
Aditya memegang kedua bahu Cahya dan menyuruhnya untuk berjongkok, kemudian dia mendorong meja didepannya menggunakan kakinya untuk memberi ruang pada istrinya yang disuruhnya untuk berjongkok. Kemudian Aditya menunduk dan memegang kepala Cahya dengan kedua tangannya lalu menyentuhkan bibirnya dan bibir Cahya, mencecap perlahan dan Cahya juga merespon dengan baik ciuman suaminya, mereka terhanyut dalam kenikmatan saat berciuman, perlahan Aditya melepaskan bibirnya dan menghela nafas panjang.
“ Sekarang kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu, seperti yang aku bilang bahwa aku tidak akan melepaskanmu begitu saja”
“ Tapi tadi kau bilang akan membiarkanku istirahat dulu”
“ Ssssstttttt aku akan memenuhi janjiku untuk membiarkanmu beristirahat tetapi aku butuh tangan dan bibir manismu itu bertanggung jawab atas kelakuan konyolmu yang membuat ini menjadi tak terkendali” Aditya mengarahkan tangan Cahya ke arah senjatanya yang berada diantara kedua pahanya.
“ Ayo sayang, kau harus mengeluarkannya, kau tadi mengusiknya sekarang tenangkan dia dan belai dengan perlahan, aku tau kau sangat menyukainya, ayo lakukanlah seperti yang sudah kuajarkan tadi sore” Perintah Aditya dengan suara sensual, seperti terhipnotis Cahya pun menuruti keinginan suaminya itu dan mulai membuka resleting celana Aditya dan menurunkannya.
“ Bagus sayang, sekarang lakukan tugasmu, gunakan kedua tangan halusmu itu untuk memainkannya, buatlah aku terbang tinggi” Aditya mengecup dahi Cahya dan membimbing tangan istrinya melakukan gerakan lembut pada senjatanya. Gerakan tangan Cahya membuat Aditya mendesis menikmati setiap detiknya.
“ Shiiiitttt kau melakukannya dengan baik sayang, kenali aku lebih jauh lagi, sekarang kau harus menciumnya”.
Lagi-lagi Cahya menuruti keinginan Aditya, perlahan dia mendekatkan bibirnya dan menciumnya membuat Aditya memejamkan matanya karena menikmatinya setelah itu dia menyuruh istrinya untuk duduk dipangkuannya.
Kini mereka saling berhadapan, Aditya menyuruh Cahya untuk melakukannya lagi dengan posisi seperti ini, lalu dia membuka kancing baju istrinya dan menemukan yang dia cari, tak menunggu lama Aditya menyesap manis dan memainkan lidahnya di aset kembar istrinya membuat mereka saling menikmati satu sama lain, dia menyuruh Cahya untuk mempercepat gerakannya sampai akhirnya Aditya mengeluarkan erangan dibarengi dengan cairan hangat yang menyembur keluar membuat tangan Cahya terkena cipratan cairan itu. Aditya terkulai lemas dan langsung memeluk Cahya.
“ Kau luar biasa sayang, lain kali kau harus memainkannya menggunakan mulutmu, sekarang kita harus membersihkan diri sebelum tidur, turunlah” Bisik Aditya.
Setelah dari kamar mandi Aditya langsung membaringkan badannya menunggu Cahya yang sedang berganti pakaian, dia tidak menyangka bahwa istrinya ternyata bisa menggodanya dengan cara yang sedikit lucu, membuatnya tersenyum mungkin karena Cahya membaca novel romantis sampai bisa terpikirkan ide konyol seperti itu, tapi Aditya sangat bahagia karena istrinya mulai belajar untuk menyenangkan suaminya.
Akhirnya Cahya keluar dari ruang ganti dengan senyuman manisnya, tanpa pikir panjang Aditya langsung menariknya dan mereka berguling diatas ranjang, Cahya sekarang berada diatas Aditya dan dalam pelukan suaminya, mereka saling menatap dan kemudian mereka saling berciuman untuk kesekian kalinya. Saling mencecap merasakan manisnya bibir satu sama lain, hdengan lihainya Aditya juga memainkan lidahnya didalam mulut Cahya sampai akhirnya mereka saling melepaskan dengan dibarengi tarikan nafas panjang.
“ Sekarang kau tidurlah sayang berbantal lenganku, aku yakin tidurmu malam ini akan terasa lebih nyenyak” Ucap Aditya sambil melepaskan pelukannya dan membuka satu lengannya agar Cahya bisa memakainya sebagai pengganti bantal, tak berapa lama Cahya tertidur disusul juga oleh Aditya yang juga sangat mengantuk.
Pagi yang cerah diisi kegiatan seperti biasa, Aditya sedang sibuk berolahraga di ruang Gym nya, Cahya menyiapkan sarapan dan jus untuk suaminya, binar kebahagiaan terlihat dari keduanya, sudah tidak ada lagi penghalang diantara mereka.
“ Good morning my husband, pagi ini diawali dengan jus stroberi karena semangkanya habis”
“ Morning my wife, aiissshhh habis ya?? Hari ini kita harus membelinya, ngomong-ngomong kita jadi ke rumah ibu hari ini??” Aditya mengambil jus nya dan meminumnya.
“ Sepertinya tidak, tadi ibu menghubungiku bahwa beliau akan pergi ke acara di rumah bu Rw, mendadak katanya, sekarang lanjutkan olahragamu aku mau mandi dulu setelah itu kita sarapan”
Cahya beranjak pergi dan Aditya melanjutkan lagi olahraga nya. Setelah menyelesaikan sesi olahraga nya Aditya berjalan menuju kolam renang untuk beristirahat sejenak karena udara nya sangat sejuk sambil menunggu istrinya selesai mandi.
Terdengar suara bel diluar, sepertinya ada seseorang yang bertamu tetapi siapa yang bertamu sepagi ini, dia pun segera beranjak untuk membuka pintu, betapa terkejutnya Aditya saat melihat orang yang ada dihadapannya, ternyata itu adalah Erica, seketika wajah Aditya berubah, Erica tersenyum dan langsung memeluk Aditya dengan segera dia melepaskannya, bisa bahaya jika Cahya melihatnya.
“ Ada perlu apa kau kesini??” Tanya Aditya dengan nada sinis.
“ Adit!! Siapa yang datang sepagi ini” Suara Cahya dari dalam membuat Aditya terkejut, saat itu juga Cahya melihat seorang perempuan yang sedang berjalan mengelilingi ruang tamu, dia seperti pernah melihat perempuan itu tetapi dimana pikirnya, lalu teringat kejadian di supermarket beberapa waktu yang lalu, itu adalah perempuan yang sama.
“ Silakan duduk dulu, saya akan ambilkan minum untuk anda” Ucap Cahya mempersilahkan lalu menghampiri suaminya yang masih berdiri seperti patung didepan pintu, lagi-lagi Aditya seperti tidak suka dengan kehadiran perempuan ini, membuat Cahya bertanya-tanya , tetapi kemudian berbisik menyuruh suaminya itu untuk pergi ke kamar mandi dan berganti pakaian dan dia akan menemani tamunya itu untuk sementara karena Cahya melihat suaminya masih dalam keadaan bertelanjang dada sehabis olahraga.
Aditya beranjak pergi sedangkan Cahya berjalan menuju dapur untuk membuatkan tamunya itu minum, tetapi tak disadari Erica justru mengikuti Cahya masuk ke dapur.
“ Wow tempat ini masih sama saja tidak ada perubahan, dan ada sarapan disini, pasti Aditya belum sarapan ya? Aku akan sarapan disini juga kalau begitu” Suara Erica membuat Cahya terkejut dan hampir menjatuhkan gelas yang ada ditangannya.
“ Anda kenapa berada disini, tunggu di ruang tamu saja supaya lebih nyaman”
“ Tidak perlu, aku akan ikut sarapan disini kebetulan aku juga belum sarapan, dan sepertinya nasi goreng ini lezat”
Aditya merasa sangat gusar memikirkan Erica karena datang menemuinya dirumah, dia memutuskan tidak mandi dan hanya mengambil Tshirtnya lalu memakainya dan kembali ke ruang tamu menemui Erica dan akan mengusirnya, dia teringat tentang kejadian di supermarket yang membuatnya justru memarahi Cahya. Sesampainya di ruang tamu Aditya tidak melihat Erica disana tetapi justru melihatnya berada di ruang makan bersama Cahya, bergegas dia kesana.
“ Kau tidak jadi mandi??? Oh iya Dia akan sarapan bersama kita” Ucap Cahya saat melihat kehadiran suaminya.
“ Kita??? Kau akan sarapan bersama majikanmu? Aditya, kenapa tidak sopan sekali pembantumu ini” Seru Erica yang tidak mengetahui jika Cahya adalah istri Aditya.
“ Erica jaga mulutmu itu, Cahya adalah istriku bukan pembantuku”
“ Owwhh jadi dia istrimu, kupikir pembantumu, memang dimana pembantumu sehingga istrimu ini berada didapur seperti seorang pembantu?” Erica seolah tidak peduli dengan ucapannya sedangkan Aditya seperti menahan amarahnya melihat istrinya dihina secara langsung oleh Erica, dia melihat Cahya hanya terdiam seperti menahan malu atas hinaan Erica tetapi dengan segera Cahya menyuruhnya Erica untuk duduk dan menikmati sarapan yang ada.
Suasana sarapan tampak hening, karena Aditya ingin segera mengusir Erica dari rumahnya, harusnya hari ini dia akan menikmati harinya bersama Cahya tetapi kedatangan Erica membuat moodnya hancur berantakan.
“ Oh iya Aditya, tadi sebelum kesini aku mampir ke rumah yang dulu kau persiapkan untukku setelah kita menikah, ternyata rumah itu sudah selesai ya?? tetapi penjaga rumah itu bilang kau tidak tinggal disana, kau pasti masih menungguku ya untuk meninggali rumah itu?? Kau masih sama ternyata tetap tidak bisa melupakanku”
Seketika perkatan Erica itu membuat Aditya naik pitam dan langsung memukul meja makan itu dengan kedua telapak tangannya membuat Cahya dan Erica terkejut.
“ Erica!!! Diamlah kau!!! Dan sekarang kau pergilah dari rumahku, pergi!!!” Teriak Aditya lalu berdiri dan menyeret Erica membawanya keluar rumah. Melihat suaminya menyeret Erica, Cahya juga ikut berdiri dan menyusul Aditya ke depan.
Setelah Erica keluar, Aditya mengambil tas Erica yang ada diatas meja lalu melemparnya dan menutup pintu rumahnya. Cahya terlihat kebingungan atas kejadian ini, dan menyimpulkan jika dulu Erica adalah mantan kekasih Aditya, melihat istrinya yang kebingungan Aditya meminta maaf atas apa yang terjadi, karena suasana hati suaminya buruk, Cahya menyuruhnya ke kamar untuk mandi terlebih dulu agar merasa segar dan lebih baik setelah itu baru menjelaskan semua padanya.
“ Aku ke dapur dulu membereskan semuanya, kau mandi saja dulu” Ucap Cahya.
Aditya pun menuruti ucapan istrinya, sepertinya dia memang harus menenangkan dirinya lebih dulu. Aditya naik ke atas dan Cahya kembali ke ruang makan untuk membereskan piring dll. Tetapi tanpa diduga Erica masih berdiri didepan pintu dan mendengarkan semua percakapan Aditya dan Cahya. Erica berpikir bahwa sikap Aditya seperti itu karena ada istrinya, karena dia yakin Aditya sebenarnya masih mencintainya melihat Aditya tidak meninggali rumah yang dibangunnya itu dengan istrinya, sedangkan rumah itu dulu dibangun Aditya untuk ditinggali bersamanya, berarti menandakan bahwa Aditya masih menginginkannya.
Diam-diam Erica membuka pintu rumah Aditya yang ternyata tidak di kunci, perlahan dia masuk dan berjalan pelan menuju tangga untuk menemui Aditya dan menanyakan semuanya. Erica tau dimana kamar Aditya karena dulu dia pernah datang ke rumah ini, melihat rumah ini tidak banyak mengalami perubahan pasti Aditya masih tinggal dikamar yang sama.