SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 138



Chitra sedang bersiap untuk pergi bersama kedua orangtuanya dan Randy sebentar lagi akan menjemput mereka dirumah. Ponsel Chitra berbunyi dan Randy meneleponnya memberitahu jika dalam 5menit dia akan sampai. Setelah menutup teleponnya Chitra menaruh ponselnya lagi diatas tempat tidurnya disebelah tasnya lalu keluar kamar untuk memanggil kedua orang tuanya. Saat itulah Cheryl masuk ke kamar Chitra, dia memindahkan ponsel Chitra menutupnya dengan selimut.


Cheryl berharap langkahnya ini berhasil dan Chitra lupa membawa ponselnya sehingga dia bisa menggunakannya nanti untuk menghubungi Cahya. Langkah yang Cheryl ambil ini sudah dia pikirkan sejak semalam, tetapi jika ini gagal karena Chitra teringat belum memasukkan ponselnya ke tas nya maka nantinya Cheryl akan mencari cara lain lagi. Setelah berhasil menutup ponsel Chitra dengan selimut, Cheryl langsung berlari keluar dari kamar Chitra sebelum sepupunya itu kembali.


Chitra masuk kembali ke kamarny adan langsung mengambil tasnya serta kopernya lalu keluar. Cheryl dan kedua orangtuanya sudah ada dibawah. Mereka pun berpamitan pada Cheryl dan menyuruhnya untuk hati-hati dirumah dan jika ada masalah segera menghubungi mereka. Cheryl mencoba mengangguk dan tersenyum tetapi pikirannya masih diliputi kegelisahan, apakah Chitra tadi mencari ponselnya atau tidak.


Setelah kepergian Chitra dan keluarganya, Cheryl kembali ke kamar Chitra, dia mencari ponsel itu dan menemukannya. Tetapi Cheryl tetap tidak bisa merasa senang lebih dulu karena harus menunggu jika bis asaja ditengah perjalanan Chitra menyadari jika ponselnya tertinggal dan akan kembali mengambilnya. Cheryl harus lebih sabar lagi.


****


Saat sampai airport Chitra baru menyadari jika didalam tas nya tidak ada ponselnya. Chitra mulai panik karena bagaimana bisa dia pergi tanpa membawa ponselnya. Tetapi dia tidak mungkin kembali ke rumah karena sebentar lagi pesawat mereka akan take off. Mama Chitra pun akhirnya menghubungi orang dirumah agar bisa memastikan apakah ponsel Chitra tertinggal disana atau tidak.


Cheryl melihat Art rumah itu berjalan menuju ke kamar Chitra, dan menghentikannya.


"Mau kemana Bi?" Tanya Cheryl.


"Mau ke kamar non Chitra, mencari ponselnya, katanya ponselnya tertinggal dikamar jadi saya mau memastikan"


"Oh.... Dasar Chitra, bisa-bisanya ponselnya tertinggal, apa aku perlu mengantarnya ke airport Bi?"


"Sepertinya tidak perlu Non karena pesawatnya sebentar lagi akan berangkat, Nyonya meminta saya untuk menyimpannya dilaci saja kalau ketemu"


"Oh begitu, baiklah silahkan cari Bi"


Diam-diam Cheryl mengikuti Art itu ke kamar Chitra dan mengawasinya, benar saja Art itu menemukan ponsel milik Chitra diatas tempat tidur lalu memasukkannya kedalam laci meja yang ada disamping tempat tidur Chitra. Senyum kemenangan Cheryl pun terpancar diwajahnya, kali ini semua rencananya akan mulai dia jalankan dan harus berjalan dengan mulus. Cheryl bergegas pergi dari rumah untuk menemui seseorang dan mengambil barang pesanannya dan menyiapkan semuanya, karena permainan ini akan dimulai nanti malam.


****


Aditya pulang dari kantor dan tersenyum melihat Cahya sedang duduk bersandar ditempat tidur sambil memainkan ponselnya dengan serius. Aditya melepas jasnya dan duduk disebelah Cahya.


"Kau sibuk sekali dengan ponselmu sampai tidak menyambutku" Suara Aditya itu ternyata mengejutkan Cahya dan dia langsung menaruh ponselnya.


"Kau sudah pulang, maaf aku sedang main game, apa kau mau aku buatkan jus?"


"Tidak perlu sayang, aku sudah meminta pada mbak Tina tadi, game apa yang sedang kau mainkan serius sekali?" Aditya mengambil ponsel milik istrinya dan terkejut melihat game yang dimainkannya.


Cahya memainkan sebuah game yang biasa dimainkan oleh anak kecil. Game berganti pakaian dan make uo membuat Aditya tertawa karenanya. "Apakah sebosan itu kau dirumah sehingga memainkan game semacam ini, ini yang biasa dimainkan oleh anak kecil sayang?"


Mau tidak mau Aditya pun pergi ke kamar mandi, dia mulai memikirkan jika sepertinya istrinya itu sedang sangat bosan berada dirumah. Sepertinya Aditya harus memberi sedikit ruang untuk Cahya agar bisa menikmati harinya dengan baik dikondisinya saat ini. Walaupun dia tahu Cahya terlihat kepayahan membawa perut besarnya tetapi sekali saja membiarkannya pergi keluar adalah hal yang tidak ada salahnya. Dia akan berbicara dengan Mamanya nanti agar mengajak Cahya keluar sebentar untuk sekedar lunch atau mencari udara segar diluar rumah.


****


Cheryl pulang ke rumah dengan tawa bahagianya karena dia sudah selesai mengatur semuanya dengan sangat baik. Tempat, orang-orang yang sudah dibayarnya untuk melancarkan aksinya. Sekarang saatnya dia menjalankan misi pertamanya. Cheryl masuk ke kamar Chitra dan mengambil ponselnya. Dia mencoba membukanya dan ternyata ponsel itu tidak memiliki pengaman apapun membuat Cheryl semakin bahagia dan penuh dengan kemenangan. Dia mulai mencari nomor kontak Cahya, perlahan dia mulai mencari dan akhirnya tersenyum karena menemukannya.


Disisi lain Aditya dan Cahya baru selesai makan malam bersama keluarganya, mereka berdua kembali ke kamar. Aditya mulai membuka laptopnya untuk mengecek pekerjaannya karena besok dia ada jadwal untuk kunjungan ke kantor cabangnya tempat Adri bekerja disana. Cahya duduk disamping suaminya itu sambil menyalakan televisi dengan suara pelan.


Saat Cahya sedang serius menonton televisi tiba-tiba perutnya merasakan sesuatu. Cahya berteriak membuat Aditya terkejut dan panik lalu menaruh laptopnya dimeja dan menanyakan ada apa dengan istrinya. "Kenapa??? Ada apa??? Perut kamu kenapa??" Aditya terlihat sangat panik tetapi Cahya justru tertawa terbahak-bahak melihat kepanikan suaminya.


"Kenapa kau malah tertawa??" Tanya Aditya kesal.


"Peganglah ini, anakmu sejak tadi menendang-nendang dengan keras, kau merasakannya kan??" Cahya menarik tangan Aditya dan menaruhnya diatas perut besarnya. Mereka berdua bertatapan dnegan senyum bahagia sambil merasakan gerakan bayi mereka didalam perut Cahya.


Cahya lalu menyuruh Aditya untuk melanjutkan pekerjaannya dan dia ingin ke kamar mandi serta mengganti pakaiannya dan pergi tidur. Saat Cahya berada dikamar mandi, Aditya melihat ponsel istrinya yang ada diatas meja sedang bergetar dan menerima sebuah pesan. Aditya pun mengambilnya dan membuka pesan itu yang ternyata dari Chitra.


"Cahya, bisakah besok kita bisa bertemu di Victory Cafe's untuk Lunch, aku sangat kangen denganmu dan ingin mengobrol banyak hal denganmu, aku tunggu jam 12 disana ya?"


Aditya tersenyum melihat pesan itu karena ini moment yang pas sekali agar Cahya bisa keluar sebentar untuk menikmati suasana diluar agar tidak merasa bosan. Aditya akan meminta istrinya itu agar datang dan bisa mengobrol dengan Chitra, karena yang paling dekat saat ini hanya Chitra, karena Elea sedang berada ditempat yang cukup jauh.


Cahya keluar dari kamar mandi dan sudah terlihat lebih segar dan sudah berganti pakaian tidur. Aditya menghampirinya dan menunjukkan pesan itu padanya.


"Chitra mengirim chat"


Cahya mengambil ponselnya dan membaca pesan dari Chitra. "Besok datang saja temui dia, agar kau tidak merasa bosan karena dirumah terus" Sahut Aditya.


"Tidak sayang, aku malas kalau dia ingin ketemu biasanya juga langsung datang ke rumah"


Aditya memegang kedua bahu Cahya dan tersenyum padanya seraya berkata "Datang saja, kau butuh refreshing, mungkin Chitra ingin mentraktirmu karena dia sudah bertunangan, datang saja, aku mengijinkanmu, tidak enak jika kau menolak sebuah undangan makan, kau datang dan setelah selesai langsung saja pulang"


Tatapan Cahya tampak meragu, bukan karena tidak ingin datang, tetapi entah kenapa dia akhir-akhir ini merasa malas untuk pergi kemana-mana karena perut besarnya membuatnya sedikit kesulitan. Tetapi Aditya terlihat memohon padanya agar dia datang bertemu Chitra.


"Baiklah jika kau mengijinkannya, kau lanjutkan pekerjaanmu, aku sudah sangat mengantuk"