SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 358



Pintu dibuka dari dalam, seorang pelayan muncul dari balik pintu dan menyapa wanita itu dengan sopan. Wanita itu bernama Donna dengan suara lembut dan logat yang khas, dia menanyakan apakah Ariel ada dirumah ini atau tidak. Pelayan mengatakan jika tidak ada siapapun yang tinggal disini selain beberapa pelayan yang bertugas membersihkan rumah setiap harinya. Ditengah obrolan itu, seorang wanita paruh baya muncul dan menanyakan siapa yang datang, ya wanita tua itu adalah orang kepercayaan keluarga Ariel sejak lama dan bisa dibilang kepala dari para pelayan di rumah ini. Pertama kali dia melihat siapa tamu yang datang, dia langsung bisa mengenali Donna. Donna adalah sahabat baik dari Almh. Irma Ibunda Ariel. Dulu sebelum Irma meninggal, Donna sering sekali datang, sayangnya kemudian dia pindah keluar negeri karena orangtuanya disana sedang sakit dan harus merawatnya. Sejak saat itu hingga Mama Ariel meninggal sampai sekarang, Donna baru kembali lagi.


Wanita paruh baya yang kerap di panggil si Mbok itu mempersilahkan Donna masuk ke dalam rumah, dan menawarkan minuman kepadanya. Donna melihat keadaan sekeliling rumah itu, tidak banyak yang berubah, masih sama seperti dua belas tahun yang lalu saat terakhir kalinya dia datang kesini. Donna meminta ijin agar bisa diantar untuk keliling di rumah itu, dengan senang hati si Mbok bersedia mengatarnya.


Mereka memasuki ruang perpustakaan yang merangkap ruang kerja dari pak Andi. Suasana yang sama seperti dulu, tetapi Shopia melihat di dinding ada tambahan frame foto besar dimana disana ada Ariel, Mama dan Ayahnya saat wisuda Ariel. Tetapi kemudian pandangan Donna tertuju pada frame lainnya, dimana disana pak Andi sedang tersenyum lebar dengan seorang balita perempuan di pangkuannya. Membuat Donna penasaran siapakah bocah cantik nan menggemaskan itu.


"Siapa anak cantik dan menggemaskan itu???" Tanya Shopia.


"Itu nona Gienka, putrinya den bagus!"


"Putrinya Ariel??? Manis sekali, pantas saja Andi terlihat begitu bahagia, lalu kemana Ariel??? Kenapa saat di pemakaman aku tidak melihatnya???" Tanya Donna. Dia memang datang ke pemakaman beberapa waktu yang lalu, hanya saja selama acara itu berlangsung dia tidak melihat kehadiran Ariel, bahkan dia juga mendengar beberapa orang saling berbisik menanyakan hal yang sama.


"Den bagus tidak pernah lagi pulang sejak beberapa tahun yang lalu, hubungan yang sempat membaik itu kembali bermasalah, dan itu juga yang membuat tuan besar jatuh sakit karena terlalu memikirkan den bagus"


"Membaik dan kembali bermasalah??? Apa maksudnya???"


Dan cerita itu mengalir, si Mbok menceritakan bagaimana hubungan ayah dan anak itu memburuk setelah kepergian Mama Ariel, juga seperti apa permasalahan pernikahan Ariel dengan Elea dulu, hingga bagaimana Ariel tidak mengetahui jika Elea hamil Gienka. Ariel akhirnya pulang setelah mengalami pengeroyokan oleh preman suruhan suami dari wanita yang dijadikan Ariel sebagai selingkuhannya, tetapi kepulangan Ariel bukan berarti hubungan dengan Ayahnya membaik, mereka masih tidak saling menyapa walau hidup di satu rumah. Kemudian Ariel menghilang secara tiba-tiba dan kembali dengan perubahan yang luar biasa, dan dia meminta maaf kepada Ayahnya, hubungan itu membaik tetapi hanya beberapa bulan saja.


"Lalu??? Apa yang membuat hubungan itu"


"Tuan besar ternyata memiliki seorang putra dari mantan istrinya yang pertama"


"Jadi??? Andi sudah mengetahui semua itu!!!" Seru Donna.


"Apa Nyonya Donna sudah tahu tentang masalah itu???"


"Tuan besar berniat memberikan setengah dari perusahaannya untuk Danist, putranya dari mantan istri pertamanya, setengahnya lagi untuk den bagus, tetapi itu dilakukan tanpa sepengetahuan den bagus, akhirnya terjadilah masalah besar, den bagus marah besar dan tidak mau mendengarkan penjelasan apapun dari tuan beaar, dia marah dan tidak pernah lagi datang sejak saat itu, bahkan dimasa kritis tuan besar ingin sekali bertemu dengannya tetapi dia tetap menolak dan di pemakaman dia juga tidak datang"


Donna mulai berpikir, mungkin Danist adalah laki-laki yang turun ke liang lahat dan mengumandangkan adzan untuk Andi terakhir kalinya. Danist terlihat seumuran dengan Ariel, seperti apa yang pernah digambarkan Irma padanya.


"Lalu apakah Danist menerima pemberian itu sehingga Ariel menjadi semakin marah pada Ayahnya???" Tanya Donna lagi.


"Tidak, den Danist tidak mau menerima semua itu, sepeserpun dia menolaknya, sebenarnya hubungan den bagus dan den Ariel sudah tidak baik sejak awal, karena non Elea menolak rujuk dengan den bagus dan justru memilih menikah dengan den Danist"


"Apa!!!???? Jadi Elea menikahi Danist...!!??? Kenapa hal itu bisa terjadi...!!!"


"Itu terjadi sebelum fakta ini terkuak, dan sekarang non Elea serta den Danist juga dikaruniai seorang bayi laki-laki berumur 5bulan, den bagus juga bertambah lebih marah lagi saat rencana lamarannya dengan seorang gadis dia batalkan karena gadis itu adalah putri dari selingkuhan tuan besar dulu saat nyonya besar sakit"


Donna sama sekali tidak menyangka jika keadaan serumit ini bisa terjadi. Entah ini sebuah karma atas apa yang dulu dilakukan Irma dan Andi atau bagaimana, Donna tidak bisa berkata-kata lagi. Sebuah kesalahan dimasa lalu yang sangat fatal dan sekarang dampaknya luar biasa. Dia masih ingat bagaimana kesedihan dari Irma dulu, semua ketakutan Irma seakan terjawab sekarang, Ariel menjadi korban dari kesalahannya di masalalu, dan ternyata tidak Danist saja.


"Bagaimana caranya agar aku bisa bertemu dengan Ariel??? Apa si Mbok tahu alamat rumahnya atau tempat tinggalnya???" Tanya Donna. Dia harus bisa segera menemui Ariel dan mungkin Ariel bisa mendengar semua kebenaran dari sisinya, agar Irma dan Andi bisa merasa tenang di surga sana, serta Ariel juga bisa melupakan semua kemarahan serta dendamnya pada Ayahnya atau juga pada Danist.


"Saya tidak tahu pastinya Nyonya, tetapi tuan besar pernah bilang bahwa den bagus ternyata bertetangga dengan non Elea dan den Danist"


"Mbok pasti punya nomor telepon mereka, bisakah aku memintanya??"


Si Mbok mengangguk dan akan memintakannya pada salah seorang pengawal pak Andi yang menjadi kepercayaannya selama ini. Setelah mendapatkannya, Donna berpamitan untk pulang. Dalam perjalanan pulang, Donna teringat lagi semua pembicaraannya dengan Irma bertahun-tahun silam saat sahabatnya itu datang menemuinya disela-sela pengobatan penyakitnya. Dulu Irma menyuruhnya agar merahasiakan semua fakta yang selama ini disembunyikan olehnya, serta bagaimana awal hubungan terlarangnya dengan Andi yang saat itu sudah memiliki istri. Semua itu diceritakan oleh Irma kepadanya, dan melihat kondisi saat ini yang begitu buruk bahkan sudah sangat terlambat ini, dia harus bisa menjelaskan semuanya pada Ariel. Jika saja dia kembali dari luar negeri lebih awal dan mengetahui hal ini, mungkin Ariel tidak akan berprasangka buruk atau marah kepada Ayahnya, karena masalalu menyedihkan itu bukan hanya kesalahan dari Ayahnya tetapi juga sebagian besar kesalahan itu terjadi dari mendiang Mama Ariel.