SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 123



Elea semakin terisak dan Cahya mencoba tetap menenangkannya walau dia masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi pada sahabatnya. "Setelah aku menandatanginya dengan terpaksa, Ariel pergi dan tidak pernah pulang lagi, setiap hari aku menunggunya pulang tapi dia tidak pernah kembali, aku mengirim ribuan pesan dan panggilan tetapi justru nomorku dia blokir, sampai akhirnya surat dari pengadilan tiba, sidang pertamanya diminggu lalu, aku hadir karena ingin mempertahankan rumah tanggaku, tapi tidak dengannya, dia hanya mengirim pengacaranya tetapi saat selesai pengacaranya mengatakan padaku bahwa aku harus segera pergi membawa semua barangku dan meninggalkan apartment Ariel, aku tidak tahu dia dimana sekarang, bahkan dia juga menutup akses untukku dikantornya, beberapa hari yang lalu aku mengemasi seluruh barangku dan kembali ke apartmentku yang dulu" Suara Elea terdengar bergetar saat berbicaa dan airmatanya terus mengalir.


Cahya ikut menangis memeluk sahabatnya itu, sednagkan Aditya memandang Elea dengan perasaan campur aduk tidak percaya jika Ariel tega melakukan itu semua. "Semalam aku berbicara dengannya, kami hanya mengobrol sebentar membahas pekerjaan, sebenarnya aku juga merasa sedikit aneh karena memang sudah cukup lama dia tidak datang ke kantorku, kupikir ya memang dia sibuk, tapi kenapa dia bisa memperlakukanmu seperti itu, dia sangat mencintaimu El, kalian juga terlihat bahagia, apa yang sebenarnya terjadi dengannya, astaga"


"Besok sidang kedua kami, jika dia tidak hadir lagi maka berakhirlah semuanya" Elea melanjutkan.


"Ya Tuhan Elea, kenapa kau menceritakannya pada kami sekarang, jika sebelumnya kau bercerita tentu aku bisa sedikit membantumu mengatasi kekacauan ini dan berbicara pada Ariel" Aditya mengacak-acak rambutnya, frustasi dengan apa yang sedang dialami oleh rumah tangga sahabatnya.


"Sayang, sekarang coba kau hubungi Ariel dan bicara padanya, ini tidak boleh terjadi" Sahut Cahya.


Aditya mengambil ponsel dari sakunya dan langsung menghubungi Ariel. Dia mencoba beberapa kali tetapi hasilnya nihil karena ponsel Ariel dimatikan. Sementara Cahya masih mencoba menenangkan Elea yang masih menangis dipelukannya. Tidak mau menyerah Aditya menghubungi kantor Ariel.


Cukup lama Aditya berbicara ditelepon kemudian menutupnya dan menggelengkan kepalanya kearah Cahya. "Ariel tidak ada dikantor sudah 1 minggu lebih dan mereka tidak tahu dimana Ariel berada, aku akan mencoba menghubungi teman yang lain mungkin saja mereka tahu"


Dan hasilnya tetap sama, tidak ada satupun yang tahu keberadaan Ariel saat ini dimana. Aditya merasa sangat kesal, kenapa bisa Ariel berbuat seperti itu, menyakiti Elea dengan begitu kejamnya. Dia juga penasaran bagaimana ini semua bisa terjadi dan menanyakannya pada Elea.


Sambil terbata Elea mulai menceritakan bahwa semua terlihat baik-baik saja. Pertama kali Elea melihat Viona adalah saat mereka akan pulang dari liburan bersama beberapa bulan yang lalu dimana liburan itu juga ada Aditya dan keluarganya. Saat akan pulang, Elea melihat Ariel berpapasan dengan seorang perempuan lalu mengenalkan padanya bahwa namanya Viona dan dia adalah teman lama Ariel. Elea menganggap pertemuan itu biasa saja, tetapi tidak menduga jika ternyata pertemuan itu menjadi awal dari konfliknya bersama Ariel.


Setelah liburan itu semua masih tampak biasa saja, tetapi lambat laun Ariel menjadi sedikit temprament, jika Elea melakukan sedikit kesalahan dia akan langsung meneriakinya. Hingga suatu hari Elea menemukan pesan-pesan romantis diponsel Ariel dan mulai curiga, kecurigaan itu membuat hubungan mereka berdua semakin hari semakin jauh sampai akhirnya tragedi malam itu terjadi, dimana Ariel membawa pulang Viona.


Mendengar cerita Elea, Aditya dan Cahya hanya bisa terdiam, tidak menyangka jika ada kejadian seperti itu. "Lalu kenapa bisa kau menandatangani surat itu El, jika kau masih ingin memperbaiki hubungan kalian" Kali ini Cahya mencoba bertanya.


"Bagaimana aku bisa? Ariel terus memaksa dan membentakku saat itu tetapi aku tetap kekeh tidak mau melakukannya, sampai akhirnya dia mengatakan satu hal yang akhirnya membuatku menyerah padanya" Elea kembali meneteskan airmatanya dan menarik napasnya dalam dalam lalu melanjutkan perkataannya.


"Ariel bilang padaku bahwa aku mandul karena pernikahan kami sudah beberapa bulan dan aku belum juga hamil, mendengar itu aku langsung menandatanganinya tetapi hatiku mulai hancur saat itu juga"


Cahya dan Aditya sekali lagi dibuat terkejut dengan semua cerita Elea. Aditya bahkan terus mengeluarkan umpatan-umpatan untuk Ariel. "Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu, pernikahan kalian baru beberapa bulan, pendek sekali pemikirannya" Gumam Aditya kesal.


****


Tidak butuh waktu lama, ada mobil yang datang dan ada 1 laki-laki yang keluar lalu menghampiri Aditya. "Pak Mizan, tolong antar sahabat istri saya ini ke Jakarta, bawa saja mobilnya, nanti saya akan hubungi supir saya agar bisa mengantar bapak kembali kesini lagi"


"Baik pak Aditya" Lelaki bernama Mizan itu menganggukkan kepalanya.


"El, pulanglah dan berhati-hatilah, jangan pikirkan apapun semua akan baik-baik saja, semoga besok Ariel datang dan kalian bisa memperbaiki semuanya" Cahya memeluk Elea dan mengusap punggung sahabatnya dengan lembut.


Elea juga berpamitan dengan Aditya, lalu berjalan di belakang pak Mizan. Ternyata didalam mobil masih ada 1 laki-laki lagi seumuran dengan Aditya dan dia keluar dari dalam mobil ingin menyapa Aditya. Tetapi tiba-tiba Elea memekik karena terpeleset dan hampir jatuh, untunglah lelaki itu segera menangkap Elea.


Mereka berdua saling berpandangan dan Elea langsung bangun. "Terima kasih sudah menolongku" Ucap Elea.


"Sama-sama, lain kali berhati-hatilah"


Cahya dan Aditya langsung menghampiri Elea dan menanyakan keadaannya. "Tenanglah Ca, aku tidak apa-apa, aku pulang dulu ya, jangan khawatirkan aku, sampai jumpa" Elea melambaikan tangannya lalu masuk ke dalam mobil.


Setelah Elea pergi, Aditya memperkenalkan lelaki itu pada Cahya. "Sayang, kenalkan ini Danist, dia adalah GM dari kantor Cabang Bandung, aku membawanya kesini untuk mengurus kantor perkebunan disini menggantikan yang lama, prestasinya sangat bagus sekali jadi Papa merekomendasikannya kesini, dia baru datang siang tadi, Danist kenalkan ini istriku"


"Saya Danist, biasa dipanggil Dan, senang bertemu dengan anda" Lelaki bernama Danist itu menyalami Cahya.


"Dan, apa kau sudah lama menungguku? Aku minta maaf tadi sahabat istriku datang bertamu"


"Tidak apa-apa pak, tadi saya berkeliling kantor dan perkebunan, dan saya juga sudah membawa berkas yang bapak minta pada staff disana"


"Baiklah, ayo masuk dan kita berbicara didalam"


Aditya lalu mengajak Danist untuk masuk ke Villa dan membicarakan pekerjaan dengan Aditya.