SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Cheryl menunggu



Aditya merasa jengkel karena sepertinya Cheryl tidak mau menyerah dan terus meneleponnya.


" Ya Cheryl ada apa?? Aku sedang banyak pekerjaan"


" Sorry kalau aku mengganggumu, aku sedang berada dirumahmu sekarang, kebetulan tadi aku lewat jadi kuputuskan untuk mampir, tapi daritadi aku memencet bel tidak ada yang membukakan pintu, dimana Cahya??"


Aditya terdiam sejenak memikirkan lagi-lagi Cheryl datang ke rumahnya, apa yang sebenarnya diinginkannya dan Cahya mungkin melakukan apa yang disuruhnya dengan tidak menerima tamu.


" Mungkin dia sedang keluar, tadi bilang padaku bahwa dia akan berbelanja, lebih baik kau pulang saja tidak ada siapapun dirumah" Aditya berbohong agar Cheryl meninggalkan rumahnya dengan segera.


" Oh begitu, baiklah, apa aku boleh meminta nomor ponsel Cahya??"


Lama Aditya tidak menjawab, karena tentu saja dia tidak akan memberikan nomor ponsel istrinya pada siapapun. "Maaf Cheryl aku sedang ada rapat" Aditya menutup teleponnya.


Setelah menutup telepon Cheryl, Aditya segera menghubungi Cahya tetapi tidak ada jawaban, dia mencoba lagi sampai beberapa kali tetap tidak ada jawaban. " Kemana Cahya, kenapa tidak menjawab Teleponku, apa dia benar-benar keluar dari rumah? Mungkin dia ada dibelakang dan ponselnya dikamar" Gumamnya khawatir tetapi mencoba untuk tetap positive thingking.


****


Cahya terbangun dan ternyata dia menyadari sudah tertidur cukup lama, siang bahkan sudah berlalu. Cahya duduk bersandar dan menyalakan ponselnya dan melihat Aditya sudah menghubunginya berkali-kali. " Ah ya Tuhan aku tertidur cukup lama, Adit pasti mengkhawatirkanku sampai menghubungiku berkali-kali"


Cahya beranjak dari tempat tidurnya dan oergi ke kamar mandi untuk mencuci muka setelahnya kembali lagi ke kamarnya dan menghubungi suaminya. 2 kali menghubunginya ternyata tidak ada jawaban, dan berpikir mungkin Aditya sedang sibuk. Cahya beranjak untuk membereskan rumah.


Cahya memasukkan pakaian yang sudah disetrika ke dalam lemari, bunyi bel rumah mengalihkan perhatiannya. Dia harus memastikan siapa yang datang, karena Aditya sudah berpesan untuk tidak menerima tamu saat dirinya tidak ada dirumah. Cahya berjalan pelan dan mendengar suara Aditya dari luar dan ternyata suaminya sudah pulang.


" Hai kau sudah pulang ternyata" Cahya tersenyum melihat Aditya dan langsung memeluknya.


" Lama sekali membuka pintunya?" Protes Aditya.


" Aku tadi merapikan pakaian, dan saat akan membuka pintu aku berjalan pelan, kau bilang aku tidak boleh menerima tamu jadi aku berhati-hati"


" Baiklah tuan putri, dan aku akan memarahimu kenapa sejak siang aku meneleponmu tapi tak ada satupun jawaban darimu? Kau pergi kemana?"


" Haha maaf tadi aku tertidur, beberapa hari ini kau tidak membiarkanku tidur dengan nyenyak jadi aku tertidur ketika siang dan kenapa kau tadi meneleponku?"


Aditya lalu menceritakan jika tadi Cheryl meneleponnya dan bilang jika datang ke rumah tetapi tidak ada jawaban dari Cahya. Lalu memberikan alasan jika Cahya sedang tidak berada dirumah.


" Aku terlalu lelap sepertinya, aku benar-benar tidak mendengar suara bel"


" Baguslah kalau kau tidak mendengarnya, ayo kita mandi dan bersiap kau bilang mau pergi berbelanja" Aditya mengedipkan matanya pada Cahya seolah memberi tanda padanya dan Cahya hanya tertawa melihat tingkah suaminya, tetapi kemudian mengikutinya.


****


Aditya dan Cahya keluar dari supermarket dan ternyata diluar sedang hujan cukup deras, Aditya menyuruh Cahya untuk menunggunya dan dia akan segera mengambil mobilnya. Setelah masuk ke mobil merwka memutuskan untuk mencari makan malam sambil menunggu hujan reda.


Disisi lain Cheryl sedang berjalan ditengah hujan, mobilnya sedang mogok. Dia memutuskan untuk pergi ke rumah Aditya dan meminta bantuannya untuk memperbaiki mobilnya atau mungkin bisa mengantarnya pulang.


Hujan tampaknya tak mau berhenti, Cahya termenung menatap jendela restoran. Panggilan Aditya membuyarkan lamunannya. " Hei kenapa malah melamun?"


Cahya tersenyum menggelengkan kepalanya. Pelayan datang mengantarkan makanan untuk mereka dan mereka mulai menikmatinya.


" Kita masih berapa lama akan tinggal disini??" Tanya Cahya.


" Aku tidak bisa memastikan, mungkin kurang dari 2bulan lagi, kenapa?"


" Adik adik kita akan lulus, aku takut kita tidak bisa menghadirinya"


" Tentu saja bisa, jangan khawatir kita akan kembali sebelum kelulusan mereka"


Cahya kemudian membahas tentang hubungan Chika dan Adri, akan bagaimana nanti kedepannya. Aditya menjelaskan jika hubungan itu biar mereka sendiri yang memutuskan, Aditya juga sudah menyiapkan tempat untuk Adri di perusahaannya, jadi Cahya tidak perlu mengkhawatirkan bagaimana nanti Adri akan menghidupi keluarganya jika sudah menikah.


" Lalu setelah mereka lulus otomatis Adri akan kembali ke rumahnya, bagaimana bisa membiarkan mereka tinggal 1 rumah sebelum menikah, tidak mungkin kita langsung menikahkan mereka setelah lulus?" Cahya menatap Aditya mencari jawaban darinya.


" Cahya sayang, kenapa kau memikirkan hal seperti itu, siapa bilang Adri akan kembali ke rumahnya, Adri akan tinggal bersama kita, dan kita biarkan ibu dan Chika tetap tinggal disana kau tidak usah mengkhawatirkan apapun"


Hujan mulai sedikit reda dan masih tersisa gerimis gerimis kecil, Aditya mengajak Cahya untuk segera pulang karena hari juga sudah mulai larut. " Kita pulang sekarang" Ajak Aditya.


" Ah iya ayo, aku sudah sangat mengantuk"


" Seharian kau sudah tidur dan sekarang merasa sudah mengantuk, dasar" Aditya memanggil pelayan dan membayar makanannya.


Aditya mengendarai mobilnya pelan, belum ada 5 menit berkemudi Cahya sudah tertidur dan sepertinya dia juga merasa sangat lelah. Aditya tersenyum dan merasa sedikit bersalah, karena semua pekerjaan rumah dihandle oleh istrinya sendiri. Cahya pasti merasa sangat kesepian saat dirinya pergi ke kantor, tetapi beruntungnya suasana disini sangat mendukung sehingga rasa kesepian itu berubah menjadi rasa kagum saat melihat kondisi disekitarnya.


Aditya membangunkan Cahya, karena sebentar lagi akan sampai dirumah. Cahya membuka matanya dan tersenyum. " Aku ketiduran, maaf"


" Kau pasti sangat lelah ya, ya sudah nanti ketika sampai rumah kau langsung tidur, aku juga merasa sangat lelah" Ucap Aditya sambil mengelus rambut Cahya dengan lembut.


Aditya membelokkan mobilnya ke arah rumahnya, sekilas dia melihat seperti ada seseorang yang sedang berdiri didepan rumahnya, dia bingung siapa malam malam begini yang datang ke rumahnya dan hari juga sedang hujan. Aditya mematikan mobilnya dan sangat penasaran dengan orang itu.


" Sayang, kau tunggu didalam mobil saja dulu, aku lihat dulu siapa yang datang malam malam begini" Ucap Aditya waspada.


Cahya juga tertegun bingung merasa bingung, ini sudah sangat malam kenapa ada yang datang. Aditya keluar dari mobil dan menghampiri orang itu. Dia tertidur dan badannya basah kuyup. Aditya terkejut ternyata itu adalah Cheryl.


" Cheryl??" Seru Aditya.


Cheryl membuka matanya dan tersenyum melihat Aditya akhirnya datang. " Aku menunggumu sejak tadi sampai ketiduran"


Cahya keluar dari mobil ketika menyadari bahwa orang itu adalah Cheryl, dia berlari kecil dan menghampiri suaminya yang sedang berhadapan dengan Cheryl.


" Kenapa kau ada disini malam malam seperti ini??" Tanya Aditya.