SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 209



"Cahya, bagaimana kabarmu? Kenapa kau ada disini? Apa kau mau melamar pekerjaan disini? Kau sekarang sedikit lebih cantik daripada dulu tetapi penampilanmu masih sama saja, terlihat selalu kampungan dan norak, masa kau mau melamar pekerjaan tetapi penampilanmu seperti ini? Pakai sandal jepit dan kau sangat berantakan, astaga kapan hidupmu bisa berubah?" Ucap Bara.


Cahya sangat terkejut mendengar itu, ternyata lelaki ini masih saja tidak bisa merubah sifat angkuhnya sejak dulu. Ya, selain memiliki wajah yang cukup tampan, Bara juga pria yang terkenal angkuh dan sombong, serta suka merendahkan oranglain terutama pada perempuan yang menyukainya dan dirasa tidak selevel dengan dirinya pasti dia akan langsung menghina dengan kata-kata yang merendahkan. Seperti yang baru saja terjadi sekarang, dulu Bara juga meghina Cahya seperti ini.


Tiba-tiba ada suara berdehem dibelakang Bara, yang membuat Cahya memundurkan langkahnya dan melihat ada Aditya sudah berdiri dibelakang Bara. Cahya tidak sadar dengan kehadiran suaminya itu, karena sedikit terhalang tubuh Bara yang sedikit lebih tinggi. Bara yang juga terkejut akhirnya menengok ke belakang dan langsung bergeser lalu menganggukkan kepalanya memberi hormat lalu tersenyum, dia tahu bahwa itu adalah bosnya.


"Sayang...!!! Mana berkas yang ku minta? Kalau kau mau naik motor seperti ini setidaknya ikat rambutmu, lihatlah rambutmu berantakan" Ucap Aditya lalu menyelipkan rambut Cahya ke belakang telinganya.


Saat itu juga Bara hanya terdiam sambil menelan ludahnya saat mendengar Aditya memanggil Cahya dengan panggilan sayang. Dia benar-benar terkejut dan berharap Aditya tidak mendengar apa yang tadi dia ucapkan pada Cahya.


Cahyap memberikan berkas milik Aditya yang dipegangnya lalu tersenyum. "Maaf tadi aku buru-buru, sampai aku juga hana memakai sandal jepit"


"Kau ini, oh iya aku akan kembali di jam makan siang, kau dan ibu bersiap-siaplah, tidak perlu membuat makan siang, kita nanti akan cari makan siang dijalan, dan siapa kau?" Aditya menatap tajam ke arah Bara. Dia mendengar apa yang baru saja dikatakan laki-laki itu pada Cahya.


"Perkenalkan saya Bara pak, asisten baru pak Rudi manager IT, saya datang untuk memeriksa server yang mengalami kerusakan" Bara mengulurkan tangannya ke Aditya, tetapi Aditya tidak membalasnya dan masih menatap tajam ke arahnya lalu kemudian Aditya melihat penampilan Bara dari atas sampai bawah, dan mengernyit sambil tersenyum sinis.


"Oh asisten pak Rudi, kau baru 3 bulan bekerja kan??" Tanya Aditya.


"Iya pak, baru 3 bulan"


"Kemana pak Rudi, kenapa kau sendirian disini?"


"Tadi saya berangkat bersama, tetapi saat dijalan pak Rudi berbelok ke SPBU dan saya disuruh untuk berangkat kesini terlebih dulu"


"Lain kali jaga sikap dan ucapanmu, belajarlah menghargai orang lain, jangan hanya bisa menilai orang lain dari tampilannya, dan berani sekali kau menghina istriku"


Bara menunduk dan meminta maaf kepada Aditya dan juga Cahya. "Maaf pak maafkan saya, saya tidak tahu kalau Cahya adalah istri bapak, Cahya maafkan aku"


"Lalu jika dia bukan istriku, kau pasti tidak akan meminta maaf kan??? Lain kali belajarlah bersikap" Ucap Aditya dengan nada kesal.


"Sudahlah, mungkin Bara hanya bercanda, oh ita aku harus segera kembali ke villa kasihan ibu sendirian menjaga anak-anak, aku juga akan bersiap" Ucap Cahya sambil tersenyum.


Aditya kemudian mencium kening istrinya itu dengan lembut didepan Bara, lalu menyuruh Cahya untuk berhati-hati dijalan. Setelah Cahya pergi, Aditya juga langsung pergi masuk ke kantor dan meninggalkan Bara yang terpaku.


*****


Aditya dan Mamanya sudah kembali ke villa, bergegas dia naik ke kamarnya untuk menemui Cahya dan juga kedua bayinya. Tampak Cahya sudah selesai memandikan Kyra da Kyros juga sudah memakaikan pakaian mereka, dan kedua bayi itu sudah terlihat sangat menggemaskan berbaring diatas tempat tidur.



Aditya tersenyum dan langsung menghampiri keduanya dan menciumi mereka dengan gemas membuat keduanya tertawa.


"Baiklah"


Cahya meninggalkan Aditya dan kedua bayinya ke dapur. Sementara Aditya masih melanjutkan bermain dengan Kyra dan Kyors. Aditya masih dilingkupi rasa penasaran dengan pria bernama Bara itu, mendengar penghinaan yang diucapkannya pada Cahya sepertinya Bara sudah mengenal lama istrinya, tadi dia juga melihat Cahya sempat tersenyum saat melihat lelaki itu, hingga kemudian dia segera menghampiri mereka tetapi justru dia mendengar perkataan yang buruk dari lelaki itu pada Cahya. Tidak ingin berlarut-larut dilingkupi rasa penasaran, dia harus bertanya pada Cahya sendiri.


Cahya kembali ke kamarnya dan membawa jus untuk suaminya. Aditya langsung meminumnya sampai habis membuat Cahya yang melihatnya hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Jus nanas dengan lemon, aku sangat menyukainya, terima kasih" Ucap Aditya.


"Sama-sama, sekarang cepat mandi, aku sudah sangat lapar hehe, semakin besar, kedua anakmu itu justru semakin menguras persediaan tenagaku hingga aku mudah sekali merasa lapar"


"Baiklah, dan ya aku ingin bartanya padamu, dimana kau mengenal pria itu??" Tanya Aditya.


"Maksudmu Bara???" Tanya Cahya memperjelas kemudian Aditya tampak menganggukkan kepalanya.


"Dia teman SMA ku dulu"


"Apa dia mantan kekasihmu saat SMA???"


"Mantan??? Tidak, dia bukan mantanku, kenapa kau bertanya seperti itu? Kau cemburu ya???"


"Cemburu??? Mana mungkin aku harus cemburu dengan pria seperti itu, aku hanya bertanya saja karena saat aku keluar dari kantor aku melihatmu tersenyum kepadanya dengan cantiknya, harusnya kau hanya memberikan senyum itu padaku saja, tetapi saat aku mendekati kalian justru aku mendengar perkataan buruk dari mulutnya kepadamu, aneh saja kau tersenyum padanya tapi dia justru menghinamu, jadi ku asumsikan dia adalah mantan kekasihmu dan maybe dia masih tidak terima hubungan kalian berakhir jadi dia menghinamu, itu yang ku pikirkan"


"Tidak, dia hanya teman dan abaikan saja ucapannya dia memang seperti itu sejak dulu, itulah yang membuatku dulu akhirnya menghindarinya dan tidak lagi menaruh perasaan padanya!" Ucap Cahya keceplosan, yang langsung dia sadari saat melihat dahi Aditya berkerut mendengarnya. Cahya merasa sangat bodoh karena tanpa sadar telah mengungkapkan itu ke Aditya.


"Tidak lagi menaruh perasaan padanya?? Kau dulu menyukainya, astaga seleramu sangat payah sekali ternyata, pantas saja tadi kau tersenyum padanya dengan wajah sedikit memerah malu-malu ternyata itu alasannya, ada apa denganmu dulu, kau pernah berpacaran dengan si brengs*k Theo pria yang b*doh itu dan sekarang aku harus mengetahui bahwa kau juga pernah menyukai pria bernama Bara itu, memuakkan sekali" Gumam Aditya heran lalu tertawa mengejek Cahya. Entah apa yang terjadi dengan istrinya itu dulu, dia sama sekali tidak menyangka bahwa Cahya dulu mengalami kisah cinta seburuk itu.


"Puaskanlah tertawamu, lalu kau pikir apa itu sebuah kesalahan? Dia dulu terlihat begitu keren dan jago bermain basket, semua anak perempuan mengidolakannya salah satunya diriku, tapi itu kan masalalu, kau seperti tidak pernah memiliki masalalu saja, sudah sana cepat mandi!!!"


"Masalaluku tidak sekonyol dirimu, hahaha kau dulu pasti terlalu polos sehingga kau bisa jatuh cinta pada pria angkuh sepertinya, memuakkan sekali" Aditya pergi ke kamar mandi sambil terus tertawa karena cerita Cahya.


Cahya hanya terdiam menatap punggung Aditya, memang benar apa yang dikatakan suaminya itu, dia dulu terlalu polos, jika mengingat masa itu membuatnya juga kadang menertawakan dirinya sendiri. Bagaimana dulu dia diam-diam menyimpan perasaannya pada Bara, hingga karena tidak tahan terlalu lama menyimpan dia pun memberanikan diri menyatakannya didepan banyak siswa lainnya tetapi justru yang didapatkannya adalah penghinaan dari Bara padanya, hingga membuatnya harus menahan malu didepan banyak orang.


Aditya menyalakan shower dan air yang keluar mengguyur tubuhnya membuatnya mengerang merasakan kesegarannya. Aditya tidak memberitahu Cahya bahwa tadi dia sudah memecat Bara. Bukan karena penghinaan yang dilakukan Bara kepada Istrinya tetapi Aditya memang sangat tidak menyukai jika dia memiliki staff yang tidak bisa menjaga sikap dan perkataannya. Menurut Aditya attitude Bara memang sangat kurang, arogansi nya sangat terlihat dan dia terlihat seperti orang yang suka mencari perhatian. Aditya sangat paham dengan hal semacam itu karena dia juga pernah mempelajari tentang ilmu psikologis, bagi Aditya itu hal yang sangat mudah dilakukannya sehingga hanya dengan melihat gerak-gerik serta mimik wajah seseorang dia langsung bisa membaca sikap dari orang itu.


Aditya memilih tidak memberitahu Cahya agar istrinya itu tidak berpikir macam-macam tentang dirinya. Aditya hanya ingin terbebas dari orang-orang arogan seperti pria bernama Bara itu, yang ternyata memang sejak dulu juga memiliki sifat dan sikap buruk seperti itu. Aditya merasa bahwa dia telah membuat keputusan yang tepat.


Disisi lain Bara merasa kesal dan marah karena dia dipecat begitu saja hanya karena ucapannya pada Cahya yang tidak lain adalah istri dari pemilik perusahaan dimana dia bekerja. Amarahnya memuncak hingga dia berteriak dengan keras dan memaki Aditya yang dianggapnya tidak profesional karena memecat dirinya hanya karena istrinya tidak sengaja dia hina. Bara juga berpikir pasti Aditya telah dioengaruhi oleh Cahya sehingga menyuruh suaminya itu untuk memecatnya, Cahya pasti masih merasa dendam dengannya karena dulu dia sempat menolak cinta perempuan itu.