SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 174



Aditya berusaha menghindari pukulan dari Ariel, tetapi dia tetap berusaha untuk tidak membalas pukulan sahabatnya itu. Danist yang melihat pergulatan itu segera keluar dari mobilnya dan berlari untuk memisahkan Aditya dan Ariel.


"Pak... Pak tolong berhenti pak....." Teriak Danist sambil memeluk Ariel dari belakang menahannya agar tidak menyerang Aditya.


"Lepaskan......!!!! Kau siapa? Jangan ikut campur masalah rumah tanggaku" Ucap Ariel penuh kemarahan.


Tiba-tiba Ariel justru menggunakan siku nya untuk menyerang Danist. Danist pun langsung melepaskan pelukannya karena siku Ariel tepat mengenai hidungnya, hingga hidungnya berdarah. Ariel masih terus berusaha menghajar Aditya, sedangkan Aditya hanya berusaha menghindar tetapi beberapa kali dia gagal menghindar hingga harus menerima pukulan Ariel.


"Iel, tenanglah, aku bisa menjelaskan semuanya"


Ariel tidak memperdulikan ucapan Aditya dan terus saja ingin menghajarnya. Chika yang baru saja kembali dari kantor sangat terkejut melihat kakak iparnya diserang oleh Ariel, dia langsung berlari dan berteriak.


Danist yang melihat kedatangan Chika langsung menyuruh Chika untuk memanggil Elea yang ada di dalam rumah. Chika berlari ke pintu dan pintu terkunci dari dalam, dia pun berlari ke belakang rumah, dan membuka pintu belakang.


"Kak Elea....!!!! Kak ..... Ayo keluar kak...." Teriak Chika sambil berlari ke kamar Elea.


Sambil menangis, Chika menggedor kamar Elea. "Kak Elea cepat keluar, kak Ariel memukuli kak Adit...Cepat keluar kak...."


Elea rupanya tertidur sehingga tidak mendengar keributan diluar rumahnya, dan terkejut mendengar tangisan Chika sambil menggedor pintu kamarnya. Dia langsung membuka nya dan langsung menenangkan Chika. "Ada apa Chi? Kenapa menangis?" Tanya Elea bingung.


"Cepat keluar kak, kak Adit dipukuli oleh kak Ariel, Kak Danist tidak bisa melerai mereka"


"Apa???"


Elea dan Chika langsung berlari membuka pintu rumahnya.


*****


Ariel berhasil meraih kerah kemeja Aditya, dan menatapnya dengan tatapan penuh kemarahan.


"Apa sebenarnya yang kau inginkan? Kenapa kau menyembunyikan Elea selama ini padahal aku mati-matian mencarinya ke setiap sudut kota, kau menyembunyikannya disini, memberinya pekerjaan dan tempat tinggal, kau menghidupinya, ah aku tahu jangan-jangan kau ingin menjadikannya istri yang kedua, kau benar-benar brengs*k Adit....!!" Jemari Ariel mengepal dan siap melayangkan pukulan ke wajah Aditya tetapi disaat bersamaan, ada tangan lembut yang menahan pergelangan tangannya.


Ariel langsung mengalihkan pandangannya dari Aditya dan menoleh, dia menemukan Elea berdiri dibelakangnya. Saat itu juga, Ariel mendorong Aditya hingga dia jatuh ke tanah. Disaat itu juga mobil Randy baru saja sampai, melihat Aditya terbaring di tanah Randy langsung keluar membantu Aditya, sementara Chika berlari membantu Danist berdiri.


Randy membawa Aditya ke teras dan begitu juga Chika membawa Danist. Chika lalu pergi masuk ke dalam rumah untuk mengambil kotak P3K untuk mengobati Danist dan juga Aditya. Danist, Randy dan Aditya hanya melihat Ariel dan Elea dari kejauhan, memberi mereka waktu untuk menyelesaikan permasalahannya.


****


Elea melepaskan genggamannya dan Ariel langsung membalikkan badannya menatap Elea dengan perasaan bahagia karena akhirnya Elea keluar dan menemuinya. Elea langsung menampar pipi Ariel dengan keras hingga meninggalkan bekas merah disana.


"Sudah cukup omong kosongmu itu, berani-beraninya kau mengatakan hal semacam itu pada Adit, dia dan Cahya yang selama ini telah banyak menolongku, mereka orang pertama yang datang padaku disaat kau mencampakkanku" Suara Elea bergetar dan dia menunjukkan jari telunjuknya tepat didepan wajah Ariel.


"Tetap disitu dan jangan mendekat, pergilah dari rumahku dan jangan pernah menunjukkan wajahmu lagi dihadapanku"


"Elea sayang, aku mohon dengarkan aku, kita harus kembali bersama dan membesarkan bayi kita, kita mulai semuanya dari awal lagi, bukankah itu yang kau katakan disuratmu, kembalilah El" Ariel berucap sambil berjalan mendekati Elea.


"Aku bilang jangan mendekat!!! Kau bilang ingin kembali lagi bersamaku dan membesarkan bayi kita?" Elea tersenyum dan membuang muka nya merasa muak dengan ucapan Ariel, lalu melanjutkan ucapannya.


"Tanpa dirimu aku bisa membesarkannya sendiri, kemana saja kau selama ini? Kenapa baru mencariku dan anakku? Hidupku sudah kau hancurkan, bersusah payah aku berjuang menata hidupku kembali, aku menjenguk sahabatku dirumah sakit dan kau juga datang bersama kekasihmu menunjukkan betapa bahagianya dirimu saat itu bersamanya membuatku semakin muak dengan diriku sendiri karena pernah mencintaimu, sekarang pergilah dan jangan pernah menggangguku lagi"


"Elea maafkan aku, aku mohon padamu, kembalilah, aku sudah menerima hukuman atas kesalahanku, ku mohon maafkan aku, kau boleh menamparku sebanyak yang kau mau, tamparlah aku." Ariel memegang pergelangan tangan Elea dan mengangkatnya menamparkan telapak tangan Elea ke pipi nya.


Elea berbalik arah dan berjalan meninggalkan Ariel tanpa mempedulikan ucapannya dan terus berlalu. Ariel tidak tinggal diam, dia mengejar Elea dan menarik tangannya. Pegangan Ariel begitu kuat hingga membuat Elea berteriak kesakitan.


"Lepaskan aku, kau menyakiti ku!!! Lepaskan...!" Teriak Elea.


"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau mengatakan iya untuk kembali denganku, aku akan membawamu pulang"


Elea berusaha melepaskan pegangan Ariel dan Elea menangis memohon agar Ariel melepaskannya tetapi Ariel tetap tidak mau mendengarkannya. Ariel justru menyeret Elea ingin membawanya masuk ke dalam mobilnya. Elea semakin menjerit dan terus berusaha melepaskan pegangan Ariel.


Melihat Ariel bertindak kasar terhadap Elea, Danist yang sedang diobati oleh Chika pun langsung berlari. Danist menghampiri Elea dan Ariel, lalu menarik tangan Ariel yang sedang memegang Elea dengan kasar dan melepaskannya. Danist berdiri membelakangi Elea seolah ingin melindungi perempuan itu dari Ariel.


Ariel menatap marah ke arah Danist begitu juga sebaliknya. Merasa geram, Ariel berniat memukul Danist, tetapi dengan cepat Danist menahannya.


"Kau.... Berani-berani nya mengganggu urusanku dengan istriku, cepat minggir" Gertak Ariel.


"Mantan istri.......!!!! Dia bukan lagi istri anda tetapi mantan istri anda, anda camkan itu baik-baik" Ucap Danist.


Ariel menarik tangannya dari pegangan Danist, dan terlepas. "Elea adalah istriku, dia sedang mengandung anakku, jadi aku berhak membawanya pergi dari tempat ini" Gumam Ariel marah


"Apa hak anda membawanya pergi? Anda sejak tadi mengatakan jika dia adalah istri anda, tapi kemana saja anda selama ini? Kemana...!!! Dia selama ini menjalani kehidupannya dengan perjuangan keras, anda mencampakkannya begitu saja, dari perutnya yang masih belum terlihat hingga saat ini sudah membesar dia berjuang sendirian, dia perempuan yang sangat baik hingga Tuhan mengirimkannya orang-orang yang baik pula untuk membantunya, memberinya dukungan dan menjaganya, lalu anda yang mengaku sebagai suaminya, selama ini anda kemana saja....!!!!" Danist berteriak dengan penuh kekesalan tepat di wajah Ariel.


"Diamlah kau, aku tidak ada urusan denganmu, minggirlah...."


Ariel berusaha menyingkirkan badan Danist dan berusaha meraih Elea yang ada di belakang Danist. Merasa sangat kesal, Danist akhirnya mendorong Ariel ke belakang dengan kasar.


"Berhentilah tuan Ariel..... Stop.... Hentikan sikapmu ini... Sejak tadi saya sudah mencoba menahan diri saya untuk tidak ikut campur dnegan masalah ini tetapi anda terus saja bersikap seperti ini, menyakiti semua orang bahkan terus memaksa Elea, dan lihatlah dia sedang hamil, dia juga sangat ketakutan melihat anda, apa anda tidak melihatnya??? Aku baru pertama kali melihat ada seorang laki-laki baj*ngan seperti anda, membawa wanita lain pulang dan tidur dengannya dikamar sedangkan disana ada istri anda, dia menahan kesedihannya tetapi anda mengabaikannya dan malah menceraikannya, anda mengusirnya dan dia pergi menuruti kemauan anda, dia mencoba mengemis meminta belas kasihan anda melupakan harga dirinya karena dia masih menyimpan cintanya untuk anda tetapi anda tetap tidak peduli, dan sekarang disaat dia sudah melupakan nestapa nya tiba-tiba anda datang dan menyeretnya mengajaknya pulang, anda itu bodoh atau tidak waras sebenarnya?? Cuih...... memalukan sekali, ayo El kita masuk ke rumah, biarkan saja si baj*ngan ini disini"


Danist membalikkan badannya dan merangkul Elea mengajaknya untuk masuk ke rumah, meninggalkan Ariel.