ini semua tidak berakhir saat ini saja, melainkan akan ada kejutan lagi yang lainnya yang menanti Aditya, tetapi mereka masih merahasiakannya.


Aditya mengambil Kyros dari Chika dan menggendongnya. "Terima kasih atas kejutannya, tapi kalian keterlaluan melakukan ini padaku, aku sangat khawatir melihat Cahya seperti itu" Gumamnya terharu.


"Itu ide Adri, aku sudah menolaknya dengan keras tetapi dia tetap menyuruhku melakukannya, dan kau tahu, aku benar-benar tidak bisa menahan tawaku melihat kepanikanmu yang luar biasa itu, dan juga tenggorokanku sedikit sakit karena harus berpura-pura batuk sejak sore" Ujar Cahya yang diikuti gelak tawa semua orang.


"Dan teriakan kepanikanmu itu, menggema diseluruh rumah ini, jika saja rumah ini tidak besar mungkin semua orang di seluruh kompleks ini akan mendengarnya, tapi itu tandanya kakak sangat mencintai kak Cahya" Sahut Adri dan langsung mendapat pukulan dari Aditya.


*****


Aditya dan Cahya membawa bayi mereka kembali ke kamar setelah melakukan pesta kejutan bersama keluarga mereka. Aditya dan Cahya membaringkan kedua bayinya diranjang, dan Cahya mengambil mainan agar kedua bayi itu kembali tidur. Sementara Aditya juga ikut berbaring menghadap ke Kyra dan Kyros dan bergumam berbagai hal pada kedua bayi itu.


Cahya kembali membawa boneka dan duduk bersila diatas tempat tidur menghadap kedua bayinya dan Aditya sambil tersenyum dan menggoyangkan boneka itu diatas bayinya hingga terdengar gelak tawa mereka.


"Aku benar-benar seperti tertimpa langit melihatmu tadi, jangan lakukan itu lagi Ca" Gumam Aditya tiba-tiba.


"Aku tahu, maafkan aku, hmmmm aku jadi teringat sesuatu"


"Apa???"


"Tahun lalu semalaman aku menunggumu dirumah ingin memberikan mu kejutan, semua sudah ku persiapkan tetapi kau tidak juga sampai dirumah, sampai tertidur aku menunggumu, tetapi akhirnya kejutanku berhasil juga kali ini"


"Aku memang bodoh saat itu, aku hampir saja merusak pernikahan kita, dan kebodohanku itu juga yang hampir membuatmu celaka karena ulah perempuan gila itu, maafkan aku"


"Its okay, semua sudah berlalu, sekarang kita harus fokus untuk berbahagia dengan anak kita dan keluarga kita, kita tidak pernah menghabiskan malam dengan tidur bersama anak-anak seperti ini, kita harus melakukannya malam ini"


"Kau benar kita harus melakukannya, dan lihatlah pangeran kecil kita sudah tidur lebih dulu, sedangkan tuan putriku masih begitu lebar matanya" Aditya lalu menciumi Kyra dan mendekap putrinya itu.


Tidak butuh lama Kyra juga tertidur di hadapan Aditya, dan lelaki itu juga mulai memejamkan matanya merasa mengantuk luar biasa. Sementara Cahya hanya tersenyum melihat pemandangan yang ada dihadapannya, kehadiran kedua bayinya semakin melengkapi kehidupannya dan Aditya. Cahya tidak pernah berhenti bersyukur atas apa yang sudah diberikan Tuhan pada kehidupannya.


Kejutan besar sudah menanti Aditya esok hari, Cahya dan keluarganya sudah menyiapkan semuanya dengan melibatkan orang-orang terdekat mereka. Cahya tidak tahu harus memberikan hadiah apa pada suaminya itu, lelaki itu sudah memiliki segalanya hingga membuat Cahya pusing memikirkan apa yang harus diberikannya. Cahya hanya bisa menyusun rencana pemberian kejutan kedua untuk Aditya.