SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 131



Belum sempat Cahya menjawab, Aditya pun datang menghampirinya. "Hai El, kau ada disini juga, sedang membeli apa?"


"Beberapa hari ini aku sedang merasa pusing jadi aku membeli obat, kau dan Cahya sedang membeli susu hamil untuk siapa, kenapa Cahya meminta untuk usia 1 sampai 3bulan??"


Aditya mengarahkan pandangannya ke Cahya, dan istrinya itu hanya memberi kode dengan memejamkan matanya lalu berbalik arah karena petugas apotik telah membawa susu pesanannya. "Ah itu, aku membelinya untuk.... untuk sepupuku, ya kebetulan kami sedang ingin menengoknya karena dia hamil"


"Oh, baiklah Dit aku pergi dulu"


Ariel pun pergi meninggalkan Aditya dan Cahya. Setelah membayar Cahya langsung mengajak Aditya untuk keluar. Kelegaan dirasakan oleh Cahya, untunglah Aditya segera datang dan mengatakan alasan lain kepada Ariel. Mereka pun melanjutkan perjalanannya.


"Kenapa tadi kita harus bertemu dengannya, melihat wajahnya saja membuatku malas, menyebalkan sekali" Gumam Cahya kesal.


"Itu tempat umum sayang, siapapun bisa kesana, lagipula semua sudah bisa teratasi, tenanglah"


Sepulang kantor, Adri mengambil beberapa pakaiannya dirumah dan langsung menyusul kakaknya untuk menemui Chika. Dia berpamitan pada Mamanya lalu pergi.


****


Danist mengantar Chika dan Elea pulang, sampai dirumah Elea langsung masuk ke dalam untuk mengambilkan minum. Sedangkan Chika menemani Danist duduk diteras depan rumah sambil mengobrol. Elea mengantarkan minuman dan kembali masuk, membuat Danist sedikit menggerutkan keningnya karena Elea selalu menghindarinya disaat waktu santai seperti ini, kecuali saat membahas pekerjaan.


"Chiku, aku ingin menanyakan sesuatu padamu?" Gumam Danist sambil memanggi nama Chika dengan sebutan Chiku.


"Tanya apa kak?" Chika memanggil Danist kak karena pria itu yang memintanya jika tidak sedang diruang lingkup kantor dan mereka berdua sangat akrab.


"Kau tahu kenapa Elea selalu menghindariku? Apa dia tidak menyukaiku?"


"Tidak bukan seperti itu, kurasa dia masih butuh waktu mengingat kalian juga baru saling mengenal"


"Ah ya mungkin saja, btw sebenarnya apa yang terjadi dengannya? Sorry bukannya kepo tetapi beberapa waktu yang lalu saat pak Aditya dan bu Cahya dikantor serta ada aku juga disana telah terjadi sesuatu dan mereka membahas jika suami Elea ada di Australia dan sedang bersama wanita lain, I dont Know tetapi itu yang kusimpulkan saat berada disana dan kepanikan terjadi pada Pak Aditya dan istrinya, mereka terlihat marah sekali dan langsung pergi, tetapi bukankah Elea sedang hamil kenapa suaminya mlah berselingkuh?"


"Aku juga tidak tahu pastinya kak, tetapi memang itu yang terjadi, ya intinya suami kak Elea menceraikannya dengan sepihak dengan alasan konyol bahwa kak Elea mandul dan parahnya disaat yang bersamaan kak Elea hamil, dia sangat ingin mempertahankan rumah tangganya tetapi suaminya tidak datang ke persidangan untuk kedua kalinya menandakan bahwa dia memang tidak ingin bersamanya lagi, padahal jika mau datang kak Elea ingin memberitahunya bahwa dia sedang hamil tetapi ya bagaimana dia tidak datang,


itu sebabnya kak Elea ingin menjauh dari masalalunya sekarang dan ingin membesarkan bayinya sendiri"


"Astaga.....!!! Hal semacam itu bisa terjadi, kukira hanya difilm film saja, padahal Elea terlihat sangat cantik dan baik, kenapa suaminya jahat sekali"


"Ya begitulah, tetapi kak Elea juga berhak bahagia saat ini, itu sebabnya kakakku membawanya kesini agar bisa membantunya melalui masa sulitnya"


Danist hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan semua cerita Chika tentang Elea. Betapa akan menyesalnya mantan suami Elea nantinya saat mengetahui kehamilan Elea. "Elea yang malang, semoga nanti kebahagiaan datang untuknya" Gumam Danist dalam hati.


*****


Cahya dan Aditya akhirnya sampai di Villa, Cahya memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum pergi menemui Elea untuk mengantar susu hamilnya. Cahya menyuruh Aditya untuk mandi dan dia akan menyiapkan pakaiannya.


Cahya menggedor pintu kamar mandi "Sayang, pakaianmu ada diatas tempat tidur, aku ke dapur dulu menyiapkan makan malam untukmu" Teriaknya pada Aditya.


Cahya ke dapur dan mengecek isi kulkas, ternyata disana masih ada daging, dia bisa memanfaatkannya untuk membuat steak dan memanfaatkan bahan yang masih tersisa.


"Apa yang kau masak?" Tanya Aditya sambil menciumi leher istrinya.


"Aku membuat steak, untungnya masih ada daging, jika tidak kita pasti akan kelaparan terutama kau"


"Kemarin kita banyak melewatkan moment disini, jadi aku memutuskan untuk mendapatkannya lagi" Bisik Aditya parau.


"Hentikan Aditya, kita sekarang harus makan dan mengantar susu Elea"


Cahya mematikan kompor dan melepaskan pelukan Aditya, tetapi lelaki itu tidak mau melepaskannya dan justru memegang pundak Cahya lalu membalikkan badannya. "Sejak hamil kau semakin cantik, aku selalu merindukanmu" Aditya mengangkat dagu Cahya dna menatapnya dalam.


Aditya mencium bibir Cahya dengan lembut dan penuh cinta tetapi kemudian bibir Aditya terlalu menggoda, lelaki itu mellumatnya, memainkan bibir atas dan bawahnya bergantian dengan hisapan dan jillatannya. Lalu ketika Cahya membuka mulutnya untuk mengerang. Aditya memasukkan lidahnya dan mellumat keseluruhan Cahya.


"Kak.... Kak Adit, Kak Cah.....ya...."


Suara teriakan Adri membuat Aditya dan Cahya melompat kaget dan memisahkan diri, mereka menoleh ke arah pintu, Adri sedang berdiri di sana, rupanya kaget melihat Aditya dan Cahya sedang berciuman. Senyumnya melebar melihat pipi Cahya yang memerah dan Aditya yang tampak salah tingkah.


"Oh Ya Ampun. Apa disini tidak ada kamar, sehingga kalian melakukannya didapur, astaga" Adri masih tersenyum lebar lalu hendak pergi meninggalkan Cahya dan Aditya yang berpandangan salah tingkah.


"Kau, kenapa bisa ada disini?" Teriak Aditya kesal.


"Ini villa keluarga kita, kenapa juga aku tidak boleh kesini"


"Tapi tidak bisakah kau mengetuk pintu atau menekan bel"


"Kau juga yang salah kenapa pintu tidak kau kunci, aku hanya ingin menaruh tasku dikamar, lanjutkan saja kegiatan kalian" Adri mengedipkan sebelah matanya membuat pipi Cahya semakin memerah karena malu.


Setelah kepergian Adri, Cahya langsung memukul bahu Aditya. "Siialan anak itu.... Kenapa dia tidak bilang jika mau kesini, mengganggu saja" Gumam Aditya kesal dan malah mendapat tertawaan dari Cahya.


"Sudahlah, itu juga salahmu kenapa tidak mengunci pintu depan, lupakan, sekarang ayo kita makan, panggil Adri dan ajak dia bergabung, aku akan membuat satu lagi"


Dengan wajah masih kesal Aditya pergi meninggalkan dapur untuk menemui adiknya. Adri sedang membereskan pakaiannya dan menoleh kearah kakaknya yang ada dipintu sambil menertawakannya lagi. Aditya memandang Adri dengan tatapan masih kesal dan marah.


"Hei bung, berhentilah menatapku seperti itu, aku minta maaf atas kejadian tadi hahaha" Ucap Adri diselingi tawa renyahnya.


"Berhentilah mengejekku, kenapa kau kesini? Apa mama tahu kalau kau kesini, nanti dia bisa khawatir"


"Tenanglah, aku tadi pulang mengambil pakaian, lagipula aku kesini untuk menemui Chika, memangnya tidak boleh?"


"Cepat mandi, lalu turun dan makanlah, Cahya sudah menyiapkan makanan untukmu"


Adri mendekat ke Aditya dan berbisik ditelinganya. "Kalau kau merasa terganggu, malam ini aku akan mencari tempat untuk menginap hingga kalian bisa berbuat apapun semau kalian disini hahahaha" Adri lalu berlari ke kamar mandi sambil terus menertawakan kakaknya.


Aditya melemparkan bantal kearah adiknya yang sedang berlari ke kamar mandi sambil terus mengumpatnya.