
Hari masih terlalu pagi, tetapi matahari sudah mulai meninggi. Cyntia melihat ke lantai dimana Kyros masih terlelap disana, dia tetap membiarkannya tergeletak di lantai. Cyntia berjalan menuju jendela kamarnya yang ada di lantai dua, saat baru membuka sedikit, dibawah dia melihat ada 2 mobil polisi. Tak lama mereka terlihat berpencar, membuka gerbang rumahnya dan terlihat berlari ke seluruh sudut rumahnya. Cyntia langsung menyadari bahwa sepertinya Aditya sudah mengetahui keberadaannya. Cyntia dengan kasar mengambil Kyros dari lantai dan menggendongnya lalu berlari keluar kamarnya.
Saat baru keluar dari kamarnya dan hendak membawa Kyros pergi, Cyntia mendengar keributan di bawah. Teriakan yang sepertinya berasal dari polisi, dimana polisi itu menanyakan keberedaannya pada para pelayan di rumahnya. Dan pelayan itu mengatakan jika dia ada dilantai dua. Cyntia panik karena dia sudah terkepun dan tidak bisa pergi kemana-mana, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke lantai tiga, dimana disana adalah rooftop. Cyntia berlari naik tangga menuju lantai tiga, polisi yang langsung melihat ada pergerakan langsung menyusul naik ke atas.
Aditya dan yang lainnya akhirnya sampai di rumah Cyntia tetapi ternyata polisi sudah sampai disana lebih dulu. Terlihat mereka juga sudah berpencar mengepung rumah itu. Randy menghampiri salah seorang polisi dan menanyakan tentang perkembangan saat ini, polisi itupun mengatakan jika sudah ada yang masuk ke dalam rumah untuk menemukan Cyntia. Saat yang lain sedang menunggu Randy dan Aditya berbincang dengan polisi, tiba-tiba Elea menemukan sesuatu di atas sana.
"Astaga......!!!! Itu Cyntia dan sepertinya yang ada di gendongannya adalah Kyros, apa yang akan dilakukannya di atas sana???" Ucap Elea yang langsung mendapat respon dari yang lainnya.
"Ayo ke dalam, kita harus menghentikan perempuan gila itu" Ujar Ariel.
Aditya, Randy dan Ariel berlari masuk ke rumah Cyntia, begitu juga Elea dan Cahya. Cahya berlari sambil memanggil nama Kyros dan mulai menangis, dia takut Cyntia akan melakukan sesuatu yang buruk pada bayinya.
Saat sampai disana, ternyata Cyntia sudah berdiri tepat di ujung pagar pembatas rooftop itu sambil membawa Kyros. Melihat Kyros, Cahya berteriak sambil menangis. Polisi dan Aditya mencoba mendekati Cyntia.
"Jangan mendekat.....!!!! Atau aku akan langsung menjatuhkan bayi ini dan kepalanya akan langsung pecah" Cyntia mulai mengancam yang membuat polisi dan Aditya menghentikan langkahnya.
"Nona Cyntia, tolong lepaskan bayi itu...!" Pinta slaah seorang polisi.
"Cyntia, tolong kembalikan bayiku.....!!" Cahya berteriak dan tangisnya pecah. Cahya bisa melihat Kyros terlihat lemah dan matanya sayu.
"Cyntia, ada banyak polisi disini, lebih baik kau menyerah dan kembalikan anakku, atau mereka akan menembakmu" Kini giliran Aditya yang memintanya.
Tawa Cyntia pun terdengar menggema, lalu pandangannya tertuju pada Aditya. "Tembak saja, dari manapun mereka menembakku saat itulah aku akan melepaskan peganganku pada bayi ini, dia jatuh dan akan mati saat itu juga, ayo lakukan saja.....!"
"Pak, tolong jangan lakukan apapun yang bisa membahayakan putraku" Gumam Aditya pelan pada polisi yang ada di sebelahnya.
"Tenang pak Aditya, kami tidak akan melakukannya, kita harus bernegosiasi dengannya" Polisi itu kemudian menyuruh temannya untuk memberitahu kepada yang lainnya agar tidak melakukan apapun karena ada ancaman dari Cyntia.
"Cyntia, kenapa kau melakukan ini lagi kepadaku dan keluargaku? Bukankah urusan kita sudah selesai? Kau dihukum karena perbuatanmu sendiri, lalu kenapa kau masih dendam kepadaku? Harusnya kau bisa menyadari semua kesalahanmu!"
"Diamlah kau Aditya....!!!! Kau bilang urusan kita sudah selesai??? Tidak....!!! Ini belum selesai sebelum aku bisa melihat kehancuran keluargamu, kau sudah menghancurkan kebahagiaanku bersama Theo, apa kau lupa dengan semua perbuatanmu saat pernikahanku, setelah aku di penjara, suamiku meninggalkanku, sekalipun dia tidak pernah datang menjengukku, bahkan ku dengar kau juga sudah menjebloskannya ke penjara, kau merenggut semua kebahagiaanku Aditya, aku sangat mencintai Theo tetapi karena ulahmu dia meninggalkanku bahkan sampai detik ini aku tidak pernah tahu keberadaannya padahal aku sangat mencintainya, hidupku seluruhnya sudah hancur karenamu maka aku juga harus menghancurkanmu, kau pasti akan hancur saat melihat anakmu ini mati di tanganku"
Cahya menyeka airmatanya dan melangkag maju, tetapi dengan cepat Cyntia mulai mengancam lagi, Aditya pun menahan Cahya. Sambil terisak dan ingin segera mendapatkan Kyros kembali, Cahya menarik napasnya dalam-dalam.
"Cyntia, maafkan suamiku jika dia berbuat salah kepadamu, maafkan aku juga jika memang aku memiliki salah, kalau perlua aku akan bersujud di kakimu, menciumnya tetapi tolong kembalikan bayiku, apa kau tidak kasihan kepadanya, dia begitu lemah saat ini, aku mohon Cyntia kembalikan dia pada kami, apapun yang kau minta kami akan memenuhinya, jika kau tidak ingin di penjara lagi, aku akan mencabut laporan Aditya pada kepolisian dan kau bisa pergi bebas tetapi sekali lagi ku mohon kembalikan bayiku" Cahya berlutut dan menangkupkan kedua telapak tangannya sambil menangis mengharapkan belas kasihan dari Cyntia.
Aditya merangkul Cahya dan menyuruhnya untuk berdiri. Hati Cahya benar-benar hancur melihat Kyros dalam pegangan Cyntia, wajah Kyros sangat pucat, matanya terbuka tetapi hanya separuh dan sangat sayu, bahkan bayi itu sepertinya sudah tidak sanaggup untuk menagis. Sangat jelas terlihat tubuhnya juga melemas. Cahya memeluk Aditya sambil menangis.
"Ky kita, dia begitu lemah, kenapa Cyntia tidak.memiliki belas kasihan sama sekali, tolong lakukan sesuatu sayang, untuk mendapatkannya kembali, aku tidak mau terjadi sesuatu dengannya! Tolong...!!"
Aditya mengusap lembut punggung Cahya, dia sendiri merasa bingung, apa yang harus dilakukannya. Cyntia benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya. Bujukan apa lagi yang harus dilakukannya agar Cyntia menghentikan kegilaan ini.
"Cyntia, tolong lepaskan bayi kami, katakan apa yang kau inginkan, tetapi setidaknya kembalikan bayi kami"
"Kau pikir aku bodoh Aditya, aku tahu kau sangat cerdik dan licik, jadi jangan harap aku akan mendengarkan omong kosongmu, melihat istrimu menderita seperti itu aku sangat senang, kau juga sebentar lagi akan melakukan hal yang sama, akan sangat menarik jika aku tidak menjatuhkan bayi ini tetapi melemparnya, dia akan terbang lalu jatuh dan tubuhnya akan hancur dibawah sana haha"
Aditya memejamkan matanya sambil terus merangkul Cahya yang tidak berhenti menangis. Sementara Ariel, Randy dan Elea hanya bisa diam melihat apa yang ada di depan mereka. Mereka juga tidak tahu harus berbuat apa. Airmata Elea juga tidak berhenti menetes, hatinya tidak kalah hancur melihat penderitaan yang dirasakan Cahya dan Aditya saat ini, terlebih lagi melihat Kyros yang sudah pucat pasi dan pelukan Cyntia.
"Kurasa dia memang sudah gila, benar-benar gila dan tidak berperasaan!" Gumam Ariel.
"Kau benar, bukan penjara tempatnya, tetapi rumah sakit jiwa, suaminya meninggalkannya karena itu adalah salahnya sendiri kenapa dia tidak menyadarinya juga, tetapi kita juga harus ikut berpikir bujukan apa yang bisa membuat perempuan gila itu menyerah, kasihan Kyros dia sudah lemah sekali" Ujar Randy kemudian.
Elea memundurkan langkahnya lalu memanggil Randy dengan suara lirih dan meminjam ponsel Randy, karena ponselnya tertinggal di rumah Aditya. Randy mengernyit dan menanyakan kepada Elea akan menghubungi siapa dia.
"Keadaan Kyros sangat lemah, kurasa aku berencana memanggil ambulance, aku takut terjadi sesuatu" Ucap Elea.
Randy kemudian memberikan ponselnya kepada Elea, dan Elea memilih menjauh dari mereka dan kembali turun ke lantai dua. Cukup lama Elea pergi ada sekitar 10 menit lalu kembali dan mengembalikan ponsel Randy.
******
Sudah hampir 2 jam berlalu, tetapi Cyntia masih tidak bergeming dari tempatnya berdiri. Semua bujukan, permintaan dan negosiasi yang dilakukan baik oleh polisi ataupun Aditya dan Cahya sama sekali tidak membuahkan hasil. Tidak ada juga keluarga Cyntia yang bisa di hubungi mengingat orangtuanya juga berada di luar negeri. Suara Cahya sudah serak dan habis karena terus berteriak meminta belas kasihan Cyntia tetapi itupun tetap tidak membuat Cyntia mau menurutinya. Kondisi Kyros semakin lemah, bahkan bibir bayi itu sudah membiru dan tidak ada gerakan, matanya memejam, membuat siapa saja tidak akan tega melihatnya. Di bawah juga semakin ramai orang yang melihat apa yang terjadi saat ini.
Aditya semakin frustasi tetapi dia mencoba untuk bertahan, bagaimanapun dia harus segera mendapatkan Kyros kembali. Elea kini sudah ada di sebelah Cahya yang berlutut di lantai sambil terus menangis. Cahya semakin histeris memeluk Elea karena Kyros sudah tidak ada gerakan dan matanya sudah menutup, entah dia tidur atau apa, yang jelas Cahya semakin ketakutan. Elea kesal karena Danist tidak kunjung datang juga padahal tadi dia sudah memberikan alamatnya dan menyuruhnya agar cepat.
Terdengar langkah kaki yang menaiki tangga menuju lantai tiga, dan tiba-tiba ada teriakan dari belakang Randy dan Ariel.
"Cyntia.......!!!!!"
Sontak semua pun menengok ke arah belakang ke sumber suara itu termasuk Cyntia.