SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 243



Aditya melemparkan tubuhnya ke tempat tidur, sementara Cahya mengeluarkan bayinya satu persatu dari stroller. Mereka baru saja tiba dari mencari sarapan, berbelanja serta berkeliling dan jalan-jalan sebentar lalu siang ini baru pulang. Aditya merasa lelah sekali, karena Cahya menolak untuk membawa mobil dan lebih memilih naik kereta dan jalan kaki.


"Sayang, jagain anak-anak sebentar, aku beresin belanjaan dulu" Ucap Cahya lalu meninggalkan kedua bayinya di samping Aditya yang berbaring.


Aditya bangun dan duduk menghadap kedua anaknya. "Papa lelah sekali, tetapi kita masih memiliki banyak pekerjaan, oke Ky dan Kyra main di lantai saja ya biar aman, sambil Papa membereskan semua barang-barang kita di koper"


Aditya membawa kedua bayinya ke lantai, menengkurapkan mereka lalu menaruh beberapa mainan di depan mereka. Aditya mengambil satu koper dan duduk dilantai sambil membuka koper itu untuk mengeluarkan isinya. Jika tidak dilakukan sekarang tentu itu pasti akan merepotkan Cahya nantinya, apalagi lusa dia juga mulai ke kantor yang artinya kesibukannya sudah dimulai dan Cahya disibukkan dengan mengurus kedua bayinya sendirian.


Sambil memantau kedua bayinya yang sedang bermain, Aditya memasukkan pakaiannya ke dalam lemari dan memisahkan barang yang lainnya. Hingga akhurnya Cahya kembali masuk ke kamar.


"Aku menyuruhmu menjaga mereka, kau malah sibuk mengurus yang lain" Protes Cahya dan duduk di lantai bersama kedua bayinya.


"Mereka anak yang pintar, bisa bermain sendiri"


"Kau ini selalu saja pandai mencari alasan, oh iya Elea belum juga menghubungiku sejak kemarin, apakah dia sesibuk itu?"


"Sayang, kau sendiri yang membawanya kesini agar Elea membuat kisah cintanya yang baru tapi sekarang kau malah sibuk berpikir tentang hal sekecil itu, dia pasti akan menghubungimu nanti atau dia malah akan langsung datang kesini, tempat tinggal mereka kan tidak jauh dari sini"


"Apa menurutmu rencanaku berhasil menyatukan mereka disini??"


"Semua tergantung Elea, dan tempat ini begitu indah untuk membuat kisah cinta, siapa yang bisa menolaknya, ummmm kurasa kita sekarang juga bisa membuat kisah cinta kita sendiri, aku pikir lelahku akan berkurang, ayo kita lakukan sekarang?" Aditya mengangkat alisnya dan mengedipkan sebelah matanya pada Cahya sambil tersenyum menggoda.


Cahya melempar boneka milik Kyra tepat di wajah Aditya. "Kalau kau lelah beristirahat, bukannya malah mengajakku melakukannya, lelahmu akan bertambah nantinya" Gumamnya.


Aditya tertawa melihat kekesalan di wajah Cahya, lalu memilih membaringkan tubuhnya berbantal boneka milik Kyra yang tadi dilempar Cahya. Aditya memejamkan matanya dan pikirannya kembali mengingat Ariel. Sampai sekarang masih tidak ada yang tahu kemana perginya sahabatnya itu, bahkan Randy juga sudah mengarahkan anak buahnya untuk mencari dimana Ariel saat ini tapi masih belum membuahkan hasil. Sebagai seorang sahabat yang sudah bertahun-tahun berhubungan baik, tentu Aditya merasa sangat khawatir dengan keadaan Ariel, apakah dia baik-baik saja atau tidak sekarang dan sampai kapan Ariel akan terus bersembunyi dari semua orang. Karena sibuk dengan pikirannya tentang Ariel, Aditya tidak sadar dan tertidur begitu saja.


Sampai akhirnya Kyra dan Kyros juga sudah tertidur setelah Cahya menyusui mereka lalu membawanya ke box bayi mereka. Cahya sejak tadi sengaja membiarkan Aditya terlelap dan memilih mengajak kedua bayinya bermain tanpa mengganggu suaminya. Tapi sekarang Cahya harus membangunkannya karena jika tidak, Aditya pasti akan bangun dengan badan yang terasa sakit karena tidur dilantai.


Aditya membuka matanya karena dibangunkan oleh Cahya, mengerjapkan matanya lalu menguap. "Aku tertidur ya???"


"Iya, kau tertidur, kau pindah ke tempat tidur saja kalau masih mengantuk, aku akan memberskan semua ini"


Aditya bangun dan duduk, melihat masih ada beberapa barang di dalam koper yang tadi belum dia keluarkan semuanya. "Tidak sayang, ku rasa aku akan membereskan ini lalu mandi"


Aditya kembali mengeluarkan beberapa pakaian yang masih ada di koper dan ternyata dia menemukan sebuah kantong plastik kecil di bagian paling bawah dipojokkan koper. Aditya mengeryit dengan apa isi kantor plastik berwarna pink itu lalu membukanya.


Aditya memejamkan matanya dan menghela napasnya panjang setelah melihat isi kantong plastik itu. "Cahya.......!!!!" Panggilnya kesal pada istrinya yang sedang sibuk memunguti mainan bayinya.


"Ih manggilnya kok gitu? Kenapa?" Protes Cahya seraya menengok Aditya yang ada dibelakangnya.


"Ini apa??? Kenapa kau membawanya kesini??" Aditya mengulurkan tangannya dan membuka telapak tangannya di depan Cahya.


Cahya langsung tertawa terbahak-bahak melihat Aditya memasang wajah kesal dan apa yang di genggam suaminya itu.


"Aku membawanya karena ku pikir kau bisa bernostalgia dengan itu disini hahaha" Ucap Cahya sambil terus tertawa.


"Istriku memang sudah tidak waras, kau atau aku yang ingin bernostalgia, ku rasa kau yang sudah terobsesi dengan permen laknaat ini" Gumam Aditya kesal.


Cahya terus tertawa melihat wajah muak Aditya melihat permen itu. Cahya memang sengaja membawanya kesini untuk menggoda Aditya dan mengingat apa yang dulu pernah terjadi disini saat suaminya itu tidak sengaja memakan permen itu. Cahya masih ingat jelas bagaimana ekspresi Aditya yang semalam di landa kegusaran yang luar biasa, mondar-mandir dengan penuh kecemasan sampai berkeringat dingin. Pengalaman pertamanya itu pasti masih menyisakan kekesalan yang luar biasa bagi suaminya itu, karena saat itu Cahya sendiri tidak tahu harus berbuat apa, yang dilakukannya ya hanya menyuruh Aditya melakukannya siapa tahu ereksiinya berakhir tapi itupun ternyata tidak bisa berakhir begitu saja, karena mereka berdua melakukannya sampai menjelang pagi. Dan Aditya langsung sakit pinggang setelahnya. Tetapi karena sudah tahu apa yang harus dilakukan, saat kedua dan ketiga kalinya Cahya memberikan permen itu, Aditya dan dia bisa mengontrol dirinya hingga insiden sakit pinggang dan kecemasan tidak lagi terjadi. Tapi rupanya Aditya masih tidak suka jika melihat permen itu.


"Diamlah kau!!! Jangan terus menertawakanku, jika nanti Ariel kembali, aku akan meminta obat yang pernah diberikannya pada Elea dan aku akan memberikannya padamu, agar kau tahu bagaimana rasanya disiksa oleh efek obat itu!!" Ujar Aditya dengan kesal.


"Ih sayang, kok kamu jahat sekali ingin memberiku obat itu, sudah sini berikan permennya padaku, aku akan membuangnya kalau kau tidak suka"


Aditya berdiri dan menarik Cahya agar mendekat kepadanya lalu wajah mereka saling berhadapan. Aditya menatap Cahya dengan tajam, dan kekesalan diwajahnya masih terlihat begitu jelas. Cahya sekali lagi berani menantangnya dan menertawakannya setiap yang berhubungan dengan permen itu. Aditya merasa sangat kesal sekali, dan harusnya dia membuang saja sisa permen siallan itu, tetapi Aditya merasa masih membutuhkannya itulah alasannya masih menyimpannya tetapi tampaknya istrinya selalu ingin memanfaatkan permen itu untuk mengerjainya. Sekali kali Cahya memang harus diberi pelajaran agar tidak berbuat seperti itu hanya untuk menertawakan dirinya.


Aditya menatap Cahya dengan tajam tanpa mengatakan apapun membuat Cahya bergidik ngeri dan langsung meminta maaf karena telah menertawakannya. Aditya membungkuk menaruh permen itu di meja lalu membuka telapak tangannya lagi dan menunjukkannya ke Cahya. Cahya melihat ada 2 permen di telapak tangan Aditya dan mengernyit serta menebak-nebak apa yang akan dilakukan suaminya itu.


Aditya melempar senyum jahatnya ke arah Cahya lalu membuka bungkus permen itu dan hendak memakan keduanya secara bersamaan.


"Ehhhh kok di makan dua-duanya???" Seru Cahya dan berusaha menghentikan Aditya.


Tapi Aditya langsung memasukkan ke mulutnya dan mengunyah seraya tersenyum. "Aku sudah bilang jangan pernah menentangku, tapi kau masih saja melakukannya??? Jadi setelah ini kau harus bertanggung jawab, aku sudah makan dua...!!!" Gumam Aditya sambil menunjukkan dua jari ke Cahya lalu pergi keluar kamar, meninggalkan Cahya yang berdiri terpaku dan hanya diam.


Setelah Aditya keluar kamar, Cahya duduk lemas di tempat tidur dan mengutuk dirinya sendiri karena sudah membuat suaminya kesal. Cahya menyesali apa yang dilakukannya tadi, sekarang Aditya sudah mengancamnya, ini bukan hal yang baik. Membayangkan apa yang akan terjadi nanti ketika permen itu bereaksi. Aditya justru sengaja memakan dua permen sekaligus. "Habislah aku.....!!!!" Ucap Cahya sambil menunduk dan mengacak-acak rambutnya.