
Aditya keluar dari villa dengan penuh kemarahan. Sementara Cahya dan Yongki mengikutinya dari belakang, penasaran dengan siapakah yang datang hingga membuat Aditya marah. Aditya berdiri di depan gerbang dan menatap tajam kedua orangtua Cyntia yang datang lagi.
"Siapa mereka Dek? Kamu kenapa Adit marah sekali sepertinya?" Bisik Yongki pada Cahya.
"Orangtua Cyntia, pelaku penculikan Ky kemarin?? Mereka sempat membuat masalah saat di rumah sakit hingga membuat Adit marah besar"
"Kenapa kalian datang kesini??? Apa kalian menguntitku???" Tanya Aditya.
Papa Cyntia menangkupkan kedua telapak tangannya dan meminta agar Aditya berkenan membuka gerbang villanya membuat mereka bisa masuk lalu berbicara dengan mereka. Aditya tidak peduli dengan permintaan mereka dan mengusir mereka agar pergi dan tidak lagi mengganggunya. Aditya berbalik badan dan mengajak Cahya juga Yongki untuk masuk lagi ke villa, serta menyuruh kedua bodyguardnya agar tidak membuka gerbang.
"Pak Aditya!!! Tolong, kami datang hanya untuk meminta maaf kepadamu dan keluargamu, tolong buka gerbangmu" Teriak Papa Cyntia.
Aditya tidak bergeming dan tetap berjalan masuk. Cahya menarik pergelangan Aditya menahannya dan menyuruh suaminya itu agar memberi kesempatan mereka berbicara sebentar, dan jika pembicaraan itu mengarah ke penghinaan lagi maka Aditya boleh meninggalkan mereka dan mengabaikannya, tetapi sekarang setidaknya beri mereka kesempatan lagi untuk berbicara. Aditya enggan tetapi Cahya tetap memaksanya. Akhirnya Aditya membalikkan badannya lagi dan kembali ke depan, berdiri di depan gerbang.
"Katakan apa yang ingin kalian katakan lalu pergilah! Jangan membuatku naik darah lagi"
"Bisakah kau membuka gerbangnya, kita bisa bicara baik-baik di dalam" Pinta Papa Cyntia.
"Tidak perlu, bicaralah disini, kalau tidak mau silakan pergi"
"Kami datang untuk meminta maaf atas yang terjadi beberapa waktu yang lalu, istriku bersalah telah berlaku tidak sopan kepadamu, tolong maafkan kami dan tolong kembalikan lagi seluruh partner kerja perusahaan kami"
Aditya terkekeh dan meludah ke samping. "Jadi kau datang kesini puta-pura meminta maaf agar aku bisa mengembalikan seluruh investor serta kolegamu perusahaanmu kembali lagi, ciiihhh mereka pergi bukan karena diriku tetapi karena keinginan mereka sendiri yang tidak mau melakukan kerjasama lagi denganmu, apa yang sudah putrimu lakukanlah yang membuat mereka mundur dengan sendirinya, lebih baik koreksi sikap kalian, keangkuhan kalian selama ini, dan sekarang pergilah dari sini, aku sudah tidak ada urusan dengan kalian lagi"
Aditya meninggalkan orangtua Cyntia lalu mengajak Cahya dan Yongki untuk masuk ke dalam villa. Ternyata mereka masih tidak berubah, datang meminta maaf tetapi dengan embel-embel permintaan lainnya membuat Aditya semakin muak. Mereka sama sekali tidak ada etikat baik untuk sekali saja berusaha menyesali semua perbuatan anaknya tetapi datang hanya karena ingin mengharapkan sesuatu.
Cahya membereskan meja makan karena Aditya sudah enggan melanjutkan makan siangnya lagi. Kedatangan orangtua Cyntia membuat Aditya tidak bernapsu lagi. Cahya masih tidak habis pikir kenapa orangtua Cyntia sampai detik ini masih belum bisa menyadari kesalahannya dan malah menunjukkan sikap semacam itu yang justru semakin memperlihatkan betapa buruknya mereka dalam menghadapi suatu permasalahan dan hanya memikirkan keuntungannya sendiri.
Yongki menggendong Kyros dan mengajaknya duduk di tepi kolam renang. Aditya juga melakukan hal yang sama dengan membawa Kyra. Keduanya duduk dan memasukkan kakinya ke kolam renang, Kyros juga ikut menggerakkan kakinya seolah ingin mengikuti apa yang dilakukan pamannya.
"Apa Ky ingin melakukannya juga??? Oke!" Yongki mencoba mengangkat Kyros dan mencelupkan kedua kaki keponakannya itu di air, Kyros terlihat senang sekali.
"Mereka berdua adalah manusia yang tidak tahu diri kau tadi dengar sendiri kan?? Mereka datang meminta maaf karena sikap istrinya tempo hari di rumah sakit tetapi dibalik itu semua mereka memiliki niat kotor agar perusahaan mereka yang hampir bangkrut itu bisa kembali lagi, kau tahu Ki? Mereka tidak pernah mengucapkan permintaan maaf atas kelakuan anaknya pada Kyros, sama sekali tidak, justru mereka datang ke rumah sakit dengan kesombongannya membawa sekoper uang ganti rugi atas kebakaran yang terjadi, juga menghina Cahya, Ibu dan diriku bahkan yang lebih membuatku marah adalah ketidakpeduliaan mereka pada Kyros yang sedang sakit"
"Lalu perusahaan mereka yang kau bilang hampir bangkrut itu, apakah kau yang melakukannya"
Aditya tersenyum menggelengkan kepalanya. Lalu mulai menjelaskan bahwa mereka sudah mengancamnya tetapi mereka lupa bahwa Aditya bisa menghancurkan mereka dengan cepat. Aditya juga sempat melakukan pertemuan dengan pimpinan perusahaan-perusahaan kolega mereka tetapi belum sempat Aditya menjelaskan keinginannya pada mereka, tetapi beberapa dari mereka ternyata langsung memutuskan kerjasamanya dengan perusahaan milik Papa Cyntia setelah mendengar berita tentang apa yang dilakukan Cyntia pada anak Aditya. Mereka beralasan bahwa yang dilakukannya adalah bentuk protes pada perilaku Cyntia, dan menghormati Aditya sebagai orang yang berpengaruh untuk mereka. Jadi dalam hal goyahnya perusahaan milik orangtua Cyntia adalah bukan permintaan Aditya. Melainkan perusahaan-perusahaan itu memutuskan kerjasama dengan perusahaan orangtua Cyntia sendiri. Mereka seolah langsung mengerti saat dihubungi oleh sekretaris Aditya bahwa Aditya ingin melakuakan meeting mendadak dengan mereka hingga tanpa komando Aditya mereka sudah mundur dengan sendirinya.
"Memang susah jika sudah berhadapan dengan orang seperti mereka, kau harus banyak bersabar, yang terpenting adalah kau harus selalu bisa menjaga keluargamu dengan baik dari orang-orang seperti mereka"
Kyros mulai menangis karena Yongki menjauhkannya dari air, membuat Yongki tertawa melihat tingkah lucu keponakannya itu. "Sepertinya dia ingin bermain air" Gumam Yongki.
"Kemarin aku menjanjikannya untuk berenang mungkin dia menagihnya" Aditya kemudian memanggil Cahya agar mengambilkan ban flamingo serta bebek untuk berenang Kyros dan Kyra juga pakaian renang mereka.
Beberapa saat kemudian Cahya menghampiri Aditya dan Yongki membawa ban renang Flamingo berwarna pink juga ban renang bebek. Cahya dan Chika membantu mereka melepaskan pakaian Kyra dan Kyros lalu memakaikan pakaian renang, sebelum itu Cahya mengusapkan minyak telon di tubuh kedua bayinya.
Yongki dan Aditya melepas pakaiannya dan celana panjang mereka, lalu masuk ke kolam renang lebuh dulu dengan hanya memakai celana pendek. Cahya kemudian memberikan Kyros pada Yongki, sementara Chika memberikan Kyra pada Aditya. Kedua bayi itu langsung berteriak kegirangan saat tubuh mereka masuk ke dalam air.
Siang itu Yongki dan Aditya menghabiskan waktunya dengan berenang bersama Kyra dan Kyros. Kedua bayi itu sangat menikmatinya dan tidak mau untuk berhenti, selalu menangis saat mereka diangkat ke atas kolam renang. Tetapi Cahya tetap menyuruh Aditya dan Yongki untuk membawa mereka naik karena jika tidak dia takut mereka akan demam.
"Kakak, aku harus kembali ke kantor dulu ya??" Chika menghampiri kakak-kakaknya.
"Tunggu dulu, aku akan ganti pakaian dan mengantarmu" Ucap Aditya.
"Tidak perlu, Tania sudah menungguku di depan, sore nanti aku akan kesini lagi, bye!!!" Chika berlari ke depan.
Beberapa saat kemudian Chika kembali lagi ke halaman belakang membuat semua keheranan. Chika kemudian menjelaskan jika orangtua Cyntia masih berada di depan gerbang, mereka masih berdiri disana, karena takut mereka akan menyerobot masuk lagi, Chika memilih untuk keluar lewat pintu belakang saja. Wajah Aditya berubah lagi, dia sangat kesal karena kedua orang itu masih belum menyerah juga.
"Bergantilah pakaian dan temui mereka lagi? Jika tidak mereka bisa saja menunggumu sampai malam" Ucap Cahya.
"Biarkan saja, jika mereka mau melakukannya silakan saja, siapa yang akan peduli"