SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Khawatir



Cheryl tersenyum melihat Aditya dan menyapanya juga Cahya. Tetapi tidak dengan Aditya, dia menatap Cheryl tajam dan Cahya dilanda ketakutan yang luar biasa karena lagi-lagi Cheryl berusaha menemui suaminya.


" Ada perlu apa kau kesini lagi?" Tanya Aditya ketus.


" Aku kebetulan lewat dan melihat mobilmu ada dirumah jadi aku pikir kau ada dirumah dan ternyata benar kalian dirumah, oh ada tamu ya, hai aku Cheryl"


Cheryl berjabat tangan dengan Ariel dan Elea. "Kau sangat cantik dan kau sangat tampan" Ucap Cheryl saat berjabat tangan dengan Ariel dan Elea tetapi mata Cheryl menatap kedua pasangan itu dari atas sampai bawah membuat keduanya terlihat tidak nyaman.


"Apa aku bisa bicara denganmu sebentar Armand?" Tanya Cheryl.


" Maaf Cheryl, aku dan suamiku serta kedua sahabatku ini akan pergi keluar jadi kurasa suamiku juga tidak ada waktu untuk berbicara denganmu, ayo sayang kita pergi sekarang" Ucap Cahya dan menggandeng tangan Aditya lalu berjalan menuju mobil lalu meninggalkan Cheryl sendirian. Amarah Cheryl memuncak melihat Cahya menggandeng tangan Aditya.


Didalam mobil, Aditya yang duduk disebelah supir terus tersenyum mengingat bagaimana tadi istrinya bersikap pada Cheryl, dia merasa sangat bangga. Sedangkan suasana di dalam mobil sedikit tenang, tak ada obrolan apapun, mungkin karena kedatangan Cheryl membuat mood semua orang menjadi berubah.


Elea menatap Cahya yang kini duduk disampingnya dengan senyuman, sepertinya memang ada sesuatu yang terjadi dengan Cahya, Aditya dan juga perempuan bernama Cheryl itu, mungkin nanti dia akan menanyakannya pada Cahya siapa Cheryl sebenarnya.


Akhirnya mereka sampai ditempat yang dituju, Cahya sangat senang bisa kembali lagi ke tempat ini. Dia mengajak Elea untuk berjalan berdua dan meninggalkan suami mereka dibelakang.


" Kau memilih tempat yang luar biasa Ca" Ungkap Elea takjub.


" Adit yang membawaku kesini, saat kesini aku tidak mau pulang hahaha Adit membujukku dengan keras sampai akhirnya aku mau diajak pulang"


"Kalian manis sekali, kalau boleh tahu siapa perempuan bernama Cheryl itu, kulihat kau dan Adit tidak menyukainya? Apa telah terjadi sesuatu dengan kalian?"


Cahya menarik napasnya dalam dalam dan menghembuskannya dengan berat. " Dia adalah teman kuliah Adit saat di London dulu, dan Adit pernah mengejarnya saat itu hanya saja saat itu Cheryl menolak cintanya karena dia sudah memiliki kekasih, setelah itu mereka tidak berteman lagi, Adit menghindarinya" Pungkas Cahya.


"Menghindarinya sampai sekarang? Kenapa Adit melakukan itu kan dia sudah menikahimu, harusnya dia sudah melupakan itu, dan itu juga sudah terjadi bertahun tahun yang lalu?"


"Bukan El, aku rasa Adit sudah melupakan itu semua, tetapi entah bagaimana mereka bisa bertemu lagi disini, kau tahu kan saat itu kondisiku seperti apa, aku mengabaikan suamiku begitu saja, mungkin karena itu Adit akhirnya menjalin peertemanan laagi dengan Cheryl dan mereka sering menghabiskan waktu bersama saat jam makan siang"


" Apa? Sering menghabiskan waktu bersama? Apa Adit melakukan?"


"Ah tidak tidak El, suamiku tidak melakukan hal sejauh itu, Adit bisa menjaganya hanya saja saat aku mulai menyadari kesalahanku dan meminta maaf pada Adit, dia mulai menghindari Cheryl tetapi Cheryl seperti tidak terima akan hal itu dan terus saja mencoba menemuiku entah untuk hal apa, kurasa dia sengaja ingin mengatakan hal buruk tentang Adit yang bisa menimbulkan konflik diantara kami"


Elea hanya menggelengkan kepala tidak percaya, dia pikir setelah Adit membawa sahabatnya kesini itu bisa menghindari kehadiran kehadiran orang yang tidak diinginkan tetapi ternyata itu tetap terjadi. Kehadiran orang di masalalu tetap menghantui mereka. "Lalu Ca, apa yang dilakukan Adit sekarang?"


Elea merangkul Cahya untuk menenangkannya dan mengatakan semua akan baik baik saja karena dia percaya bahwa Aditya sangat mencintai Cahya. Dan semua usaha Aditya selama ini adalah demi menjaga cintanya pada Cahya.


"Adit melakukan hal yang benar dengan mengajakmu pindah, kau tidak usah khawatir oke?"


****


Setelah puas berjalan-jalan mereka kembali lagi ke rumah, Cahya dan Elea langsung menuju dapur untuk menyiapkan makan siang. Elea juga memutuskan untuk bertemu Cahya lebih lama, dan akan ke hotel pada sore harinya saja.


Makan siang akhirnya sudah siap dan Cahya memanggil Ariel serta Aditya untuk segera bergabung. Mereka benar benar menghabiskan waktu pertemuan mereka dengan bahagia setelah berpisah selama beberapa bulan. Terutama Cahya dan Elea yang seolah olah tidak ingin dipisahkan.


Sampai akhirnya sore tiba, Ariel dan Elea pu berpamitan untuk ke hotel, dan Aditya berjanji nanti akan mengantar mereka ke Airport. Elea memeluk Cahya erat sambil membisikkan sesuatu.


" Saat kalian pulang, kalian harus membawa oleh-oleh keponakan untukku dan seluruh keluargamu, dan jangan khawatirkan apapun, Aditya akan menjagamu dan semua akan baik-baik saja oke" Elea mengelus punggung Cahya.


Setelah Ariel dan Elea pergi, Aditya dan Cahya kembali masuk ke dalam. Wajah Aditya sedikit murung, membuat Cahya khawatir. Entah apa yang diobrolkan suaminya dengan Ariel tadi, seolah ada kekhawatiran yang dirasakannya.


" Apa semuanya baik-baik saja" Tanya Cahya dan duduk disamping suaminya.


" Tadi Ariel mengatakan jika Cyntia sudah bebas, aku mengkhawatirkan semua orang dirumah"


" Jadi Cyntia sudah bebas?"


"Begitulah yang diucapkan Ariel, tetapi dia dan Randy akan menjamin semua keamanan keluarga kita, karena kita juga tidak bisa menebak apa yang akan dilakukan Cyntia pada kita, aku ingin segera kembali dan menyelesaikan semua pekerjaan disini dengan cepat"


Cahya memeluk Aditya, mengerti akan kekhawatiran yang dirasakan suaminya itu. Permasalahan dengan Cheryl disini saja sudah membuatnya kalut dan dilanda kewaspadaan yang luar biasa kini ditambah lagi dengan berita yang tidak menyenangkan, mengingat Cyntia adalah perempuan yang kehidupannya dihiasi iri dengki dan tidak bisa ditebak. Cahya hanya berharap kehidupan rumah tangganya dihiasi kebahagiaan bukan terus terusan direcoki oleh kehadiran pihak pihak yang berniat buruk pada mereka.


" Bagaimana tentang kepindahan kita? Cheryl sepertinya tidak mau menyerah, aku hanya khawatir jika dia benar-benar menjadi duri dirumah tangga kita, aku sangat menyesal atas kekacauan yang aku perbuat dipernikahan kita yang akhirnya membawamu terjebak dengan Cheryl, andai saja saat itu aku tidak terlalu larut dalam kesedihanku mungkin..." Cahya berucap sedih dan menyesal.


" Ssssttt ini bukan salahmu, ini semua terjadi karena kesalahanku yang tidak bisa menjaga diriku, tapi kau percaya padaku bahwa aku akan selalu menjagamu dan cinta kita, dan kita akan tetap pindah secepatnya"


Aditya dan Cahya masih berpelukan dan menciba saling menguatkan satu sama lain untuk menghadapi situasi sulit yang sedang mereka hadapi saat ini. Bagi Aditya prioritasnya saat ini adalah memastikan semua keluarganya dalam keadaan baik. Dia akan segera menyelesaikan semua pekerjaannya dengan cepat dan segera kembali.