SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Meminta Maaf dan Kembali bersama



Akhirnya yang ditunggu datang juga, Aditya datang bersama Adri dan Chika beserta ibunya, mereka langsung membawanya masuk ke dalam kamar yang sudah disiapkan. Cahya membantu ibunya untuk berbaring dan menyuruhnya untuk beristirahat.


" Dek, jagain ibu ya, kakak akan membantu bibi menyiapkan makan siang untuk kita semua"


Cahya membantu menyiapkan makan siang, semua orang ada disini pasti bibi akan sedikit kewalahan menyiapkan makanan.


" Ini pertama kalinya saya ketemu sama istrinya tuan Aditya, ternyata sangat cantik" Bibi memuji Cahya membuat Cahya tersenyum.


" ah Bibi bisa saja, Bibi sudah lama ya bekerja di keluarga ini??"


" Sudah lama non, sejak tuan muda masih kecil, dulu saya kerja dirumah sana tapi saat tuan muda memberikan rumah ini untuk tuan Adri, saya diminta untuk kesini mengurus semuanya, tuan Adri juga kadang-kadang pulangnya jadi pekerjaan saya hanya membersihkan rumah saja, setelah itu ya banyak istirahatnya, saya dipindah kesini supaya tidak banyak pekerjaan yang saya lakukan, Nyonya mengkhawatirkan saya jadi sekarang yang mengurus pekerjaan di rumah sana itu Tina keponakan saya"


" oh Mbak Tina itu keponakan Bibi?"


" Iya non ponakan saya, oh iya ini sudah siap semua non, bibi bawa ke meja makan ya"


" Ga usah Bi, biar saya saja, sini-sini" Cahya membawa satu persatu piring yang berisi makanan yang dia siapkan bersama Bibi, setelahnya Cahya pergi untuk memanggil semua orang untuk makan siang.


Cahya masuk ke kamar Adri dan menemukannya sedang bermain PS dengan Aditya, mereka berdua terlihat sangat serius sambil sesekali tertawa.


" Kalian disini rupanya, sudah hentikan permainan kalian dan ayo makan siang, semua sudah menunggu"


Setelah makan siang Aditya duduk sendirian di halaman belakang tepatnya di Gazebo dekat kolam renang, Cahya mendekatinya untuk berbicara dan meminta maaf pada suaminya.


" Kenapa kau duduk sendirian disini, kau tidak melanjutkan main PS mu dengan Adri? tadi aku ke kamarnya untuk membawakan kalian minum tapi kau tidak ada dan malah duduk disini sendiri, aku membawakan jus semangka campur daun mint dengan perasan lemon kesukaanmu" Cahya duduk disebelah Aditya dan menaruh nampan berisi jus ditengah mereka.


" Sejak kecul ku selalu kalah jika bermain Ps dengan Adri, termasuk tadi jadi aku memutuskan untuk pergi karena kalau tidak dia akan menghinaku, thanks buat jusnya"


" Kau selalu kalah?? haha seorang CEO yang terbiasa memenangkan tender besar ternyata sangat lemah saat bermain PS, kau sangat Lucu, btw kenapa kau memberikan rumah ini pada Adri, apa kau sangat menyayanginya??"


" Karena aku memberikan adikku hadiah dari hasil kerja kerasku, aku membangun rumah ini setelah papa memberiku tanggung jawab diperusahaan, aku membangunnya dari gajiku selama 2 tahun"


" Kalau kau membangunnya kenapa tidak kau tinggali sendiri?"


" Aku membangunnya untuk orang yang aku cintai, hadiahku untuknya, dan Adri orangnya"


" Adri adalah pilihan kedua mu bukan?? pilihan pertamamu bukan dia. Aku sudah tau semuanya dari Mama tentang rumah ini, maafkan aku jika kemarin aku sempat berburuk sangka tentang rumah ini menuduhmu akan menghianatiku suatu saat nanti dengan Erica, maafkan aku karena tidak memberimu kesempatan untuk menjelaskan"


Aditya terkejut dengan ucapan Cahya, ternyata mamanya menceritakan tentang rumah ini padahal dia takut sekali Cahya mengetahui sejarah rumah ini dan tidak akan mengizinkan ibunya tinggal disini tetapi ternyata Cahya tidak mempermasalahkannya.


" Maafkan aku yang egois dan kekanak- kanakan yang selalu tidak mau mendengar penjelasanmu, mulai sekarang aku berjanji tidak akan bersikap seperti itu lagi, kau mau memaafkanku kan??"


" Tentu saja aku memaafkanmu, kau istriku!" Aditya mengambil nampan dan Gelas lalu menaruh disampingnya dan dia meminta Cahya untuk duduk lebih dekat dengannya dan memeluknya.


" Oke baiklah, aku yang akan pindah ke kamarmu, kau senang???" Aditya semakin mempererat pelukannya pada Cahya, tak disangka dari kejauhan Nyonya Harry melihat mereka berpelukan dan memanggil suaminya.


" Pa, lihatlah mereka, anak dan menantu kita, mereka sangat manis" Ujar Nyonya Harry bahagia.


" Kita harus memberi mereka hadiah Ma, sudah lebih dari 1bulan mereka menikah tapi kita belum memberi hadiah apapun"


" Iya pa, mama setuju, oh iya ayo kita segera berangkat sekarang nanti terlambat".


Tuan dan Nyonya Harry berpamitan pada Chika dan ibunya karena harus menghadiri sebuah acara, Aditya dan Cahya menghampiri mereka.


" Aku dan Mama mu akan pergi ke acara pernikahan anak sahabat Papa" Ucap tuan Harry lalau berpamitan.


****


Setelah Mama dan Papanya berpamitan, Aditya juga menajak Cahya untuk pulang, karena ini kesempatan untuk dia mengemasi pakaiannya dan memindahkannya dengan segera ke kamar Cahya agar tidak dicurigai oleh Mamanya.


Dengan cepat Aditya mengemudikan mobilnya agar segera sampai, barusan dia menghubungi Mbak Tina untuk mengemasi semua pakaiannya dan memindahkannya.


Sesampainya dirumah ternyata mbak Tina sudah menyelesaikannya, Aditya dengan segera membawa pakaiannya ke kamar Cahya, disana Cahya sudah merapikan pakaiannya dan memberi ruang untuk pakaian Aditya. Cahya duduk diatas tempat tidur dan mulai merapikan pakaian Aditya di koper.


" Pakaianku sangat banyak Ca, kenapa kau tidak mau kembali ke kamar kita saja" Gerutu Aditya.


" Baiklah kalau kau tidak bisa meninggalkan kamarmu, silakan kembali saja dan biarkan aku disini sendiri"


Mendengar ucapan Cahya, Aditya langsung mendorongnya sampai terbaring di tempat tidurnya lalu menindihnya.


" Apa kau bilang?? Kau menyuruhku untuk kembali? Apa kau tidak merindukan ini?" Aditya langsung mencecap bibir Cahya dengan lembut lalu perlahan lidahnya masuk dan menjelajah seluruh bagian mulut istrinya, mencecapnya dan menemukan lidah Cahya disana, mulut Aditya menjelajah seluruh bagian bibir Cahya, seakan ingin menyerap semua rasanya. Pelukannya mengencang, membuat mereka berdua semakin terbuai dalam romansa yang luar biasa ini.


Ketika ciuman itu terlepas, napas mereka berdua sama-sama terengah-engah. Aditya lalu mengecup lembut bibir Cahya, beralih ke pipinya, diberinya hadiah kecupan-kecupan kecil, kemudian ke telinganya, menghembus lembut di sana membuat istrinya memekik kegelian.


" Sudah cukup, kita harus membereskan pakaianmu" Bisik Cahya.


" Diamlah, kita akan menyelesaikannya sekarang juga"


Lalu Aditya mulai melepaskan pakaian Cahya dengan lembut dan menemukan bagaian yang menjadi faforitnya sembunyi dibalik penutupnya, setelah dibuka Aditya langsung menyentuhnya dan memainkannya dengan mulutnya membuat Cahya mengerang karena permainan lidah Aditya, dia lemas dan mencengkram rambut Aditya sambil mengerang gelisah atas sensasi yang dirasakannya.


Lalu Aditya itu mengangkat kepalanya dan mengecup ujung hidung Cahya yang terengah-engah, napas mereka berkabut oleh gairah yang pekat. Ketika Aditya menggeserkan tubuhnya, Cahya merasakan sesuatu di diri Aditya yang sudah mengeras di sana, menggesek pelan, begitu keras dan siap.


Mereka berdua pun akhirnya bersatu, Cahya menikmati setiap gerakan Aditya, membuatnya melayang, kenikmatan itu begiti intens hingga akhirnya mereka berdua mencapai puncaknya secara bersama, Napas mereka terengah-engah dan kepala Aditya dipenuhi dengan kabut kenikmatan itu, lalu mencium dahi Cahya dengan lembut dan mengucapkan terima kasih.


Mereka berdua tertidur dalam posisi berpelukan.