SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 373



"Sayang...!!! Kemarilah aku membeli sesuatu untukmu..!" Teriak Chika memanggil Adri. Chika meletakkan belanjaannya di meja makan, dan terus memanggil suaminya.


Adri membungkukkan tubuhnya dan terus menekan miliknya berharap apanyang dirasakannya srgera berakhir tetapi kemudian dia mendengar shara Chika yang memanggilnya, mengartikan bahwa perempuan itu sudah kembali. Tanpa pikir panjang, Adri berlari dan membuka pintu kamar untuk segera menemui Chika. Suara Chika ada di dapur, bergegas dia kesana. Chika tersenyum melihat Adri berlari menghampirinya.


"Kau kemana saja???? Kenapa lama sekali... Lain kali bawa ponselmu bersamamu, aaahhhh." Adri sedikit berteriak membuat Chika terkejut, tetapi kemudian lelaki itu meringis seperti menahan sesuatu.


"Itu tadi aku membeli pizza untuk kita, kau kan menyukainya, biasanya kau memakannya untuk mengganjal perutmu, maafkan aku, tapi itu kau kenapa??? Apa kau sedang sakit??? Kau berkeringat seperti itu"


"Inilah masalahku sejak tadi, kenapa kau pergi lama sekali, ikut aku dan lupakan pizza itu, kita bisa memakannya nanti" Adri menarik pergelangan tangan Chika dan mengajak istrinya itu untuk ke kamar.


Chika merasa bingung dengan Adri, dan saat sampai dikamar, Adri langsung menciumnya dengan sedikit kasar dan mendorongnya perlahan ke tembok. Walaupun terkejut dan bingung, Chika mencoba tenang dan tetap membalas ciuman Adri. Mereka berdua larut dalam ciumannya, dan Chika bisa merasakan sesuatu yang mengganjal di diri Adri. Lelaki itu sepertinya memang sedang menginginkannya. Adri melepaskan ciumannya dan menatap Chika dalam-dalam.


"Harusnya kau kembali lebih cepat, aku sudah tidak menahannya lagi, kau mau melakukannya kan???" Tanya Adri, Chik amenganggukkan kepalanya.


Dengan cepat tanpa permisi, Adri mulai melucuti pakaian Chika dan pakaiannya sendiri, setelah itu membawa istrinya ke tempat tidur. Dan tentu saja mereka melakukan penyatuan, Adri mengerang cukup keras saat memasuki Chika, merasa lega akhirnya penantiannya sudah berakhir.


★★★★★★


Aditya membuka matanya, dia melihat sekitarnya dan mencoba mengingat kenapa dia tidur disini. Aditya bangun kemudian duduk, mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Terlihat sangat sepi, entah kemana kedua anak dan istrinya, mungkin mereka tidur. Aditya beranjak dan saat hendak ke kamar, terdengar bunyi piano dari arah dapur. Aditya menoleh, menemukan Kyra sedang duduk didepan piano dan memainkannya. Aditya mendekatinya dan mengusap kepala putrinya penuh cinta lalu menciumnya.


"Kemana Amam dan Ky???"


Kyra tersenyum. "Ky tidur, dan amam membuka kopernya di kamar" Jawab Kyra.


"Apap ke dalam dulu ya???"


Kyra mengangguk. Aditya pun berjalan menuju ke kamarmya meninggalkan Kyra yang asik bermain piano.


Saat masuk ke kamar,nya, Aditya hanya melihat Kyros sedang tidur sendirian, tetapi koper masih ada di atas tempat tidur dan beberapa tumpukkan baju. Cahya tidak ada di kamar, tetapi dia mendengar suara di kamar mandi. Aditya berpikir mungkin Cahya sedang berada di kamar mandi. Karena masih mengantuk, Aditya berbaring disebelah Kyros, memeluknya serta mencium putranya yang sedang tertidur itu.


Cahya keluar dari kamar mandi, terlihat segar setelah mandi dan keramas. Dia mengernyit ketika menemukan suaminya sudah berada di kamar tetapi lelaki itu terlihat kembali tidur lagi, padahal ini hari sudah sore. "Apa kau tidur lagi???" Tanya Cahya sambil mendekati tempat tidur.


"Walaupun aku mengantuk tetapi aku tidak tidur lagi...!!! Aku hanya ingin mencium dan memeluknya saja, tak ku sangka kedua anak-anakku sudah tumbuh besar dan sangat pintar, padahal aku merasa seperti baru kemarin saja kau melahirkannya, tetapi lihatlah dia semakin tinggi, semakin tampan dan sangat cerdas" Aditya memeluk Kyros dan menciumi seluruh wajahnya yang terlihat damai saat saat tidur.


"Jangan sampai kau membuatnya bangun, dia baru saja tidur setelah menangis cukup lama tadi, setelah bujukan yang luar biasa akhirnya dia mau tidur" Ujar Cahya kemudian duduk di tepian tempat tidur.


"Menangis??? Kenapa dia menangis?? Apa dia bertengkar dengan Kyra??"


"Tidak...! Dia menangis karena guling dan bantalnya yang tidak kita bawa kesini, aku terpaksa menghubungi Mama agar bisa mengirim semua peralatan tidurnya kesini, dan Marco nanti malam akan mengantarnya"


Aditya tersenyum dan melepaskan pelukannya pada Kyros, lalu bangun menggeser tubuhnya, dudk disamping Cahya.


"Jangan memaksakan kehendakmu pada anak-anak, kita biarkan saja mereka melakukan apa yang mereka sukai,


jika Ky tidak tertarik dengan bisnis mungkin Kyra bisa menggantikanmu nanti, saat ini banyak sekali perempuan-perempuan yang sukses dengan bisnis mereka banyak juga dari mereka menjadi pimpinan perusahaan besar, tidak ada hal yang tidak mungkin kan??? Tapi jikalau Kyra juga tidak tertarik dengan hal itu, mau bagaimana lagi, kita tidak bisa memaksa anak-anak kita melakukan hal yang tidak mereka sukai"


Aditya memeluk Cahya. "Kau benar...!! Sejak awal aku memang sudah memutuskan tidak akan pernah memaksa kehendakku dan akan membiarkan anak-anak kita melakukan hal yang mereka sukai, selagi itu hal yang positif dan bermanfaat untuk orang banyak, Ky selalu mengatakan padaku apa yang menjadi cita-citanya nanti, sangat sulit dilakukan dan diterima tetapi tidak ada yang tidak mungkin" Ujar Aditya.


Ya. Kyros selalu mengatakan bahwa dia ingin sekali menjadi seorang astronot saat besar nanti. Aditya merasa pesimis saat putranya mengatakan itu, mengingat semua itu tentu tidaklah bisa diraih dengan mudah, butuh kecerdasan dan pengetahuan yang sangat tinggi, akan tetapi tentu dia tidak boleh kehilangan harapan, karena semua hal bisa terjadi. Aditya selalu mengatakan kepada Kyros dan Kyra jika mereka harus banyak belajar jika ingin meraih cita-citanya. Dan ternyata itu sudah dilakukan oleh keduanya, belajar dan bermain secara seimbang. Aditya akan memastikan bahwa anak-anaknya harus mendapatkan pendidikan terbaik nantinya sampai mereka lulus, agar mereka bisa dengan mudah meraih apa yang mereka inginkan dan cita-citakan.


Tidak lupa Aditya juga selalu mengajarkan keduanya untuk berbagi dengan yang membutuhkan, bahkan setiap bulan dia dan Cahya selalu mengajak keduanya untuk datang ke panti asuhan dan turun tangan membagikan berbagai barang seperti pakaian dan mainan serta barang kebutuhan lainnya. Kemudian setiap hari jumat, Cahya selalu mengajak keduanya untuk berbagi makanan kepada orang-orang yang ada di jalan. Semua itu bisa membuat Kyra dan Kyros bisa lebih peduli dengan sesama dan tidak merasa tinggi hati terhadap semua kemewahan yang mereka miliki.


"Oh iya aku lupa Adri tadi meneleponmu, dia terdengar panik dan dia membahas tentang efek permen yang kau berikan, apa kau memberinya permen itu???"


"Apa...!!??? Dia menghubungiku dan dia mengatakan semua itu padamu???"


"Dia mengira yang menjawab teleponnya adalah dirimu, lalu mengatakan kebungungannya tentang efek permen yang kau berikan, saat mendengar suaraku dia langsung menutup teleponnya dengan buru-buru, kau memberikan permen itu?"


Aditya tertawa terbahak-bahak. "Hahaha dia bodoh sekali kenapa tidak mencaritahu siapa yang mengangkat teleponnya hahahaha padahal aku sudah menjelaskan semuanya, kenapa dia malah panik??"


Dengan wajah kesal, Cahya mencubit pinggang Aditya membuat suaminya itu menjerit kesakitan. "Kau kenapa memberinya permen itu, ya Ampun kau ini keterlaluan sekali, dan darimana kau mendapatkannya? Aku juga tadi menemukannya di koper, apa kau mendapatkannya dari Ariel???"


"Tidak.....!! Hahaha aku membelinya sendiri, aku membelinya 2 pack yang satu kuberikan pada Adri, sebenarnya aku ingin memakainya saat kita ada disini tetali ide bagus menurutku jika Adri juga memakannya" Ucap Aditya dengan entengnya sambil terus tertawa. Adiknya saat ini pasti sedang berueforia menikmati kedahsyatan permen ajaib nan laknat itu.


Cahya langsung mengomel dan memukuli bahu serta punggung Aditya. Memakinya dan mengatakan bahwa suaminya itu sangat keterlaluan, harusnya jangan memberi barang seperti itu pada Adri. Cahya menjadi terbayang-bayang dengan apa yang akan terjadi kepada Adiknya saat Adri memakan permen itu, apalagi ini masih beberapa hari setelah pernikahan mereka, Chika pasti masih merasa tidak nyaman dan mungkin saja itu bisa bertambah saat Adri terkena efek permen itu. Dan dia tahu betul bagaimana rasanya setelah Aditya mengkonsumsinya, dimana selain bisa tahan lama, milik Aditya juga terasa lebih besar dari biasanya. Dan itu juga pasti akan terjadi pada Adri kemudian akan menambah ketidak nyamanan dari Chika setelah mereka melakukannya.


"Kau benar-benar keterlaluan, jika kau ingin memberinya kau bisa memberinya nanti saat mereka kembali, kenapa harus saat ini, kalian laki-laki mana tahu bagaimana tidak nyamannya kami beberapa hari setelah pertama kali melakukannya, dan efek permen itu kuat sekali, kau keterlaluan...!!" Cahya terus memukul Aditya, sementara lelaki itu tidak berhenti tertawa.


Sementara itu Adri dan Chika baru selesai dengan aktifitas mereka. Dan saat ini mereka berdua berbaring sambil berpelukan diatas tempat tidur, dengan napas yang tersenggal menikmati sisa-sisa ledakan kenikmatan yan baru saja mereka rasakan.


"Aku lapar sekali....! Kita juga harus mandi, hari sudah gelap, kita sudah melakukannya 3X" Gumam Chika dalam pelukan Adri.


Mereka sudah melakukannya 3X kali, dan Chika bingung kenapa Adri seperti itu. Biasanya mereka akan langsung tidur tetapi saat dia hendak terlelap, Adri melakukannya lagi. Bahkan saat ini Chika masih bisa merasakan bahwa milik Adri masih keras dibawah sana.


"Aku juga lapar, baiklah kita mandi dulu"


"Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu" Gumam Chika.


"Aku hanya menikmati masa bulan madu kita, kau harus terima itu, kau juga sangat menikmatinya kan??? Ayo mandi bersama"


Adri bangun dan dengan santainya dia menggendong Chika, membawanya ke kamar mandi. Tentu saja itu bukan akhir dari penyatuan mereka, Adri melakukannya lagi dan menyadari bahwa permen itu memang luar biasa. Adri memuji kehebatan kakaknya bisa mendapatkan sesuatu yang hebat seperti permen itu. Mungkin Kakaknya dulu juga mengkonsumsi permen ini saat berbulan madu, mungkin juga karena permen ini akhirnya kakaknya itu bisa memiliki anak kembar. Entahlah, yang terpenting Adri benar-benar menikmati khasiat pemberian kakaknya itu. Dan jika permen itu habis, mungkin dia akan memintanya lagi nanti, mengingat dia dan Chika akan berbulan madu lagi ke Hawai setelah acara resepsi kedua mereka, dan dia tidak akan bisa membiarkan Chika keluar dari hotel.