SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 302



Aditya benar-benar dibuat bingung dengan keadaannya. Aditya melihat ke sekelilingnya berharap bisa menemukan siapa yang membawa Kyros. Posisi mobilnya terparkir di tengah-tengah kendaraan lainnya sehingga sulit bagi orang untuk melihat posisi Cahya. Aditya berdiri dan menengok ke penjuru arah, dan tidak melihat ada tanda-tanda orang yang membawa anaknya. Aditya kemudian membuka pintu mobilnya dan mengangkat Cahya ke dalam mobil. Aditya mengutuk dirinya karena dia gagal menjaga keamanan istri dan anaknya.


Setelah melihat kondisi cukup aman dan terlihat Aditya memasukkan istrinya ke mobil, perlahan dia membuka pintu mobilnya dan Kyros pun dibawa masuk ke dalam mobilnya yang ternyata letaknya tidak jauh dari mobil Aditya. Beruntungnya bayi itu sedang tertidur sehingga tidak membuat suara ataupun tangisan. Dia menyuruh temannya untuk jangan buru-buru pergi dari tempat ini karena takut timbul kecurigaan Aditya, dia harus menunggu sebentar sampai kondisi memungkinkan.


Aditya mengambil ponselnya dan menghubungi kepolisian melaporkan masalah ini. Setelah itu dia mengunci mobilnya dan berlari ke berbagai arah untuk menemukan keberadaan Kyros. "Ya Tuhan, siapa yang menculik putraku.....!!"


Saat Aditya pergi meninggalkan mobilnya, saat itulah dia menyuruh temannya yang ada dikemudi untuk segera pergi dari tempat ini. Perlahan mobil itu melaju meninggalkan area parkir tanpa disadari oleh Aditya.


Dengan gusar dan panik, Aditya mengambil ponselnya lagi dan menghubungi Randy dan Marco, meminta keduanya agar bergegas menyusulnya. Aditya juga meminta Randy agar mengajak anak buahnya untuk membantu mencari keberadaan Kyros.


Ditempat lain, Ariel sedang bersama Gienka, dia tengah bermain dengan putrinya itu di halaman belakang rumah Elea. Disana juga tentu ada Elea, Danist dan Chika. Ponselnya berdering dan ada nama Aditya disana, dia mengangkatnya.


"Ya Dit??? Kau ini libur-libur masih saja menghubungiku" Gumam Ariel kesal tetapi kemudian raut wajahnya berubah mendengar suara panik Aditya.


"Bisakah kau datang ke taman Pelangi sekarang, Kyros diculik!!!"


"Apa???? Kyros diculik...!!! Bagaimana bisa???" Seru Ariel yang sontak membuat semua yang ada disekitarnya juga ikut terkejut. Danist dan Elea saling berpandangan begitu juga Chika.


"Aku tidak tahu, ada yang membius Cahya, dia masih tak sadarkan diri, dan Kyros tidak ada di strollernya, cepatlah kesini, Randy juga sudah dalam perjalanan"


"Astaga..... Aku sekarang ada di rumah Elea, tetapi aku akan segera kesana sekarang juga, kau jangan panik oke!" Ariel menutup teleponnya dan memberikan Gienka kepada Elea.


"Kenapa Iel??? Ada apa??? Kenapa dengan Kyros??" Tanya Elea.


"Kyros diculik, dan Cahya juga masih belum sadarkan diri, seprtinya dia di bius, aku harus segera kesana sekarang"


"Aku ikut!!" Ucap Chika.


"Aku juga, aku harus memastikan Cahya baik-baik saja, kau juga harus ikut dan membantu Adit" Pinta Elea pada Danist. Danist pun langsung menyutujuinya.


Elea bergegas memberikan Gienka pada Mamanya karena dia harus ke Jakarta dan melihat kondisi Cahya. Akhirnya mereka berempat pergi bersama dengan mobil Ariel.


*****


Aditya bingung harus mencari kemana, sementara Cahya masih tidak sadarkan diri. Lagi dan lagi hal ini terjadi, dan kali ini karena kecerobohannya, andai saja tadi dia menuruti keinginan Cahya untuk mengajak Soni dan Irwan, pasti hal ini tidak akan terjadi. Tak lama akhirnya polisi datang, Aditya menjelaskan semua yang terjadi dan dia tidak tahu siapakah yang sudah melakukannya karena istrinya masih belum sadar. Polisi pun akan mencoba memeriksa mungkin ada cctv di sekitar tempat ini yang bisa di jadikan petunjuk.


Tak lama Marco datang dan menghampiri Aditya. Aditya kemudian menyuruhnya untuk membawa pulang Cahya, dan untuk memastikan Cahya dan Kyra aman, Aditya meminta salah satu anggota kepolisian berkenan mengawal Cahya sampai di rumah. Aditya tidak mau kepanikan Cahya nantinya malah justru membuat suasana semakin kacau.


"Aku sudah meminta Ibu untuk ke rumah, pastikan jangan sampai terjadi kepanikan di rumah, katakan semuanya akan baik-baik saja, dan jangan sampai ada yang memberitahu kepada Cahya bahwa Ky diculik, kau mengerti kan???"


"Mengerti pak!" Jawab Marco.


Akhirnya Marco ditemani salah seorang polisi pun membawa Cahya dan Kyra pulang. Dan beberapa saat kemudian giliran Randy dan anak buahnya tiba.


"Bagaimana Dit???" Tanya Randy.


"Polisi sedang mencoba mencari cctv disekitar sini, Oh..... Shiiiittt.... Aku benar-benar bodoh Ran, kenapa aku bisa seteledor ini, aku tadi memasukkan Kyra ke mobil dan sibuk dengat car seatnya, sementara Cahya berjalan ke sisi lainnya untuk membawa Ky masuk ke mobil, saat itulah kurasa ada yang membekapnya hingga Cahya tidak sadarkan diri, dan sabuk pengaman strollernya juga sengaja dipotong supaya mempermudah dia membawa Ky, shiiit....!!!" Gumam Aditya.


"Lalu Cahya sekarang dimana??"


"Aku menghubungi Marco, baru saja dia membawa Cahya dan Kyra pulang, aku juga sudah menghubungi Ibu agar ke rumah"


"Aku juga akan meminta Chitra dan Mama untuk ke rumahmu, biar mereka menemani Cahya"


Randy kemudian menyuruh anak buahnya untuk menyisir tempat ini, siapa tahu para penculik itu masih berada di sekitar sini. Atau setidaknya mereka juga menemukan petunjuk. Aditya duduk di trotoar dengan perasaan yang tidak menentu, bingung harus bagaimana, juga takut terjadi sesuatu pada Kyros. Randy mencoba menenangkan Aditya dan terus mencari kabar terbaru dari kepolisian.


******


Dan sampailah mereka ke tempat tinggal Cyntia, membawa Kyros yang masih tertidur masuk ke dalam rumah itu. Saat masuk, ternyata Cyntia sudah duduk di ruang tamu menunggu mereka berdua. Cyntia kemudian menyuruh untuk meletakkan Kyros di sofa kemudian Cyntia melemparkan amplop cokelat berisi uang kepada mereka berdua.


"Pekerjaan kalian sungguh bagus, dan sekarang bayi Aditya si brengs*k itu sudah ada di tanganku, kalian mendapatkan bayaran kalian, karena kalian berhasil tentu aku memenuhi janjiku untuk memberi bonus tambahan, kalian bisa menghitungnya"


Kedua lelaki itu membuka isi amplop dan mulai menghitung, kemudian mereka tersenyum. "Terima kasih bos, lalu akan anda apakan bayi ini??? Apa perlu kami membuangnya???"


"Bayi ini menjadi urusanku, jika aku butuh kalian aku akan menghubungi kalian lagi, dan ya jika bisa segera rubah mobil kalian sebelum polisi bisa melacaknya, karena aku yakin si Aditya brengs*k itu tidak akan diam dan pasti akan melakukan apapun untuk menemukan bayinya, sekarang kalian pergilah!" Ucap Cyntia.


Dan kedua lelaki itupun berpamitan dan meninggalkan rumah Cyntia dengan perasaan senang.


"Aditya.....!!!! Kehancuranmu akan dimulai, kau sudab menghancurkan hidupku, dan tentu saja aku juga akan menghancurkan hidupmu lewat anakmu, kau akan melihat kematiannya tepat di hadapanmu, kau sudah salah memilih musuh Aditya.....!!! Cyntia tidak mudah dikalahkan....!" Gumam Cyntia.


Cyntia kemudian membawa Kyros ke kamarnya, lalu tanpa berpikir panjang, dia melempar Kyros di atas tempat tidurnya. Beruntungnya Kyros tidak terlempar ke lantai. Sontak Kyros yang tadinya tertidur langsung bangun dan menangis dengan sangat keras. Bukannya menolongnya atau menenangkannya, Cyntia justru hanya melihatnya sambil menertawakannya.


Kyros terus menangis dengan sangat keras. Cyntia yang awalnya membiarkannya kini mulai terlihat marah karena bayi itu tidak mau menghentikan tangisnya. Cyntia mendekati Kyros dan mendudukkann bayi itu lalu menatap tajam dengan tatapan marah.


"Diamlaaahhh..... Bayi siiaaalaaaannn..... Diaammmm....!!!" Teriak Cyntia tepat di depan Kyros yang terus saja menangis sambil memegang kedua bahu Kyros dan mengguncangnya. Tentu saja bukannya diam, tangisan Kyros semakin menjadi-jadi.


Karena kesal, dan tidak mau diam, Cyntia mencubit lengan dan paha Kyros dengan cubitan kecil hingga meninggalkan bekas merah disana. Tangisan Kyros semakin memekikkan telinga Cyntia.


"Kalau kau tidak mau diam, aku akan menenggelamkanmu di bathtup agar kau langsung matii.....!!! Jadi diamlah....!!!" Teriak Cyntia lagi, lalu dengan kasar mendorong Kyros hingga bayi itu terlentang di atas tempat tidur.