SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 422



Kyros menoleh dengan pandangan heran, terkejut, dan memcoba mencari ketidakseriusan dari ucapan Gienka. "Cara bercandamu mengejutkanku saja, kita baru saja membahas hal yang sedikit sensitif dan aku sudah mengatakan bahwa aku bercanda kau malah membalasku dengan bercanda seperti itu hahaha"


"Aku tidak bercanda!" Ujar Gienka dengan wajah serius menghadap depan.


"Ayolah sayang....! Kenapa kau jadi membuatku takut seperti itu...! Kalau kau mau ikut denganku ke Amerika ayo saja, mau berapa lama liburan disana, 5hari, seminggu atau dua minggu silakan saja aku akan senang"


"Aku ingin tinggal bersamamu untuk selamanya, mengurusmu disana bukan untuk liburan!"


Kyros mematikan mobilnya dan menatap Gienka yang diam disebelahnya. "Gienka sayang...! Sudahlah hentikan candaanmu ini...!"


"Aku tidak bercanda Ky.....!!!" Gienka setengah berteriak membuat Kyros terperangah. "Lihatlah wajahku, apa aku terlihat sedang bercanda??? Kau bilang kau ingin memenuhi janjimu saat kecil dulu untuk menikahiku, jadi sekarang aku menagih janji itu, nikahi aku dan bawa aku bersamamu!"


"Aku pasti akan melakukannya tapi kita baru saja memulai ini, dan belum ada 24 jam kita bersama, lalu bagaimana bisa kau memutuskan hal sebesar itu dalam hitungan detok?"


"Bisa....!!! Jika kau memang mencintaiku dan benar-benar ingin bersamaku!"


Gienka kemudian memaparkan semua ketakutannya akan kehilangan Kyros juga takut bahwa Camilla akan merebut Kyros darinya nanti. Entah kenapa Gienka bisa merasakan bahwa Camilla juga memiliki perasaan yang sama seperti dirinya kepada Kyros. Mendengar itu Kyros kembali membantah dan menjelaskan bahwa dia dan Camilla hanyalah teman dan semua ketakutan Gienka itu tidak akan pernah terjadi.


"Ya kau menganggapnya teman, tapi kehidupan disana sangat jauh berbeda dengan disini, orang bisa melakukan hubungan seperti suami istri dimana saja tanpa mereka harus menikah atau bahkan dengan teman mereka sendiri walaupun mereka tidak dalam status sebagai pasangan, kau laki-laki normal, aku yakin tidak akan menolak jika ada yang menawarkan itu padamu, itu sebabnya aku menawarkan diriku untuk menjadi istrimu dan kau bisa melakukan apa saja paadaku sesuai yang kau mau!"


Dan terjadilah perdebatan diantara Kyros dan Gienka. Mereka sama-sama memiliki pendapat masing-masing. Dan Kyros menganggap ketakutan Gienka tidaklah berdasar sama sekali. Mendengar itu, Gienka tentu saja langsung marah. Tidak maau kalah, Kyros pun membantah Gienka dengan membahas pekerjaan Gienka disini dan akan bagaimana nanti dia bisa membantu Papanya mengurus perusahaan mereka.


Perdebatan itu semakin panjang saja. Gienka benar-benar tidak mau mendengarkan semua penjelasan Kyros.


Gienka juga menjelaskan bahwa dia dan Kyros sudah sama-sama dewasa lalu untuk apa menunggu waktu yang lama lagi untuk menikah. Juga mereka sudah lama saling menyukai lalu untuk apa berpacaran terlalu lama, mereka bisa berpacaran selepas menikah dan itu pasti akan lebih menyenangkan lagi.


"Gienka...! Semua butuh persiapan yang sangat matang, kita tidak bisa langsung memutuskan seperti itu, butuh banyak pertimbangan juga Gie...! Kita tidak bisa menikah dalam waktu dekat ini, kenapa kau tidak mengerti itu???"


Tatapan mata tajam Gienka yang dipenuhi kemarahan dan kekecewaan pada Kyros membuat Gienka terpaksa harus melakukan sesuatu.


"Oke! Aku mengerti sekarang, kau menyatakan perasaanmu padaku tadi pagi adalah hanya karena kau kasihan melihatku mabuk dan memanfaatkan itu! Semua perkataanmu tentang perasaanmu selama ini padaku itu hanya bualanmu untuk menghibur diriku, jika selama ini kau benar-benar mencintaiku tentu kau tidak akan menolak keinginanku! Kau memang tidak pernah mencintaiku Ky... Aku sangat kecewa padamu....! Gienka melepaskan seatbeltnya dan melihat itu Kyros terlihat panik.


"Gie... Kau mau apa????"


Gienka tidak memperdulikan ucapan Kyros dan langsung membuka pintu mobilnya dengan keras dan keluar dari sana dengan perasaan marah pada Kyros. Dia tidak peduli lagi jika Kyros membawa mobilnya karena dia akan pulang naik taksi.


Melihat Gienka keluar dari mobil, Gienka melihat ke arah kanan untuk menghentikan taksi yang melintas. Kyros bergegas menyusulnya, dan langsung menyuruh taksi yang dihentikan Gienka untuk kembali jalan. Kyros memegang pergelangan tangan Gienka dan mengajak perempuan itu untuk masuk kembali ke mobil tetapi Gienka menolak dan mengatakan akan pulang dengan taksi. Tetapi Kyros terus menahannya dan akan mengantarnya untuk pulang. Kyros menarik Gienka untuk membawanya masuk lagi ke dalam mobil tetapi Gienka terus memberontak.


"Ky...!!! Lepaskan tanganku.....! Kau menyakitiku....!!" Gienka meronta dan terus berusaha melepaskan oegangan Kyros.


"Aku bilang masuk kita bicara lagi di dalam!"


"Apalagi??? Semua sudah jelas...! Kau tidak mencintaiku, dan menolak menikahiku!"


"Oke.... Oke.... Kita akan menikah seperti yang kau inginkan, sekarang ayo masuk...!"


Mendengar itu, Gienka diam-diam tersenyum penuh kemenangan dan perlahan mengikuti Kyros dan masuk ke mobilnya lagi. Di dalam mobil, Gienka masih memasang wajah cemberut dan acuh tak acuh pada Kyros. Dan lelaki itu pun melembut dan menjelaskan bahwa apa yang dipikirkan oleh Gienka tadi tidaklah benar karena dia memang benar-benar mencintai perempuan itu dan pasti akan menikahinya.


Kyros kemudian meminta waktu pada Gienka selama 1 tahun untuknya bisa mempersiapkan diri, mengurus cuti dan lainnya karena semua itu pasti membutuhkan waktu. Dan Kyros siap untuk melamar dan bertunangan lebih dulu sebagai tanda dia benar-benar terikat dengan Gienka sehingga Gienka tidak perlu khawatir kepadanya bahwa dia akan berpaling. "Please sayang, beri aku waktu, satu tahun saja oke???"


"Tidak....! Aku tidak mau, pertunangan itu tidak berarti apapun, aku ingin langsung menikah! Aku tidak mau menunggumu selama setahun lagi...!"


"Tidak....! Aku tidak mau menunggu...!"


"3 bulan kalau begitu... Kita butuh waktu untuk mempersiapkan semuanya kan?? Aku juga akan mengurus cuti dan kita bisa berbulan madu romantis nanti, kau mau ke Hawai, Perancis, atau keliling Eropa, atau kau mau kita ke Finlandia kita bisa melihat aurora disana, semua itu tentu butuh waktu lebih dari seminggu agar kita bisa puas honeymoon jadi aku harus mengurus cutiku jauh-jauh hari kan??? 3 bulan ya??" Pinta Kyros lagi sambil menangkupkan kedua telapak tangannya memohon pengertian dari Gienka.


"Tidak......! Aku bilang tidak...! Aku tidak mau menunggumu selama itu! Aku ingin dalam waktu dekat sebelum kau kembali! Aku tidak perlu pesta ataupun persiapan apapun kita bisa menikah secara sederhana saja karena yang terpenting adalah kekhidmatannya, aku juga tidak butuh honeymoon kemana-mana, kita bisa melakukannya dirumah saja, dihotel atau di apartemenmu, rasanya akan sama saja! Kalau kau tidak mau ya sudah...! Sudah jelas kau tidak serius kepadaku!!"


Kyros memejamkan matanya, mengernyit dan tidak tahu lagi kenapa Gienka bisa-bisanya bersikap seperti ini. Gienka sama sekali tidak memberinya ruang untuk berpikir lebih dulu, tetapi Kyros juga sadar bahwa dia juga tidak bisa berpisah dari Gienka, penantiannya lamanya sudah terkabulkan bisa memiliki perempuan ini tetapi saat ini justru Gienka membuatnya pusing. Apa sebegitu cintanya Gienka kepada dirinya hingga membuat perempuan itu tidak ingin jauh dari dirinya. Kyros masih memejamkan matanya dan menyebut nama Tuhan agar keputusan yang diambilnya ini benar-benar membawa kebaikan untuknya dan Gienka.


Kyros membuka matanya dan menghela napasnya. "Oke aku akan menikahimu dalam waktu dekat ini, tetapi tentu saja baik kau dan aku harus mendiskusikan ini dengan keluarga kita masing, aku menolak keinginamu bukan karena aku tidak mencintaimu tetapi aku juga memikirkan keluargamu, apa mereka akan setuju dengan hal ini karena ini begitu cepat, lalu bagaimana dengan Uncle Ariel? Dia memberimu tanggung jawab besar untuk perusahaan keluarga kalian? Apa mereka akan menyetujui keputusanmu nanti yang ingin ikut pergi denganku ke Amerika?"


"Kita diskusikan dengan keluarga kita, dan mengenai Pap Yel, aku akan menjelaskan semuanya, aku yakin dia akan mengerti nanti. Aku tunggu kepastianmu besok, jadi jelaskan pada Uncle Adit dan Aunty Cahya tentang rencana ini!" Ujar Gienka lalu memeluk Kyros mengatakan bahwa dia sangat mencintai lelaki itu.


★★★★★★


Sampailah Kyros dan Gienka dirumah Danist dan Elea. Mereka turun dari mobil dan langsung naik atas. Gienka mengetuk pintu dan mengajak Kyros untuk masuk, tak lama setelah itu Elea keluar dan merasa terkejut melihat kedatangan Kyros. Sudah beberapa hari ini dia ingin sekali melihat Kyros sampai menghubungi Cahya meminta Kyros agar bisa datang kesini, tetapi Cahya bilang jika Kyros setiap siang selalu tidur karena malam harinya dia harus tetap bekerja. Tetapi pada akhirnya dia melihat Kyros juga datang ke rumahnya. Elea langsung memanggil Danist juga Friddie agar lekas turun dan menyambut Kyros.


Kyros menyalami Elea dan memeluk sahabat dari Amamnya itu. Bagi Kyros tentu Elea seperti ibu keduanya karena sejak kecil dia sering sekali diberikan berbagai makanan atau mainan oleh Elea layaknya anak sendiri, begitu juga sebaliknya dimana Amamnya juga melakukan hal yang sama pada Gienka.


Danist dan Friddie turun bersamaan dan tersenyum senang melihat Kyros. Sementara itu, Gienka naik ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Dan membiarkan Kyros mengobrol dengan keluarganya. Setelah melepas rindu dengan keluarga Gienka, Kyros dipersilahkan duduk oleh Elea. Dan mereka pun mengobrol sambil menunggu Gienka selesai.


Ditengah obrolan itu tentu saja Kyros teringat dengan perdebatannya dengan Gienka tadi di mobil. Permintaan Gienka padanya yang tidak bisa lagi ditolak membuat Kyros berpikir bahwa mungkin ini kesempatan yang bagus untuk mengatakan semuanya pada orangtua Gienka, dan baru nanti berdiskusi dengan orangtuanya sendiri. Permintaan Gienka yang super kilat itu membuat Kyros harus segera memulai semuanya dari sekarang, karena sisa waktunya berada disini juga tidak lama. Juga Kyros bisa sedikit memberi ruang pada keluarga Gienka untuk memikirkan tentang keputusannya dan Gienka untuk menikah.


Kyros tersenyum melihat bergantian ke arah Elea dan Danist. "Aunty El, Uncle Dan....! Bolehkah My membicarakan sesuatu yang penting dengan kalian?" Tanya Kyros.


"Tentu saja Ky, apa yang ingin kau bicarakan???" Sahut Elea.


"Begini...! Sebenarnya aku dan Gienka sudah memutuskan bahwa kami akan menikah!"


"Apa....!!???!!!" Danist dan Elea berseru secara bersamaan. Wajah keduanya terperangah begitu juga dengan Friddie.


Elea terperanjat bukan main dengan apa yang baru saja di dengarnya dari mulut Kyros. "Menikah??? Bukankah kalian tidak memiliki hubungan sebelumnya? Lalu bagaimana bisa kalian akan menikah???"


Kyros pun menceritakan semuanya kepada orangtua Gienka tentang bagaimana kisah cinta mereka dimulai. Dimana sebenarnya mereka sudah saling menyukai satu sama lain sejak lama dan hanya saling memendam perasaan. Tetapi pada akhirnya mereka berdua saling mengakui dan hubungan itu menyatu baru tadi pagi. Dan Gienka memintanya untuk menikahinya dalam waktu dekat ini sebelum dia kembali lagi ke Amerika.


Mendengar itu tentu saja Elea dan Danist hanya saling berpandangan. Hubungan baru beberapa jam dan bisa-bisanya mereka memutuskan hal sebesar itu, tentu bagi Elea itu tidak masuk di akal.


"Maafkan Ky sebelumnya! Ky sendiri juga terkejut ketika Gienka meminta Ky untuk menikahinya, Ky sudah berusaha memberi penjelasan panjang lebar agar Gienka tidak buru-buru mengambil keputusan besar seperti itu, dan bisa memberi Ky waktu untuk berpikir tetapi Gienka sama sekali tidak mau mendengarkan Ky, dia tidak mau Ky meninggalkannya lagi untuk waktu lama dan ingin menemani serta mengurus Ky disana, itulah alasannya kenapa dia ingin Ky segera menikahinya!"


Elea dan Danist saling berpandangan. "Lalu apa keputusanmu atas permintaan Gienka itu Ky??" Tanya Danist.


Kyros mengarahkan pandangannya ke kedua orangtua dari perempuan yang dicintainya itu. "Ky sangat mencintai Gienka dan Ky tidak bisa menolak keinginan perempuan yang Ky cintai, jadi Ky menyanggupinya, itu sebabnya Ky menyampaikan ini kepada kalian sebagai langkah awal yang Ky ambil, selanjutnya Ky akan berdiskusi dengan Amam dan Apap juga!"


Danist tersenyum, dia bisa melihat dengan jelas ketulusan dan keberanian dari Kyros, dan entah kenapa hatinya mengatakan bahwa Kyros akan bisa menjaga Gienka dengan baik. Bagi Danist laki-laki seperti Kyros lah yang cocok mendampingi Gienka. Laki-laki yang punya keberanian besar untuk langsung mengatakan keputusan yang begitu besar kepada orangtua seorang gadis.


"Uncle suka dengan keberanianmu Ky, kau menunjukkan sikap gentle, tetapi yang lebih memiliki hak terbesar atas Gienka adalah Ariel, dia Ayah Gienka dan tentu kau tahu akan hal itu, kau harus menemuinya dan mengatakan ini padanya!" Ujar Danist dengan bijaksana.


Kyros tersenyum dan mengangguk. "Tentu saja, aku saat ini berada disini jadi aku mengutarakannya pada kalian saja lebih dulu, tetapi tentu saja aku juga berniat untuk menemui uncle Ariel, besok aku akan menemuinya"