SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 283



Cahya bangun dari tidurnya dan menyalakan lampu tidurnya. Terlihat jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari hampir setengah 4, dia harus segera bangun untuk sholat malam. Aditya juga terlihat sedang tidur dengan lelapnya dan dia tidak ingin mengganggu suaminya itu karena sepertinya semalam Aditya kembali ke kamar cukup larut karena sibuk dengan pekerjaannya di ruang kerjanya. Hingga dia sendiri tidak tahu pasti tepatnya jam berapa Aditya kembali karena dia sudah tidur lebih dulu.


Setelah selesai sholat, Cahya kembali ke tempat tidurnya dan berniat tidur lagi sebelum pagi tiba, setidaknya masih ada sekitar 1jam lebih untuk tidur. Dan saat hendak mematikan lampu tidurnya, dia baru sadar jika lampu notif ponselnya berkedip. Cahya lupa mengembalikan mode mute ponselnya hingga ada pesan atau panggilan masuk dia tidak mendengarnya.


Cahya mengambil ponselnya dan membukanya, tetapi kemudian dia mengernyit saat mengetahui bahwa ibunya sudah menghubunginya sebanyak 23 kali sekitar 40 menit yang lalu. Cahya bingung kenapa ibunya menghubunginya saat malam seperti ini. Karena takut terjadi sesuatu, Cahya pun langsung menghubungi ibunya kembali.


Beberapa kali mencoba tetapi tidak ada jawaban sama sekali, membuat Cahya sedikit panik tetapi akhirnya pada panggilan ke enam ponsel ibunya ada yang menjawab. "Hallo ibu.....!!" Ucap Cahya panik.


"Ini saya Salim bu Cahya"


"Pak Salim security? Ibu saya dimana kok ponselnya bisa ada sama bapak??"


"Ibu ada diluar, ini ponselnya tertinggal di dalam mobil tadi ibu panik dan mengajak saya agar membawa ke tempat usaha catheringnya karena tidak ada sopir, pas sampai disini ternyata terjadi kebakaran"


"Kebakaran??? Kok bisa?"


"Saya juga kurang mengerti bu tetapi sekarang masih coba dipadamkan lebih baik bu Cahya kesini saja"


"Baiklah aku akan segera kesana, tolong jaga ibu saya"


Cahya menutup teleponnya dan langsung membangunkan Aditya. Cahya cukup kesulitan karena Aditya tidur dengan sangat lelap. Akan tetapi akhirnya lelaki itu bangun dengan mengernyit dan hendak memarahi Cahya lalu mengurungkan niatnya saat melihat kepanikan di wajah istrinya.


Dengan terbata Cahya menjelaskan kepada Aditya, saat itu juga Aditya langsung melompat dari tempat tidurnya berlari untuk mengganti pakaiannya. Cahya menyusul dibelakangnya dan ingin ikut untuk melihat keadaan ibunya.


"Sayang! Kau di rumah saja oke, biar aku yang kesana sendiri, nanti anak-anak gimana kalau kau ikut denganku?"


"Anak-anak masih tidur, biar mbak Tina yang menjaga mereka, pokoknya aku ikut denganmu"


"Oke oke, ganti pakaianmu dan bangunkan mbak Tina suruh dia tidur di kamar anak-anak"


Setelah berganti pakaian dengan cepat Cahya berlari dan turun ke bawah untuk membangunkan asisten rumah tangganya agar bisa menjaga kedua bayinya sementara dia dan Aditya akan pergi.


Cahya dan Aditya masuk ke dalam mobil dan Aditya langsung mengendarai mobilnya dengan cepat. Aditya tidak habis pikir kenapa kejadian seperti ini bisa terjadi lagi. Aditya berharap semoga ini tidak separah dulu.


******


Cahya akhirnya menemukan ibunya yang seperti orang bingung dengan wajah sedih dan pucat pasi. Cahya langsung memeluk ibunya dan menenangkannya. Ibunya terisak dan suaranya terdengar pilu saat mencoba berbicara dengannya. Sementara Aditya mendekati polisi yang ternyata sudah berada disini serta petugas pemadam kebakaran.


Cahya membawa ibunya ke mobil dan mencoba menenangkannya disana. Cahya mengambil air dan memberikannya pada ibunya. Cahya saat ini tidak ingin terlalu banyak bertanya kepada ibunya, yang terpenting sekarang adalah ibunya harus tenang lebih dulu.


Aditya ingin penyebab kebakaran ini bisa diungkap dan ditangani oleh pihak kepolisian. Dan fakta yang baru saja didapatkan Aditya adalah bahwa beberapa kali terdengar suara ledakan, yang dipastikan itu adalah suara ledakan dari tabung gas yang ada di dalam. Serta dugaan sementara sepertinya berasal dari kebocoran gas atau karena hubungan arus pendek listrik. Mendengar itu Aditya mengernyit, karena tidak mungkin ada konsleting mengingat ini bangunan yang masih sangat baru, tetapi jika terjadi kebocora gas itu mungkin saja. Tidak ingin terlalu memikirkan, Aditya menyerahkan semua penyelidikan kepada kepolisian saja.


Aditya mencari keberadaan Cahya dan ibu mertuanya, tetapi tidak menemukannya. Kemudian dia melihat Cahya keluar dari dalam mobil, bergegas dia menghampiri istrinya itu.


"Sayang, apa kau sudah menemukan ibu??" Tanya Aditya.


"Ibu ada di dalam, beliau masih shock"


Aditya membungkukkan badannya dan masuk ke dalam mobil mengecek keadaan ibu mertuanya yang memang terlihat shock berat.


"Adit, maafkan ibu, ibu tidak bisa menjaga amanatmu, tempat usaha yang kau bangunkan untuk ibu sudah habis terbakar, maafkan ibu Dit"


Aditya memeluk ibu mertuanya dan mengusap bahunya. "Ibu, sudah jangan terlalu pikirkan itu, ini hanya sebuah kecelakaan, tenanglah!! Sayang, lebih baik kau ajak ibu pulang sekarang, biar pak Salim yang mengantar kalian, aku akan mengurus semuanya disini"


Aditya keluar dari mobil dan Cahya kembali masuk. Aditya kemudian menyuruh security yang bertugas di menjaga keamanan rumah adiknya yang saat ini ditinggali oleh ibu mertuanya itu untuk mengantar istrinya dan Ibu mertuanya pulang ke rumah.


Aditya menghubungi Ariel dan Randy agar bisa datang menemuinya untuk membantunya mengurus semua yang ada disini. Kejadian ini benar-benar tidak Aditya duga sama sekali, dan bagaimana juga ini bisa terjadi.


******


Disisi lain, perempuan itu tertawa bahagia ketika menerima kiriman foto dan sebuah video yang memperlihatkan bagaimana kebakaran yang sudah terjadi di tempat itu hingga hanya menyisahkan kerangka bangunan saja. Anak buahnya bekerja dengan sangat bagus, bahkan anak buahnya telah membayar seseorang untuk melakukan semua itu. Dan orang itu tidak lain adalah salah satu pekerja di tempat usaha itu.


Tentu ini hanyalah sebuah awal dari permainannya, semuanya sempat terhenti karena dia kehilangan jejak dari Aditya dan Cahya. Entah kemana mereka pergi saat itu hingga laporan yang diterimanya hanyalah kegiatan yang dilakukan oleh adik dan orangtua Aditya saja. Setelah dulu dia berhasil mengirimkan paket berisi kepala ayam dan tikus kepada Cahya, dia menghentikan sementara rencananya agar tidak diketahui oleh Aditya. Karena sudah pasti lelaki itu akan berusaha untuk mencari tahu semuanya dan itu akan menggagalkan rencananya selanjutnya. Tetapi setelah itu, dia justru kehilangan jejak Aditya dan pada akhirnya sekarang mereka kembali lagi. Serta yang lebih mengejutkan adalah, rumah yang dulu terbakar itu sekarang dijadikan tempat usaha oleh pemiliknya.


"Ini baru permulaan, aku masih belum puas sebelum aku melihat mereka hancur, mereka harus merasakan penderitaanku selama ini, hidupku sudah dihancurkan, karirku, keluargaku bahkan saat itu belum sempat aku merasakan kebahagiaanku, kau harus hancur Adityaaa!!!!!!! Ingat janjiku ini...!" Serunya sambil melemparkan vas bunga ke tembok.